Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Menlu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Menlu. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Menlu Palestina dan Retno Marsudi Bahas Perebutan Lahan oleh Israel

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah permasalahan yang tidak kunjung usai antara Palestina dan Israel akan dibahas pada konfrensi perdamaian yang akan digelar di Paris, Prancis pada 21 Desember mendatang.

Menteri Luar Negri (Menlu) Palestina Riyad al-Maliki mengatakan salah satu yang akan dibahs adalah "pencaplokan" lahan Palestina oleh Israel.

Menlu Palestina mengaku yakin terhadap forum perdamaian yang digagas oleh Perancis itu, salah satunya karena pihaknya mendapatkan banyak dukungan, termasuk dari pemerintah Indonesia yang rencanannya akan diwakili oleh Menlu RI. Retno LP. Marsudi.

"Kami senang bahwa dia (Retno LP. Marsudi) akan hadir. Paratisipasinya akan menjamin diskusi tersebut akan menguntungkan untuk keadilan dan perdamaian Palestina," ujar Riyad al-Maliki usai menemui Menlu RI, di Westin Restor, Nusa Dua, Bali, Rabu (8/12/2016).

Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan belakangan aksi pengambilan lahan oleh Israel terhadap tanah Palestina semakin marak.

Ia menduga pihak Israel menggunakan momentum penggantian pemerintahan di Amerika Serikat (AS), untuk memperluas wilayahnya.

Riyad al-Maliki menyebut Retno LP. Marsudi tidak hanya datang untuk mewakili kepentingan perdamaian Palestina, akan tetapi juga untuk kepentingan dari negara-negara yang mengalami nasib serupa Palestina.

"Dan dia akan sangat vokal atas nama semua pihak," ujarnya.

Dalam pertemuannya dengan Menlu RI, Riyad al-Maliki mengaku juga sempat membahas soal kemungkinan melaporkan pengambilan lahan Palestina oleh Israel ke Dewan Keamanan PBB, dengan harapann Dewan Keamanan PBB mau mengintervensi.

"

| Menlu | Palestina | Retno | Marsudi | Bahas | Perebutan | Lahan | oleh | Israel | Laporan | Wartawan | TRIBUNnews | Nurmulia | Rekso | Purnomo< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Sejumlah | permasalahan | yang | kunjung | usai | antara | Palestina< | Israel< | dibahas | pada | konfrensi | perdamaian | digelar | Paris | Prancis | Desember | mendatang | p> Menteri | Luar | Negri | (Menlu) | Riyad | Maliki | mengat | salah | satu | dibahs | adalah | pencaplokan | lahan | p> Menlu | mengaku | yakin | terhadap | forum | digagas | Perancis< | satunya | karena | pihaknya | mendapatkan | banyak | dukungan | termasuk | pemerintah | Indonesia | rencanannya | diwakili | p> Kami | senang | bahwa | (Retno | Marsudi) | hadir | Paratisipasinya | menjamin | diskusi | tersebut | menguntungkan | untuk | keadilan | ujar | menemui | Westin | Restor | Nusa | Bali | Rabu | 2016) | p> Dalam | kesempatan | memaparkan | belgan | aksi | pengambilan | tanah | semakin | marak | p> Ia | menduga | pihak | menggun | momentum | penggantian | pemerintahan | Amerika | Serikat | (AS) | memperluas | wilayahnya | p> Riyad | menyebut | hanya | datang | mewakili | kepentingan | juga | negara | mengalami | nasib | serupa | p> Dan | sangat | vokal | atas | nama | semua | ujarnya | pertemuannya | dengan | sempat | membahas | soal | kemungkinan | melaporkan | Dewan | Keamanan | harapann | mengintervensi | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Palestina Apresiasi Indonesia | Republika Online

NUSA DUA - Palestina menghargai kesediaan Indonesia ikut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Paris, Prancis. Pertemuan di konferensi perdamaian itu rencananya berlangsung pada 21 Desember 2016 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riad al-Maliki mengatakan, Menlu Retno Marsudi akan hadir di Paris mewakili Pemerintah Indonesia. ''Kehadiran Indonesia mewakili proses perdamaian Palestina,'' kata dia di sela acara BDF, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Maliki, Indonesia menggaransi keadilan dan perdamaian Palestina. Bahkan, ia menyebut Indonesia mewakili keadilan dan perdamaian dunia. ''Indonesia dan Palestina mempunyai pandangan yang sama dalam mempertahankan perdamaian dunia,'' kata dia.

Indonesia merupakan negara dengan Masyarakat Islam terbesar di dunia, tetapi posisi Indonesia tidak berada dalam kawasan Timur Tengah. Karena itu, menurut Maliki, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Palestina-Israel.

Salah satu fokus yang kelak menjadi pembicaraan adalah solusi dua negara. Ini artinya, dunia internasional mendorong Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. Selain Indonesia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan hadir.

Mereka adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis. Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Polandia, Kanada, Arab Saudi, Maroko, dan Turki juga rencananya akan hadir. Organisasi internasional yang mengirimkan wakilnya adalah PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Presiden Prancis Francois Hollande mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Paris, dua pekan mendatang. Hal ini diungkapkan seorang pejabat senior Israel, seperti dilansir laman berita Haaretz, Rabu (7/12).

"Pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung setelah menteri luar negeri sejumlah negara berembuk soal konflik Palestina-Israel," demikian pernyataan pejabat itu. Rencananya, ada tiga kelompok kerja yang dibentuk dalam pertemuan di Paris.

Di antaranya insentif ekonomi untuk Israel dan Palestina saat mencapai kesepakatan damai, memperkuat institusi negara Palestina, dan meningkatkan partisipasi sipil dalam proses damai. Hollande hendak menyampaikan rekomendasi itu kepada Netanyahu ataupun Abbas.

Maliki menegaskan, Palestina adalah negara yang terus memperjuangkan kebebasan dan keadilan dalam kehidupan berdemokrasi. ''Namun, sangat disayangkan hari ini dunia masih membangun dinding pemisah yang memicu penolakan dan intoleransi.''

Riad mengatakan, intoleransi dan xenofobia hanya memperburuk situasi dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negara harus ekstra bekerja keras mengedukasi masyarakat lewat pendidikan sebab capaian tertinggi dari sebuah pendidikan adalah toleransi.

Media dan masyarakat sipil, menurut Riad memegang peranan penting untuk mempromosikan demokrasi, pluralisme, dan toleransi beragama. Inti dari perjuangan rakyat Palestina sendiri adalah kebebasan dan keadilan.      rep: Mutia Ramadhani/antara, ed: Ferry Kisihandi

"

| Palestina | Apresiasi | Indonesia | Republika | Online | NUSA | menghargai | kesediaan | ikut | dalam | pertemuan | para | menteri | luar | negeri | Paris | Prancis | Pertemuan | konferensi | perdamaian | rencananya | berlangsung | pada | Desember | 2016 | mendatang | p>Menteri | Luar | Negeri | (Menlu) | Riad | Maliki | mengat | Menlu | Retno | Marsudi | hadir | mewakili | Pemerintah | Kehadiran | proses | kata | sela | acara | Nusa | Bali | kemarin | p>Menurut | menggaransi | keadilan | Bahkan | menyebut | dunia | mempunyai | pandangan | yang | sama | mempertahankan | p>Indonesia | merup | negara | dengan | Masyarakat | Islam | terbesar | posisi | berada | kawasan | Timur | Tengah | Karena | menurut | diharapkan | mampu | memberikan | perspektif | baru | permasalahan | Israel | p>Salah | satu | fokus | kelak | menjadi | pembicaraan | adalah | solusi | artinya | internasional | mendorong | hidup | berdampingan | secara | damai | Selain | anggota | tetap | Dewan | Keamanan | p>Mereka | Amerika | Serikat | Cina | Rusia | Inggris | Belanda | Italia | Spanyol | Irlandia | Polandia | Kanada | Arab | Saudi | Maroko | Turki | juga | Organisasi | mengirimkan | wakilnya | Eropa | Liga | p>Presiden | Francois | Hollande | mengundang | Presiden | Mahmud | Abbas | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | pekan | diungkapkan | seorang | pejabat | senior | seperti | dilansir | laman | berita | Haaretz | Rabu | p>Pertemuan | kedua | pemimpin | setelah | sejumlah | berembuk | soal | konflik | demikian | pernyataan | Rencananya | tiga | kelompok | kerja | dibentuk | p>Di | antaranya | insentif | ekonomi | untuk | saat | mencapai | kesepakatan | memperkuat | institusi | meningkatkan | partisipasi | sipil | hendak | menyampaikan | rekomendasi | kepada | ataupun | p>Maliki | menegaskan | terus | memperjuangkan | kebebasan | kehidupan | berdemokrasi | Namun | sangat | disayangkan | hari | masih | membangun | dinding | pemisah | memicu | penol | intoleransi | p>Riad | xenofobia | hanya | memperburuk | situasi | Pemimpin | harus | ekstra | bekerja | keras | mengedukasi | masyarakat | lewat | pendidikan | capaian | tertinggi | sebuah | toleransi | p>Media | memegang | peranan | penting | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | beragama | Inti | perjuangan | rakyat | sendiri |  rep: | Mutia | Ramadhani | antara | ed:< | strong> | Ferry | Kisihandi< | p> |

Palestina Apresiasi Indonesia | Republika Online

NUSA DUA - Palestina menghargai kesediaan Indonesia ikut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Paris, Prancis. Pertemuan di konferensi perdamaian itu rencananya berlangsung pada 21 Desember 2016 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riad al-Maliki mengatakan, Menlu Retno Marsudi akan hadir di Paris mewakili Pemerintah Indonesia. ''Kehadiran Indonesia mewakili proses perdamaian Palestina,'' kata dia di sela acara BDF, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Maliki, Indonesia menggaransi keadilan dan perdamaian Palestina. Bahkan, ia menyebut Indonesia mewakili keadilan dan perdamaian dunia. ''Indonesia dan Palestina mempunyai pandangan yang sama dalam mempertahankan perdamaian dunia,'' kata dia.

Indonesia merupakan negara dengan Masyarakat Islam terbesar di dunia, tetapi posisi Indonesia tidak berada dalam kawasan Timur Tengah. Karena itu, menurut Maliki, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Palestina-Israel.

Salah satu fokus yang kelak menjadi pembicaraan adalah solusi dua negara. Ini artinya, dunia internasional mendorong Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. Selain Indonesia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan hadir.

Mereka adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis. Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Polandia, Kanada, Arab Saudi, Maroko, dan Turki juga rencananya akan hadir. Organisasi internasional yang mengirimkan wakilnya adalah PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Presiden Prancis Francois Hollande mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Paris, dua pekan mendatang. Hal ini diungkapkan seorang pejabat senior Israel, seperti dilansir laman berita Haaretz, Rabu (7/12).

"Pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung setelah menteri luar negeri sejumlah negara berembuk soal konflik Palestina-Israel," demikian pernyataan pejabat itu. Rencananya, ada tiga kelompok kerja yang dibentuk dalam pertemuan di Paris.

Di antaranya insentif ekonomi untuk Israel dan Palestina saat mencapai kesepakatan damai, memperkuat institusi negara Palestina, dan meningkatkan partisipasi sipil dalam proses damai. Hollande hendak menyampaikan rekomendasi itu kepada Netanyahu ataupun Abbas.

Maliki menegaskan, Palestina adalah negara yang terus memperjuangkan kebebasan dan keadilan dalam kehidupan berdemokrasi. ''Namun, sangat disayangkan hari ini dunia masih membangun dinding pemisah yang memicu penolakan dan intoleransi.''

Riad mengatakan, intoleransi dan xenofobia hanya memperburuk situasi dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negara harus ekstra bekerja keras mengedukasi masyarakat lewat pendidikan sebab capaian tertinggi dari sebuah pendidikan adalah toleransi.

Media dan masyarakat sipil, menurut Riad memegang peranan penting untuk mempromosikan demokrasi, pluralisme, dan toleransi beragama. Inti dari perjuangan rakyat Palestina sendiri adalah kebebasan dan keadilan.      rep: Mutia Ramadhani/antara, ed: Ferry Kisihandi

"

| Palestina | Apresiasi | Indonesia | Republika | Online | NUSA | menghargai | kesediaan | ikut | dalam | pertemuan | para | menteri | luar | negeri | Paris | Prancis | Pertemuan | konferensi | perdamaian | rencananya | berlangsung | pada | Desember | 2016 | mendatang | p>Menteri | Luar | Negeri | (Menlu) | Riad | Maliki | mengat | Menlu | Retno | Marsudi | hadir | mewakili | Pemerintah | Kehadiran | proses | kata | sela | acara | Nusa | Bali | kemarin | p>Menurut | menggaransi | keadilan | Bahkan | menyebut | dunia | mempunyai | pandangan | yang | sama | mempertahankan | p>Indonesia | merup | negara | dengan | Masyarakat | Islam | terbesar | posisi | berada | kawasan | Timur | Tengah | Karena | menurut | diharapkan | mampu | memberikan | perspektif | baru | permasalahan | Israel | p>Salah | satu | fokus | kelak | menjadi | pembicaraan | adalah | solusi | artinya | internasional | mendorong | hidup | berdampingan | secara | damai | Selain | anggota | tetap | Dewan | Keamanan | p>Mereka | Amerika | Serikat | Cina | Rusia | Inggris | Belanda | Italia | Spanyol | Irlandia | Polandia | Kanada | Arab | Saudi | Maroko | Turki | juga | Organisasi | mengirimkan | wakilnya | Eropa | Liga | p>Presiden | Francois | Hollande | mengundang | Presiden | Mahmud | Abbas | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | pekan | diungkapkan | seorang | pejabat | senior | seperti | dilansir | laman | berita | Haaretz | Rabu | p>Pertemuan | kedua | pemimpin | setelah | sejumlah | berembuk | soal | konflik | demikian | pernyataan | Rencananya | tiga | kelompok | kerja | dibentuk | p>Di | antaranya | insentif | ekonomi | untuk | saat | mencapai | kesepakatan | memperkuat | institusi | meningkatkan | partisipasi | sipil | hendak | menyampaikan | rekomendasi | kepada | ataupun | p>Maliki | menegaskan | terus | memperjuangkan | kebebasan | kehidupan | berdemokrasi | Namun | sangat | disayangkan | hari | masih | membangun | dinding | pemisah | memicu | penol | intoleransi | p>Riad | xenofobia | hanya | memperburuk | situasi | Pemimpin | harus | ekstra | bekerja | keras | mengedukasi | masyarakat | lewat | pendidikan | capaian | tertinggi | sebuah | toleransi | p>Media | memegang | peranan | penting | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | beragama | Inti | perjuangan | rakyat | sendiri |  rep: | Mutia | Ramadhani | antara | ed:< | strong> | Ferry | Kisihandi< | p> |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Politik

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Politik | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Senin, 12 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Politik

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Politik | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |