Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri sumber. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri sumber. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Palestina. Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | pendudukan, | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang. | Menurut | itu, | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen-produsen | Palestina. Sementara | Jalur | Gaza, | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | mereka. | Ditambah | lagi, | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967. Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur-sumur | air, | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995, | sehingga | merampas | tanah | Palestina. | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | 1967, | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | ekonomi, | alam | mereka. Laporan | juga | menyoroti | dampak | berulang-ulangnya | operasi | militer | Gaza. | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | Israel, | antara | 2008 | 2014, | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | ini. | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis, | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah-langkah | diambil | pendudukan. |

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA | JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang | Menurut | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen | Sementara | Jalur | Gaza | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | Ditambah | lagi | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967 | Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995 | sehingga | merampas | tanah | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | alam | juga | menyoroti | dampak | berulang | ulangnya | operasi | militer | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | antara | 2008 | 2014 | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah | diambil |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Selasa, 06 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Gelar Konser Natal Lirik Arab di Indonesia

>

KOPI, JAKARTA â€" Paduan Suara asal Palestina, tepatnya dari Bethlehem Bible College akan menggelar konser Natal di Indonesia. Mereka akan melakukan konser mulai tanggal 9 hingga 16 Desember mendatang di Jakarta dan Bali. Demikian informasi yang dikutip dari Sindonews.Com oleh media ini.

Menurut Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad, konser tersebut bagian dari kerjasama budaya antara Bethlehem Bible College dan STT Global Indonesia. Keduanya menandatangani kerjasama pada awal tahun 2016.

Lagu Natal Bahasa Arab

Hamad mengatakan, konser Natal kali ini akan berbeda dengan konser Natal yang pernah berlangsung di Indonesia. Paduan suara Bethlehem Bible College tidak akan membawakan lagu Natal dalam bahasa Inggris tapi dalam bahasa Arab.

“Kita akan mendengarkan lagu Natal dalam bahasa Arab. Nabi Isa atau Yesus lahir di tanah Palestina, oleh karena itu konser ini hanya akan membawakan lagu berbahasa Arab, bukan bahasa lainnya,” kata Hamad saat menggelar jumpa pers di kantor Kedutaan Besar Palestina di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (5/12/2016).

Selamat Natal Indonesia

Hamad pada kesempatan yang sama juga menyampaikan ucapan selamat natal bagi seluruh umat Kristiani Indonesia. “Di kesempatan ini, saya juga ingin mengatakan selamat Natal kepada umat Kristiani di Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Paduan suara Bethlehem Bible Colegge ini menggelar konser di Glow Thamrin Residence, Center Park dan Gading Marina pada tanggal 10 Desember. Kemudian, pada tanggal 13 Desember mereka akan menggelar konser di Karawaci. Selanjutnya, pada tanggal 14 Desember di konser di gelar di Season City. Mereka akan menggelar konser penutup pada tanggal 15 Desember di Bali.

Sumber: Sindonews

"

| Paduan | Suara | Palestina | Gelar | Konser | Natal | Lirik | Arab | Indonesia | div> KOPI< | strong>< | JAKARTA | asal | tepatnya | Bethlehem | Bible | College | menggelar | konser | Mereka | melakukan | mulai | tanggal | Desember | mendatang | Jakarta | Bali | Demikian | informasi | yang | dikutip | Sindonews | oleh | media | p> Menurut | Wakil | Duta | Besar | untuk | Taher | Hamad | tersebut | bagian | kerjasama | budaya | antara | Global | Keduanya | menandatangani | pada | awal | tahun | 2016 | p> Lagu | Bahasa | Arab< | p> Hamad | mengat | kali | berbeda | dengan | pernah | berlangsung | suara | membaw | lagu | dalam | bahasa | Inggris | p> “Kita | mendengarkan | Nabi | atau | Yesus | lahir | tanah | karena | hanya | berbahasa | bukan | lainnya | kata | saat | jumpa | pers | kantor | Kedutaan | bilangan | Menteng | Pusat | Senin | 2016) | p> Selamat | Indonesia< | kesempatan | sama | juga | menyampaikan | ucapan | selamat | natal | bagi | seluruh | umat | Kristiani | “Di | saya | ingin | kepada | dunia | ujarnya | p> Paduan | Colegge | Glow | Thamrin | Residence | Center | Park | Gading | Marina | Kemudian | Karawaci |  Selanjutnya | gelar | Season | City | penutup | p> Sumber: | Sindonews< | em>< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Politik

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Politik | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Kamis, 08 Desember 2016

Menlu Palestina: Hadiri Konferensi Damai Prancis, Indonesia Beri Garansi Keadilan : Okezone News

NUSA DUA - Prancis menginisiasi Konferensi Damai Internasional di Paris pada 21 Desember 2016 untuk memecahkan konflik Palestina - Israel. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki senang Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan hadir dalam konferensi tersebut.

BERITA REKOMENDASI


"Saya senang Menteri Retno datang. Kehadiran Indonesia dapat mewakili proses perdamaian Palestina yang akan menggaransi keadilan dan perdamaian," ujar Riyad al Maliki kepada awak media di sela-sela >Bali Democracy Forum 2016 usai melakukan pertemuan bilateral di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12/2016).

Salah satu sumber masalah perdamaian antara Israel dengan Palestina adalah perumahan ilegal yang dibangun Israel di wilayah Palestina. Parlemen Israel, Knesset, bahkan baru mengesahkan RUU untuk melegalkan pembangunan perumahan ilegal di wilayah Palestina.

"Kami akan membawa masalah ini lewat resolusi ke Dewan Keamanan PBB. Kami sangat berharap mereka mau intervensi. Kami juga akan membawanya ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena ini adalah kejahatan kemanusiaan," tutur Al Maliki.

Pria berkumis itu senang dapat kembali ke Pulau Dewata serta dapat menghadiri >Bali Democracy Forum 2016 di The Westin Hotel. Riyad al Maliki juga senang hadir dalam forum diskusi yang dinilainya sangat baik. Maliki mengapresiasi kesamaan pandangan yang dimilikinya dengan Menlu Retno LP Marsudi dalam upaya mempertahankan perdamaian dunia.

"

| Menlu | Palestina: | Hadiri | Konferensi | Damai | Prancis, | Indonesia | Beri | Garansi | Keadilan | Okezone | News | NUSA | DUA< | strong> | Prancis | menginisiasi | Internasional | Paris | pada | Desember | 2016 | untuk | memecahkan | konflik | Palestina | Israel | Menteri | Luar | Negeri | Riyad | Maliki | senang | Retno | Marsudi | hadir | dalam | konferensi | tersebut | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Saya | datang | Kehadiran | dapat | mewakili | proses | perdamaian | yang | menggaransi | keadilan | ujar | kepada | awak | media | sela | Bali | Democracy | Forum | 2016< | strong>< | usai | melakukan | pertemuan | bilateral | Nusa | Kamis | 2016) | p> Salah | satu | sumber | masalah | antara | dengan | adalah | perumahan | ilegal | dibangun | wilayah | Parlemen | Knesset | bahkan | baru | mengesahkan | melegalkan | pembangunan | p> Kami | membawa | lewat | resolusi | Dewan | Keamanan | Kami | sangat | berharap | intervensi | juga | membawanya | Pengadilan | Kriminal | (ICC) | karena | kejahatan | kemanusiaan | tutur | p> Pria | berkumis | kembali | Pulau | Dewata | serta | menghadiri | Westin | Hotel | forum | diskusi | dinilainya | baik | mengapresiasi | kesamaan | pandangan | dimilikinya | upaya | mempertahankan | dunia | p> |

Kamis, 01 Desember 2016

Video Inovasi Remaja Palestina Hasilkan Listrik dari Lilin : Okezone News

GAZA â€" Seorang remaja putri di Gaza, Palestina, berhasil menemukan sebuah alat untuk mengatasi kelangkaan listrik yang rutin terjadi di wilayahnya. Remaja bernama Shahd Abu Lebda itu membuat sebuah alat yang dapat menghasilkan listrik dari panas sebatang lilin.

“Saya terinspirasi dari prinsip ‘akan selalu ada pertolongan bagi seseorang yang membutuhkan’. Akhirnya saya berhasil menemukan alat untuk menghasilkan listrik untuk mengecas ponsel pintar dari energi yang dihasilkan panas lilin,” tutur remaja berusia 16 tahun itu, seperti dimuat Russia Today, Jumat (2/12/2016).

BERITA REKOMENDASI


Shahd Abu Lebda mengaku mulai melakukan proyeknya setelah menghadiri kursus mengenai cara berpikir kreatif. Reaksi beragam dilontarkan para pengguna media sosial Facebook. Ada yang mencaci, tetapi ada juga yang memuji serta berharap Shahd bisa menemukan ide lainnya.

“Butuh banyak sekali lilin untuk mengecas baterai ponsel hingga penuh. Semoga dia menemukan alternatif energi lainnya daripada hanya sebatang lilin,” tulis Carolina Dela Paz.

Suplai listrik di Jalur Gaza terdiri dari tiga sumber utama. Menurut data Koordinator Bantuan Kemanusiaan (OCHA), sekira 60 megawatt (MW) disuplai oleh satu-satunya pembangkit listrik milik Otoritas Palestina, 30 MW diimpor dari Mesir, dan 120 MW disuplai dari Israel.

Pembangkit Listrik Gaza (GPP) ditutup sepenuhnya pada April 2016 setelah kehabisan bahan bakar akibat kekurangan dana. Penutupan tersebut memicu pemadaman listrik yang dapat mencapai 18-20 jam dalam satu hari.

[embedded content]

"

| Video | Inovasi | Remaja | Palestina | Hasilkan | Listrik | dari | Lilin | Okezone | News | GAZA< | strong> | Seorang | remaja | putri | Gaza | berhasil | menemukan | sebuah | alat | untuk | mengatasi | kelangkaan | listrik | yang | rutin | terjadi | wilayahnya | bernama | Shahd | Lebda | membuat | dapat | menghasilkan | panas | sebatang | lilin | p> “Saya | terinspirasi | prinsip | ‘akan | selalu | pertolongan | bagi | seseorang | membutuhkan’ | Akhirnya | saya | mengecas | ponsel | pintar | energi | dihasilkan | tutur | berusia | tahun | seperti | dimuat | Russia | Today< | Jumat | 2016) | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Shahd | mengaku | mulai | melakukan | proyeknya | setelah | menghadiri | kursus | mengenai | cara | berpikir | kreatif | Reaksi | beragam | dilontarkan | para | pengguna | media | sosial | Facebook | mencaci | tetapi | juga | memuji | serta | berharap | bisa | lainnya | p> “Butuh | banyak | sekali | baterai | hingga | penuh | Semoga | alternatif | daripada | hanya | tulis | Carolina | Dela | p> Suplai | Jalur | terdiri | tiga | sumber | utama | Menurut | data | Koordinator | Bantuan | Kemanusiaan | (OCHA) | sekira | megawatt | (MW) | disuplai | oleh | satu | satunya | pembangkit | milik | Otoritas | diimpor | Mesir | Israel | p> Pembangkit | (GPP) | ditutup | sepenuhnya | pada | April | 2016 | kehabisan | bahan | bakar | akibat | kekurangan | dana | Penutupan | tersebut | memicu | pemadaman | mencapai | dalam | hari | p> [embedded | content]< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Menlu Palestina: Hadiri Konferensi Damai Prancis, Indonesia Beri Garansi Keadilan : Okezone News

NUSA DUA - Prancis menginisiasi Konferensi Damai Internasional di Paris pada 21 Desember 2016 untuk memecahkan konflik Palestina - Israel. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki senang Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan hadir dalam konferensi tersebut.

BERITA REKOMENDASI


"Saya senang Menteri Retno datang. Kehadiran Indonesia dapat mewakili proses perdamaian Palestina yang akan menggaransi keadilan dan perdamaian," ujar Riyad al Maliki kepada awak media di sela-sela >Bali Democracy Forum 2016 usai melakukan pertemuan bilateral di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12/2016).

Salah satu sumber masalah perdamaian antara Israel dengan Palestina adalah perumahan ilegal yang dibangun Israel di wilayah Palestina. Parlemen Israel, Knesset, bahkan baru mengesahkan RUU untuk melegalkan pembangunan perumahan ilegal di wilayah Palestina.

"Kami akan membawa masalah ini lewat resolusi ke Dewan Keamanan PBB. Kami sangat berharap mereka mau intervensi. Kami juga akan membawanya ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena ini adalah kejahatan kemanusiaan," tutur Al Maliki.

Pria berkumis itu senang dapat kembali ke Pulau Dewata serta dapat menghadiri >Bali Democracy Forum 2016 di The Westin Hotel. Riyad al Maliki juga senang hadir dalam forum diskusi yang dinilainya sangat baik. Maliki mengapresiasi kesamaan pandangan yang dimilikinya dengan Menlu Retno LP Marsudi dalam upaya mempertahankan perdamaian dunia.

"

| Menlu | Palestina: | Hadiri | Konferensi | Damai | Prancis, | Indonesia | Beri | Garansi | Keadilan | Okezone | News | NUSA | DUA< | strong> | Prancis | menginisiasi | Internasional | Paris | pada | Desember | 2016 | untuk | memecahkan | konflik | Palestina | Israel | Menteri | Luar | Negeri | Riyad | Maliki | senang | Retno | Marsudi | hadir | dalam | konferensi | tersebut | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Saya | datang | Kehadiran | dapat | mewakili | proses | perdamaian | yang | menggaransi | keadilan | ujar | kepada | awak | media | sela | Bali | Democracy | Forum | 2016< | strong>< | usai | melakukan | pertemuan | bilateral | Nusa | Kamis | 2016) | p> Salah | satu | sumber | masalah | antara | dengan | adalah | perumahan | ilegal | dibangun | wilayah | Parlemen | Knesset | bahkan | baru | mengesahkan | melegalkan | pembangunan | p> Kami | membawa | lewat | resolusi | Dewan | Keamanan | Kami | sangat | berharap | intervensi | juga | membawanya | Pengadilan | Kriminal | (ICC) | karena | kejahatan | kemanusiaan | tutur | p> Pria | berkumis | kembali | Pulau | Dewata | serta | menghadiri | Westin | Hotel | forum | diskusi | dinilainya | baik | mengapresiasi | kesamaan | pandangan | dimilikinya | upaya | mempertahankan | dunia | p> |