Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memperingatkan<. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri memperingatkan<. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Rabu, 30 November 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solidaritas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengatakan | tahun | belakangan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | dari | jangkauan | tersebut | moon | akan | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | tidak | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggarakan | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Sabtu, 10 Desember 2016

Menhan Israel: tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya.

Kerry memperingatkan, bahwa perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

 

 

"

| Menhan | Israel: | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | span>EL | AVIV< | span> | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan< | bahwa | span>depan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | span>< | p> Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | span>“Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | Liberman< | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin< | p> Sedangkan< | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | Suriah< | span>”< | ucap< | p> Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh< | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | span>yap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | em>< | p> Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | span>a< | namanya | Sayap | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | p> Kerry | memperingatkan< | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p>  < | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

PBB Kecam Legalisasi Pemukiman Israel di Lahan Palestina

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Kepala Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam undang-undang yang dikeluarkan di Israel, mengenai pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Undang-undang buatan Israel itu melegalkan sekitar 4.000 rumah pemukim yang dibangun di wilayah lahan pribadi pihak Palestina. 

"Kami mendesak para anggota pemangku kebijakan untuk mempertimbangkan dukungan atas undang-undang ini. Jika diterapkan, aturan tersebut akan menimbulkan konsekuensi meluas serta membuat reputasi Israel di seluruh dunia tambah rusak," ujar Komisioner HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat (9/12/2016).

Zeid menambahkan, mengubah penggunaan lahan yang dimiliki secara pribadi oleh warga Palestina untuk dibangun pemukiman Israel, dianggap melanggar hukum internasional. Terlebih, pembangunan itu dilakukan tanpa ada izin pemilik lahan.

"Israel sebagai pihak yang memiliki kekuasaan untuk menduduki lahan, harus menghormati properti pribadi dari warga Palestina. Tidak peduli apakah ada kompensasi yang disediakan," lanjut Zeid, dalam pernyataannya.

Sekitar 400 ribu pemukim Israel saat ini hidup di Tepi Barat, termasuk di wilayah Yerusalem Timur yang dicaplok. Mereka hidup bersama 2,6 juta warga Palestina.

Amerika Serikat, PBB dan Uni Eropa memperingatkan Israel atas pembangunan pemukiman itu. Mereka menilai pembangunan ini bisa merusak jalan pembentukan dua negara yang bisa mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Sementara, seluruh pemukiman Israel dianggap sebagai ilegal dalam hukum internasional. Israel sendiri mengklaim sendiri wilayah pemukiman yang terotorisasi atau belum.

"Seluruh pemukiman Israel, baik yang berada di lingkar luar dan dibangun tanpa izin resmi, jelas tidak ilegal di bahwa hukum internasional dan memblokir jalan damai," tegas Zeid.

"Pemumkiman ini juga menjadi penyebab dasar dari pelanggaran HAM di dalam wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur," pungkasnya.

57 anggota Parlemen Israel atau biasa disebut Knesset, pada Rabu 7 Desember meloloskan rangcangan undang-undang mengenai pembangunan pemukiman ini. Sementara 51 lainnya menentang undang-undang itu.

(FJR)

"

| Kecam | Legalisasi | Pemukiman | Israel | Lahan | Palestina | Metrotvnews | Aviv< | strong>: | Kepala | Dewan | Perserikatan | Bangsa | (PBB) | mengecam | undang | yang | dikeluarkan | mengenai | pemukiman | ilegal | Tepi | Barat | p> Undang | buatan | melegalkan | rumah | pemukim | dibangun | wilayah | lahan | pribadi | pihak | p> Kami | mendesak | para | anggota | pemangku | kebij | untuk | mempertimbangkan | dukungan | atas | Jika | diterapkan | aturan | tersebut | menimbulkan | konsekuensi | meluas | serta | membuat | reputasi | seluruh | dunia | tambah | rusak | ujar | Komisioner | Zeid | Raad | Hussein | seperti | dikutip | Middle | East | Monitor< | Jumat | 2016) | p> Zeid | menambahkan | mengubah | penggunaan | dimiliki | secara | oleh | warga | dianggap | melanggar | hukum | internasional | Terlebih | pembangunan | dilakukan | tanpa | izin | pemilik | p> Israel | sebagai | memiliki | kekuasaan | menduduki | harus | menghormati | properti | Tidak | peduli | apakah | kompensasi | disedi | lanjut | dalam | pernyataannya | p> Ser | ribu | saat | hidup | termasuk | Yerusalem | Timur | dicaplok | Mereka | bersama | juta | p> Amerika | Serikat | Eropa | memperingatkan | menilai | merusak | jalan | pembentukan | negara | mengakhiri | konflik | berkepanjangan | Tengah | p> Sementara | sendiri | mengklaim | terotorisasi | atau | p> Seluruh | baik | berada | lingkar | luar | resmi | jelas | bahwa | memblokir | damai | tegas | p> Pemumkiman | juga | menjadi | penyebab | dasar | pelanggaran | timur | pungkasnya | p> 57 | Parlemen | biasa | disebut | Knesset | pada | Rabu | Desember | meloloskan | rangcangan | Sementara | lainnya | menentang | p> (FJR)< |

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |