Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Palestinian. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Palestinian. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Kisah Partai-Partai Komunis Palestina Melawan Israel

tirto.id - Ketika George Habash, pendiri Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang berhaluan Marxis-Leninis, wafat pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina pun berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang berasal dari Hamas menyampaikan duka cita yang mendalam. “Sekarang sekali lagi,” kata Haniyeh, “kita kehilangan orang yang mendermakan seluruh hidupnya untuk pembebasan Palestina.”

Palestinian Islamic Jihad, organisasi perlawanan berbasis Islam Sunni di Palestina, juga mengakui kehilangan Habash. “Kami memuji amal George Habash yang seluruh hidupnya terus berjuang dan melawan pendudukan Israel,” kata mereka dalam rilis resminya.

Pemakaman Habash dihadiri oleh hampir semua tokoh-tokoh penting Palestina dari berbagai faksi dan golongan. Mahmoud Abash, Presiden Palestina saat itu, mengumumkan perkabungan resmi di seluruh wilayah Palestina selama tiga hari.

Habash, seorang yang dilahirkan dari keluarga beragama Kristen Ortodoks, adalah salah satu bukti nyata betapa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah cerita perlawanan yang penuh warna. Bahwa kemerdekaan Palestina diperjuangkan oleh seluruh warga Palestina, dari yang kiri maupun kanan, dari yang moderat sampai radikal, dari yang Islam sampai Kristen, dari yang ateis sampai agamis.

PFLP yang didirikan Habash pada 1967 menjadi salah satu kelompok terbesar yang bergabung dalam Palestine Liberation Organization (PLO). Pada 1969, FPLP mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang berhaluan Marxis-Leninis sembari tetap mengakui Pan Arabisme. PFLP memandang perjuangan kemerdekaan Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari usaha membebaskan dunia Arab dari imperialisme Barat.

Habash sering dianggap sebagai antitesis Yasser Arafat, pemimpin Fatah sekaligus pemimpin PLO. Jika Arafat sering dianggap terlalu moderat, Habash adalah kebalikannya: radikal, tak sudi berkompromi.

Pada 1993, menyusul disepakatinya Persetujuan Oslo,  Habash dan PFLP memutuskan meninggalkan PLO dan Arafat. Mereka menganggap Arafat dan PLO terlalu banyak memberi konsesi kepada Israel. Habash dan PLO kemudian berkongsi dengan kelompok perlawanan non-PLO, seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.

Habash bukan hanya berkata-kata. Kelompoknya memperlihatkan komitmen yang kuat betul untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tindakan-tindakan perlawanan bersenjata mereka lakukan. Pada September 1970, mereka membajak empat pesawat. Tiga pesawat mendarat darurat di landasan dekat Zarka, Yordania, bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang oleh PFLP dideklarasikan sebagai "Bandara Revolusi".

Sejarah komunisme di tanah Palestina bahkan sudah jauh lebih tua dari itu. Partai Komunis Palestina (PKP) sudah berdiri pada 1919 dan diakui oleh Cominter pada 1924. Awalnya Comintern enggan mengakui karena tidak yakin PKP dapat membebaskan diri dari pengaruh zionisme. Namun Comintern akhirnya bersedia mengakui PKP karena organisasi tersebut mendeklarasikan zionisme sebagai borjuasi Yahudi yang bersekutu dengan kekuatan imperialisme Barat.

Partai Komunis Palestina sempat tidak kedengaran namanya karena bertahun-tahun menyebar dalam berbagai faksi. Salah satu organ perjuangan berhaluan komunis, persisnya Marxis-Leninis, ya PFLP yang didirikan Habash.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP). Partai baru menjalin hubungan dengan PLO, dan bergabung dengan PLO pada 1987. Anggota PKP termasuk dalam Komite Eksekutif PLO pada bulan April tahun itu juga.

PKP merupakan salah satu dari empat komponen utama Intifada pertama. Mereka memainkan memainkan peran penting dalam memobilisasi dukungan akar rumput untuk bangkit melawan pendudukan Israel.

Infografik Partai Komunis Palestina

Setelah Uni Sovyet bubar, PKP menghadapi dilema teoritis yang tidak mudah. Di bawah kepemimpinan Bashir Barghouti, PKP kemudian merumuskan ulang identitasnya. Dari sanalah mereka mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina (PRP). Mereka meniadakan “komunis” sebagai nama partai.

Mereka beralasan bahwa perjuangan kelas di Palestina harus ditunda karena situasi yang khas Palestina. rakyat Palestina masih melancarkan perjuangan pembebasan nasional di mana unsur-unsur dari semua kelas harus bersatu. Kendati demikian, Marxisme masih diakui sebagai ideologi partai.

Adapun PFLP akhirnya mulai ikut pemilihan legislatif Palestina pada 2006 silam. Tiga orang dari partai ini berhasil menang dan duduk di parlemen Palestina. Salah satunya adalah Ahmad Sa’adat, pemimpin ketiga PFLP setelah Habash, dan Abu Ali Mustafa, yang mati diledakan misil di kantornya.

Kini, di bawah pimpinan Ahmad Sa’adat, tampang garang PFLP belum lekang. Gerakan bersenjata mereka masih sering jadi agenda. Serangan terhadap Israel jadi target utama mereka. Sa’adat sendiri kini masih ditahan oleh pemerintah Israel karena tuduhan sebagai teroris.

Di sana, PFLP tentu bukan satu-satunya partai yang sekaligus kelompok pergerakan yang terus berjuang demi Palestina. Tercatat, ada 16 partai lainnya yang masih tumbuh di sana. Selain PFLP dan PKP, rupanya ada dua lagi partai berbasis ideologi kiri di antara partai-partai itu yaitu Barisan Demokratis Pembebasan Palestina atau Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP), yang merupakan pecahan PFLP. 

DFLP sempat kehilangan pamor karena kepemimpinannya yang bertempat di Damaskkus. Persetujuan Oslo juga berdampak serius pada kekuatan DFLP. Kapasitas militer DFLP merosot drastis karena gencatan senjata antara PLO dan Israel sebagai buah Persetujuan Oslo .

Namun mereka berperan kembali terutama sejak dimulainya Intifada kedua pada 2000. DFLP melakukan banyak sekali serangan bersenjata terhadap militer Israel. Pada 25 Agustus 2001, mereka melakukan serangan serius terhadap pangkalan militer Israel di Gaza.

(tirto.id : aad/zen)

"

| Kisah | Partai-Partai | Komunis | Palestina | Melawan | Israel | tirto.id | Ketika | George | Habash, | pendiri | Front | Rakyat | untuk | Pembebasan | atau | Popular | Liberation | Palestine (PFLP) | yang | berhaluan | Marxis-Leninis, | wafat | pada | 2008, | seluruh | faksi | politik | berkabung. | Kematian | sang | komunis | konsisten, | dianggap | sebagai | duka | bagi | anak | bangsa | Palestina.Perdana | Menteri | Ismail | Haniyeh | berasal | dari | Hamas menyampaikan | cita | mendalam. | “Sekarang | sekali | lagi,” | kata | Haniyeh, | “kita | kehilangan | orang | mendermakan | hidupnya | pembebasan | Palestina.”Palestinian | Islamic | Jihad, | organisasi | perlawanan | berbasis | Islam | Sunni | Palestina, | juga | mengakui | Habash. | “Kami | memuji | amal | Habash | terus | berjuang | melawan | pendudukan | Israel,” | mereka | dalam | rilis | resminya.Pemakaman | dihadiri | oleh | hampir | semua | tokoh-tokoh | penting | berbagai | golongan. | Mahmoud | Abash, | Presiden | saat | itu, | mengumumkan | perkabungan | resmi | wilayah | selama | tiga | hari.Habash, | seorang | dilahirkan | keluarga | beragama | Kristen | Ortodoks, | adalah | salah | satu | bukti | nyata | betapa | perjuangan | kemerdekaan | cerita | penuh | warna. | Bahwa | diperjuangkan | warga | kiri | maupun | kanan, | moderat | sampai | radikal, | Kristen, | ateis | agamis.PFLP yang | didirikan | 1967 | menjadi | kelompok | terbesar | bergabung | Palestine | Organization | (PLO). | Pada | 1969, | FPLP | mendeklarasikan | diri | Marxis-Leninis | sembari | tetap | Arabisme. | PFLP | memandang | bagian | terpisahkan | usaha | membebaskan | dunia | Arab | imperialisme | Barat.Habash | sering | antitesis | Yasser | Arafat, | pemimpin | Fatah | sekaligus | PLO. | Jika | Arafat | terlalu | moderat, | kebalikannya: | sudi | berkompromi.Pada | 1993, | menyusul | disepakatinya | Persetujuan | Oslo, |  Habash | memutuskan | meninggalkan | Arafat. | Mereka | menganggap | banyak | memberi | konsesi | kepada | Israel. | kemudian | berkongsi dengan | non-PLO, | seperti | Hamas | Palestinian | Jihad.Habash | bukan | hanya | berkata-kata. | Kelompoknya | memperlihatkan | komitmen | kuat | betul | memperjuangkan | Palestina. | Tindakan-tindakan | bersenjata | lakukan. | September | 1970, | membajak | empat | pesawat. | Tiga | pesawat | mendarat | darurat | landasan | dekat | Zarka, | Yordania, | bekas | pangkalan | Angkatan | Udara | Kerajaan | Inggris, | dideklarasikan | Bandara | Revolusi.Sejarah | komunisme | tanah | bahkan | sudah | jauh | lebih | itu. | Partai | (PKP) | berdiri | 1919 | diakui | Cominter | 1924. | Awalnya | Comintern | enggan | karena | tidak | yakin | dapat | pengaruh | zionisme. | Namun | akhirnya | bersedia | tersebut | zionisme | borjuasi | Yahudi | bersekutu | dengan | kekuatan | Barat.Partai | sempat | kedengaran | namanya | bertahun-tahun | menyebar | faksi. | Salah | organ | komunis, | persisnya | Habash.Pada | Februari | 1982, | bertemu | sebuah | konferensi. | Dari | sanalah | sepakat | mendirikan | kembali | (PKP). | baru | menjalin | hubungan | PLO, | 1987. | Anggota | termasuk | Komite | Eksekutif | bulan | April | tahun | juga.PKP | merupakan | komponen | utama | Intifada | pertama. | memainkan | peran | memobilisasi | dukungan | akar | rumput | bangkit | Israel.Setelah | Sovyet | bubar, | menghadapi | dilema | teoritis | mudah. | bawah | kepemimpinan | Bashir | Barghouti, | merumuskan | ulang | identitasnya. | mengubah | (PRP). | meniadakan | “komunis” | nama | partai.Mereka | beralasan | bahwa | kelas | harus | ditunda | situasi | khas | rakyat | masih | melancarkan | nasional | mana | unsur-unsur | bersatu. | Kendati | demikian, | Marxisme | ideologi | partai.Adapun | mulai | ikut | pemilihan | legislatif | 2006 | silam. | partai | berhasil | menang | duduk | parlemen | satunya | Ahmad | Sa’adat, | ketiga | setelah | Mustafa, | mati | diledakan | misil | kantornya.Kini, | pimpinan | tampang | garang | belum | lekang. | Gerakan | jadi | agenda. | Serangan | terhadap | target | mereka. | Sa’adat | sendiri | kini | ditahan | pemerintah | tuduhan | teroris.Di | sana, | tentu | satu-satunya | pergerakan | demi | Tercatat, | lainnya | tumbuh | sana. | Selain | PFLP dan | PKP, | rupanya | lagi | antara | partai-partai | itu yaitu | Barisan | Demokratis | Democratic | (DFLP), | pecahan | PFLP. DFLP sempat | pamor | kepemimpinannya | bertempat | Damaskkus. | Persetujuan Oslo juga | berdampak | serius | DFLP. | Kapasitas | militer | DFLP merosot | drastis | gencatan | senjata | PLO dan | buah | Oslo | .Namun | berperan | terutama | sejak | dimulainya | kedua | 2000. DFLP melakukan | serangan | Agustus | 2001, | melakukan | Gaza.(tirto.id | aad/zen) |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada 11-15 Desember 2016.

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12) dan Rabu di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia. Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Dr. Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia. Menurutnya, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, walikota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen. Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen. Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal di Indonesia | JAKARTA | â€" < | span>Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Natal | Jakarta | Bali | pada | Desember | 2016 | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Minggu | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Indonesia | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Penampilan | depan | misa | (VOA | Fathiyah | Wardah)< | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | Menurutnya | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | walikota | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | p> | player< | span>< | button>< | div> Dalam | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |

Minggu, 27 November 2016

Peringati PSD 2016, Adara Gelar 4 Kegiatan ‘Palestina Merdeka’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --   JAKARTA -- Menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina atau di Indonesia dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa (29/11), Adara Relief International (Adara) menggelar 4 kegiatan 'Palestina Merdeka'.

Ketua Adara Nurjanah Hulwani menyebutkan, pada Nopember 2016, kegiatan diawali dengan Lomba Menulis Esai untuk jurnalis, yang mengambil tema ‘Palestina; Karena Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa’ dengan total hadiah sekitar Rp 10 juta. Kemudian dilanjutkan dengan Lomba Melukis dengan tema ‘Palestina Merdeka’ yang berlangsung di Pasar Seni Ancol, pada Ahad 20 Nopember 2016 lalu yang diikuti 20 pelukis yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol.
 
“Diharapkan dalam lomba menulis, semakin banyak yang membaca, kemudian tersentuh untuk menunjukkan solidaritasnya untuk Palestina. Begitu juga dengan lomba melukis, harapannya agar lebih banyak lagi seniman yang terlibat dalam mengkampanyekan kemanusiaan Palestina diatas kanvasnya, dan semakin banyak orang yang tersentuh dengan lukisan-lukisan kemanusiaannya,” urai perempuan yang sudah dua kali ke Jalur Gaza ini dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, hari ini.
 
Selain itu, masih menurut Nurjanah, dalam menyambut hari solidaritas ini, Adara juga mengadakan Seminar Kecantikan Muslimah, pada 21 Nopember 2016 di Kantor Adara. Dalam kesempatan tersebut Adara menghadirkan pakar kecantikan Muslimah dr Dewi Inong Irana SpKK. Kemudian, dengan segala kreativitasnya, Adara juga mengumpulkan 30 kutipan tokoh lokal dan nasional tentang Palestina Merdeka.
 
“Uniknya, dalam menghimpun kutipan-kutipan tokoh tentang Palestina, terasa sekali ruh dalam kutipan tersebut. Saya pun terhanyut, sampai tidak bosan-bosannya membaca kutipan-kutipan yang menyentuh hati tersebut,” tutur Nurjanah.
 
Dari beberapa kegiatan ini, Adara sebagai lembaga sosial yang peduli pada anak dan perempuan Palestina bertekad terus menjalin silaturahim dengan semua yang terlibat dalam acara Hari Internasional bersama rakyat Palestina ini. “Selain pesan tentang kemanusiaan Palestina, Adara berharap semakin banyak lagi dari bangsa Indonesia yang terus memberikan dukungan do’a dan donasi terbaiknya untuk bangsa Palestina,” ujarnya.

"

| Peringati | 2016, | Adara | Gelar | Kegiatan | ‘Palestina | Merdeka’ | REPUBLIKA.CO.ID, | JAKARTA | --   | Menyambut | International | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | bersama | rakyat | Palestina | Indonesia | dikenal | dengan | Palestine | (PSD), | yang | jatuh | pada | Selasa | (29/11), | Relief | (Adara) | menggelar | kegiatan | Merdeka.Ketua | Nurjanah | Hulwani | menyebutkan, | Nopember | diawali | Lomba | Menulis | Esai | untuk | jurnalis, | mengambil | tema | ‘Palestina; | Karena | Kemerdekaan | adalah | Segala | Bangsa’ | total | hadiah | sekitar | juta. | Kemudian | dilanjutkan | Melukis | berlangsung | Pasar | Seni | Ancol, | Ahad | 2016 | lalu | diikuti | pelukis | tergabung | dalam | Forum | Seniman | Ancol. “Diharapkan | lomba | menulis, | semakin | banyak | membaca, | kemudian | tersentuh | menunjukkan | solidaritasnya | Palestina. | Begitu | juga | melukis, | harapannya | agar | lebih | lagi | seniman | terlibat | mengkampanyekan | kemanusiaan | diatas | kanvasnya, | orang | lukisan-lukisan | kemanusiaannya,” | urai | perempuan | sudah | kali | Jalur | Gaza | keterangannya | diterima | Republika.co.id, | hari | ini. Selain | itu, | masih | menurut | Nurjanah, | menyambut | solidaritas | ini, | mengadakan | Seminar | Kecantikan | Muslimah, | Kantor | Adara. | Dalam | kesempatan | tersebut | menghadirkan | pakar | kecantikan | Muslimah | Dewi | Inong | Irana | SpKK. | Kemudian, | segala | kreativitasnya, | mengumpulkan | kutipan | tokoh | lokal | nasional | tentang | Merdeka. “Uniknya, | menghimpun | kutipan-kutipan | Palestina, | terasa | sekali | tersebut. | Saya | terhanyut, | sampai | tidak | bosan-bosannya | membaca | menyentuh | hati | tersebut,” | tutur | Nurjanah. Dari | beberapa | sebagai | lembaga | sosial | peduli | anak | bertekad | terus | menjalin | silaturahim | semua | acara | ini. | “Selain | pesan | berharap | dari | bangsa | memberikan | dukungan | do’a | donasi | terbaiknya | Palestina,” | ujarnya. |

Jumat, 02 Desember 2016

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Terpilih Kembali Pimpin Fatah

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, terpilih kembali menjadi pemimpin Partai Fatah, Selasa (29/11), dalam kongres pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir.

Juru bicara Fatah, Mahmud Abu al Hija menyampaikan, Abbas (81) kembali ditunjuk untuk memimpin Fatah, gerakan terbesar dan tertua di Palestina, dalam pemungutan suara "dengan konsensus".

Sejak kematian Yasser Arafat pada 2004, Abbas juga mengepalai Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) dan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organisation/PLO), entitas wakil warga Palestina yang diakui internasional.

Banyak analis mengatakan Abbas ingin memanfaatkan kongres lima hari Fatah, yang dibuka Selasa lalu, untuk memperkuat posisinya dan meminggirkan lawan.

Dia tidak populer di kalangan publik Palestina menurut jajak pendapat baru-baru ini, sebagian besar rakyat Palestina ingin dia mundur, dan dia menghadapi tentangan di partainya.

Masa jabatannya sebagai presiden Otoritas Palestina, yang dimulai pada 2005, berakhir pada 2009 namun dia masih menjabat karena Pemilu belum digelar. (TRIBUNJATENG.COM)

"

| Presiden | Palestina | Mahmoud | Abbas | Terpilih | Kembali | Pimpin | Fatah | TRIBUNJATENG | COM< | strong>  | Presiden< | Palestina< | terpilih | kembali | menjadi | pemimpin | Partai | Selasa | dalam | kongres | pertama | tujuh | tahun | terakhir | p> Juru | bicara | Mahmud | Hija | menyampaikan | (81) | ditunjuk | untuk | memimpin | terbesar | tertua | pemungutan | suara | dengan | konsensus | p> Sejak | kematian | Yasser | Arafat | pada | 2004 | juga | mengepalai | Otoritas | (Palestinian | Authority | Organisasi | Pembebasan | (Palestine | Liberation | Organisation | PLO) | entitas | wakil | warga | yang | diakui | internasional< | p> Banyak | analis | mengat | ingin | memanfaatkan | lima | hari | dibuka | memperkuat | posisinya | meminggirkan | lawan | p> Dia | populer | kalangan | publik | menurut | jajak | pendapat | baru | sebagian | besar | rakyat | mundur | menghadapi | tentangan | partainya | p> Masa | jabatannya | sebagai | presiden | dimulai | 2005 | berakhir | 2009 | masih | menjabat | karena | Pemilu | digelar | (TRIBUNJATENG | strong>)< | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Senin, 28 November 2016

Napas Panjang Palestina Merdeka di Kanvas Pelukis Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah terik matahari yang menyengat udara di utara Jakarta, tepatnya di Pasar Seni Ancol, seolah menjadi saksi bersama goresan tinta di atas kanvas para seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol, dalam satu asa Kemerdekaan Palestina.
 
Lomba lukis yang digelar Adara Relief International (Adara) ini, dalam rangka menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina. "di Indonesia, dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa, 29 Nopember," kata Ketua Adara Nurjanah Hulwani, di Kantor Adara, Mampang, Jakarta Selatan, akhir pekan.
 
Para seniman lukis ini, sudah mengawalinya pada awal Nopember 2016 berupa sketsa. Kemudian pada Ahad (20/11) lalu adalah puncaknya para seniman lukis ini menyelesaikan lukisannya.
 
“Ini adalah bentuk ungkapan cinta, waktu yang panjang dalam proses melukisnya, seolah menandakan perlunya napas panjang dalam membantu kemerdekaan Palestina,” tutur perempuan aktivis kemanusiaan Indonesia ini seperti disampaikan kepada Republika.co.id, hari ini.
 
Lebih jauh, Nurjanah menyampaikan, lomba lukis yang dihadiri 20 orang seniman lukis ini berlangsung dengan penuh suasana keakraban dan persaudaraan. Adara pun menghadirkan dua orang juri, yaitu para dosen Institut Kesenian Jakarta, Bapak Aru dan Bapak Aji.
 
Salah seorang seniman lukis yang mengikuti lomba ini sempat berkaca-kaca, di acara puncak lomba lukis dalam menyambut PSD 2016 ini. Seniman tersebut mengungkapkan, rasa haru dapat berbuat untuk Palestina walaupun baru sebatas melukis. “Perasaan haru para seniman lukis ini juga adalah bentuk ungkapan cinta,” imbuh Nurjanah.
 
Dalam lomba lukis ini, juara Pertama diberikan kepada Deni Bojong dengan mengambil tema 'Hiduplah dengan Merdeka, Palestina'. Kemudian, juara Kedua disematkan kepada Nasimin dengan tema 'Do'a Untuk Bangsa dan Agamaku'. Terakhir, juara Ketiga, dinobatkan kepada Nazili yang mengambil tema 'Kemerdekaan Yang Terbelenggu'.
 
Panas terik, kanvas, tinta dan liukan jemari tangan, adalah bukti cinta, untuk merdekanya Palestina, meskipun panjang, ianya akan datang segera, dengan izin Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

"

| Napas | Panjang | Palestina | Merdeka | Kanvas | Pelukis | Indonesia | REPUBLIKA | JAKARTA | tengah | terik | matahari | yang | menyengat | udara | utara | Jakarta | tepatnya | Pasar | Seni | Ancol | seolah | menjadi | saksi | bersama | goresan | tinta | atas | kanvas | para | seniman | tergabung | dalam | Forum | Seniman | satu | Kemerdekaan |  Lomba | lukis | digelar | Adara | Relief | International | (Adara) | rangka | menyambut | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | rakyat | dikenal | dengan | Palestine | (PSD) | jatuh | pada | Selasa | Nopember | kata | Ketua | Nurjanah | Hulwani | Kantor | Mampang | Selatan | akhir | pekan |  Para | sudah | mengawalinya | awal | 2016 | berupa | sketsa | Kemudian | Ahad | lalu | adalah | puncaknya | menyelesaikan | lukisannya |  “Ini | bentuk | ungkapan | cinta | waktu | panjang | proses | melukisnya | menandakan | perlunya | napas | membantu | kemerdekaan | tutur | perempuan | aktivis | kemanusiaan | seperti | disampaikan | kepada | Republika | hari |  Lebih | jauh | menyampaikan | lomba | dihadiri | orang | berlangsung | penuh | suasana | keakraban | persaudaraan | menghadirkan | juri | yaitu | dosen | Institut | Kesenian | Bapak |  Salah | seorang | mengikuti | sempat | berkaca | kaca | acara | puncak | tersebut | mengungkapkan | rasa | haru | dapat | berbuat | untuk | walaupun | baru | sebatas | melukis | “Perasaan | juga | imbuh |  Dalam | juara | Pertama | diberikan | Deni | Bojong | mengambil | tema | Hiduplah | Kedua | disematkan | Nasimin | Untuk | Bangsa | Agamaku | Terakhir | Ketiga | dinobatkan | Nazili | Yang | Terbelenggu |  Panas | liukan | jemari | tangan | bukti | merdekanya | meskipun | ianya | akan | datang | segera | izin | Maha | Kuasa | Allah | Subhanahu | Ta’ala | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Rabu, 30 November 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solidaritas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengatakan | tahun | belakangan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | dari | jangkauan | tersebut | moon | akan | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | tidak | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggarakan | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |