Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Sementara. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Sementara. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2016

PBB Kecam Legalisasi Pemukiman Israel di Lahan Palestina

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Kepala Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam undang-undang yang dikeluarkan di Israel, mengenai pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Undang-undang buatan Israel itu melegalkan sekitar 4.000 rumah pemukim yang dibangun di wilayah lahan pribadi pihak Palestina. 

"Kami mendesak para anggota pemangku kebijakan untuk mempertimbangkan dukungan atas undang-undang ini. Jika diterapkan, aturan tersebut akan menimbulkan konsekuensi meluas serta membuat reputasi Israel di seluruh dunia tambah rusak," ujar Komisioner HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat (9/12/2016).

Zeid menambahkan, mengubah penggunaan lahan yang dimiliki secara pribadi oleh warga Palestina untuk dibangun pemukiman Israel, dianggap melanggar hukum internasional. Terlebih, pembangunan itu dilakukan tanpa ada izin pemilik lahan.

"Israel sebagai pihak yang memiliki kekuasaan untuk menduduki lahan, harus menghormati properti pribadi dari warga Palestina. Tidak peduli apakah ada kompensasi yang disediakan," lanjut Zeid, dalam pernyataannya.

Sekitar 400 ribu pemukim Israel saat ini hidup di Tepi Barat, termasuk di wilayah Yerusalem Timur yang dicaplok. Mereka hidup bersama 2,6 juta warga Palestina.

Amerika Serikat, PBB dan Uni Eropa memperingatkan Israel atas pembangunan pemukiman itu. Mereka menilai pembangunan ini bisa merusak jalan pembentukan dua negara yang bisa mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Sementara, seluruh pemukiman Israel dianggap sebagai ilegal dalam hukum internasional. Israel sendiri mengklaim sendiri wilayah pemukiman yang terotorisasi atau belum.

"Seluruh pemukiman Israel, baik yang berada di lingkar luar dan dibangun tanpa izin resmi, jelas tidak ilegal di bahwa hukum internasional dan memblokir jalan damai," tegas Zeid.

"Pemumkiman ini juga menjadi penyebab dasar dari pelanggaran HAM di dalam wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur," pungkasnya.

57 anggota Parlemen Israel atau biasa disebut Knesset, pada Rabu 7 Desember meloloskan rangcangan undang-undang mengenai pembangunan pemukiman ini. Sementara 51 lainnya menentang undang-undang itu.

(FJR)

"

| Kecam | Legalisasi | Pemukiman | Israel | Lahan | Palestina | Metrotvnews | Aviv< | strong>: | Kepala | Dewan | Perserikatan | Bangsa | (PBB) | mengecam | undang | yang | dikeluarkan | mengenai | pemukiman | ilegal | Tepi | Barat | p> Undang | buatan | melegalkan | rumah | pemukim | dibangun | wilayah | lahan | pribadi | pihak | p> Kami | mendesak | para | anggota | pemangku | kebij | untuk | mempertimbangkan | dukungan | atas | Jika | diterapkan | aturan | tersebut | menimbulkan | konsekuensi | meluas | serta | membuat | reputasi | seluruh | dunia | tambah | rusak | ujar | Komisioner | Zeid | Raad | Hussein | seperti | dikutip | Middle | East | Monitor< | Jumat | 2016) | p> Zeid | menambahkan | mengubah | penggunaan | dimiliki | secara | oleh | warga | dianggap | melanggar | hukum | internasional | Terlebih | pembangunan | dilakukan | tanpa | izin | pemilik | p> Israel | sebagai | memiliki | kekuasaan | menduduki | harus | menghormati | properti | Tidak | peduli | apakah | kompensasi | disedi | lanjut | dalam | pernyataannya | p> Ser | ribu | saat | hidup | termasuk | Yerusalem | Timur | dicaplok | Mereka | bersama | juta | p> Amerika | Serikat | Eropa | memperingatkan | menilai | merusak | jalan | pembentukan | negara | mengakhiri | konflik | berkepanjangan | Tengah | p> Sementara | sendiri | mengklaim | terotorisasi | atau | p> Seluruh | baik | berada | lingkar | luar | resmi | jelas | bahwa | memblokir | damai | tegas | p> Pemumkiman | juga | menjadi | penyebab | dasar | pelanggaran | timur | pungkasnya | p> 57 | Parlemen | biasa | disebut | Knesset | pada | Rabu | Desember | meloloskan | rangcangan | Sementara | lainnya | menentang | p> (FJR)< |

Jumat, 02 Desember 2016

Pria Palestina yang Diduga Memicu Kebakaran Israel Dibebaskan

Liputan6.com, Yerusalem - Seorang warga Palestina yang ditahan atas dugaan melakukan pembakaran bermotif politik di dekat desa Tepi Barat Battir dibebaskan setelah mendekam selama lima hari dalam tahanan. Pembebasan tersebut dilakukan atas permintaan polisi.

Sebuah pengadilan militer Israel di Tepi Barat memerintahkan pembebasan Jawad Ali Katosh, yang mengatakan bahwa dirinya telah membakar gulma beberapa puluh meter dari rumahnya untuk membakar sampah. Katosh pun mengaku telah memadamkan apinya.

Kepada pengadilan, polisi mengatakan mereka masih melihat kecurigaan terhadap Katosh. Namun ia dibebaskan karena tak terlibat dalam motif politik.

Pengacara Katosh, Gabi Lasky dan Nati Ramati, mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan untuk bertemu Katosh, yang telah diinterograsi oleh Shin Bet--organisasi kontraspionase Israel--selama beberapa hari sebelum diserahkan kepada polisi.

Dikutip dari Haaretz, Jumat (2/12/2016), beberapa tahanan lain yang ditangkap karena diduga sengaja melakukan pembakaran, telah dibebaskan dalam beberapa hari terakhir. Pasukan keamanan menolak mengungkap jumlah pastinya, namun setidaknya terdapat 12 orang yang ditahan di Shin Bet, di mana lima di antaranya telah dibebaskan.

Polisi Israel di Tepi Barat menahan sembilan tersangka dan membebaskan semuanya kecuali tiga orang. Polisi mengatakan, ketiga orang tersebut terlibat dalam insiden pembakaran yang sama di Tepi Barat.

Kebakaran yang terjadi di Tepi Barat dalam dua minggu terakhir, terutama di pemukiman Halamish, masih diselidiki. Namun, tidak ada laporan penangkapan atas peristiwa itu.

Polisi Yerusalem menangkap dua orang pada 1 Desember 2016, karena diduga mencoba menyulut api di dekat Atarot.

Sementara itu Kepolisian Distrik Utara menahan lima tersangka pembakaran, namun tidak ada di antara mereka yang bermotif politik. Tiga dari tahanan diduga membakar sebuah hutan di dekat desa mereka, sementara dua lainnya diduga menyulut api di antara Sajur dan Beit Jann.

Polisi Haifa juga membebaskan empat tahanan dari enam anak di bawah umur yang berasal dari Jedida. Mereka ditangkap karena diduga melakukan pembakaran dengan motif politik di hutan Ahihood.

Polisi mengatakan kepada pengadilan untuk memperpanjang penahanan dua anak di bawah umur lainnya, dengan maksud untuk mendesak tuntutan. Namun itu Hakim mengatakan, kedua anak tersebut tidak menumbulkan bahaya dan pembakaran tidak dilatari dengan motif politik. Ia juga menyebut bahwa tersangka tak menggunakan bahan yang mudah terbakar dan tidak memiliki catatan kriminal.

"

| Pria | Palestina | yang | Diduga | Memicu | Kebakaran | Israel | Dibebaskan | Liputan6 | Yerusalem | strong> | Seorang | warga | Palestina< | a> yang | ditahan | atas | dugaan | melakukan | pembakaran | bermotif | politik | dekat | desa | Tepi | Barat | Battir | dibebaskan | setelah | mendekam | selama | lima | hari | dalam | tahanan | Pembebasan | tersebut | dilakukan | permintaan | polisi | p> Sebuah | pengadilan | militer | memerintahkan | pembebasan | Jawad | Katosh | mengat | bahwa | dirinya | telah | membakar | gulma | beberapa | puluh | meter | rumahnya | untuk | sampah | mengaku | memadamkan | apinya | p> Kepada | masih | melihat | kecurigaan | terhadap | Namun | karena | terlibat | motif | p> Pengacara | Gabi | Lasky | Nati | Ramati | diizinkan | bertemu | diinterograsi | oleh | Shin | organisasi | kontraspionase | diserahkan | kepada | p> Dikutip | Haaretz< | Jumat | 2016) | lain | ditangkap | diduga | sengaja | terakhir | Pasukan | keamanan | menolak | mengungkap | jumlah | pastinya | senya | terdapat | orang | mana | antaranya | p> Polisi | Israel< | a> di | menahan | sembilan | tersangka | membebaskan | semuanya | kecuali | tiga | Polisi | ketiga | insiden | sama | p> Kebakaran< | terjadi | minggu | terutama | pemukiman | Halamish | diselidiki | laporan | penangkapan | peristiwa | menangkap | pada | Desember | 2016 | mencoba | menyulut | Atarot | p> Sementara | Kepolisian | Distrik | Utara | antara | Tiga | sebuah | hutan | sementara | lainnya | Sajur | Beit | Jann | Haifa | juga | empat | enam | anak | bawah | umur | berasal | Jedida | Mereka | dengan | Ahihood | memperpanjang | penahanan | maksud | mendesak | tuntutan | Hakim | kedua | menumbulkan | bahaya | dilatari | menyebut | menggun | bahan | mudah | terbakar | memiliki | catatan | kriminal | p> |

Senin, 28 November 2016

350 Anak Palestina Hidup dalam Penjara di Israel

Minggu, 20 November 2016 | 17:51 WIB

350 Anak Palestina Hidup dalam Penjara di Israel  

Petugas kepolisian Israel membawa remaja Palestina yang melakukan penusukan terhadap penjaga kereta di Pisgat Zeev, 10 November 2015. Polisi Israel mengatakan, dua anak Palestina yang berumur sekita 12-13 tahun melakukan penusukan terhadap petugas keamanan kereta. REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Ramallah - Sedikitnya 350 anak-anak Palestina mendekam dalam beberapa penjara di Israel. Dua belas di antaranya adalah anak perempuan.

"Aparat Israel menahan 350 anak-anak Palestina berusia 12-18 tahun," kata satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Palestina dalam acara PBB bertajuk “Hari Anak-anak Universal”, seperti dikutip dari Middle East Monitor, 20 November 2016.

Menurut LSM itu, Israel telah menahan lebih dari 2.000 anak-anak Palestina sejak 2015. Penyelidik Israel menggunakan ancaman untuk mendapatkan pengakuan dari anak-anak Palestina yang mendekam di penjara.

Baca:
Jadi Tersangka Korupsi, Presiden Korsel Ini Tak akan Diadili
>
Yahudi Minta Trump Tidak Data Muslim, Atau Ini yang Terjadi

Bahkan ada anak-anak yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Israel. Ada anak Palestina yang dihukum 10 tahun penjara.

Tindakan kekerasan terhadap anak-anak Palestina dilakukan aparat Israel. Bentuk kekerasan itu, menurut NGO itu, seperti menembak anak-anak dengan peluru sungguhan, menahan mereka tanpa makanan dan minuman, hingga memukuli dan mengintimidasi.

Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) didesak untuk melakukan intervensi guna melindungi anak-anak yang berada dalam penjara-penjara di Israel. LSM lokal Palestina juga mendesak lembaga-lembaga internasional lain melakukan hal yang sama seperti desakan ke UNICEF.

Sementara menurut informasi resmi Palestina, lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini berada dalam tahanan di Israel.

MIDDLE EAST MONITOR | MARIA RITA

"

| Anak | Palestina | Hidup | dalam | Penjara | Israel | Minggu | November | 2016 | 17:51 | WIB< | p> < | div> Petugas | kepolisian | membawa | remaja | yang | melakukan | penusukan | terhadap | penjaga | kereta | Pisgat | Zeev | 2015 | Polisi | mengatakan | anak | berumur | sekita | tahun | petugas | keamanan | REUTERS | Ammar | Awad< | p> < | div> TEMPO | strong> | Ramallah< | Sedikitnya | mendekam | beberapa | penjara | belas | antaranya | adalah | perempuan | p>Aparat | menahan | berusia | kata | satu | lembaga | swadaya | masyarakat | (LSM) | acara | bertajuk | “Hari | Universal” | seperti | dikutip | dari | Middle | East | Monitor | p>Menurut | telah | lebih | sejak | Penyelidik | menggunakan | ancaman | untuk | mendapatkan | pengakuan | p>Baca:Jadi | Tersangka | Korupsi | Presiden | Korsel | akan | Diadili> | Yahudi | Minta | Trump | Tidak | Data | Muslim | Atau | Terjadi< | p>Bahkan | dijatuhi | hukuman | seumur | hidup | oleh | pengadilan | dihukum | p>Tindakan | kekerasan | dilakukan | aparat | Bentuk | menurut | menembak | dengan | peluru | sungguhan | mereka | tanpa | makanan | minuman | hingga | memukuli | mengintimidasi | p>Badan | (UNICEF) | didesak | intervensi | guna | melindungi | berada | lokal | juga | mendesak | internasional | lain | sama | desakan | UNICEF | p>Sementara | informasi | resmi | warga | saat | tahanan | p>MIDDLE | EAST | MONITOR | MARIA | RITA< | strong>< | p> |

Sejarah Hari Ini: Pemungutan Suara PBB Soal Pembagian Tanah Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Meski ditentang oleh Arab, pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara soal pembagian tanah Palestina, termasuk pembentukan negara Yahudi.

Konflik antara Yahudi dan Arab Palestina kembali memanas setelah 1910-an. Kedua pihak mengklaim wilayah yang dikendalikan Inggris tersebut.

Yahudi adalah zionis yang merupakan emigran dari Eropa dan Rusia. Mereka tiba di Palestina yang mereka sebut tanah kelahiran Yahudi.

Mereka ingin membangun sebuah negara Yahudi. Penduduk pribumi Palestina mencoba untuk menahan gelombang imigrasi tersebut.

Palestina juga ingin membangun negara berdaulat. Awal 1929, Arab dan Yahudi secara terbuka berperang di Palestina. Sementara Inggris ingin membatasi imigrasi Yahudi.

Saat Holocaust di Eropa, banyak Yahudi secara ilegal masuk Palestina pada Perang Dunia II. Kelompok radikal Yahudi mempekerjakan terorisme melawan pasukan Inggris di Palestina.

Pada akhir PD II 1945, Inggris tidak bisa mencari solusi praktik sehingga menyerahkannya pada PBB. Hingga pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara untuk membagi wilayah Arab dan Yahudi di tanah Palestina.

Saat itu Yahudi mengokupasi lebih dari setengah wilayah Palestina meski populasi mereka lebih sedikit. Pada 14 Mei 1948, Inggris mundur dari Palestina dan Israel memproklamirkan diri.

Sehari kemudian, pasukan Mesir, Transjordan, Suriah, Lebanon dan Irak menginvasi. Hasilnya Israel tetap mengamankan wilayah penting, seperti Galilee, pantai Palestina dan wilayah penghubung pantai dengan Jerusalem.

Selama perang, ratusan ribu warga Palestina mengungsi dari Israel. Sehingga jumlah mereka berkurang banyak. Yahudi akhirnya menjadi mayoritas.

Selanjutnya: Perpecahan Semenanjung Korea pada 1950

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Pemungutan | Suara | Soal | Pembagian | Tanah | Palestina | REPUBLIKA | Meski | ditentang | oleh | Arab | pada | hari | tahun | 1947 | melakukan | pemungutan | suara | soal | pembagian | tanah | termasuk | pembentukan | negara | Yahudi | p>Konflik | antara | kembali | memanas | setelah | 1910 | Kedua | pihak | mengklaim | wilayah | yang | dikendalikan | Inggris | tersebut | p>Yahudi | adalah | zionis | merupakan | emigran | dari | Eropa | Rusia | Mereka | tiba | mereka | sebut | kelahiran | p>Mereka | ingin | membangun | sebuah | Penduduk | pribumi | mencoba | untuk | menahan | gelombang | imigrasi | p>Palestina | juga | berdaulat | Awal | 1929 | secara | terbuka | berperang | Sementara | membatasi | p>Saat | Holocaust | banyak | ilegal | masuk | Perang | Dunia | Kelompok | radikal | mempekerjakan | terorisme | melawan | pasukan | p>Pada | akhir | 1945 | tidak | bisa | mencari | solusi | praktik | sehingga | menyerahkannya | Hingga | membagi | mengokupasi | lebih | setengah | meski | populasi | sedikit | Pada | 1948 | mundur | Israel | memproklamirkan | diri | p>Sehari | kemudian | Mesir | Transjordan | Suriah | Lebanon | Irak | menginvasi | Hasilnya | tetap | mengamankan | penting | seperti | Galilee | pantai | penghubung | dengan | Jerusalem | p>Selama | perang | ratusan | ribu | warga | mengungsi | Sehingga | jumlah | berkurang | akhirnya | menjadi | mayoritas | p> Selanjutnya: | Perpecahan | Semenanjung | Korea | 1950< | strong>< | p> |

Selasa, 29 November 2016

Sejarah Hari Ini: Pemungutan Suara PBB Soal Pembagian Tanah Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Meski ditentang oleh Arab, pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara soal pembagian tanah Palestina, termasuk pembentukan negara Yahudi.

Konflik antara Yahudi dan Arab Palestina kembali memanas setelah 1910-an. Kedua pihak mengklaim wilayah yang dikendalikan Inggris tersebut.

Yahudi adalah zionis yang merupakan emigran dari Eropa dan Rusia. Mereka tiba di Palestina yang mereka sebut tanah kelahiran Yahudi.

Mereka ingin membangun sebuah negara Yahudi. Penduduk pribumi Palestina mencoba untuk menahan gelombang imigrasi tersebut.

Palestina juga ingin membangun negara berdaulat. Awal 1929, Arab dan Yahudi secara terbuka berperang di Palestina. Sementara Inggris ingin membatasi imigrasi Yahudi.

Saat Holocaust di Eropa, banyak Yahudi secara ilegal masuk Palestina pada Perang Dunia II. Kelompok radikal Yahudi mempekerjakan terorisme melawan pasukan Inggris di Palestina.

Pada akhir PD II 1945, Inggris tidak bisa mencari solusi praktik sehingga menyerahkannya pada PBB. Hingga pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara untuk membagi wilayah Arab dan Yahudi di tanah Palestina.

Saat itu Yahudi mengokupasi lebih dari setengah wilayah Palestina meski populasi mereka lebih sedikit. Pada 14 Mei 1948, Inggris mundur dari Palestina dan Israel memproklamirkan diri.

Sehari kemudian, pasukan Mesir, Transjordan, Suriah, Lebanon dan Irak menginvasi. Hasilnya Israel tetap mengamankan wilayah penting, seperti Galilee, pantai Palestina dan wilayah penghubung pantai dengan Jerusalem.

Selama perang, ratusan ribu warga Palestina mengungsi dari Israel. Sehingga jumlah mereka berkurang banyak. Yahudi akhirnya menjadi mayoritas.

Selanjutnya: Perpecahan Semenanjung Korea pada 1950

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Pemungutan | Suara | Soal | Pembagian | Tanah | Palestina | REPUBLIKA | Meski | ditentang | oleh | Arab | pada | hari | tahun | 1947 | melakukan | pemungutan | suara | soal | pembagian | tanah | termasuk | pembentukan | negara | Yahudi | p>Konflik | antara | kembali | memanas | setelah | 1910 | Kedua | pihak | mengklaim | wilayah | yang | dikendalikan | Inggris | tersebut | p>Yahudi | adalah | zionis | merupakan | emigran | dari | Eropa | Rusia | Mereka | tiba | mereka | sebut | kelahiran | p>Mereka | ingin | membangun | sebuah | Penduduk | pribumi | mencoba | untuk | menahan | gelombang | imigrasi | p>Palestina | juga | berdaulat | Awal | 1929 | secara | terbuka | berperang | Sementara | membatasi | p>Saat | Holocaust | banyak | ilegal | masuk | Perang | Dunia | Kelompok | radikal | mempekerjakan | terorisme | melawan | pasukan | p>Pada | akhir | 1945 | tidak | bisa | mencari | solusi | praktik | sehingga | menyerahkannya | Hingga | membagi | mengokupasi | lebih | setengah | meski | populasi | sedikit | Pada | 1948 | mundur | Israel | memproklamirkan | diri | p>Sehari | kemudian | Mesir | Transjordan | Suriah | Lebanon | Irak | menginvasi | Hasilnya | tetap | mengamankan | penting | seperti | Galilee | pantai | penghubung | dengan | Jerusalem | p>Selama | perang | ratusan | ribu | warga | mengungsi | Sehingga | jumlah | berkurang | akhirnya | menjadi | mayoritas | p> Selanjutnya: | Perpecahan | Semenanjung | Korea | 1950< | strong>< | p> |

Senin, 05 Desember 2016

4 warga Palestina Ditemukan Tewas di Terowongan

IMG-4069

Terowongan penghubung Mesir dengan Gaza (Ist)

Palestina, kini.co.id â€" Para pekerja Pertahanan Sipil Palestina menemukan mayat empat warga Palestina setelah mereka dinyatakan hilang sejak hari Sabtu malam dan Minggu pagi. Mereka ditemukan tewas di sebuah terowongan runtuh.

Seperti dikutip dari palestinechronicle.com (5/12) menyebutkan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza harus berjuang untuk membangun terowongan yang menghubungkan antara Palestina dan Mesir. Mereka menduga pihak berwenang Mesir sengaja membanjiri terowongan dengan air laut.

Pertahanan Sipil Palestina mengidentifikasi para korban, yaitu, Ali Badawi (43), Muhammad Badawi (21), Imad Badawi (24), dan Sami Al-Tawil (30) keseluruhan adalah warga Jalur Gaza. Namun, beberapa laporan dari media Israel mengatakan hanya tiga mayat ditemukan, sementara yang keempat masih hilang.

Sebelumnya, puluhan warga Palestina ditemukan tewas dalam terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir sejak awal 2016. Pada bulan Oktober lalu, seorang pria Palestina ditemukan tewas setelah tersengat listrik di dalam sebuah terowongan penyelundupan Mesir dan Gaza.

Sejak 2007 Palestina di Gaza mengandalkan terowongan penyelundupan bawah tanah di perbatasan Mesir, ketika Israel memberlakukan blokade militer untuk melumpuhkan kantong kantong Hamas. Pada Juli 2013 di saat Presiden Mesir, Muhammad Morsi, memimpin Mesir, terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza ke Mesir ini telah memberikan kehidupan yang sangat penting bagi wilayah Palestina.

Namun sejak Mesir dipimpin oleh Abd Al-Fattah Al-Sisi, Mesir telah memperketat blokade dan membanjiri ratusan terowongan dengan air laut sebagai bagian dari kampanye keamanan di Semenanjung Sinai Utara melawan militan anti-rezim dengan melancarkan serangan terhadap polisi Mesir dan personil militer. Sementara Human Rights Watch telah mengecam militer Mesir yang berkampanye menutup terowongan itu.

"

| warga | Palestina | Ditemukan | Tewas | Terowongan | penghubung | Mesir | dengan | Gaza | (Ist)< | p> < | div> Palestina< | strong> | kini | Para | pekerja | Pertahanan | Sipil | menemukan | mayat | empat | setelah | dinyat | hilang | sejak | hari | Sabtu | malam | Minggu | pagi | Mereka | ditemukan | tewas | sebuah | terowongan | runtuh | p> Seperti | dikutip | palestinechronicle | menyebutkan | harus | berjuang | untuk | membangun | yang | menghubungkan | antara | menduga | pihak | berwenang | sengaja | membanjiri | laut | p> Pertahanan | mengidentifikasi | para | korban | yaitu | Badawi | (43) | Muhammad | (21) | Imad | (24) | Sami | Tawil | (30) | keseluruhan | adalah | Jalur | Namun | beberapa | laporan | media | Israel | mengat | hanya | tiga | sementara | keempat | masih | p> Senya | puluhan | dalam | awal | 2016 | Pada | bulan | Oktober | seorang | pria | tersengat | listrik | penyelundupan | p> Sejak | 2007 | mengandalkan | bawah | tanah | perbatasan | ketika | memberlakukan | blokade | militer | melumpuhkan | kantong | Hamas | Juli | 2013 | saat | Presiden | Morsi | memimpin | telah | memberikan | kehidupan | sangat | penting | bagi | wilayah | p> Namun | dipimpin | oleh | Fattah | Sisi | memperketat | ratusan | sebagai | bagian | kampanye | keamanan | Semenanjung | Sinai | Utara | melawan | militan | anti | rezim | melancarkan | serangan | terhadap | polisi | personil | Sementara | Human | Rights | Watch | mengecam | berkampanye | menutup | div> |

4 warga Palestina Ditemukan Tewas di Terowongan

IMG-4069

Terowongan penghubung Mesir dengan Gaza (Ist)

Palestina, kini.co.id â€" Para pekerja Pertahanan Sipil Palestina menemukan mayat empat warga Palestina setelah mereka dinyatakan hilang sejak hari Sabtu malam dan Minggu pagi. Mereka ditemukan tewas di sebuah terowongan runtuh.

Seperti dikutip dari palestinechronicle.com (5/12) menyebutkan Pertahanan Sipil Palestina di Gaza harus berjuang untuk membangun terowongan yang menghubungkan antara Palestina dan Mesir. Mereka menduga pihak berwenang Mesir sengaja membanjiri terowongan dengan air laut.

Pertahanan Sipil Palestina mengidentifikasi para korban, yaitu, Ali Badawi (43), Muhammad Badawi (21), Imad Badawi (24), dan Sami Al-Tawil (30) keseluruhan adalah warga Jalur Gaza. Namun, beberapa laporan dari media Israel mengatakan hanya tiga mayat ditemukan, sementara yang keempat masih hilang.

Sebelumnya, puluhan warga Palestina ditemukan tewas dalam terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir sejak awal 2016. Pada bulan Oktober lalu, seorang pria Palestina ditemukan tewas setelah tersengat listrik di dalam sebuah terowongan penyelundupan Mesir dan Gaza.

Sejak 2007 Palestina di Gaza mengandalkan terowongan penyelundupan bawah tanah di perbatasan Mesir, ketika Israel memberlakukan blokade militer untuk melumpuhkan kantong kantong Hamas. Pada Juli 2013 di saat Presiden Mesir, Muhammad Morsi, memimpin Mesir, terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza ke Mesir ini telah memberikan kehidupan yang sangat penting bagi wilayah Palestina.

Namun sejak Mesir dipimpin oleh Abd Al-Fattah Al-Sisi, Mesir telah memperketat blokade dan membanjiri ratusan terowongan dengan air laut sebagai bagian dari kampanye keamanan di Semenanjung Sinai Utara melawan militan anti-rezim dengan melancarkan serangan terhadap polisi Mesir dan personil militer. Sementara Human Rights Watch telah mengecam militer Mesir yang berkampanye menutup terowongan itu.

"

| warga | Palestina | Ditemukan | Tewas | Terowongan | penghubung | Mesir | dengan | Gaza | (Ist)< | p> < | div> Palestina< | strong> | kini | Para | pekerja | Pertahanan | Sipil | menemukan | mayat | empat | setelah | dinyat | hilang | sejak | hari | Sabtu | malam | Minggu | pagi | Mereka | ditemukan | tewas | sebuah | terowongan | runtuh | p> Seperti | dikutip | palestinechronicle | menyebutkan | harus | berjuang | untuk | membangun | yang | menghubungkan | antara | menduga | pihak | berwenang | sengaja | membanjiri | laut | p> Pertahanan | mengidentifikasi | para | korban | yaitu | Badawi | (43) | Muhammad | (21) | Imad | (24) | Sami | Tawil | (30) | keseluruhan | adalah | Jalur | Namun | beberapa | laporan | media | Israel | mengat | hanya | tiga | sementara | keempat | masih | p> Senya | puluhan | dalam | awal | 2016 | Pada | bulan | Oktober | seorang | pria | tersengat | listrik | penyelundupan | p> Sejak | 2007 | mengandalkan | bawah | tanah | perbatasan | ketika | memberlakukan | blokade | militer | melumpuhkan | kantong | Hamas | Juli | 2013 | saat | Presiden | Morsi | memimpin | telah | memberikan | kehidupan | sangat | penting | bagi | wilayah | p> Namun | dipimpin | oleh | Fattah | Sisi | memperketat | ratusan | sebagai | bagian | kampanye | keamanan | Semenanjung | Sinai | Utara | melawan | militan | anti | rezim | melancarkan | serangan | terhadap | polisi | personil | Sementara | Human | Rights | Watch | mengecam | berkampanye | menutup | div> |

Minggu, 11 Desember 2016

VIDEO - Janna Jihad Ayyad, Jurnalis Kecil Bernyali Tinggi dari Palestina

SURYA.co.id - Janna Jihad. Gadis berusia 10 tahun dari Palestina itu jadi terkenal sepanjang tahun ini.

Ia hidup di desa bernama Nabi Saleh, kawasan Jalur Gaza yang diduduki pasukan Israel.

Gadis Palestina ini melaporkan banyak kejadian mengerikan di sekitarnya. 

Laporannya dalam bentuk video lalu disebarkan ke laman Facebook-nya.

Pantauan SURYA.co.id, 12 Desember 2016, penggemarnya di Facebook sudah mencapai 227.350 orang. 

Sebagaimana terlihat dalam video di atas, dia berbicara dalam Inggris yang fasih.

Sementara, dalam video di bawah ini, terlihat betapa tinggi nyalinya sebagai anak kecil. 

Pada awal Desember ini, media Romereports.com berbasis di Vatikan memuat wawancaranya dengan Janna Jihad.  Romereports.com sejatinya fokus pada liputan berbahasa Inggris untuk Katolik tetapi menunjukkan simpatinya pada jurnalis Islam yang menjadi penyambung lidah rakyat Palestina itu.  "Dia meliput berbagai kejadian di wilayah pendudukan Jalur Gaza selama tiga tahun. Dia termasuk jurnalis termuda sedunia," tulis Romereports.com.
"

| VIDEO | Janna | Jihad | Ayyad, | Jurnalis | Kecil | Bernyali | Tinggi | Palestina | SURYA | strong> | Jihad< | Gadis | berusia | tahun | Palestina< | itu jadi | terkenal | sepanjang | p>Ia | hidup | desa | bernama | Nabi | Saleh | kawasan | Jalur | Gaza | yang | diduduki | pasukan Israel | p> Gadis | melaporkan banyak kejadian | mengerikan | sernya | p> Laporannya | dalam | bentuk | video | disebarkan | laman | Facebook< | p> Pantauan | Desember | 2016 | penggemarnya | mencapai 227 | orang | p> Sebagaimana | terlihat | atas | berbicara | Inggris | fasih | p> Sementara | bawah | betapa | tinggi | nyalinya | sebagai | anak | kecil | p> Pada | awal |  media Romereports | berbasis | Vatikan | memuat | wawancaranya | dengan |   Romereports | com sejatinya | fokus | pada | liputan | berbahasa | untuk | Katolik | te menunjukkan | simpatinya | jurnalis | Islam< | menjadi | penyambung | lidah | rakyat |   Dia | meliput | berbagai | kejadian | wilayah | pendudukan | selama | tiga | termasuk | termuda | sedunia | tulis Romereports | h5> |

Seminar Al Quds  Ajak Masyarakat Makin Cinta Palestina

CIREBON- Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jawa Barat menggelar Seminar Al Quds Internasional-2 di Studio Kaliandra, Sabtu (10/12). Seminar yang diikuti ratusan peserta ini menghadirkan Pengamat Palestina Internasional Dr Amal Mohamed Khalifa. Dalam pemaparannya, wanita yang juga Presiden Koalisi Perempuan Internasional untuk Al Quds dan Palestina itu menjelaskan kondisi Al Quds dan Palestina dulu dan hari ini. Amal yakin, masyarakat Indonesia, khususnya Cirebon suatu saat dapat mengunjungi Palestina suatu saat nanti.

“Persoalan Al Quds dan Palestina adalah masalah bersama seluruh umat. Insya Allah semua akan berkunjung ke Palestina, melihat saudara-saudara kita disana,” ujarnya.

Amal juga mengajak para peserta seminar untuk lebih mencintai Masjidil Aqsha. Menurutnya, Masjidil Aqsha memiliki peranan penting dalam sejarah agama Islam. Masjid ini juga sebagai salah satu tempat saat Nabi Muhammad SAW menjalani Isra Mikraj. Ia berharap seminar ini menjadi awal gerakan masyarakat untuk peduli terhadap permasalahan kemanusiaan Palestina.

“Lebih jauh terlibat dalam menciptakan perdamaian di dunia, bersama untuk peduli terhadap rakyat Palestina, upaya kecilnya bisa membantu mereka dengan mengirimkan bantuan atau doa,” katanya.

Sementara, Ketua Pelaksana Nandang Cahya mengatakan, seminar Al Quds bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang Palestina. Terutama kepada tokoh agama, aktivis kepalestinaan, tokoh masyarakat, serta pejabat publik. Seminar ini diselenggarakan di tiga kota yakni Cirebon, Bandung, dan Bogor.

“Permasalahan Palestina sangat panjang. Dari dulu sejak dijajah Israel hingga sekarang. Untuk itu masyarakat harus mengetahui dan mencintai rakyat di sana,” ujarnya.

Permasahalan Palestina, kata Nandang, akan terus terjadi hingga akhir zaman nanti. Oleh karena itu,
KNRP ingin ada transformasi dari ideologi menjadi budaya terkait Palestina. “Kami ingin ada rasa saling mengasihi, dan Palestina menjadi budaya di masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (mik)

"

| Seminar | Quds |  Ajak | Masyarakat | Makin | Cinta | Palestina | CIREBON | Komite | Nasional | untuk | Rakyat | (KNRP) | Jawa | Barat | menggelar | Internasional | Studio | Kaliandra | Sabtu | yang | diikuti | ratusan | peserta | menghadirkan | Pengamat | Amal | Mohamed | Khalifa | Dalam | pemaparannya | wanita | juga | Presiden | Koalisi | Perempuan | menjelaskan | kondisi | dulu | hari | yakin | masyarakat | Indonesia | khususnya | Cirebon | suatu | saat | dapat | mengunjungi | nanti | p> “Persoalan | adalah | masalah | bersama | seluruh | umat | Insya | Allah | semua | berkunjung | melihat | saudara | disana | ujarnya | p> Amal | mengajak | para | seminar | lebih | mencintai | Masjidil | Aqsha | Menurutnya | memiliki | peranan | penting | dalam | sejarah | agama | Islam | Masjid | sebagai | salah | satu | tempat | Nabi | Muhammad | menjalani | Isra | Mikraj | berharap | menjadi | awal | peduli | terhadap | permasalahan | kemanusiaan | p> “Lebih | jauh | terlibat | mencipt | perdamaian | dunia | rakyat | upaya | kecilnya | membantu | dengan | mengirimkan | bantuan | atau | katanya | p> Sementara | Ketua | Pelaksana | Nandang | Cahya | mengat | bertujuan | mengenalkan | tentang | Terutama | kepada | tokoh | aktivis | kepalestinaan | serta | pejabat | publik | diselenggar | tiga | kota | yakni | Bandung | Bogor | p> “Permasalahan | sangat | panjang | Dari | sejak | dijajah | Israel | sekarang | Untuk | harus | mengetahui | sana | p> Permasahalan | kata | terus | terjadi | akhir | zaman | Oleh | karena | KNRP | ingin | transformasi | ideologi | budaya | terkait | “Kami | rasa | saling | mengasihi | pungkasnya | (mik)< | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

Empat Warga Sipil Palestina Mati Syahid di November

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Perang terus berkecamuk di bumi Palestina. Akibatnya, sejumlah warga pun menjadi korban tewas. Data terbaru bulan November 2016 yang dikeluarkan oleh Abdullah al-Hurani Institute menyebutkan, bahwa empat orang syahid dalam perlawanan terhadap warga permukiman Yahudi di Tepi Barat

Korban empat orang yang meninggal di tangan tentara Israel adalah Nashiruddin (23 tahun) dari distrik Qabliyah utara Ramallah, syahid tertembak tentara Israel di dekat permukiman Aufra Ramallah setelah berupaya melakukan penikaman pada 3 November lalu.

Selain itu ada Muhammad Abu Sa’adah (26) dari Jalur Gaza juga tewas tertembak timah panas Israel. Dua orang lainnya adalah Said Khalil (48) dari Nablus dan Muhammad Nabil, bocah berusia 14 tahun.

Puluhan waga sipil Palestina lainnya juga mengalami luka berat akibat aksi demonstrasi dan perlawanan terhadap penjajahan Yahudi dan tentara Israel di Tepi Barat.

Belum lagi pasukan Israel memberondong petani yang berada di perbatasan Israel-Gaza sehingga menimbulkan ketakutan dan menghentikan mereka bercocok tanam, produksi pangan pun menurun di Gaza.

Sementara pada Jumat (2/12), seperti dilaporkan suarapalestina.id, seorang pemuda terluka akibat peluru panas dalam bentrok yang terjadi di Nahal Oz, Gaza timur.

Situs berita Maannews mengatakan, lokasi tersebut menjadi pusat demontrasi mingguan antara warga Gaza dan militer Israel, di mana pihak Israel melepas tembakan peluru panas dan melukai warga.

"

| Empat | Warga | Sipil | Palestina | Mati | Syahid | November | REPUBLIKA | TEPI | BARAT | Perang | terus | berkecamuk | bumi | Akibatnya | sejumlah | warga | menjadi | korban | tewas | Data | terbaru | bulan | 2016 | yang | dikeluarkan | oleh | Abdullah | Hurani | Institute | menyebutkan | bahwa | empat | orang | syahid | dalam | perlawanan | terhadap | permukiman | Yahudi | Tepi | Barat< | p>Korban | meninggal | tangan | tentara | Israel | adalah | Nashiruddin | tahun) | distrik | Qabliyah | utara | Ramallah | tertembak | dekat | Aufra | setelah | berupaya | melakukan | penikaman | pada | p>Selain | Muhammad | Sa’adah | (26) | Jalur | Gaza | juga | timah | panas | lainnya | Said | Khalil | (48) | Nablus | Nabil | bocah | berusia | tahun | p>Puluhan | waga | sipil | mengalami | luka | berat | aksi | demonstrasi | penjajahan | Barat | p>Belum | lagi | pasukan | memberondong | petani | berada | perbatasan | menimbulkan | ketakutan | menghentikan | bercocok | tanam | produksi | pangan | menurun | p>Sementara | Jumat | seperti | dilaporkan | suarapalestina | seorang | pemuda | terluka | peluru | bentrok | terjadi | Nahal | timur | p>Situs | berita | Maannews< | mengat | lokasi | tersebut | pusat | demontrasi | mingguan | antara | militer | mana | pihak | melepas | temb | melukai | p> |

Senin, 05 Desember 2016

AS Tolak Ide Israel Soal Pembicaraan Damai dengan Palestina

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan, pihaknya menolak ide Israel terkait pembicaraan damai dengan Palestina. Foto/Reuters

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan, pihaknya menolak ide Israel terkait pembicaraan damai dengan Palestina. Israel berencana untuk membuat pembicaraan terpisah dengan sejumlah negara Arab.

Kerry menegaskan, tidak akan ada upaya damai terpisah terkait dengan Palestina. Dia juga mengatakan, perdamaian di Palestina akan menjadi kunci dari perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Tidak, tidak, tidak dan tidak. Tidak akan ada pembicaraan dan perdamaian terpisah dengan dunia Arab tanpa proses Palestina dan perdamaian Palestina," kata Kerry dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (5/12).

Dalam pernyataanya, Kerry turut mendorong Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kerry juga turut menyinggung mengenai kesepakatan nuklir Iran. Dimana, dia menyatakan kesepakatan Iran tidak boleh dibatalkan, dan dia yakin melalui kesepakatan itu dunia dapat memantau perkembangan teknologi nuklir Iran.

"Ketentuan monitoring akan memungkinkan untuk mendeteksi kemajuan teknologi nuklir yang dibuat oleh Teheran, dan dalam setiap pilihan yang kita miliki saat ini akan tersedia bagi kita kemudian hari," tukasnya.

(esn)
dibaca 11.451x

"

| Tolak | Israel | Soal | Pembicaraan | Damai | dengan | Palestina | Menteri | Luar | Negeri | Amerika | Serikat | (AS) | John | Kerry | menyat | pihaknya | menolak | terkait | pembicaraan | damai | Foto | Reuters < | p>WASHINGTON< | strong> | berencana | untuk | membuat | terpisah | sejumlah | negara | Arab | menegaskan | upaya | juga | mengat | perdamaian | menjadi | kunci | kawasan | Timur | Tengah | p>Tidak | Tidak | dunia | tanpa | proses | kata | dalam | sebuah | pernyataan | seperti | dilansir | Russia | Today | pada | Senin | p>Dalam | pernyataanya | turut | mendorong | Aviv | menghentikan | pembangunan | pemukiman | Yahudi | wilayah | Tepi | Barat | p>Sementara | kesempatan | yang | sama | menyinggung | mengenai | kesepakatan | nuklir | Iran | Dimana | boleh | dibatalkan | yakin | dapat | memantau | perkembangan | teknologi | p>Ketentuan | monitoring | memungkinkan | mendeteksi | kemajuan | dibuat | oleh | Teheran | setiap | pilihan | miliki | saat | tersedia | bagi | kemudian | hari | tukasnya | p>(esn< | span>)dibaca | 451x< | span>< | div> |