Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Masjid. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Masjid. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Pembatasan volume azan Israel ditentang pemimpin Palestina

JerusalemImage copyright EPA Image caption Orang-orang Palestina membaca Quran di kompleks Masjid Al Aqsa, Jerusalem, Israel.

Sejumlah pemimpin Palestina mengecam rancangan undang-undang pembatasan volume adzan dari masjid-masjid di Israel.

Seorang juru bicara untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pembatasan tersebut akan mengarah ke bencana.

Adapun menteri urusan agama Palestina mengatakan rancangan undang-undang itu dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam perang agama.

Palestina sudah menyatakan akan meminta bantuan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah RUU ini disahkan menjadi undang-undang.

RUU ini disetujui oleh komite kementerian pada Minggu (13/11) untuk selanjutnya dibahas di parlemen melalui tiga tahapan sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Image copyright EPA Image caption Benjamin Netanyahu mendukung pembatasan volume suara azan dari masjid-masjid di Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga telah menyuarakan dukungan terhadap RUU ini dengan mengatakan terdapat banyak keluhan masyarakat dari berbagai agama tentang suara azan yang dikumandangkan dengan pengeras suara.

"Sudah sering sekali warga datang kepada saya, mereka berasal dari berbagai kalangan, dari berbagai agama, yang keberatan dengan kerasnya suara yang disiarkan dari rumah-rumah ibadah," kata PM Netanyahu.

Penentangan dari dalam negeri

Meskipun pembatasan volume ini sebenarnya ditujukan kepada semua agama, langkah tersebut dipandang berdampak paling besar bagi Muslim dengan kewajiban salat lima waktu dalam sehari.

Rencana pembatasan volume azan juga mendapat penentangan di dalam Israel sendiri, terutama disuarakan oleh Institut Demokrasi Israel, sebuah lembaga pemikir nonpartisan.

Menurut salah seorang pejabatnya, Nasreen Hadad Haj-Yahya, para politikus sayap kanan Israel menggunakan isu ini untuk kepentingan politik dengan mengatasnamakan peningkatan kualitas hidup.

Dalam tulisannya, ia berpendapat bahwa, "Tujuan utama tidak untuk mencegah bunyi tetapi untuk menimbulkan bunyi yang akan melukai seluruh masyarakat dan seluruh usaha untuk menciptakan kenyataan waras antara orang Yahudi dan orang Arab".

Sekitar 17,5% penduduk yang tinggal di Israel berlatar belakang etnik Arab dan sebagian besar di antara mereka Muslim.

"

| Pembatasan | volume | azan | Israel | ditentang | pemimpin | Palestina | Image | copyright | EPA | caption | Orang-orang | membaca | Quran | kompleks | Masjid | Aqsa, | Jerusalem, | Israel. | Sejumlah | mengecam | rancangan | undang-undang | pembatasan | adzan | dari | masjid-masjid | Israel.Seorang | juru | bicara | untuk | Presiden | Mahmoud | Abbas | mengatakan | tersebut | akan | mengarah | bencana.Adapun | menteri | urusan | agama | dapat | menyeret | kawasan | Timur | Tengah | dalam | perang | agama.PM | ingin | suara | masjid | dibatasiLembaga | Israel: | Pendudukan | harus | diakhiriPalestina | sudah | menyatakan | meminta | bantuan | Dewan | Keamanan | mencegah | disahkan | menjadi | undang-undang.RUU | disetujui | oleh | komite | kementerian | pada | Minggu | (13/11) | selanjutnya | dibahas | parlemen | melalui | tiga | tahapan | sebelum | undang-undang. | Benjamin | Netanyahu | mendukung | Perdana | Menteri | Israel, | Netanyahu, | juga | telah | menyuarakan | dukungan | terhadap | dengan | terdapat | banyak | keluhan | masyarakat | berbagai | tentang | yang | dikumandangkan | pengeras | suara.Sudah | sering | sekali | warga | datang | kepada | saya, | mereka | berasal | kalangan, | agama, | keberatan | kerasnya | disiarkan | rumah-rumah | ibadah, | kata | Netanyahu.Penentangan | negeriMeskipun | sebenarnya | ditujukan | semua | langkah | dipandang | berdampak | paling | besar | bagi | Muslim | kewajiban | salat | lima | waktu | sehari.Rencana | mendapat | penentangan | sendiri, | terutama | disuarakan | Institut | Demokrasi | sebuah | lembaga | pemikir | nonpartisan.Menurut | salah | seorang | pejabatnya, | Nasreen | Hadad | Haj-Yahya, | para | politikus | sayap | kanan | menggunakan | kepentingan | politik | mengatasnamakan | peningkatan | kualitas | hidup.Dalam | tulisannya, | berpendapat | bahwa, | Tujuan | utama | tidak | bunyi | tetapi | menimbulkan | melukai | seluruh | usaha | menciptakan | kenyataan | waras | antara | orang | Yahudi | Arab.Sekitar | 17,5% | penduduk | tinggal | berlatar | belakang | etnik | Arab | sebagian | Muslim. |

Gara-gara Pengeras Suara, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

Kamis, 24 November 2016 | 20:05 WIB

Gara-gara Pengeras Suara, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

REUTERS/Danish Siddiqui

TEMPO.CO, Tel Aviv - Seorang imam masjid di Israel didenda setelah mengumandangkan azan untuk memanggil orang shalat subuh dengan menggunakan pengeras suara.

Pemerintah kota Lod, yang terletak 15 kilometer di tenggara Tel Aviv menjatuhkan denda pada imam warga Palestina itu setelah dia didakwa mengumandangkan azan subuh menggunakan pengeras suara.

Baca:
Memprovokasi Massa, Ulama Pakistan Ini Dihukum Mati
>
Donald Trump Pilih Dua Wanita Pengkritiknya Masuk Kabinet
>
Ulama Turki: Muslim Dunia Abaikan Rohingya

Sheikh Mahmoud Alfar dari lingkungan Shnir didenda 750 shekel (Rp 2,6 juta). Ini kasus pertama yang pernah terjadi di kota itu, seperti dilansir dari IB Times, 23 November 2016.

Keluarga Mahmoud Alfar menyesalkan sanksi itu dengan alasan masalah itu dapat diselesaikan dengan dialog ketimbang hukuman. "Segalanya bisa diselesaikan secara baik dan saling menghormati bukannya dengan pemaksaan atau hukuman," kata Sheikh Adel Alfar, kakak Mahmoud Alfar.

Pemerintah Israel sedang menggodok undang-undang untuk melakukan pembatasan volume pengeras suara dari tempat-tempat ibadah, termasuk mengumandangkan azan dari masjid.

Namun Mahmoud Alfar mengatakan  dirinya tidak tahu menahu terkait undang-undang  yang masih berbentuk rancangan itu. Dia bahkan belum mendapat pemberitahuan sebelumnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung undang-undang yang dikritik oleh Muslim, Yahudi dan Kristen tersebut. Menurut Netanyahu, banyak warganya  mengeluh dengan suara bising dari pengeras suara yang dipasang di tempat-tempat ibadah, termasuk dari masjid.

Meskipun aturan tersebut ditujukan bagi semua tempat ibadah, hal itu disinyalir khusus menargetkan masjid.
IB TIMES|HAREETZ|YON DEMA

"

| Gara-gara | Pengeras | Suara, | Imam | Palestina | Didenda | Juta | Kamis, | November | 2016 | 20:05 | WIB REUTERS/Danish | Siddiqui TEMPO.CO, | Aviv | Seorang | imam | masjid | Israel | didenda | setelah | mengumandangkan | azan | untuk | memanggil | orang | shalat | subuh | dengan | menggunakan | pengeras | suara.Pemerintah | kota | Lod, | yang | terletak | kilometer | tenggara | menjatuhkan | denda | pada | warga | didakwa | suara.Baca:Memprovokasi | Massa, | Ulama | Pakistan | Dihukum | MatiDonald | Trump | Pilih | Wanita | Pengkritiknya | Masuk | KabinetUlama | Turki: | Muslim | Dunia | Abaikan | RohingyaSheikh | Mahmoud | Alfar | dari | lingkungan | Shnir | shekel | juta). | kasus | pertama | pernah | terjadi | itu, | seperti | dilansir | Times, | 2016.Keluarga | menyesalkan | sanksi | alasan | masalah | dapat | diselesaikan | dialog | ketimbang | hukuman. | Segalanya | bisa | secara | baik | saling | menghormati | bukannya | pemaksaan | atau | hukuman, | kata | Sheikh | Adel | Alfar, | kakak | Alfar.Pemerintah | sedang | menggodok | undang-undang | melakukan | pembatasan | volume | suara | tempat-tempat | ibadah, | termasuk | masjid.Namun | mengatakan  | dirinya | tidak | tahu | menahu | terkait | undang-undang  | masih | berbentuk | rancangan | itu. | bahkan | belum | mendapat | pemberitahuan | sebelumnya.Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | mendukung | dikritik | oleh | Muslim, | Yahudi | Kristen | tersebut. | Menurut | Netanyahu, | banyak | warganya  | mengeluh | bising | dipasang | masjid.Meskipun | aturan | tersebut | ditujukan | bagi | semua | tempat | disinyalir | khusus | menargetkan | masjid.IB | TIMES|HAREETZ|YON | DEMA |

Gara-gara Pengeras Suara, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

Kamis, 24 November 2016 | 20:05 WIB

Gara-gara Pengeras Suara, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

REUTERS/Danish Siddiqui

TEMPO.CO, Tel Aviv - Seorang imam masjid di Israel didenda setelah mengumandangkan azan untuk memanggil orang shalat subuh dengan menggunakan pengeras suara.

Pemerintah kota Lod, yang terletak 15 kilometer di tenggara Tel Aviv menjatuhkan denda pada imam warga Palestina itu setelah dia didakwa mengumandangkan azan subuh menggunakan pengeras suara.

Baca:
Memprovokasi Massa, Ulama Pakistan Ini Dihukum Mati
>
Donald Trump Pilih Dua Wanita Pengkritiknya Masuk Kabinet
>
Ulama Turki: Muslim Dunia Abaikan Rohingya

Sheikh Mahmoud Alfar dari lingkungan Shnir didenda 750 shekel (Rp 2,6 juta). Ini kasus pertama yang pernah terjadi di kota itu, seperti dilansir dari IB Times, 23 November 2016.

Keluarga Mahmoud Alfar menyesalkan sanksi itu dengan alasan masalah itu dapat diselesaikan dengan dialog ketimbang hukuman. "Segalanya bisa diselesaikan secara baik dan saling menghormati bukannya dengan pemaksaan atau hukuman," kata Sheikh Adel Alfar, kakak Mahmoud Alfar.

Pemerintah Israel sedang menggodok undang-undang untuk melakukan pembatasan volume pengeras suara dari tempat-tempat ibadah, termasuk mengumandangkan azan dari masjid.

Namun Mahmoud Alfar mengatakan  dirinya tidak tahu menahu terkait undang-undang  yang masih berbentuk rancangan itu. Dia bahkan belum mendapat pemberitahuan sebelumnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung undang-undang yang dikritik oleh Muslim, Yahudi dan Kristen tersebut. Menurut Netanyahu, banyak warganya  mengeluh dengan suara bising dari pengeras suara yang dipasang di tempat-tempat ibadah, termasuk dari masjid.

Meskipun aturan tersebut ditujukan bagi semua tempat ibadah, hal itu disinyalir khusus menargetkan masjid.
IB TIMES|HAREETZ|YON DEMA

"

| Gara-gara | Pengeras | Suara, | Palestina | Didenda | Kamis, | November | 20:05 | WIB REUTERS/Danish | Siddiqui TEMPO.CO, | Seorang | masjid | Israel | didenda | setelah | mengumandangkan | untuk | memanggil | orang | shalat | subuh | dengan | menggunakan | pengeras | suara.Pemerintah | terletak | kilometer | tenggara | menjatuhkan | denda | warga | didakwa | suara.Baca:Memprovokasi | Massa, | Ulama | Pakistan | Dihukum | MatiDonald | Trump | Pilih | Wanita | Pengkritiknya | Masuk | KabinetUlama | Turki: | Muslim | Dunia | Abaikan | RohingyaSheikh | Mahmoud | Alfar | lingkungan | Shnir | shekel | juta). | kasus | pertama | pernah | terjadi | seperti | dilansir | Times, | 2016.Keluarga | menyesalkan | sanksi | alasan | masalah | dapat | diselesaikan | dialog | ketimbang | hukuman. | Segalanya | secara | saling | menghormati | bukannya | pemaksaan | hukuman, | Sheikh | Alfar, | kakak | Alfar.Pemerintah | sedang | menggodok | undang-undang | melakukan | pembatasan | volume | suara | tempat-tempat | ibadah, | termasuk | masjid.Namun | mengatakan  | dirinya | tidak | menahu | terkait | undang-undang  | masih | berbentuk | rancangan | bahkan | belum | mendapat | pemberitahuan | sebelumnya.Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | mendukung | dikritik | Muslim, | Yahudi | Kristen | tersebut. | Menurut | Netanyahu, | banyak | warganya  | mengeluh | bising | dipasang | masjid.Meskipun | aturan | tersebut | ditujukan | semua | tempat | disinyalir | khusus | menargetkan | masjid.IB | TIMES|HAREETZ|YON | DEMA |

Senin, 28 November 2016

Kumandangkan Adzan, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

ISRAEL (KRjogja.com) - Hanya karena mengumandangkan Adzan pada waktu Subuh, seorang Imam Masjid di Palestina dikenakan sanksi denda. Adzan Subuh itu dikumandangkan di kota Lod, sekitar 15 km arah Tenggara dari Tel Aviv.

Pihak berwenang di kota Lod kemudian menghukum denda seorang Imam Masjid Palestina karena mengumandangkan Adzan dengan menggunakan pengeras suara. Hukuman denda bagi Imam Palestina itu 750 shekel atau sekitar Rp 2,6 juta.

Imam masjid itu bernama Syaikh Mahmoud Alfar. Ia merupakan warga Palestina yang tinggal di lingkungan Shnir di Lod. Hukuman denda bagi ini menjadi kasus pertama pemberian sanksi atas larangan Adzan, pasca diajukannya RUU Anti-Adzan Israel di Knesset.

Pihak keluarga Syaikh Alfar, pun tidak habis pikir, bahwa hanya karena kumandang Adzan, keluarganya didenda. Padahal solusi atas hal ini dapat dibicarakan melalui dialog.

“Tidak ada keraguan bahwa kota ini [Lod] mengambil keuntungan dari suasana dan pengajuan ‘RUU anti-Adzan’ dalam rangka agar tampak memerangi para muadzin di Lod, dengan mengutip ketetapan hukum yang akan menghalangi kami,” ujar, Syaikh Adel Alfar, saudara Imam Masjid Syaikh Mahmoud.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, telah memberikan dukungannya agar rancangan undang-undang Anti- Adzan ini dapat disahkan Parlemen Israel, walaupun penduduk Muslim, Kristen, dan Yahudi memberikan kritikan pedasnya atas RUU itu. (*)

"

| Kumandangkan | Adzan, | Imam | Palestina | Didenda | Juta | ISRAEL | (KRjogja | com)< | strong> | Hanya | karena | mengumandangkan | Adzan | pada | waktu | Subuh | seorang | Masjid | dikenakan | sanksi | denda | dikumandangkan | kota | sekitar | arah | Tenggara | dari | Aviv | p> Pihak | berwenang | kemudian | menghukum | dengan | menggunakan | pengeras | suara | Hukuman | bagi | shekel | atau | juta | p> Imam | masjid | bernama | Syaikh | Mahmoud | Alfar | merupakan | warga | yang | tinggal | lingkungan | Shnir | menjadi | kasus | pertama | pemberian | atas | larangan | pasca | diajukannya | Anti | Israel | Knesset | keluarga | tidak | habis | pikir | bahwa | hanya | kumandang | keluarganya | didenda | Padahal | solusi | dapat | dibicarakan | melalui | dialog | p> “Tidak | keraguan | [Lod] | mengambil | keuntungan | suasana | pengajuan | ‘RUU | anti | Adzan’ | dalam | rangka | agar | tampak | memerangi | para | muadzin | mengutip | ketetapan | hukum | akan | menghalangi | kami | ujar | Adel | saudara | p> Perdana | Menteri | Benyamin | Netanyahu | telah | memberikan | dukungannya | rancangan | undang | disahkan | Parlemen | walaupun | penduduk | Muslim | Kristen | Yahudi | kritikan | pedasnya | (*)< | strong>< | p> |

Kumandangkan Adzan, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

ISRAEL (KRjogja.com) - Hanya karena mengumandangkan Adzan pada waktu Subuh, seorang Imam Masjid di Palestina dikenakan sanksi denda. Adzan Subuh itu dikumandangkan di kota Lod, sekitar 15 km arah Tenggara dari Tel Aviv.

Pihak berwenang di kota Lod kemudian menghukum denda seorang Imam Masjid Palestina karena mengumandangkan Adzan dengan menggunakan pengeras suara. Hukuman denda bagi Imam Palestina itu 750 shekel atau sekitar Rp 2,6 juta.

Imam masjid itu bernama Syaikh Mahmoud Alfar. Ia merupakan warga Palestina yang tinggal di lingkungan Shnir di Lod. Hukuman denda bagi ini menjadi kasus pertama pemberian sanksi atas larangan Adzan, pasca diajukannya RUU Anti-Adzan Israel di Knesset.

Pihak keluarga Syaikh Alfar, pun tidak habis pikir, bahwa hanya karena kumandang Adzan, keluarganya didenda. Padahal solusi atas hal ini dapat dibicarakan melalui dialog.

“Tidak ada keraguan bahwa kota ini [Lod] mengambil keuntungan dari suasana dan pengajuan ‘RUU anti-Adzan’ dalam rangka agar tampak memerangi para muadzin di Lod, dengan mengutip ketetapan hukum yang akan menghalangi kami,” ujar, Syaikh Adel Alfar, saudara Imam Masjid Syaikh Mahmoud.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, telah memberikan dukungannya agar rancangan undang-undang Anti- Adzan ini dapat disahkan Parlemen Israel, walaupun penduduk Muslim, Kristen, dan Yahudi memberikan kritikan pedasnya atas RUU itu. (*)

"

| Kumandangkan | Adzan, | Imam | Palestina | Didenda | Juta | ISRAEL | (KRjogja | com)< | strong> | Hanya | karena | mengumandangkan | Adzan | pada | waktu | Subuh | seorang | Masjid | dikenakan | sanksi | denda | dikumandangkan | kota | sekitar | arah | Tenggara | dari | Aviv | p> Pihak | berwenang | kemudian | menghukum | dengan | menggunakan | pengeras | suara | Hukuman | bagi | shekel | atau | juta | p> Imam | masjid | bernama | Syaikh | Mahmoud | Alfar | merupakan | warga | yang | tinggal | lingkungan | Shnir | menjadi | kasus | pertama | pemberian | atas | larangan | pasca | diajukannya | Anti | Israel | Knesset | keluarga | tidak | habis | pikir | bahwa | hanya | kumandang | keluarganya | didenda | Padahal | solusi | dapat | dibicarakan | melalui | dialog | p> “Tidak | keraguan | [Lod] | mengambil | keuntungan | suasana | pengajuan | ‘RUU | anti | Adzan’ | dalam | rangka | agar | tampak | memerangi | para | muadzin | mengutip | ketetapan | hukum | akan | menghalangi | kami | ujar | Adel | saudara | p> Perdana | Menteri | Benyamin | Netanyahu | telah | memberikan | dukungannya | rancangan | undang | disahkan | Parlemen | walaupun | penduduk | Muslim | Kristen | Yahudi | kritikan | pedasnya | (*)< | strong>< | p> |

Minggu, 27 November 2016

Warga Palestina ke Duri Berikan Edukasi, Masjid Al Aqsa Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam

Warga Palestina ke Duri Berikan Edukasi, Masjid Al Aqsa Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam

Dua warga Palestina didampingi pengurus KNRP saat jumpa pers dengan sejumlah media di Duri.

DURI - Kondisi Palestina saat ini merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam di seluruh Dunia. Demikian disampaikan Bilal Ahmed, perwakilan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) asal Gaza di Duri, Minggu (27/11/2016).

>Baca Juga: Palestina Bantu Padamkan Kebakaran Hebat di Israel

"Masjid Al Aqsa yang saat ini diduduki oleh Israel merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam untuk membebaskannya," ujar Bilal melalui translaternya Ewa kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Bilal menambahkan, masyarakat Palestina saat ini juga terus merasakan dampak embargo yang dilakukan Israel.

>Baca Juga: Konser Peduli Palestina di Dumai Kumpulkan Sumbangan Rp 617 Juta

"Masyarakat Palestina hanya mendapatkan listrik tidak lebih dari 6 jam per hari. Begitu juga obat-obatan sangat kurang. Namun karena kuasa Allah, rakyat Palestina tetap bisa bertahan," ungkapnya lagi.

Bilal sendiri mengunjungi Indonesia dalam rangka memberikan informasi dan edukasi terkait ke-Palestinaan bagi masyarakat Indonesia. "Mohon do'a dari masyarakat Indonesia untuk kami," pungkasnya. *** #BENGKALIS

"

| Warga | Palestina | Duri | Berikan | Edukasi, | Masjid | Aqsa | Tanggung | Jawab | Seluruh | Umat | Islam | warga | didampingi | pengurus | KNRP | saat | jumpa | pers | dengan | sejumlah | media | Duri. DURI | Kondisi | merupakan | tanggung | jawab | seluruh | umat | Dunia. | Demikian | disampaikan | Bilal | Ahmed, | perwakilan | Komite | Nasional | untuk | Rakyat | (KNRP) | asal | Gaza | Duri, | Minggu | (27/11/2016). Baca | Juga: | Konser | Peduli | Dumai | Kumpulkan | Sumbangan | Juta Masyarakat | hanya | mendapatkan | listrik | tidak | lebih | dari | hari. | Begitu | juga | obat-obatan | sangat | kurang. | Namun | karena | kuasa | Allah, | rakyat | tetap | bisa | bertahan, | ungkapnya | lagi. Bilal | sendiri | mengunjungi | Indonesia | dalam | rangka | memberikan | informasi | edukasi | terkait | ke-Palestinaan | bagi | masyarakat | Indonesia. | Mohon | kami, | pungkasnya. | #BENGKALIS |

Rabu, 30 November 2016

Tugas Semua Umat Islam Merangkul Palestina

IMG-4046

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kininews/ist)

ISTANBUL, kini.co.id â€" Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap semua umat muslim di dunia bisa bersatu untuk melindungi Yerusalem. Erdogan meminta umat Islam tak lelah membela Palestina dari penguasaan Israel.

“Ini adalah tugas semua umat Islam untuk merangkul Palestina dan melindungi Yerusalem,” ujar Erdogan.

Bahkan Presiden Turki tak ingin penjagaan Masjid Al-Aqsa oleh para anak dengan senjata batu. Dia juga menyindir Israel yang hendak mengurangi volume masjid saat terdengar panggilan azan.

Erdogan menyampaikan hal ini di simposium parlemen Yerusalem di Istanbul Turki, Selasa (29/11) kemarin. Dia sengaja menyatakan itu sebelum Israel dan Turki mempersiapkan pertukaran duta besar sebagai bagian dari kesepakatan rekonsiliasi.

"

| Tugas | Semua | Umat | Islam | Merangkul | Palestina | Presiden | Turki | Recep | Tayyip | Erdogan | (kininews | ist)< | p> < | div> ISTANBUL< | strong> | kini | berharap | semua | umat | muslim | dunia | bisa | bersatu | untuk | melindungi | Yerusalem | meminta | lelah | membela | dari | penguasaan | Israel | p> “Ini | adalah | tugas | merangkul | ujar | p> Bahkan | ingin | penjagaan | Masjid | Aqsa | oleh | para | anak | dengan | senjata | batu | juga | menyindir | yang | hendak | mengurangi | volume | masjid | saat | terdengar | panggilan | azan | p> Erdogan | menyampaikan | simposium | parlemen | Istanbul | Selasa | kemarin | sengaja | menyatakan | sebelum | mempersiapkan | pertukaran | duta | besar | sebagai | bagian | kesepakatan | rekonsiliasi | div> |

Jumat, 02 Desember 2016

Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!

ACEHTERKINI.COM | SELURUH  gereja Palestina yang berada di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan adzan. Sikap dewan gereja Palestina ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap hubungan harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina. Demikian dikutip dari Ahram Online.
Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!>
Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan [ Disediakan oleh Islampos.com ]

Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan bersama warga Muslim.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan adzan oleh Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa kumandang adzan yang terlalu keras menimbulkan suara bising yang mengganggu.

Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama Kristen, Islam dan Yahudi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan ‘menara mesjid tidak akan pernah dibungkam’ seraya menyerukan lantunan adzan bersama-sama.

Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas, menyebut seruan adzan adalah panggilan umat Muslim untuk beribadah yang merupakan salah satu ritual keagamaan yang dijamin dalam seluruh agama. “Aturan itu tak akan membungkam suara adzan di Palestina,” serunya.

Sedangkan Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa’ada, mengutuk keras upaya Israel melarang seruan adzan. Menurutnya, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik.

“Pengikut Palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel,” tegas Yousef.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Israel memang menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi volume suara adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di Palestina. RUU tersebut telah lolos dari pengujian Komite Kementerian dan akan diserahkan kepada parlemen. Namun, sementara ini RUU masih mandek karena Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dengan tegas menolak dan meminta pembahasan lain sebelum RUU itu sampai ke badan legislatif.  [ islampos.com ]

"

| Gereja-gereja | Palestina | Ramai-ramai | Kumandangkan | Adzan! | ins>< | div> ACEHTERKINI | COM< | SELURUH |  gereja | yang | berada | Kota | Nazareth | menunjukkan | solitasnya | dengan | turut | mengumandangkan | adzan | Sikap | dewan | gereja | merup | bentuk | dukungan | penuh | terhadap | hubungan | harmonis | antara | warga | Muslim | Kristen | Demikian | dikutip | Ahram | Online | td> < | tr>Bukan | hanya | Yerusalem | naik | atap | rumah | bersama | sama | Disedi | oleh | Islampos | tr>< | tbody>< | table>Bukan | Dalam | sebuah | rekaman | video | beredar | media | sosial | para | penduduk | terdengar | melafalkan | sebagai | protes | atas | rencana | pelarangan | Israel | p>Perdana | Menteri | (PM) | Benyamin | Netanyahu | mengat | bahwa | kumandang | keras | menimbulkan | suara | bising | mengganggu | p>Massa | terdiri | organisasi | perwakilan | umat | tiga | agama | Islam | Yahudi | menggelar | aksi | menyerukan | slogan | ‘menara | mesjid | pernah | dibungkam’ | seraya | lantunan | p>Mufti | Sheikh | Ahmed | Shobas | menyebut | seruan | adalah | panggilan | untuk | beribadah | salah | satu | ritual | keagamaan | dijamin | dalam | seluruh | “Aturan | membungkam | serunya | p>Sedangkan | Uskup | Gereja | Katolik | Nablus | Yousef | Sa’ada | mengutuk | upaya | melarang | Menurutnya | menand | pendudukan | mengalami | kejatuhan | etika | moral | politik | p>“Pengikut | semua | bersatu | menolak | digagas | bukti | keruntuhan | dialami | tegas | p>Dalam | beberapa | pekan | terakhir | Pemerintah | memang | menggodok | rancangan | undang | (RUU) | bertujuan | membatasi | volume | dikumandangkan | masjid | tersebut | telah | lolos | pengujian | Komite | Kementerian | diserahkan | kepada | parlemen | Namun | sementara | masih | mandek | karena | Kesehatan | Yaakov | Litzman | meminta | pembahasan | lain | sampai | badan | legislatif | islampos |

Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!

ACEHTERKINI.COM | SELURUH  gereja Palestina yang berada di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan adzan. Sikap dewan gereja Palestina ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap hubungan harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina. Demikian dikutip dari Ahram Online.
Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!>
Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan [ Disediakan oleh Islampos.com ]

Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan bersama warga Muslim.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan adzan oleh Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa kumandang adzan yang terlalu keras menimbulkan suara bising yang mengganggu.

Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama Kristen, Islam dan Yahudi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan ‘menara mesjid tidak akan pernah dibungkam’ seraya menyerukan lantunan adzan bersama-sama.

Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas, menyebut seruan adzan adalah panggilan umat Muslim untuk beribadah yang merupakan salah satu ritual keagamaan yang dijamin dalam seluruh agama. “Aturan itu tak akan membungkam suara adzan di Palestina,” serunya.

Sedangkan Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa’ada, mengutuk keras upaya Israel melarang seruan adzan. Menurutnya, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik.

“Pengikut Palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel,” tegas Yousef.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Israel memang menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi volume suara adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di Palestina. RUU tersebut telah lolos dari pengujian Komite Kementerian dan akan diserahkan kepada parlemen. Namun, sementara ini RUU masih mandek karena Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dengan tegas menolak dan meminta pembahasan lain sebelum RUU itu sampai ke badan legislatif.  [ islampos.com ]

"

| Gereja-gereja | Palestina | Ramai-ramai | Kumandangkan | Adzan! | ins>< | div> ACEHTERKINI | COM< | SELURUH |  gereja | yang | berada | Kota | Nazareth | menunjukkan | solitasnya | dengan | turut | mengumandangkan | adzan | Sikap | dewan | gereja | merup | bentuk | dukungan | penuh | terhadap | hubungan | harmonis | antara | warga | Muslim | Kristen | Demikian | dikutip | Ahram | Online | td> < | tr>Bukan | hanya | Yerusalem | naik | atap | rumah | bersama | sama | Disedi | oleh | Islampos | tr>< | tbody>< | table>Bukan | Dalam | sebuah | rekaman | video | beredar | media | sosial | para | penduduk | terdengar | melafalkan | sebagai | protes | atas | rencana | pelarangan | Israel | p>Perdana | Menteri | (PM) | Benyamin | Netanyahu | mengat | bahwa | kumandang | keras | menimbulkan | suara | bising | mengganggu | p>Massa | terdiri | organisasi | perwakilan | umat | tiga | agama | Islam | Yahudi | menggelar | aksi | menyerukan | slogan | ‘menara | mesjid | pernah | dibungkam’ | seraya | lantunan | p>Mufti | Sheikh | Ahmed | Shobas | menyebut | seruan | adalah | panggilan | untuk | beribadah | salah | satu | ritual | keagamaan | dijamin | dalam | seluruh | “Aturan | membungkam | serunya | p>Sedangkan | Uskup | Gereja | Katolik | Nablus | Yousef | Sa’ada | mengutuk | upaya | melarang | Menurutnya | menand | pendudukan | mengalami | kejatuhan | etika | moral | politik | p>“Pengikut | semua | bersatu | menolak | digagas | bukti | keruntuhan | dialami | tegas | p>Dalam | beberapa | pekan | terakhir | Pemerintah | memang | menggodok | rancangan | undang | (RUU) | bertujuan | membatasi | volume | dikumandangkan | masjid | tersebut | telah | lolos | pengujian | Komite | Kementerian | diserahkan | kepada | parlemen | Namun | sementara | masih | mandek | karena | Kesehatan | Yaakov | Litzman | meminta | pembahasan | lain | sampai | badan | legislatif | islampos |

Jumat, 09 Desember 2016

Israel Larang Warga Palestina Dikubur di Pemakaman Bersejarah

Rezim Israel ingin menguasai komplek pemakaman Muslim bersejarah di Yerusalem, Bab Al Rahma.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000

Dream - Pasukan pendudukan Israel melarang warga Palestina di Yerusalem memakamkan saudara mereka yang meninggal di sisi utara komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma. Situs pemakaman bersejarah itu telah disita oleh Otoritas Situs Antik Israel.

Warga lingkungan Silwan, kota tetangga Yerusalem, kerap memakamkan saudara mereka di situs bersejarah tersebut. Ini lantaran letak pemakaman lain yang sangat jauh.

Sebelumnya, rezim Israel telah melarang warga Palestina dimakamkan di sisi selatan komplek Bab Al Rahma. Larangan tersebut diberlakukan pada awal tahun ini.

Israel kini mengelola 6.000 meter perseegi dari 20.000 meter persegi luas komplek pemakaman itu. Situs pemakaman suci tersebut terletak di komplek Masjid Al Aqsa yang masuk wilayah pendidikan Yerusalem Timur.

Otoritas Situs Antik Israel tertarik mengelola komplek pemakaman Muslim itu. Beberapa pejabat dikawal polisi pernah berusaha menghancurkan sejumlah makam hingga menggali jenazah di dalamnya.

" Israel menganggap sisi selatan pemakaman itu sebagai bagian dari Kuil Pertama (Kuil Solomon), dan menginginkan sisi utara juga dikelola menjadi taman nasional Yahudi," ujar aktivis politik dan Kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, Jawad Siyam.

" Mereka selangkah demi selangkah mengambil alih seluruh pemakaman. Dengan mengkavling-kavling makam itu, mereka perlahan-lahan akan menguasai pemakaman," kata Siyam.

Pada Selasa, tentara pendudukan Israel melarang warga Palestina memakamkan jenazah Khadeeja Abu Al Dulah, 70 tahun.

Cucu Al Dulah, yang menggali makam ditangkap dan dihalangi agar tidak memakamkan neneknya di Bab Al Rahma.

Lebih parahnya, rezim Israel memaksa warga Palestina menggali kembali makam para saudaranya dan memindahkan jenazah mereka ke pemakaman lain.

Komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma telah dikelola oleh Komite Pelestarian Pemakaman dan Wakaf Islam Yerusalem. Pengelolaan ini telah berjalan selama 1.400 tahun.

Komplek tersebut menjadi peristirahatan terakhir beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Obada Bin Al Samet dan Shaddad Bin Aws Al Taei, martir Islam yang meninggal di masa Salahuddin Al Ayyubi memimpin perang pembebasan Yerusalem dari Pasukan Salib pada 1187 juga dimakamkan di komplek tersebut.

" Bahkan orang yang sudah mati tak luput dari penindasan Israel," kata Siyam.

(Sah/Sumber: gulfnews.com)

Sisi Religi Laudya Cynthia Bella - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Parlemen Israel Tunda Voting RUU Larangan Azan

  • imageimage>

    Presiden Israel Kutuk Larangan Azan di Masjid

  • imageimage>

    Israel: Terimakasih Palestina

"

| Israel | Larang | Warga | Palestina | Dikubur | Pemakaman | Bersejarah | Rezim | ingin | menguasai | komplek | pemakaman | Muslim | bersejarah | Yerusalem | Rahma | h5> | Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span> | p> Dream< | strong> | Pasukan | pendudukan | melarang | warga | Palestina< | memakamkan | saudara | yang | meninggal | sisi | utara | Muslim< | Situs | telah | disita | oleh | Otoritas | Antik | p> Warga | lingkungan | Silwan | kota | tetangga | kerap | situs | tersebut | lantaran | letak | lain | sangat | jauh | p> Senya | rezim | dimakamkan | selatan | Larangan | diberlakukan | pada | awal | tahun | p> Israel | kini | mengelola | meter | perseegi | persegi | luas | suci | terletak | Masjid< | Aqsa | masuk | wilayah | pendidikan< | Timur | p> Otoritas | tertarik | Beberapa | pejabat | dikawal | polisi | pernah | berusaha | menghancurkan | sejumlah | makam | menggali | jenazah | dalamnya | menganggap | sebagai | bagian | Kuil | Pertama | (Kuil | Solomon) | menginginkan | juga | dikelola | menjadi | taman | nasional | Yahudi | ujar | aktivis | politik | Kepala< | Pusat | Informasi | Wadi | Hilweh | Jawad | Siyam | Mereka | selangkah | demi | mengambil | alih | seluruh | Dengan | mengkavling | kavling | perlahan | lahan | kata | p> Pada | Selasa | tentara | Khadeeja | Dulah | p> Cucu | ditangkap | dihalangi | agar | neneknya | p> Lebih | parahnya | memaksa | kembali | para | saudaranya | memindahkan | p> Komplek | Komite | Pelestarian | Wakaf< | Islam< | Pengelolaan | berjalan | selama | peristirahatan | terakhir | beberapa | sahabat | Nabi | Muhammad | SAW< | Selain | Obada | Samet | Shaddad | Taei | martir | Islam | masa | Salahuddin | Ayyubi | memimpin | perang | pembebasan | Salib | 1187 | Bahkan | orang | mati | luput | penindasan | p> (Sah | Sumber: | gulfnews | com< | em>)< | p> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | div> < | p>Sisi | Religi | Laudya | Cynthia | Bella | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Parlemen | Tunda | Voting | Azan< | p> < | li> < | a> Presiden | Kutuk | Azan | a> Israel: | Terimakasih | ul>< | div> |