Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bentrokan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bentrokan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Rabu, 30 November 2016

Pemuda Palestina Dibui 16 Tahun Atas Penikaman Warga Israel

Tel Aviv - Pengadilan Israel menjatuhkan vonis 16 tahun penjara terhadap seorang pemuda Palestina. Pemuda berusia 21 tahun ini dinyatakan bersalah menikam seorang warga Israel hingga luka-luka pada Mei lalu.

Disampaikan Kementerian Kehakiman Israel, seperti dilansir AFP, Kamis (1/12/2016), pemuda Palestina bernama Mohammed Bader (21) itu didakwa menikam seorang warga Yahudi ultra-Ortodoks pada 16 Mei lalu. Penikaman terjadi saat korban sedang berjalan bersama istri dan dua anaknya.

Dalam persidangan, Bader mengaku bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan. Bader diketahui berasal dari wilayah Abu Dis, Tepi Barat.

Sejumlah hukuman tegas dijatuhkan kepada sejumlah warga Palestina yang dinyatakan bersalah atas serangan serupa, beberapa waktu terakhir. Otoritas Israel menyebutnya sebagai gelombang serangan besar-besaran terhadap warganya.

Pada Senin (28/11) waktu setempat, pengadilan Israel menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap seorang warga Palestina atas pembunuhan dua warga Israel dalam serangan penikaman di Tel Aviv tahun 2015. Satu warga Israel lainnya luka-luka dalam serangan yang sama.

Dalam persidangan terpisah di Lod, dekat Tel Aviv, pengadilan menjatuhkan vonis 16 tahun 6 bulan untuk seorang warga Palestina lainnya.

Penghitungan AFP mencatat, sedikitnya 241 warga Palestina, 36 warga Israel, dua warga Amerika, satu warga Yordania, satu warga Eritrea dan satu warga Sudan tewas dalam serangkaian serangan sejak Oktober.

Kebanyakan warga Palestina yang tewas diklaim otoritas Israel, sebagai pelaku serangan penikaman maupun serangan bersenjata dan aksi menabrak kerumunan orang dengan mobil. Sedangkan beberapa warga Palestina lainnya tewas dalam unjuk rasa atau bentrokan dengan tentara Israel, juga akibat serangan udara Israel di wilayah Gaza.

(nvc/fdn)

"

| Pemuda | Palestina | Dibui | Tahun | Atas | Penikaman | Warga | Israel | Aviv< | strong> | Pengadilan | menjatuhkan | vonis | tahun | penjara | terhadap | seorang | pemuda | berusia | dinyatakan | bersalah | menikam | warga | hingga | luka | pada | lalu | Disampaikan | Kementerian | Kehakiman | seperti | dilansir | AFP< | Kamis | 2016) | bernama | Mohammed | Bader | (21) | didakwa | Yahudi | ultra | Ortodoks | terjadi | saat | korban | sedang | berjalan | bersama | istri | anaknya | p>Dalam | persidangan | mengaku | atas | dakwaan | percobaan | pembunuhan | diketahui | berasal | dari | wilayah | Tepi | Barat | p>Sejumlah | hukuman | tegas | dijatuhkan | kepada | sejumlah | yang | serangan | serupa | beberapa | waktu | terakhir | Otoritas | menyebutnya | sebagai | gelombang | besar | besaran | warganya | p>Pada | Senin | setempat | pengadilan | seumur | hidup | dalam | penikaman | Aviv | 2015 | Satu | lainnya | sama | terpisah | dekat | bulan | untuk | p>Penghitungan | mencatat | sedikitnya | Amerika | satu | Yordania | Eritrea | Sudan | tewas | serangkaian | sejak | Oktober | p>Kebanyakan | diklaim | otoritas | pelaku | maupun | bersenjata | aksi | menabrak | kerumunan | orang | dengan | mobil | Sedangkan | unjuk | rasa | atau | bentrokan | tentara | juga | akibat | udara | Gaza | p>(nvc | fdn)< |

Jumat, 09 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Kamis, 08 Desember 2016

Berlari Sambil Membawa Pisau, Remaja Palestina Tewas Ditembak di Tepi Barat

Tepi Barat, - Seorang warga Palestina tewas ditembak polisi Israel di wilayah Tepi Barat hari ini. Remaja Palestina tersebut ditembak saat berlari mendekati polisi sembari membawa sebilah pisau.

Juru bicara kepolisian Israel Luba Samri mengatakan, remaja putra berumur 18 tahun itu turun dari sebuah bus di persimpangan utama Tepi Barat dan tampak mencurigakan bagi para polisi perbatasan yang ditempatkan di sana.

"Tersangka tidak mengindahkan seruang mereka untuk berhenti, malah terus bergerak ke arah mereka dan pada suatu titik dia mengeluarkan pisau dan mulai berlari menuju mereka. Pasukan melepas tembakan ke teroris itu," ujar Samri seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (8/12/2016).

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi warga Palestina itu tewas dalam insiden tersebut. Namun tidak dijelaskan lebih rinci mengenai identitas remaja yang berasal dari kota Qalqilya, Tepi Barat itu.

Gelombang aksi penikaman dan serangan lainnya marak sejak Oktober 2015, namun kekerasan tersebut telah banyak berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Oktober 2015, menurut penghitungan media AFP, sebanyak 242 warga Palestina, 36 warga Israel, dua warga Amerika Serikat, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan seorang warga Sudan telah tewas dalam kekerasan tersebut. Menurut otoritas Israel, kebanyakan warga Palestina yang tewas tersebut membawa pisau. Sebagian lainnya tewas dalam bentrokan yang terjadi saat aksi-aksi demo.
(ita/ita)

"

| Berlari | Sambil | Membawa | Pisau, | Remaja | Palestina | Tewas | Ditembak | Tepi | Barat | strong> | Seorang | warga | tewas | ditembak | polisi | Israel | wilayah | hari | tersebut | saat | berlari | mendekati | sembari | membawa | sebilah | pisau | Juru | bicara | kepolisian | Luba | Samri | mengat | remaja | putra | berumur | tahun | turun | sebuah | persimpangan | utama | tampak | mencurig | bagi | para | perbatasan | yang | ditempatkan | sana | p>Tersangka | mengindahkan | seruang | untuk | berhenti | malah | terus | bergerak | arah | pada | suatu | titik | mengeluarkan | mulai | menuju | Pasukan | melepas | temb | teroris | ujar | seperti | dilansir | kantor | berita | Reuters | Kamis | 2016) | p>Kementerian | Kesehatan | mengkonfirmasi | dalam | insiden | Namun | dijelaskan | lebih | rinci | mengenai | identitas | berasal | kota | Qalqilya | p>Gelombang | aksi | penikaman | serangan | lainnya | marak | sejak | Oktober | 2015 | kekerasan | telah | banyak | berkurang | beberapa | bulan | terakhir | p>Sejak | menurut | penghitungan | media | sebanyak | Amerika | Serikat | seorang | Yordania | Eritrea | Sudan | Menurut | otoritas | kebany | Sebagian | bentrokan | terjadi | demo | (ita | ita)< |