Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Intifada. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Intifada. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Minggu, 27 November 2016

Kisah Partai-Partai Komunis Palestina Melawan Israel

tirto.id - Ketika George Habash, pendiri Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang berhaluan Marxis-Leninis, wafat pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina pun berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang berasal dari Hamas menyampaikan duka cita yang mendalam. “Sekarang sekali lagi,” kata Haniyeh, “kita kehilangan orang yang mendermakan seluruh hidupnya untuk pembebasan Palestina.”

Palestinian Islamic Jihad, organisasi perlawanan berbasis Islam Sunni di Palestina, juga mengakui kehilangan Habash. “Kami memuji amal George Habash yang seluruh hidupnya terus berjuang dan melawan pendudukan Israel,” kata mereka dalam rilis resminya.

Pemakaman Habash dihadiri oleh hampir semua tokoh-tokoh penting Palestina dari berbagai faksi dan golongan. Mahmoud Abash, Presiden Palestina saat itu, mengumumkan perkabungan resmi di seluruh wilayah Palestina selama tiga hari.

Habash, seorang yang dilahirkan dari keluarga beragama Kristen Ortodoks, adalah salah satu bukti nyata betapa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah cerita perlawanan yang penuh warna. Bahwa kemerdekaan Palestina diperjuangkan oleh seluruh warga Palestina, dari yang kiri maupun kanan, dari yang moderat sampai radikal, dari yang Islam sampai Kristen, dari yang ateis sampai agamis.

PFLP yang didirikan Habash pada 1967 menjadi salah satu kelompok terbesar yang bergabung dalam Palestine Liberation Organization (PLO). Pada 1969, FPLP mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang berhaluan Marxis-Leninis sembari tetap mengakui Pan Arabisme. PFLP memandang perjuangan kemerdekaan Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari usaha membebaskan dunia Arab dari imperialisme Barat.

Habash sering dianggap sebagai antitesis Yasser Arafat, pemimpin Fatah sekaligus pemimpin PLO. Jika Arafat sering dianggap terlalu moderat, Habash adalah kebalikannya: radikal, tak sudi berkompromi.

Pada 1993, menyusul disepakatinya Persetujuan Oslo,  Habash dan PFLP memutuskan meninggalkan PLO dan Arafat. Mereka menganggap Arafat dan PLO terlalu banyak memberi konsesi kepada Israel. Habash dan PLO kemudian berkongsi dengan kelompok perlawanan non-PLO, seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.

Habash bukan hanya berkata-kata. Kelompoknya memperlihatkan komitmen yang kuat betul untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tindakan-tindakan perlawanan bersenjata mereka lakukan. Pada September 1970, mereka membajak empat pesawat. Tiga pesawat mendarat darurat di landasan dekat Zarka, Yordania, bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang oleh PFLP dideklarasikan sebagai "Bandara Revolusi".

Sejarah komunisme di tanah Palestina bahkan sudah jauh lebih tua dari itu. Partai Komunis Palestina (PKP) sudah berdiri pada 1919 dan diakui oleh Cominter pada 1924. Awalnya Comintern enggan mengakui karena tidak yakin PKP dapat membebaskan diri dari pengaruh zionisme. Namun Comintern akhirnya bersedia mengakui PKP karena organisasi tersebut mendeklarasikan zionisme sebagai borjuasi Yahudi yang bersekutu dengan kekuatan imperialisme Barat.

Partai Komunis Palestina sempat tidak kedengaran namanya karena bertahun-tahun menyebar dalam berbagai faksi. Salah satu organ perjuangan berhaluan komunis, persisnya Marxis-Leninis, ya PFLP yang didirikan Habash.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP). Partai baru menjalin hubungan dengan PLO, dan bergabung dengan PLO pada 1987. Anggota PKP termasuk dalam Komite Eksekutif PLO pada bulan April tahun itu juga.

PKP merupakan salah satu dari empat komponen utama Intifada pertama. Mereka memainkan memainkan peran penting dalam memobilisasi dukungan akar rumput untuk bangkit melawan pendudukan Israel.

Infografik Partai Komunis Palestina

Setelah Uni Sovyet bubar, PKP menghadapi dilema teoritis yang tidak mudah. Di bawah kepemimpinan Bashir Barghouti, PKP kemudian merumuskan ulang identitasnya. Dari sanalah mereka mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina (PRP). Mereka meniadakan “komunis” sebagai nama partai.

Mereka beralasan bahwa perjuangan kelas di Palestina harus ditunda karena situasi yang khas Palestina. rakyat Palestina masih melancarkan perjuangan pembebasan nasional di mana unsur-unsur dari semua kelas harus bersatu. Kendati demikian, Marxisme masih diakui sebagai ideologi partai.

Adapun PFLP akhirnya mulai ikut pemilihan legislatif Palestina pada 2006 silam. Tiga orang dari partai ini berhasil menang dan duduk di parlemen Palestina. Salah satunya adalah Ahmad Sa’adat, pemimpin ketiga PFLP setelah Habash, dan Abu Ali Mustafa, yang mati diledakan misil di kantornya.

Kini, di bawah pimpinan Ahmad Sa’adat, tampang garang PFLP belum lekang. Gerakan bersenjata mereka masih sering jadi agenda. Serangan terhadap Israel jadi target utama mereka. Sa’adat sendiri kini masih ditahan oleh pemerintah Israel karena tuduhan sebagai teroris.

Di sana, PFLP tentu bukan satu-satunya partai yang sekaligus kelompok pergerakan yang terus berjuang demi Palestina. Tercatat, ada 16 partai lainnya yang masih tumbuh di sana. Selain PFLP dan PKP, rupanya ada dua lagi partai berbasis ideologi kiri di antara partai-partai itu yaitu Barisan Demokratis Pembebasan Palestina atau Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP), yang merupakan pecahan PFLP. 

DFLP sempat kehilangan pamor karena kepemimpinannya yang bertempat di Damaskkus. Persetujuan Oslo juga berdampak serius pada kekuatan DFLP. Kapasitas militer DFLP merosot drastis karena gencatan senjata antara PLO dan Israel sebagai buah Persetujuan Oslo .

Namun mereka berperan kembali terutama sejak dimulainya Intifada kedua pada 2000. DFLP melakukan banyak sekali serangan bersenjata terhadap militer Israel. Pada 25 Agustus 2001, mereka melakukan serangan serius terhadap pangkalan militer Israel di Gaza.

(tirto.id : aad/zen)

"

| Kisah | Partai-Partai | Komunis | Palestina | Melawan | Israel | tirto.id | Ketika | George | Habash, | pendiri | Front | Rakyat | untuk | Pembebasan | atau | Popular | Liberation | Palestine (PFLP) | yang | berhaluan | Marxis-Leninis, | wafat | pada | 2008, | seluruh | faksi | politik | berkabung. | Kematian | sang | komunis | konsisten, | dianggap | sebagai | duka | bagi | anak | bangsa | Palestina.Perdana | Menteri | Ismail | Haniyeh | berasal | dari | Hamas menyampaikan | cita | mendalam. | “Sekarang | sekali | lagi,” | kata | Haniyeh, | “kita | kehilangan | orang | mendermakan | hidupnya | pembebasan | Palestina.”Palestinian | Islamic | Jihad, | organisasi | perlawanan | berbasis | Islam | Sunni | Palestina, | juga | mengakui | Habash. | “Kami | memuji | amal | Habash | terus | berjuang | melawan | pendudukan | Israel,” | mereka | dalam | rilis | resminya.Pemakaman | dihadiri | oleh | hampir | semua | tokoh-tokoh | penting | berbagai | golongan. | Mahmoud | Abash, | Presiden | saat | itu, | mengumumkan | perkabungan | resmi | wilayah | selama | tiga | hari.Habash, | seorang | dilahirkan | keluarga | beragama | Kristen | Ortodoks, | adalah | salah | satu | bukti | nyata | betapa | perjuangan | kemerdekaan | cerita | penuh | warna. | Bahwa | diperjuangkan | warga | kiri | maupun | kanan, | moderat | sampai | radikal, | Kristen, | ateis | agamis.PFLP yang | didirikan | 1967 | menjadi | kelompok | terbesar | bergabung | Palestine | Organization | (PLO). | Pada | 1969, | FPLP | mendeklarasikan | diri | Marxis-Leninis | sembari | tetap | Arabisme. | PFLP | memandang | bagian | terpisahkan | usaha | membebaskan | dunia | Arab | imperialisme | Barat.Habash | sering | antitesis | Yasser | Arafat, | pemimpin | Fatah | sekaligus | PLO. | Jika | Arafat | terlalu | moderat, | kebalikannya: | sudi | berkompromi.Pada | 1993, | menyusul | disepakatinya | Persetujuan | Oslo, |  Habash | memutuskan | meninggalkan | Arafat. | Mereka | menganggap | banyak | memberi | konsesi | kepada | Israel. | kemudian | berkongsi dengan | non-PLO, | seperti | Hamas | Palestinian | Jihad.Habash | bukan | hanya | berkata-kata. | Kelompoknya | memperlihatkan | komitmen | kuat | betul | memperjuangkan | Palestina. | Tindakan-tindakan | bersenjata | lakukan. | September | 1970, | membajak | empat | pesawat. | Tiga | pesawat | mendarat | darurat | landasan | dekat | Zarka, | Yordania, | bekas | pangkalan | Angkatan | Udara | Kerajaan | Inggris, | dideklarasikan | Bandara | Revolusi.Sejarah | komunisme | tanah | bahkan | sudah | jauh | lebih | itu. | Partai | (PKP) | berdiri | 1919 | diakui | Cominter | 1924. | Awalnya | Comintern | enggan | karena | tidak | yakin | dapat | pengaruh | zionisme. | Namun | akhirnya | bersedia | tersebut | zionisme | borjuasi | Yahudi | bersekutu | dengan | kekuatan | Barat.Partai | sempat | kedengaran | namanya | bertahun-tahun | menyebar | faksi. | Salah | organ | komunis, | persisnya | Habash.Pada | Februari | 1982, | bertemu | sebuah | konferensi. | Dari | sanalah | sepakat | mendirikan | kembali | (PKP). | baru | menjalin | hubungan | PLO, | 1987. | Anggota | termasuk | Komite | Eksekutif | bulan | April | tahun | juga.PKP | merupakan | komponen | utama | Intifada | pertama. | memainkan | peran | memobilisasi | dukungan | akar | rumput | bangkit | Israel.Setelah | Sovyet | bubar, | menghadapi | dilema | teoritis | mudah. | bawah | kepemimpinan | Bashir | Barghouti, | merumuskan | ulang | identitasnya. | mengubah | (PRP). | meniadakan | “komunis” | nama | partai.Mereka | beralasan | bahwa | kelas | harus | ditunda | situasi | khas | rakyat | masih | melancarkan | nasional | mana | unsur-unsur | bersatu. | Kendati | demikian, | Marxisme | ideologi | partai.Adapun | mulai | ikut | pemilihan | legislatif | 2006 | silam. | partai | berhasil | menang | duduk | parlemen | satunya | Ahmad | Sa’adat, | ketiga | setelah | Mustafa, | mati | diledakan | misil | kantornya.Kini, | pimpinan | tampang | garang | belum | lekang. | Gerakan | jadi | agenda. | Serangan | terhadap | target | mereka. | Sa’adat | sendiri | kini | ditahan | pemerintah | tuduhan | teroris.Di | sana, | tentu | satu-satunya | pergerakan | demi | Tercatat, | lainnya | tumbuh | sana. | Selain | PFLP dan | PKP, | rupanya | lagi | antara | partai-partai | itu yaitu | Barisan | Demokratis | Democratic | (DFLP), | pecahan | PFLP. DFLP sempat | pamor | kepemimpinannya | bertempat | Damaskkus. | Persetujuan Oslo juga | berdampak | serius | DFLP. | Kapasitas | militer | DFLP merosot | drastis | gencatan | senjata | PLO dan | buah | Oslo | .Namun | berperan | terutama | sejak | dimulainya | kedua | 2000. DFLP melakukan | serangan | Agustus | 2001, | melakukan | Gaza.(tirto.id | aad/zen) |

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |