Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 1995. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 1995. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Rencana Donald Trump Pindahkan Kedubes Amerika ke Yerusalem Dikhawatirkan Picu Amarah Palestina

Laporan wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Berencana memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel ke Yerusalem, Donald Trump dikhawatirkan memicu amarah Palestina.

Presiden terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan telah menjadikan rencana pemindahan itu sebagai prioritas utamanya saat memerintah pada 2017.

Rencana pemindahan ini dihebohkan publik dan banyak media asing.

Sebab, jika Kedubes Amerika serikat untuk Israel dipindahkan ke Yerusalem, artinya Pemerintah Amerika Serikat secara tak langsung menganggap Yerusalem ibu kota Israel.

Padahal, selama ini Amerika Serikat selalu enggan mengakui Yerusalem sebagai bagian dan ibukota dari Israel, sesuai keputusan Kongres Amerika Serikat 1995.

Karena itu, rencana yang sudah diutarakan Donald Trump sejak kampanye itu dikhawatirkan dapat memicu amarah besar atas pihak lain yang terlibat dalam perebutan wilayah tersebut, Palestina.

Seperti yang dikatakan oleh seorang penasihat kepresidenan Amerika Serikat untuk isu Timur Tengah, Dennis Ross.

"Dulu juga banyak presiden yang mengumbar janji dan rencana yang sama, tapi tak mereka lakukan, sebab dapat memicu konflik di negara-negara Arab," jelas Dennis Ross.

"Yerusalem bagi warga Israel dan Palestina adalah sebuah masalah yang melibatkan emosi, mudah sekali untuk membakar emosi tersebut jika kota itu diapa-apakan," tambahnya.

Yerusalem telah lama menjadi wilayah konflik yang diperebutkan Israel dan Palestina.

Keudanya masing-masing mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota dan wilayah mereka.

Sejak Bill Clinton memerintah di Gedung Putih, presiden-presiden Amerika Serikat selalu menggunakan kebijakan tersendiri untuk mengundur rencana pemindahan kantor Kedubes Amerika Serikat ke Yerusalem.

Sebab, jika pemindahan benar-benar dilakukan, dikhawatirkan dapat memicu amarah besar warga Palestina dan negara-negara Arab lainnya. (Wall Street Journal/Fox News)

"

| Rencana | Donald | Trump | Pindahkan | Kedubes | Amerika | Yerusalem | Dikhawatirkan | Picu | Amarah | Palestina | Laporan | wartawan | Tribunnews | Ruth | Vania< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | YORK< | strong> | Berencana | memindahkan | Kedutaan | Besar | Serikat< | untuk | Israel< | Yerusalem< | Trump< | dikhawatirkan | memicu | amarah | p> Presiden | terpilih | dikabarkan | telah | menjadikan | rencana | pemindahan | sebagai | prioritas | utamanya | saat | memerintah | pada | 2017 | p> Rencana | dihebohkan | publik | banyak | media | asing | p> Sebab | jika | serikat | dipindahkan | artinya | Pemerintah | secara | langsung | menganggap | kota | p> Padahal | selama | enggan | mengakui | bagian | ibukota | sesuai | keputusan | Kongres | 1995 | p> Karena | yang | diutar | sejak | kampanye | dapat | besar | atas | pihak | lain | terlibat | dalam | perebutan | wilayah | tersebut | p> Seperti | dikat | oleh | seorang | penasihat | kepresidenan | Timur | Tengah | Dennis | Ross | p> Dulu | juga | presiden | mengumbar | janji | sama | lakukan | konflik | negara | Arab | jelas | p> Yerusalem | bagi | warga | adalah | sebuah | masalah | melibatkan | emosi | mudah | sekali | membakar | diapa | tambahnya | lama | menjadi | diperebutkan | p> Keudanya | masing | mengklaim | p> Sejak | Bill | Clinton | Gedung | Putih | menggun | kebij | tersendiri | mengundur | kantor | benar | dilakukan | lainnya | (Wall | Street | Journal | News)< | p> |

Senin, 28 November 2016

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Palestina. Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | pendudukan, | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang. | Menurut | itu, | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen-produsen | Palestina. Sementara | Jalur | Gaza, | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | mereka. | Ditambah | lagi, | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967. Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur-sumur | air, | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995, | sehingga | merampas | tanah | Palestina. | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | 1967, | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | ekonomi, | alam | mereka. Laporan | juga | menyoroti | dampak | berulang-ulangnya | operasi | militer | Gaza. | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | Israel, | antara | 2008 | 2014, | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | ini. | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis, | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah-langkah | diambil | pendudukan. |

Jumat, 09 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Senin, 28 November 2016

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA | JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang | Menurut | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen | Sementara | Jalur | Gaza | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | Ditambah | lagi | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967 | Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995 | sehingga | merampas | tanah | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | alam | juga | menyoroti | dampak | berulang | ulangnya | operasi | militer | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | antara | 2008 | 2014 | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah | diambil |