Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri menegaskan<. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri menegaskan<. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

Menhan Israel: tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya.

Kerry memperingatkan, bahwa perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

 

 

"

| Menhan | Israel: | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | span>EL | AVIV< | span> | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan< | bahwa | span>depan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | span>< | p> Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | span>“Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | Liberman< | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin< | p> Sedangkan< | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | Suriah< | span>”< | ucap< | p> Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh< | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | span>yap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | em>< | p> Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | span>a< | namanya | Sayap | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | p> Kerry | memperingatkan< | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p>  < | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Palestina Apresiasi Indonesia | Republika Online

NUSA DUA - Palestina menghargai kesediaan Indonesia ikut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Paris, Prancis. Pertemuan di konferensi perdamaian itu rencananya berlangsung pada 21 Desember 2016 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riad al-Maliki mengatakan, Menlu Retno Marsudi akan hadir di Paris mewakili Pemerintah Indonesia. ''Kehadiran Indonesia mewakili proses perdamaian Palestina,'' kata dia di sela acara BDF, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Maliki, Indonesia menggaransi keadilan dan perdamaian Palestina. Bahkan, ia menyebut Indonesia mewakili keadilan dan perdamaian dunia. ''Indonesia dan Palestina mempunyai pandangan yang sama dalam mempertahankan perdamaian dunia,'' kata dia.

Indonesia merupakan negara dengan Masyarakat Islam terbesar di dunia, tetapi posisi Indonesia tidak berada dalam kawasan Timur Tengah. Karena itu, menurut Maliki, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Palestina-Israel.

Salah satu fokus yang kelak menjadi pembicaraan adalah solusi dua negara. Ini artinya, dunia internasional mendorong Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. Selain Indonesia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan hadir.

Mereka adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis. Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Polandia, Kanada, Arab Saudi, Maroko, dan Turki juga rencananya akan hadir. Organisasi internasional yang mengirimkan wakilnya adalah PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Presiden Prancis Francois Hollande mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Paris, dua pekan mendatang. Hal ini diungkapkan seorang pejabat senior Israel, seperti dilansir laman berita Haaretz, Rabu (7/12).

"Pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung setelah menteri luar negeri sejumlah negara berembuk soal konflik Palestina-Israel," demikian pernyataan pejabat itu. Rencananya, ada tiga kelompok kerja yang dibentuk dalam pertemuan di Paris.

Di antaranya insentif ekonomi untuk Israel dan Palestina saat mencapai kesepakatan damai, memperkuat institusi negara Palestina, dan meningkatkan partisipasi sipil dalam proses damai. Hollande hendak menyampaikan rekomendasi itu kepada Netanyahu ataupun Abbas.

Maliki menegaskan, Palestina adalah negara yang terus memperjuangkan kebebasan dan keadilan dalam kehidupan berdemokrasi. ''Namun, sangat disayangkan hari ini dunia masih membangun dinding pemisah yang memicu penolakan dan intoleransi.''

Riad mengatakan, intoleransi dan xenofobia hanya memperburuk situasi dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negara harus ekstra bekerja keras mengedukasi masyarakat lewat pendidikan sebab capaian tertinggi dari sebuah pendidikan adalah toleransi.

Media dan masyarakat sipil, menurut Riad memegang peranan penting untuk mempromosikan demokrasi, pluralisme, dan toleransi beragama. Inti dari perjuangan rakyat Palestina sendiri adalah kebebasan dan keadilan.      rep: Mutia Ramadhani/antara, ed: Ferry Kisihandi

"

| Palestina | Apresiasi | Indonesia | Republika | Online | NUSA | menghargai | kesediaan | ikut | dalam | pertemuan | para | menteri | luar | negeri | Paris | Prancis | Pertemuan | konferensi | perdamaian | rencananya | berlangsung | pada | Desember | 2016 | mendatang | p>Menteri | Luar | Negeri | (Menlu) | Riad | Maliki | mengat | Menlu | Retno | Marsudi | hadir | mewakili | Pemerintah | Kehadiran | proses | kata | sela | acara | Nusa | Bali | kemarin | p>Menurut | menggaransi | keadilan | Bahkan | menyebut | dunia | mempunyai | pandangan | yang | sama | mempertahankan | p>Indonesia | merup | negara | dengan | Masyarakat | Islam | terbesar | posisi | berada | kawasan | Timur | Tengah | Karena | menurut | diharapkan | mampu | memberikan | perspektif | baru | permasalahan | Israel | p>Salah | satu | fokus | kelak | menjadi | pembicaraan | adalah | solusi | artinya | internasional | mendorong | hidup | berdampingan | secara | damai | Selain | anggota | tetap | Dewan | Keamanan | p>Mereka | Amerika | Serikat | Cina | Rusia | Inggris | Belanda | Italia | Spanyol | Irlandia | Polandia | Kanada | Arab | Saudi | Maroko | Turki | juga | Organisasi | mengirimkan | wakilnya | Eropa | Liga | p>Presiden | Francois | Hollande | mengundang | Presiden | Mahmud | Abbas | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | pekan | diungkapkan | seorang | pejabat | senior | seperti | dilansir | laman | berita | Haaretz | Rabu | p>Pertemuan | kedua | pemimpin | setelah | sejumlah | berembuk | soal | konflik | demikian | pernyataan | Rencananya | tiga | kelompok | kerja | dibentuk | p>Di | antaranya | insentif | ekonomi | untuk | saat | mencapai | kesepakatan | memperkuat | institusi | meningkatkan | partisipasi | sipil | hendak | menyampaikan | rekomendasi | kepada | ataupun | p>Maliki | menegaskan | terus | memperjuangkan | kebebasan | kehidupan | berdemokrasi | Namun | sangat | disayangkan | hari | masih | membangun | dinding | pemisah | memicu | penol | intoleransi | p>Riad | xenofobia | hanya | memperburuk | situasi | Pemimpin | harus | ekstra | bekerja | keras | mengedukasi | masyarakat | lewat | pendidikan | capaian | tertinggi | sebuah | toleransi | p>Media | memegang | peranan | penting | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | beragama | Inti | perjuangan | rakyat | sendiri |  rep: | Mutia | Ramadhani | antara | ed:< | strong> | Ferry | Kisihandi< | p> |

Rabu, 07 Desember 2016

Syekh Ahmad Yassin, Pejuang Palestina yang Melegenda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Syekh Ahmad Yassin adalah pendiri Hamas sekaligus pemimpin spiritual organisasi paramiliter Islam Palestina tersebut. Di bawah kepimimpinan sosok yang dikenal sebagai politikus andal ini, Hamas memperoleh popularitas di masyarakat Palestina melalui beragam kerja nyatanya.

Tak hanya di bidang perjuangan melawan Zionis Israel, tetapi juga amal-amal sosial seperti pendidikan, rumah sakit, perpustakaan, dan layanan lainnya. Kiprah tokoh kelahiran al-Jura, sebuah desa kecil dekat Kota Ashkelon, Palestina, 1 Januari 1929 ini, berawal dari keterlibatannya dalam pasukan Ikhwanul Muslimin cabang Palestina.

Pada 1984 ia dipenjara karena melakukan aksi penimbunan senjata secara diam-diam. Satu tahun kemudian, Yassin dibebaskan sebagai bagian dari Perjanjian Jibril.

Pada 1987, saat Intifadah I, Yassin mendirikan Hamas bersama Abdel Aziz al-Rantissi. Awalnya, Hamas disebut sayap paramiliter dari Ikhwanul Muslimin Palestina, dan ia menjadi pemimpinnya. Yassin adalah otoritas dominan dalam kepemimpinan Hamas. Ia terlibat langsung dalam perencanaan, merancang dan melancarkan serangan teror yang dilakukan organisasi.

Dalam kapasitas ini, Yassin pribadi memberikan persetujuannya untuk peluncuran roket Qassam terhadap kota-kota Israel, serta pemboman dan operasi bunuh diri. Dalam penampilan publiknya, Yassin menyerukan berulang kali kelanjutan perjuangan bersenjata melawan Israel.

Dalam pernyataannya Yassin mengatakan, serangan terhadap Israel, hanya sebagai pembalasan langsung atas kematian warga sipil Palestina. Yassin menentang proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Dia mendukung perlawanan bersenjata terhadap Israel dan sangat vokal. Ia menegaskan bahwa Palestina adalah tanah Islam yang dikuduskan untuk generasi Muslim selanjutnya hingga hari akhir dan tidak ada alasan bagi pemimpin Arab menyerah kepada setiap bagian dari wilayah Palestina. Retorika Yassin tidak membedakan antara Israel dan Yahudi, pada satu titik ia menyatakan bahwa rekonsiliasi dengan orang-orang Yahudi adalah kejahatan.

Namun, saat ia ditangkap dalam videonya ia menyatakan tidak memiliki masalah dengan orang-orang Yahudi sebagai manusia biasa. Apa yang terjadi antara Palestina dan Israel adalah konflik politik.

Retorika Yassin sering diteliti di media. Dalam satu kesempatan, ia berpendapat bahwa Israel harus hilang dari peta. Slogan Yassin yang terkenal yaitu, Kami telah memilih jalan ini, dan akan berakhir dengan martir atau kemenangan. Slogan ini seperti menjadi mantra yang berulang bagi warga Palestina.

Pada 1989, Yassin ditangkap oleh Israel dan dihukum penjara seumur hidup. Namun, pada 1997, ia dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan dengan Yordania menyusul adanya upaya pembunuhan terhadap Khaled Mashal, oleh Mossad Israel di Yordania.

Yassin dibebaskan Israel untuk pertukaran dua agen Mossad yang ditangkap oleh pihak berwenang Yordania. Dalam kondisi ini Yassin harus menahan diri untuk melanjutkan aksi bom bunuh diri terhadap Israel sebagai syarat kebebasan.

"

| Syekh | Ahmad | Yassin, | Pejuang | Palestina | yang | Melegenda | REPUBLIKA | JAKARTA | Yassin | adalah | pendiri | Hamas | sekaligus | pemimpin | spiritual | organisasi | paramiliter | Islam | tersebut | bawah | kepimimpinan | sosok | dikenal | sebagai | politikus | andal | memperoleh | popularitas | masyarakat | beragam | kerja | nyatanya | span>< | p> Tak | hanya | bidang | perjuangan | melawan | Zionis | Israel | juga | amal | sosial | seperti | pendidikan | rumah | sakit | perpustakaan | layanan | lainnya | Kiprah | tokoh | kelahiran | Jura | sebuah | desa | kecil | dekat | Kota | Ashkelon | Januari | 1929 | berawal | keterlibatannya | dalam | pasukan | Ikhwanul | Muslimin | cabang | p> Pada | 1984 | dipenjara | karena | melakukan | aksi | penimbunan | senjata | secara | diam | Satu | tahun | kemudian | dibebaskan | bagian | Perjanjian | Jibril | p>Pada | 1987 | saat | Intifadah | mendirikan | bersama | Abdel | Aziz | Rantissi | Awalnya | disebut | sayap | menjadi | pemimpinnya | otoritas | dominan | kepemimpinan | terlibat | langsung | perencanaan | merancang | melancarkan | serangan | teror | dilakukan | p>Dalam | kapasitas | pribadi | memberikan | persetujuannya | untuk | peluncuran | roket | Qassam | terhadap | kota | serta | pemboman | operasi | bunuh | diri | Dalam | penampilan | publiknya | menyerukan | berulang | kali | kelanjutan | bersenjata | p> Dalam | pernyataannya | mengat | pembalasan | atas | kematian | warga | sipil | menentang | proses | perdamaian | antara | p>Dia | mendukung | perlawanan | sangat | vokal | menegaskan | bahwa | tanah | dikuduskan | generasi | Muslim | selanjutnya | hari | akhir | alasan | bagi | Arab | menyerah | kepada | setiap | wilayah | Retorika | membed | Yahudi | pada | satu | titik | menyat | rekonsiliasi | dengan | orang | kejahatan | p>Namun | ditangkap | videonya | memiliki | masalah | manusia | biasa | terjadi | konflik | politik | p>Retorika | sering | diteliti | media | kesempatan | berpendapat | harus | hilang | peta | Slogan | terkenal | yaitu | Kami | telah | memilih | jalan | berakhir | martir | atau | kemenangan | mantra | 1989 | oleh | dihukum | penjara | seumur | hidup | Namun | 1997 | kesepakatan | Yordania | menyusul | adanya | upaya | pembunuhan | Khaled | Mashal | Mossad | p> Yassin | pertukaran | agen | pihak | berwenang | kondisi | menahan | melanjutkan | syarat | kebebasan | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Raja Maroko: Kita akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, MAROKO -- Raja Maroko Mohammad VI mengatakan, bahwa krisis yang terus mendera Palestina dan instabilitas di kawasan bisa diatasi dengan cara mendirikan negara Palestina di atas tanah rakyat Palestina.

Sehubungan dengan peringatan hari solidaritas untuk Palesitina, Raja Maroko kembali menegaskan, bahwa sikap negaranya tidak akan berubah dari dulu sampai kapan pun. Maroko akan selalu mendukung pendirian negara Palestina dengan batas wilayah berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967, yang menyebutkan Al-Quds bagi Timur (Jerusalem) adalah ibu kota resmi Palestina.

Ia pun dengan tegas menolak segala bentuk kesewanang-wenangan Israel. Mulai dari kebijakan politis Israel yang ingin melancarkan program “Yahudisasi” kota Al-Quds, perluasan permukiman ilegal hingga penindasan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Raja Maroko menilai, bahwa Israel memiliki standar ganda dalam upaya menuju perdamaian. Sikap Israel yang jauh dari asas keadilan itu justru akan menumbuhkembangkan apatisme dan semakin memperkeruh suasana di kawasan. Akibatnya, fenomena kekerasan, radikalisme dan terorisme terus akan tumbuh dan sulit untuk dikendalikan.

"Maroko terus menyeru agar hak-hak konstitusional kota Al-Quds yang sudah diakui dunia terus dijaga. Rakyat Palestina adalah pemilih sah tanah suci tersebut," tegas Mohammad VI seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Maroko bertekad untuk terus membantu pembangunan sendi-sendi sosial-ekonomi rakyat Palestina, disamping upaya berkesinambungan untuk menjaga historikal Al-Quds (Jerusalem) yang merupakan warisan peradaban manusia yang menjadi simbol toleransi ragam budaya, dan kehidupan bersama antar umat beragama.

"

| Raja | Maroko: | Kita | Terus | Mendukung | Perjuangan | Palestina | REPUBLIKA | MAROKO | Maroko | Mohammad | mengat | bahwa | krisis | yang | terus | mendera | instabilitas | kawasan | diatasi | dengan | cara | mendirikan | negara | atas | tanah | rakyat | p>Sehubungan | peringatan | hari | solitas | untuk | Palesitina | kembali | menegaskan | sikap | negaranya | berubah | dulu | sampai | kapan | mendukung | pendirian | batas | wilayah | berdasarkan | perjanjian | Juni | 1967 | menyebutkan | Quds | bagi | Timur | (Jerusalem) | adalah | kota | resmi | p>Ia | tegas | menolak | segala | bentuk | kesewanang | wenangan | Israel | Mulai | kebij | politis | ingin | melancarkan | program | “Yahudisasi” | perluasan | permukiman | ilegal | penindasan | terhadap | Jalur | Gaza | p>Raja | menilai | memiliki | standar | ganda | dalam | upaya | menuju | perdamaian | Sikap | jauh | asas | keadilan | justru | menumbuhkembangkan | apatisme | semakin | memperkeruh | suasana | Akibatnya | fenomena | kekerasan | radikalisme | terorisme | tumbuh | sulit | dikendalikan | p>Maroko | menyeru | agar | konstitusional | diakui | dunia | dijaga | Rakyat | pemilih | suci | tersebut | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | bertekad | membantu | pembangunan | sendi | sosial | ekonomi | disamping | berkesinambungan | menjaga | historikal | merup | warisan | peradaban | manusia | menjadi | simbol | toleransi | ragam | budaya | kehidupan | bersama | antar | umat | beragama | p> |

Senin, 05 Desember 2016

AS Tolak Ide Israel Soal Pembicaraan Damai dengan Palestina

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan, pihaknya menolak ide Israel terkait pembicaraan damai dengan Palestina. Foto/Reuters

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan, pihaknya menolak ide Israel terkait pembicaraan damai dengan Palestina. Israel berencana untuk membuat pembicaraan terpisah dengan sejumlah negara Arab.

Kerry menegaskan, tidak akan ada upaya damai terpisah terkait dengan Palestina. Dia juga mengatakan, perdamaian di Palestina akan menjadi kunci dari perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Tidak, tidak, tidak dan tidak. Tidak akan ada pembicaraan dan perdamaian terpisah dengan dunia Arab tanpa proses Palestina dan perdamaian Palestina," kata Kerry dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (5/12).

Dalam pernyataanya, Kerry turut mendorong Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kerry juga turut menyinggung mengenai kesepakatan nuklir Iran. Dimana, dia menyatakan kesepakatan Iran tidak boleh dibatalkan, dan dia yakin melalui kesepakatan itu dunia dapat memantau perkembangan teknologi nuklir Iran.

"Ketentuan monitoring akan memungkinkan untuk mendeteksi kemajuan teknologi nuklir yang dibuat oleh Teheran, dan dalam setiap pilihan yang kita miliki saat ini akan tersedia bagi kita kemudian hari," tukasnya.

(esn)
dibaca 11.451x

"

| Tolak | Israel | Soal | Pembicaraan | Damai | dengan | Palestina | Menteri | Luar | Negeri | Amerika | Serikat | (AS) | John | Kerry | menyat | pihaknya | menolak | terkait | pembicaraan | damai | Foto | Reuters < | p>WASHINGTON< | strong> | berencana | untuk | membuat | terpisah | sejumlah | negara | Arab | menegaskan | upaya | juga | mengat | perdamaian | menjadi | kunci | kawasan | Timur | Tengah | p>Tidak | Tidak | dunia | tanpa | proses | kata | dalam | sebuah | pernyataan | seperti | dilansir | Russia | Today | pada | Senin | p>Dalam | pernyataanya | turut | mendorong | Aviv | menghentikan | pembangunan | pemukiman | Yahudi | wilayah | Tepi | Barat | p>Sementara | kesempatan | yang | sama | menyinggung | mengenai | kesepakatan | nuklir | Iran | Dimana | boleh | dibatalkan | yakin | dapat | memantau | perkembangan | teknologi | p>Ketentuan | monitoring | memungkinkan | mendeteksi | kemajuan | dibuat | oleh | Teheran | setiap | pilihan | miliki | saat | tersedia | bagi | kemudian | hari | tukasnya | p>(esn< | span>)dibaca | 451x< | span>< | div> |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

Kerjasama Teknik, Indonesia Terus Bantu Palestina

RAKYATKU.COM - KBRI Amman telah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan Bantuan Kerja Sama Teknik untuk Palestina pada Kamis lalu. Kegiatan ini merupakan ajang pertukaran pemikiran dan diskusi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina dengan melibatkan alumni peserta pelatihan peningkatan kapasitas Palestina yang telah dilatih di Indonesia.

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (3/12/2016), kegiatan monev dilaksanakan di Amman, Yordania mengingat sulitnya akses untuk masuk ke Palestina. Kegiatan dibuka oleh Dubes RI Amman dan Pemri diwakili oleh Bapak Ghafur Akbar Dharmaputra selaku ketua tim Monev.

Pada saat pembukaan Dubes RI Amman pada intinya menyampaikan tujuan dari pertemuan monev ini adalah untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi untuk memberikan progam terbaik bagi Palestina ke depannya. 

Wakil Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa dialogue ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia dalam memajukan Kerja Sama Selatan-Selatan. Pertemuan membahas rencana program KST tahun 2017 yang dibutuhkan dan diperlukan oleh Palestina serta mendapatkan masukan kendala dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi hasil dari pelatihan. 

Wakil dari Pemerintah Palestina menyampaikan terima kasih atas bantuan kerja sama teknik yang telah diberikan selama ini. Dan menegaskan kembali bahwa Palestina masih sangat membutuhkan dukungan salah satunya dari Indonesia.

Sebelum pertemuan dan diskusi dengan alumni pelatihan dari Palestina, tim monev melaksanakan pertemuan dengan Dubes RI Amman dan Home Staff KBRI Amman untuk membahas mengenai prioritas kerja sama Indonesia dan Palestina ke depan. 

Berdasarkan catatan Direktorat KST, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kepada Palestina di bidang pertanian, pariwisata, tata pemerintahan, demokratisasi, kearsipan, dan kepolisian yang diikuti oleh 1.774 orang Palestina.

"

| Kerjasama | Teknik, | Indonesia | Terus | Bantu | Palestina | RAKYATKU | COM< | strong> | KBRI | Amman | telah | menggelar | Monitoring | Evaluasi | (Monev) | kegiatan | Bantuan | Kerja | Sama | Teknik | untuk | pada | Kamis | Kegiatan | merup | ajang | pertukaran | pemikiran | diskusi | antara | Pemerintah | dengan | melibatkan | alumni | peserta | pelatihan | peningkatan | kapasitas | yang | dilatih | p> < | p> < | noscript>< | div> Dikutip | situs | Kementerian | Luar | Negeri | Sabtu | 2016) | monev | dilaksan | Yordania | mengingat | sulitnya | akses | masuk | dibuka | oleh | Dubes | Pemri | diwakili | Bapak | Ghafur | Akbar | Dharmaputra | selaku | ketua | Monev | p> Pada | saat | pembukaan | intinya | menyampaikan | tujuan | pertemuan | adalah | mendapatkan | dukungan | rekomendasi | memberikan | progam | terbaik | bagi | depannya | p> Wakil | menyat | bahwa | dialogue | bagian | peran | aktif | dalam | memajukan | Selatan | Pertemuan | membahas | rencana | program | tahun | 2017 | dibutuhkan | diperlukan | serta | masukan | kendala | hambatan | dihadapi | implementasi | hasil | terima | kasih | atas | bantuan | kerja | sama | teknik | diberikan | selama | menegaskan | kembali | masih | sangat | membutuhkan | salah | satunya | p> Se | melaksan | Home | Staff | mengenai | prioritas | depan | p> Berdasarkan | catatan | Direktorat | kepada | bidang | pertanian | pariwisata | tata | pemerintahan | demokratisasi | kearsipan | kepolisian | diikuti | orang | p> |