Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Pengacara. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri p> Pengacara. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Pria Palestina yang Diduga Memicu Kebakaran Israel Dibebaskan

Liputan6.com, Yerusalem - Seorang warga Palestina yang ditahan atas dugaan melakukan pembakaran bermotif politik di dekat desa Tepi Barat Battir dibebaskan setelah mendekam selama lima hari dalam tahanan. Pembebasan tersebut dilakukan atas permintaan polisi.

Sebuah pengadilan militer Israel di Tepi Barat memerintahkan pembebasan Jawad Ali Katosh, yang mengatakan bahwa dirinya telah membakar gulma beberapa puluh meter dari rumahnya untuk membakar sampah. Katosh pun mengaku telah memadamkan apinya.

Kepada pengadilan, polisi mengatakan mereka masih melihat kecurigaan terhadap Katosh. Namun ia dibebaskan karena tak terlibat dalam motif politik.

Pengacara Katosh, Gabi Lasky dan Nati Ramati, mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan untuk bertemu Katosh, yang telah diinterograsi oleh Shin Bet--organisasi kontraspionase Israel--selama beberapa hari sebelum diserahkan kepada polisi.

Dikutip dari Haaretz, Jumat (2/12/2016), beberapa tahanan lain yang ditangkap karena diduga sengaja melakukan pembakaran, telah dibebaskan dalam beberapa hari terakhir. Pasukan keamanan menolak mengungkap jumlah pastinya, namun setidaknya terdapat 12 orang yang ditahan di Shin Bet, di mana lima di antaranya telah dibebaskan.

Polisi Israel di Tepi Barat menahan sembilan tersangka dan membebaskan semuanya kecuali tiga orang. Polisi mengatakan, ketiga orang tersebut terlibat dalam insiden pembakaran yang sama di Tepi Barat.

Kebakaran yang terjadi di Tepi Barat dalam dua minggu terakhir, terutama di pemukiman Halamish, masih diselidiki. Namun, tidak ada laporan penangkapan atas peristiwa itu.

Polisi Yerusalem menangkap dua orang pada 1 Desember 2016, karena diduga mencoba menyulut api di dekat Atarot.

Sementara itu Kepolisian Distrik Utara menahan lima tersangka pembakaran, namun tidak ada di antara mereka yang bermotif politik. Tiga dari tahanan diduga membakar sebuah hutan di dekat desa mereka, sementara dua lainnya diduga menyulut api di antara Sajur dan Beit Jann.

Polisi Haifa juga membebaskan empat tahanan dari enam anak di bawah umur yang berasal dari Jedida. Mereka ditangkap karena diduga melakukan pembakaran dengan motif politik di hutan Ahihood.

Polisi mengatakan kepada pengadilan untuk memperpanjang penahanan dua anak di bawah umur lainnya, dengan maksud untuk mendesak tuntutan. Namun itu Hakim mengatakan, kedua anak tersebut tidak menumbulkan bahaya dan pembakaran tidak dilatari dengan motif politik. Ia juga menyebut bahwa tersangka tak menggunakan bahan yang mudah terbakar dan tidak memiliki catatan kriminal.

"

| Pria | Palestina | yang | Diduga | Memicu | Kebakaran | Israel | Dibebaskan | Liputan6 | Yerusalem | strong> | Seorang | warga | Palestina< | a> yang | ditahan | atas | dugaan | melakukan | pembakaran | bermotif | politik | dekat | desa | Tepi | Barat | Battir | dibebaskan | setelah | mendekam | selama | lima | hari | dalam | tahanan | Pembebasan | tersebut | dilakukan | permintaan | polisi | p> Sebuah | pengadilan | militer | memerintahkan | pembebasan | Jawad | Katosh | mengat | bahwa | dirinya | telah | membakar | gulma | beberapa | puluh | meter | rumahnya | untuk | sampah | mengaku | memadamkan | apinya | p> Kepada | masih | melihat | kecurigaan | terhadap | Namun | karena | terlibat | motif | p> Pengacara | Gabi | Lasky | Nati | Ramati | diizinkan | bertemu | diinterograsi | oleh | Shin | organisasi | kontraspionase | diserahkan | kepada | p> Dikutip | Haaretz< | Jumat | 2016) | lain | ditangkap | diduga | sengaja | terakhir | Pasukan | keamanan | menolak | mengungkap | jumlah | pastinya | senya | terdapat | orang | mana | antaranya | p> Polisi | Israel< | a> di | menahan | sembilan | tersangka | membebaskan | semuanya | kecuali | tiga | Polisi | ketiga | insiden | sama | p> Kebakaran< | terjadi | minggu | terutama | pemukiman | Halamish | diselidiki | laporan | penangkapan | peristiwa | menangkap | pada | Desember | 2016 | mencoba | menyulut | Atarot | p> Sementara | Kepolisian | Distrik | Utara | antara | Tiga | sebuah | hutan | sementara | lainnya | Sajur | Beit | Jann | Haifa | juga | empat | enam | anak | bawah | umur | berasal | Jedida | Mereka | dengan | Ahihood | memperpanjang | penahanan | maksud | mendesak | tuntutan | Hakim | kedua | menumbulkan | bahaya | dilatari | menyebut | menggun | bahan | mudah | terbakar | memiliki | catatan | kriminal | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.521x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 521x< | span>< | div> |

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.515x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 515x< | span>< | div> |

Senin, 12 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 637x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 637x< | span>< | div> |

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.538x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 538x< | span>< | div> |