Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri putih. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri putih. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

Rencana Donald Trump Pindahkan Kedubes Amerika ke Yerusalem Dikhawatirkan Picu Amarah Palestina

Laporan wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Berencana memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel ke Yerusalem, Donald Trump dikhawatirkan memicu amarah Palestina.

Presiden terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan telah menjadikan rencana pemindahan itu sebagai prioritas utamanya saat memerintah pada 2017.

Rencana pemindahan ini dihebohkan publik dan banyak media asing.

Sebab, jika Kedubes Amerika serikat untuk Israel dipindahkan ke Yerusalem, artinya Pemerintah Amerika Serikat secara tak langsung menganggap Yerusalem ibu kota Israel.

Padahal, selama ini Amerika Serikat selalu enggan mengakui Yerusalem sebagai bagian dan ibukota dari Israel, sesuai keputusan Kongres Amerika Serikat 1995.

Karena itu, rencana yang sudah diutarakan Donald Trump sejak kampanye itu dikhawatirkan dapat memicu amarah besar atas pihak lain yang terlibat dalam perebutan wilayah tersebut, Palestina.

Seperti yang dikatakan oleh seorang penasihat kepresidenan Amerika Serikat untuk isu Timur Tengah, Dennis Ross.

"Dulu juga banyak presiden yang mengumbar janji dan rencana yang sama, tapi tak mereka lakukan, sebab dapat memicu konflik di negara-negara Arab," jelas Dennis Ross.

"Yerusalem bagi warga Israel dan Palestina adalah sebuah masalah yang melibatkan emosi, mudah sekali untuk membakar emosi tersebut jika kota itu diapa-apakan," tambahnya.

Yerusalem telah lama menjadi wilayah konflik yang diperebutkan Israel dan Palestina.

Keudanya masing-masing mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota dan wilayah mereka.

Sejak Bill Clinton memerintah di Gedung Putih, presiden-presiden Amerika Serikat selalu menggunakan kebijakan tersendiri untuk mengundur rencana pemindahan kantor Kedubes Amerika Serikat ke Yerusalem.

Sebab, jika pemindahan benar-benar dilakukan, dikhawatirkan dapat memicu amarah besar warga Palestina dan negara-negara Arab lainnya. (Wall Street Journal/Fox News)

"

| Rencana | Donald | Trump | Pindahkan | Kedubes | Amerika | Yerusalem | Dikhawatirkan | Picu | Amarah | Palestina | Laporan | wartawan | Tribunnews | Ruth | Vania< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | YORK< | strong> | Berencana | memindahkan | Kedutaan | Besar | Serikat< | untuk | Israel< | Yerusalem< | Trump< | dikhawatirkan | memicu | amarah | p> Presiden | terpilih | dikabarkan | telah | menjadikan | rencana | pemindahan | sebagai | prioritas | utamanya | saat | memerintah | pada | 2017 | p> Rencana | dihebohkan | publik | banyak | media | asing | p> Sebab | jika | serikat | dipindahkan | artinya | Pemerintah | secara | langsung | menganggap | kota | p> Padahal | selama | enggan | mengakui | bagian | ibukota | sesuai | keputusan | Kongres | 1995 | p> Karena | yang | diutar | sejak | kampanye | dapat | besar | atas | pihak | lain | terlibat | dalam | perebutan | wilayah | tersebut | p> Seperti | dikat | oleh | seorang | penasihat | kepresidenan | Timur | Tengah | Dennis | Ross | p> Dulu | juga | presiden | mengumbar | janji | sama | lakukan | konflik | negara | Arab | jelas | p> Yerusalem | bagi | warga | adalah | sebuah | masalah | melibatkan | emosi | mudah | sekali | membakar | diapa | tambahnya | lama | menjadi | diperebutkan | p> Keudanya | masing | mengklaim | p> Sejak | Bill | Clinton | Gedung | Putih | menggun | kebij | tersendiri | mengundur | kantor | benar | dilakukan | lainnya | (Wall | Street | Journal | News)< | p> |

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.521x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 521x< | span>< | div> |

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.515x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 515x< | span>< | div> |

Senin, 12 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 637x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 637x< | span>< | div> |

Minggu, 04 Desember 2016

Jimmy Carter Minta Obama Akui Palestina Sebelum Lengser

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Presiden AS Jimmy Carter meminta Barack Obama mengakui Palestina sebelum Obama meninggalkan Gedung Putih.

Carter memang dikenal terbuka memperjuangkan Palestina dan mendorong perdamaian Palestina-Israel. Ia juga meminta Palestina harus mendapat keanggotaan penuh di PBB.

Dalam artikel yang diterbitkan The New York Times, Carter sempat meyakinkan AS bisa tetap membantu menyelesaikan konflik Palestina-Israel sebelum pergantian presiden meski waktu yang ada sangat singkat. "Langkah sederhana namun penting harus diambil AS sebelum 20 Januari, dengan mengakui Palestina sebagai negara, ujar Carter seperti dikutip The Independent, Ahad (4/12).

Carter juga menyatakan, Dewan Keamanan PBB harus membuat resolusi yang menekankan parameter penyelesaian konflik. Resolusi itu harus mereafirmasi ilegalitas permukiman Israel sebelum 1967 dengan perhitungan kembali area, termasuk area demiliterisasi dan pengiriman misi perdamaian oleh PBB.

Ia mengkritisi bangunan Israel di tanah Palestina dan menggusur warga Palestina. "Lebih dari 4,5 juta warga Palestina tinggal di tanah yang diklaim milik Israel. Kebanyakan mereka juga hidup di bawah aturan militer Israel, namun tak memiliki hak sebagai warga," kata Carter.

Presiden AS terpilih Donald Trump sendiri mengaku akan meneruskan kebijakan Pemerintah AS sebelumnya atas konflik Palestina-Israel. Menteri Pemerintah AS keturunan Israel mengatakan kemenangan Trump menandakan berakhirnya era negara Palestina.

Dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York pada September lalu, Trump sempat mengakatakan ia akan mengambil langkah tak biasa dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan itu memicu kemarahan warga Palestina yang juga berkepentingan atas Yerusalem.

"

| Jimmy | Carter | Minta | Obama | Akui | Palestina | Lengser | REPUBLIKA | WASHINGTON | Mantan | Presiden | meminta | Barack | mengakui | meninggalkan | Gedung | Putih | p>Carter | memang | dikenal | terbuka | memperjuangkan | mendorong | perdamaian | Israel | juga | harus | mendapat | keanggotaan | penuh | p>Dalam | artikel | yang | diterbitkan | York | Times< | sempat | meyakinkan | tetap | membantu | menyelesaikan | konflik | pergantian | presiden | meski | waktu | sangat | singkat | Langkah | sederhana | penting | diambil | Januari | dengan | sebagai | negara | ujar | seperti | dikutip | Independent< | Ahad | menyat | Dewan | Keamanan | membuat | resolusi | menekankan | parameter | penyelesaian | Resolusi | mereafirmasi | ilegalitas | permukiman | 1967 | perhitungan | kembali | area | termasuk | demiliterisasi | pengiriman | misi | oleh | p>Ia | mengkritisi | bangunan | tanah | menggusur | warga | Lebih | juta | tinggal | diklaim | milik | Kebany | hidup | bawah | aturan | militer | memiliki | kata | p>Presiden | terpilih | Donald | Trump | sendiri | mengaku | meneruskan | kebij | Pemerintah | senya | atas | Menteri | keturunan | mengat | kemenangan | menand | berakhirnya | sebuah | pertemuan | Perdana | Benjamin | Netanyahu | pada | September | mengakat | mengambil | langkah | biasa | Yerusalem | Kota | Pernyataan | memicu | kemarahan | berkepentingan | p> |

Jumat, 02 Desember 2016

Cerita Peserta Aksi 212 Ibarat Berjihad di Palestina

'Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama.'

Diguyur Hujan Peserta Aksi 212 Tetap Khusu' Laksanakan Shalat Jumat (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id â€" Aksi doa bersama dan gelar sajadah bersama di Monumen Nasional Jumat kemarin berjalan aman dan damai. Namun, masih sejumlah cerita di balik aksi damai 212 tersebut. 

Salah satunya, saat hujan deras mengiringi jutaan peserta aksi bela Islam III yang tengah melakukan salat Jumat. Ini menimbulkan rasa haru dan damai bagi para peserta. Beragam komentar pun bermunculan dari para pendemo usai Salat Jumat tersebut. 

Ada yang merasa berkah karena hujan, ada pula yang mengira hujan itu telah direkayasa oleh oknum-oknum yang tak suka dengan aksi tersebut. 

Salah satunya dari Rizky Maulana, warga asal Cikupa, Tangerang. Rizky justru merasa sangat antusias Salat di taman Monas meski diguyur hujan lebat. Lulusan Teknik Institut Teknologi Bandung itu mengaku seperti sedang jihad di negara konflik, Palestina. 

“Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama. Luar biasa berkah hujannya," ujar dia bersemangat.

Ditanya, pernahkah ke Palestina, pemuda 28 tahun itu langsung tertawa. "Ya belum lah, liat doang di Internet. Tapi ingin banget kalau ada duit ke sana," lanjut pria berbaju koko putih ini.

Berbeda lagi dengan komentar Muhammad Azami (40). Warga asal Lampung ini datang bersama dua orang kerabatnya. Dia mencurigai hujan di Monas sengaja diturunkan karena sudah direncanakan pihak tertentu. 

"Sudah ditaburin garam saya rasa sih, supaya banyak yang pulang. Tapi, lihat sendiri mereka bertahan. Semua sama-sama Salat Jumat di sini. Cuma kasihan aja ibu-ibu, anak kecil, banyak juga kan yang sudah tua ikut aksi," ujar Azami saat berbincang dengan VIVA.co.id.

 

(ren)

"

| Cerita | Peserta | Aksi | Ibarat | Berjihad | Palestina | Kayak | rasanya | Takbir | hujan | salat | bersama | p>Diguyur | Hujan | Tetap | Khusu | Laksan | Shalat | Jumat (VIVA | Wafa)< | strong>< | p> VIVA | strong> â€" Aksi | gelar | Monumen | Nasional | Jumat | kemarin | berjalan | aman | damai | Namun | masih | sejumlah | cerita di | balik | aksi | tersebut | span>< | p> Salah | satunya | saat | deras | mengiringi | jutaan | peserta | bela | Islam | yang | tengah | melakukan | menimbulkan | rasa | haru | bagi | para | Beragam | komentar | bermunculan | pendemo | usai | Salat | p> Ada | merasa | berkah | karena | pula | mengira | telah | direkayasa | oleh | oknum | suka | dengan | Rizky | Maulana | warga | asal | Cikupa | Tangerang | justru | sangat | antusias | taman | Monas | meski | diguyur | lebat | Lulusan | Teknik | Institut | Teknologi | Bandung | mengaku | seperti | jihad | negara | konflik | p> “Kayak | Luar | biasa | hujannya | ujar | bersemangat | p> Ditanya | pernahkah | pemuda | tahun | langsung | tertawa | liat | doang | Internet | Tapi | ingin | banget | kalau | duit | sana | lanjut | pria | berbaju | koko | putih | p> Berbeda | lagi | Muhammad | Azami | (40) | Warga | Lampung | datang | orang | kerabatnya | mencurigai | sengaja | diturunkan | direncan | pihak | tertentu | p> Sudah | ditaburin | garam | saya | supaya | banyak | pulang | lihat | sendiri | bertahan | Semua | sama | sini | Cuma | kasihan | anak | kecil | juga | ikut | berbincang | VIVA | p>  < | p> (ren)< | p> < | div> |

Cerita Peserta Aksi 212 Ibarat Berjihad di Palestina

'Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama.'

Diguyur Hujan Peserta Aksi 212 Tetap Khusu' Laksanakan Shalat Jumat (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id â€" Aksi doa bersama dan gelar sajadah bersama di Monumen Nasional Jumat kemarin berjalan aman dan damai. Namun, masih sejumlah cerita di balik aksi damai 212 tersebut. 

Salah satunya, saat hujan deras mengiringi jutaan peserta aksi bela Islam III yang tengah melakukan salat Jumat. Ini menimbulkan rasa haru dan damai bagi para peserta. Beragam komentar pun bermunculan dari para pendemo usai Salat Jumat tersebut. 

Ada yang merasa berkah karena hujan, ada pula yang mengira hujan itu telah direkayasa oleh oknum-oknum yang tak suka dengan aksi tersebut. 

Salah satunya dari Rizky Maulana, warga asal Cikupa, Tangerang. Rizky justru merasa sangat antusias Salat di taman Monas meski diguyur hujan lebat. Lulusan Teknik Institut Teknologi Bandung itu mengaku seperti sedang jihad di negara konflik, Palestina. 

“Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama. Luar biasa berkah hujannya," ujar dia bersemangat.

Ditanya, pernahkah ke Palestina, pemuda 28 tahun itu langsung tertawa. "Ya belum lah, liat doang di Internet. Tapi ingin banget kalau ada duit ke sana," lanjut pria berbaju koko putih ini.

Berbeda lagi dengan komentar Muhammad Azami (40). Warga asal Lampung ini datang bersama dua orang kerabatnya. Dia mencurigai hujan di Monas sengaja diturunkan karena sudah direncanakan pihak tertentu. 

"Sudah ditaburin garam saya rasa sih, supaya banyak yang pulang. Tapi, lihat sendiri mereka bertahan. Semua sama-sama Salat Jumat di sini. Cuma kasihan aja ibu-ibu, anak kecil, banyak juga kan yang sudah tua ikut aksi," ujar Azami saat berbincang dengan VIVA.co.id.

 

(ren)

"

| Cerita | Peserta | Aksi | Ibarat | Berjihad | Palestina | Kayak | rasanya | Takbir | hujan | salat | bersama | p>Diguyur | Hujan | Tetap | Khusu | Laksan | Shalat | Jumat (VIVA | Wafa)< | strong>< | p> VIVA | strong> â€" Aksi | gelar | Monumen | Nasional | Jumat | kemarin | berjalan | aman | damai | Namun | masih | sejumlah | cerita di | balik | aksi | tersebut | span>< | p> Salah | satunya | saat | deras | mengiringi | jutaan | peserta | bela | Islam | yang | tengah | melakukan | menimbulkan | rasa | haru | bagi | para | Beragam | komentar | bermunculan | pendemo | usai | Salat | p> Ada | merasa | berkah | karena | pula | mengira | telah | direkayasa | oleh | oknum | suka | dengan | Rizky | Maulana | warga | asal | Cikupa | Tangerang | justru | sangat | antusias | taman | Monas | meski | diguyur | lebat | Lulusan | Teknik | Institut | Teknologi | Bandung | mengaku | seperti | jihad | negara | konflik | p> “Kayak | Luar | biasa | hujannya | ujar | bersemangat | p> Ditanya | pernahkah | pemuda | tahun | langsung | tertawa | liat | doang | Internet | Tapi | ingin | banget | kalau | duit | sana | lanjut | pria | berbaju | koko | putih | p> Berbeda | lagi | Muhammad | Azami | (40) | Warga | Lampung | datang | orang | kerabatnya | mencurigai | sengaja | diturunkan | direncan | pihak | tertentu | p> Sudah | ditaburin | garam | saya | supaya | banyak | pulang | lihat | sendiri | bertahan | Semua | sama | sini | Cuma | kasihan | anak | kecil | juga | ikut | berbincang | VIVA | p>  < | p> (ren)< | p> < | div> |

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.538x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 538x< | span>< | div> |