Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri M.... Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri M.... Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.521x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 521x< | span>< | div> |

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.515x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 515x< | span>< | div> |

Minggu, 11 Desember 2016

Konser Amal untuk Palestina di Tangerang Kumpulkan Rp 527 Juta

Banten Hits - Melly Goeslaw, Medina, dan Opick memeriahkan konser amal dalam acara Palestina Solidarity Day 2016 yang digelar Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Ballroom Hotel Novotel, Tangcity Mall, Minggu (11/12/2016).

BACA JUGA: Melly Goeslaw dan Opick Meriahkan Palestina Solidarity Day 2016 di Tangerang

Menurut Ketua KNRP Banten Amrozi M Raiz, acara yang dihadiri ribuan orang ini berhasil mengumpulkan dana sementara sebesar Rp 527Juta yang diprediksi jumlahnya akan terus bertambah.

"Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa, bahkan tadi ada anak-anak yang memberikan celengannya untuk diberikan ke anak-anak di Palestina," ujarnya.

Ia mengatakan Indonesia dan Palestina memiliki ikatan yang sangat kuat, di mana Negara Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

"Wajar saja jika negara kita punya ikatan batin yang cukup erat, meskipun bantuan kita tidak sebanyak negara-negara timur tengah, tapi mereka sangat mengapresiasi bantuan kita," ucapnya.

Nantinya, uang yang telah terkumpul akan di pergunakan untuk menyelimuti Warga Palestina, terlebih saat ini sedang musim dingin.

"Sekarang sudah memasuki musim dingin, jadi kita punya program selimuti Warga Palestina, jadi kita hangatkan mereka dimusim yang dingin ini," jelasnya.(Rus)

"

| Konser | Amal | untuk | Palestina | Tangerang | Kumpulkan | Juta | Banten | Hits< | strong> | Melly | Goeslaw | Medina | Opick | memeriahkan | konser | amal | dalam | acara | Solity | 2016 | yang | digelar | Komite | Nasional | Rakyat | (KNRP) | Ballroom | Hotel | Novotel | Tangcity | Mall | Minggu | 2016) | 13; < | div> BACA | JUGA: | Meriahkan | Tangerang< | 13; Menurut | Ketua | KNRP | Banten | Amrozi | Raiz | dihadiri | ribuan | orang | berhasil | mengumpulkan | dana | sementara | sebesar | 527Juta | diprediksi | jumlahnya | terus | bertambah | 13; Alhamdulillah | antusiasmenya | luar | biasa | bahkan | tadi | anak | memberikan | celengannya | diberikan | ujarnya | 13; Ia | mengat | Indonesia | memiliki | ikatan | sangat | kuat | mana | Negara | merup | negara | pertama | mengakui | kemerdekaan | 13; Wajar | jika | punya | batin | cukup | erat | meskipun | bantuan | sebanyak | timur | tengah | mengapresiasi | ucapnya | 13; Nantinya | uang | telah | terkumpul | pergun | menyelimuti | Warga | terlebih | saat | musim | dingin | 13; Sekarang | memasuki | jadi | program | selimuti | hangatkan | dimusim | jelasnya | (Rus)< | strong>< | 13; < | div> |

Senin, 12 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 637x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 637x< | span>< | div> |

Jumat, 02 Desember 2016

Cerita Peserta Aksi 212 Ibarat Berjihad di Palestina

'Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama.'

Diguyur Hujan Peserta Aksi 212 Tetap Khusu' Laksanakan Shalat Jumat (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id â€" Aksi doa bersama dan gelar sajadah bersama di Monumen Nasional Jumat kemarin berjalan aman dan damai. Namun, masih sejumlah cerita di balik aksi damai 212 tersebut. 

Salah satunya, saat hujan deras mengiringi jutaan peserta aksi bela Islam III yang tengah melakukan salat Jumat. Ini menimbulkan rasa haru dan damai bagi para peserta. Beragam komentar pun bermunculan dari para pendemo usai Salat Jumat tersebut. 

Ada yang merasa berkah karena hujan, ada pula yang mengira hujan itu telah direkayasa oleh oknum-oknum yang tak suka dengan aksi tersebut. 

Salah satunya dari Rizky Maulana, warga asal Cikupa, Tangerang. Rizky justru merasa sangat antusias Salat di taman Monas meski diguyur hujan lebat. Lulusan Teknik Institut Teknologi Bandung itu mengaku seperti sedang jihad di negara konflik, Palestina. 

“Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama. Luar biasa berkah hujannya," ujar dia bersemangat.

Ditanya, pernahkah ke Palestina, pemuda 28 tahun itu langsung tertawa. "Ya belum lah, liat doang di Internet. Tapi ingin banget kalau ada duit ke sana," lanjut pria berbaju koko putih ini.

Berbeda lagi dengan komentar Muhammad Azami (40). Warga asal Lampung ini datang bersama dua orang kerabatnya. Dia mencurigai hujan di Monas sengaja diturunkan karena sudah direncanakan pihak tertentu. 

"Sudah ditaburin garam saya rasa sih, supaya banyak yang pulang. Tapi, lihat sendiri mereka bertahan. Semua sama-sama Salat Jumat di sini. Cuma kasihan aja ibu-ibu, anak kecil, banyak juga kan yang sudah tua ikut aksi," ujar Azami saat berbincang dengan VIVA.co.id.

 

(ren)

"

| Cerita | Peserta | Aksi | Ibarat | Berjihad | Palestina | Kayak | rasanya | Takbir | hujan | salat | bersama | p>Diguyur | Hujan | Tetap | Khusu | Laksan | Shalat | Jumat (VIVA | Wafa)< | strong>< | p> VIVA | strong> â€" Aksi | gelar | Monumen | Nasional | Jumat | kemarin | berjalan | aman | damai | Namun | masih | sejumlah | cerita di | balik | aksi | tersebut | span>< | p> Salah | satunya | saat | deras | mengiringi | jutaan | peserta | bela | Islam | yang | tengah | melakukan | menimbulkan | rasa | haru | bagi | para | Beragam | komentar | bermunculan | pendemo | usai | Salat | p> Ada | merasa | berkah | karena | pula | mengira | telah | direkayasa | oleh | oknum | suka | dengan | Rizky | Maulana | warga | asal | Cikupa | Tangerang | justru | sangat | antusias | taman | Monas | meski | diguyur | lebat | Lulusan | Teknik | Institut | Teknologi | Bandung | mengaku | seperti | jihad | negara | konflik | p> “Kayak | Luar | biasa | hujannya | ujar | bersemangat | p> Ditanya | pernahkah | pemuda | tahun | langsung | tertawa | liat | doang | Internet | Tapi | ingin | banget | kalau | duit | sana | lanjut | pria | berbaju | koko | putih | p> Berbeda | lagi | Muhammad | Azami | (40) | Warga | Lampung | datang | orang | kerabatnya | mencurigai | sengaja | diturunkan | direncan | pihak | tertentu | p> Sudah | ditaburin | garam | saya | supaya | banyak | pulang | lihat | sendiri | bertahan | Semua | sama | sini | Cuma | kasihan | anak | kecil | juga | ikut | berbincang | VIVA | p>  < | p> (ren)< | p> < | div> |

Cerita Peserta Aksi 212 Ibarat Berjihad di Palestina

'Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama.'

Diguyur Hujan Peserta Aksi 212 Tetap Khusu' Laksanakan Shalat Jumat (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id â€" Aksi doa bersama dan gelar sajadah bersama di Monumen Nasional Jumat kemarin berjalan aman dan damai. Namun, masih sejumlah cerita di balik aksi damai 212 tersebut. 

Salah satunya, saat hujan deras mengiringi jutaan peserta aksi bela Islam III yang tengah melakukan salat Jumat. Ini menimbulkan rasa haru dan damai bagi para peserta. Beragam komentar pun bermunculan dari para pendemo usai Salat Jumat tersebut. 

Ada yang merasa berkah karena hujan, ada pula yang mengira hujan itu telah direkayasa oleh oknum-oknum yang tak suka dengan aksi tersebut. 

Salah satunya dari Rizky Maulana, warga asal Cikupa, Tangerang. Rizky justru merasa sangat antusias Salat di taman Monas meski diguyur hujan lebat. Lulusan Teknik Institut Teknologi Bandung itu mengaku seperti sedang jihad di negara konflik, Palestina. 

“Kayak di Palestina rasanya. Takbir hujan-hujan, salat bersama. Luar biasa berkah hujannya," ujar dia bersemangat.

Ditanya, pernahkah ke Palestina, pemuda 28 tahun itu langsung tertawa. "Ya belum lah, liat doang di Internet. Tapi ingin banget kalau ada duit ke sana," lanjut pria berbaju koko putih ini.

Berbeda lagi dengan komentar Muhammad Azami (40). Warga asal Lampung ini datang bersama dua orang kerabatnya. Dia mencurigai hujan di Monas sengaja diturunkan karena sudah direncanakan pihak tertentu. 

"Sudah ditaburin garam saya rasa sih, supaya banyak yang pulang. Tapi, lihat sendiri mereka bertahan. Semua sama-sama Salat Jumat di sini. Cuma kasihan aja ibu-ibu, anak kecil, banyak juga kan yang sudah tua ikut aksi," ujar Azami saat berbincang dengan VIVA.co.id.

 

(ren)

"

| Cerita | Peserta | Aksi | Ibarat | Berjihad | Palestina | Kayak | rasanya | Takbir | hujan | salat | bersama | p>Diguyur | Hujan | Tetap | Khusu | Laksan | Shalat | Jumat (VIVA | Wafa)< | strong>< | p> VIVA | strong> â€" Aksi | gelar | Monumen | Nasional | Jumat | kemarin | berjalan | aman | damai | Namun | masih | sejumlah | cerita di | balik | aksi | tersebut | span>< | p> Salah | satunya | saat | deras | mengiringi | jutaan | peserta | bela | Islam | yang | tengah | melakukan | menimbulkan | rasa | haru | bagi | para | Beragam | komentar | bermunculan | pendemo | usai | Salat | p> Ada | merasa | berkah | karena | pula | mengira | telah | direkayasa | oleh | oknum | suka | dengan | Rizky | Maulana | warga | asal | Cikupa | Tangerang | justru | sangat | antusias | taman | Monas | meski | diguyur | lebat | Lulusan | Teknik | Institut | Teknologi | Bandung | mengaku | seperti | jihad | negara | konflik | p> “Kayak | Luar | biasa | hujannya | ujar | bersemangat | p> Ditanya | pernahkah | pemuda | tahun | langsung | tertawa | liat | doang | Internet | Tapi | ingin | banget | kalau | duit | sana | lanjut | pria | berbaju | koko | putih | p> Berbeda | lagi | Muhammad | Azami | (40) | Warga | Lampung | datang | orang | kerabatnya | mencurigai | sengaja | diturunkan | direncan | pihak | tertentu | p> Sudah | ditaburin | garam | saya | supaya | banyak | pulang | lihat | sendiri | bertahan | Semua | sama | sini | Cuma | kasihan | anak | kecil | juga | ikut | berbincang | VIVA | p>  < | p> (ren)< | p> < | div> |

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.538x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 538x< | span>< | div> |