Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Hadad. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Hadad. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.521x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 521x< | span>< | div> |

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.515x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 515x< | span>< | div> |

Senin, 12 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 637x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 637x< | span>< | div> |

Minggu, 27 November 2016

Pembatasan volume azan Israel ditentang pemimpin Palestina

JerusalemImage copyright EPA Image caption Orang-orang Palestina membaca Quran di kompleks Masjid Al Aqsa, Jerusalem, Israel.

Sejumlah pemimpin Palestina mengecam rancangan undang-undang pembatasan volume adzan dari masjid-masjid di Israel.

Seorang juru bicara untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pembatasan tersebut akan mengarah ke bencana.

Adapun menteri urusan agama Palestina mengatakan rancangan undang-undang itu dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam perang agama.

Palestina sudah menyatakan akan meminta bantuan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah RUU ini disahkan menjadi undang-undang.

RUU ini disetujui oleh komite kementerian pada Minggu (13/11) untuk selanjutnya dibahas di parlemen melalui tiga tahapan sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Image copyright EPA Image caption Benjamin Netanyahu mendukung pembatasan volume suara azan dari masjid-masjid di Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga telah menyuarakan dukungan terhadap RUU ini dengan mengatakan terdapat banyak keluhan masyarakat dari berbagai agama tentang suara azan yang dikumandangkan dengan pengeras suara.

"Sudah sering sekali warga datang kepada saya, mereka berasal dari berbagai kalangan, dari berbagai agama, yang keberatan dengan kerasnya suara yang disiarkan dari rumah-rumah ibadah," kata PM Netanyahu.

Penentangan dari dalam negeri

Meskipun pembatasan volume ini sebenarnya ditujukan kepada semua agama, langkah tersebut dipandang berdampak paling besar bagi Muslim dengan kewajiban salat lima waktu dalam sehari.

Rencana pembatasan volume azan juga mendapat penentangan di dalam Israel sendiri, terutama disuarakan oleh Institut Demokrasi Israel, sebuah lembaga pemikir nonpartisan.

Menurut salah seorang pejabatnya, Nasreen Hadad Haj-Yahya, para politikus sayap kanan Israel menggunakan isu ini untuk kepentingan politik dengan mengatasnamakan peningkatan kualitas hidup.

Dalam tulisannya, ia berpendapat bahwa, "Tujuan utama tidak untuk mencegah bunyi tetapi untuk menimbulkan bunyi yang akan melukai seluruh masyarakat dan seluruh usaha untuk menciptakan kenyataan waras antara orang Yahudi dan orang Arab".

Sekitar 17,5% penduduk yang tinggal di Israel berlatar belakang etnik Arab dan sebagian besar di antara mereka Muslim.

"

| Pembatasan | volume | azan | Israel | ditentang | pemimpin | Palestina | Image | copyright | EPA | caption | Orang-orang | membaca | Quran | kompleks | Masjid | Aqsa, | Jerusalem, | Israel. | Sejumlah | mengecam | rancangan | undang-undang | pembatasan | adzan | dari | masjid-masjid | Israel.Seorang | juru | bicara | untuk | Presiden | Mahmoud | Abbas | mengatakan | tersebut | akan | mengarah | bencana.Adapun | menteri | urusan | agama | dapat | menyeret | kawasan | Timur | Tengah | dalam | perang | agama.PM | ingin | suara | masjid | dibatasiLembaga | Israel: | Pendudukan | harus | diakhiriPalestina | sudah | menyatakan | meminta | bantuan | Dewan | Keamanan | mencegah | disahkan | menjadi | undang-undang.RUU | disetujui | oleh | komite | kementerian | pada | Minggu | (13/11) | selanjutnya | dibahas | parlemen | melalui | tiga | tahapan | sebelum | undang-undang. | Benjamin | Netanyahu | mendukung | Perdana | Menteri | Israel, | Netanyahu, | juga | telah | menyuarakan | dukungan | terhadap | dengan | terdapat | banyak | keluhan | masyarakat | berbagai | tentang | yang | dikumandangkan | pengeras | suara.Sudah | sering | sekali | warga | datang | kepada | saya, | mereka | berasal | kalangan, | agama, | keberatan | kerasnya | disiarkan | rumah-rumah | ibadah, | kata | Netanyahu.Penentangan | negeriMeskipun | sebenarnya | ditujukan | semua | langkah | dipandang | berdampak | paling | besar | bagi | Muslim | kewajiban | salat | lima | waktu | sehari.Rencana | mendapat | penentangan | sendiri, | terutama | disuarakan | Institut | Demokrasi | sebuah | lembaga | pemikir | nonpartisan.Menurut | salah | seorang | pejabatnya, | Nasreen | Hadad | Haj-Yahya, | para | politikus | sayap | kanan | menggunakan | kepentingan | politik | mengatasnamakan | peningkatan | kualitas | hidup.Dalam | tulisannya, | berpendapat | bahwa, | Tujuan | utama | tidak | bunyi | tetapi | menimbulkan | melukai | seluruh | usaha | menciptakan | kenyataan | waras | antara | orang | Yahudi | Arab.Sekitar | 17,5% | penduduk | tinggal | berlatar | belakang | etnik | Arab | sebagian | Muslim. |

Selasa, 13 Desember 2016

MA Israel Tolak Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan...

Dua tahanan Palestina yang mogok makan, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. FOTO/Ma'an News

RAMALLAH - Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacara dua tahanan Palestina yang berada di penjara Israel, Anas Shadid dan Ahmad Abu Farah. Kedua tahanan Palestina itu telah melakukan aksi mogok makan selama hampir 3 bulan.

Seperti dilaporkan Ma’an News, Ahlam Hadad, pengacara kedua tahanan itu menuntut pembebasan dengan pertimbangan kesehatan kedua kliennya. Menurut laporan medis, Shadid dan Abu Farah terancam disfungsi permanen organ vital dan kemungkinan kerusakan otak parah.

Abu Farah dan Shadid masing-masing telah melakukan mogok makan selama 81 dan 80 hari. Keduanya menolak segala bentuk asupan gizi, kecuali air putih. Keduanya memprotes kebijakan penahanan administratif yang diberlakukan otoritas Israel pada mereka.

“Kondisi kesehatan keduanya memburuk. Shadid telah kehilangan hampir seluruh penglihatan dan kemampuannya untuk berbicara. Sedangkan Abu Farah, mata kanannya tak lagi bisa melihat dan ia menderita sakit kepala yang parah,” sebut pernyataan Komite untuk Urusan Tahanan Palestina.

Namun, Mahkamah Agung Israel tidak mempercayai laporan itu. Ketua Komite untuk Urusan Tahanan Palestina, Qaddura Fares menuding, Pengadilan Israel bersekongkol dengan Pemerintah Israel untuk tidak mengambil keputusan serius guna mengakhiri penderitaan Abu Farah dan Shadid.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan, kebijakan penahanan administratif yang diterapkan Israel telah digunakan sebagai upaya untuk mengganggu proses politik dan sosial Palestina, terutama menargetkan politisi Palestina, aktivis, dan jurnalis. Israel juga dituding sengaja membiarkan tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai bagian dari upaya membunuh secara perlahan para tahanan yang berada di dalam penjara mereka.

(esn)
dibaca 3.538x

"

| Israel | Tolak | Bebaskan | Tahanan | Palestina | yang | Mogok | M... | tahanan | mogok | Anas | Shadid | Ahmad | Farah | FOTO | Maan | News < | p>RAMALLAH< | strong> | Mahkamah | Agung | menolak | banding | diajukan | oleh | pengacara | berada | penjara | Kedua | telah | melakukan | aksi | selama | hampir | bulan | Seperti | dilaporkan | Ma’an | News | Ahlam | Hadad | kedua | menuntut | pembebasan | dengan | pertimbangan | kesehatan | kliennya | Menurut | laporan | medis | terancam | disfungsi | permanen | organ | vital | kemungkinan | kerus | otak | parah | p>Abu | masing | hari | Keduanya | segala | bentuk | asupan | gizi | kecuali | putih | memprotes | kebij | penahanan | administratif | diberlakukan | otoritas | pada | p>“Kondisi | keduanya | memburuk | kehilangan | seluruh | penglihatan | kemampuannya | untuk | berbicara | Sedangkan | mata | kanannya | lagi | melihat | menderita | sakit | kepala | sebut | pernyataan | Komite | Urusan | p>Namun | mempercayai | Ketua | Qaddura | Fares | menuding | Pengadilan | bersekongkol | Pemerintah | mengambil | keputusan | serius | guna | mengakhiri | penderitaan | p>Kelompok | kelompok | menyat | diterapkan | digun | sebagai | upaya | mengganggu | proses | politik | sosial | terutama | menargetkan | politisi | aktivis | jurnalis | juga | dituding | sengaja | membiarkan | bagian | membunuh | secara | perlahan | para | dalam | p>(esn< | span>)dibaca | 538x< | span>< | div> |