Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri mereka.. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri mereka.. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Kisah Partai-Partai Komunis Palestina Melawan Israel

tirto.id - Ketika George Habash, pendiri Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang berhaluan Marxis-Leninis, wafat pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina pun berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang berasal dari Hamas menyampaikan duka cita yang mendalam. “Sekarang sekali lagi,” kata Haniyeh, “kita kehilangan orang yang mendermakan seluruh hidupnya untuk pembebasan Palestina.”

Palestinian Islamic Jihad, organisasi perlawanan berbasis Islam Sunni di Palestina, juga mengakui kehilangan Habash. “Kami memuji amal George Habash yang seluruh hidupnya terus berjuang dan melawan pendudukan Israel,” kata mereka dalam rilis resminya.

Pemakaman Habash dihadiri oleh hampir semua tokoh-tokoh penting Palestina dari berbagai faksi dan golongan. Mahmoud Abash, Presiden Palestina saat itu, mengumumkan perkabungan resmi di seluruh wilayah Palestina selama tiga hari.

Habash, seorang yang dilahirkan dari keluarga beragama Kristen Ortodoks, adalah salah satu bukti nyata betapa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah cerita perlawanan yang penuh warna. Bahwa kemerdekaan Palestina diperjuangkan oleh seluruh warga Palestina, dari yang kiri maupun kanan, dari yang moderat sampai radikal, dari yang Islam sampai Kristen, dari yang ateis sampai agamis.

PFLP yang didirikan Habash pada 1967 menjadi salah satu kelompok terbesar yang bergabung dalam Palestine Liberation Organization (PLO). Pada 1969, FPLP mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang berhaluan Marxis-Leninis sembari tetap mengakui Pan Arabisme. PFLP memandang perjuangan kemerdekaan Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari usaha membebaskan dunia Arab dari imperialisme Barat.

Habash sering dianggap sebagai antitesis Yasser Arafat, pemimpin Fatah sekaligus pemimpin PLO. Jika Arafat sering dianggap terlalu moderat, Habash adalah kebalikannya: radikal, tak sudi berkompromi.

Pada 1993, menyusul disepakatinya Persetujuan Oslo,  Habash dan PFLP memutuskan meninggalkan PLO dan Arafat. Mereka menganggap Arafat dan PLO terlalu banyak memberi konsesi kepada Israel. Habash dan PLO kemudian berkongsi dengan kelompok perlawanan non-PLO, seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.

Habash bukan hanya berkata-kata. Kelompoknya memperlihatkan komitmen yang kuat betul untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tindakan-tindakan perlawanan bersenjata mereka lakukan. Pada September 1970, mereka membajak empat pesawat. Tiga pesawat mendarat darurat di landasan dekat Zarka, Yordania, bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang oleh PFLP dideklarasikan sebagai "Bandara Revolusi".

Sejarah komunisme di tanah Palestina bahkan sudah jauh lebih tua dari itu. Partai Komunis Palestina (PKP) sudah berdiri pada 1919 dan diakui oleh Cominter pada 1924. Awalnya Comintern enggan mengakui karena tidak yakin PKP dapat membebaskan diri dari pengaruh zionisme. Namun Comintern akhirnya bersedia mengakui PKP karena organisasi tersebut mendeklarasikan zionisme sebagai borjuasi Yahudi yang bersekutu dengan kekuatan imperialisme Barat.

Partai Komunis Palestina sempat tidak kedengaran namanya karena bertahun-tahun menyebar dalam berbagai faksi. Salah satu organ perjuangan berhaluan komunis, persisnya Marxis-Leninis, ya PFLP yang didirikan Habash.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP). Partai baru menjalin hubungan dengan PLO, dan bergabung dengan PLO pada 1987. Anggota PKP termasuk dalam Komite Eksekutif PLO pada bulan April tahun itu juga.

PKP merupakan salah satu dari empat komponen utama Intifada pertama. Mereka memainkan memainkan peran penting dalam memobilisasi dukungan akar rumput untuk bangkit melawan pendudukan Israel.

Infografik Partai Komunis Palestina

Setelah Uni Sovyet bubar, PKP menghadapi dilema teoritis yang tidak mudah. Di bawah kepemimpinan Bashir Barghouti, PKP kemudian merumuskan ulang identitasnya. Dari sanalah mereka mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina (PRP). Mereka meniadakan “komunis” sebagai nama partai.

Mereka beralasan bahwa perjuangan kelas di Palestina harus ditunda karena situasi yang khas Palestina. rakyat Palestina masih melancarkan perjuangan pembebasan nasional di mana unsur-unsur dari semua kelas harus bersatu. Kendati demikian, Marxisme masih diakui sebagai ideologi partai.

Adapun PFLP akhirnya mulai ikut pemilihan legislatif Palestina pada 2006 silam. Tiga orang dari partai ini berhasil menang dan duduk di parlemen Palestina. Salah satunya adalah Ahmad Sa’adat, pemimpin ketiga PFLP setelah Habash, dan Abu Ali Mustafa, yang mati diledakan misil di kantornya.

Kini, di bawah pimpinan Ahmad Sa’adat, tampang garang PFLP belum lekang. Gerakan bersenjata mereka masih sering jadi agenda. Serangan terhadap Israel jadi target utama mereka. Sa’adat sendiri kini masih ditahan oleh pemerintah Israel karena tuduhan sebagai teroris.

Di sana, PFLP tentu bukan satu-satunya partai yang sekaligus kelompok pergerakan yang terus berjuang demi Palestina. Tercatat, ada 16 partai lainnya yang masih tumbuh di sana. Selain PFLP dan PKP, rupanya ada dua lagi partai berbasis ideologi kiri di antara partai-partai itu yaitu Barisan Demokratis Pembebasan Palestina atau Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP), yang merupakan pecahan PFLP. 

DFLP sempat kehilangan pamor karena kepemimpinannya yang bertempat di Damaskkus. Persetujuan Oslo juga berdampak serius pada kekuatan DFLP. Kapasitas militer DFLP merosot drastis karena gencatan senjata antara PLO dan Israel sebagai buah Persetujuan Oslo .

Namun mereka berperan kembali terutama sejak dimulainya Intifada kedua pada 2000. DFLP melakukan banyak sekali serangan bersenjata terhadap militer Israel. Pada 25 Agustus 2001, mereka melakukan serangan serius terhadap pangkalan militer Israel di Gaza.

(tirto.id : aad/zen)

"

| Kisah | Partai-Partai | Komunis | Palestina | Melawan | Israel | tirto.id | Ketika | George | Habash, | pendiri | Front | Rakyat | untuk | Pembebasan | atau | Popular | Liberation | Palestine (PFLP) | yang | berhaluan | Marxis-Leninis, | wafat | pada | 2008, | seluruh | faksi | politik | berkabung. | Kematian | sang | komunis | konsisten, | dianggap | sebagai | duka | bagi | anak | bangsa | Palestina.Perdana | Menteri | Ismail | Haniyeh | berasal | dari | Hamas menyampaikan | cita | mendalam. | “Sekarang | sekali | lagi,” | kata | Haniyeh, | “kita | kehilangan | orang | mendermakan | hidupnya | pembebasan | Palestina.”Palestinian | Islamic | Jihad, | organisasi | perlawanan | berbasis | Islam | Sunni | Palestina, | juga | mengakui | Habash. | “Kami | memuji | amal | Habash | terus | berjuang | melawan | pendudukan | Israel,” | mereka | dalam | rilis | resminya.Pemakaman | dihadiri | oleh | hampir | semua | tokoh-tokoh | penting | berbagai | golongan. | Mahmoud | Abash, | Presiden | saat | itu, | mengumumkan | perkabungan | resmi | wilayah | selama | tiga | hari.Habash, | seorang | dilahirkan | keluarga | beragama | Kristen | Ortodoks, | adalah | salah | satu | bukti | nyata | betapa | perjuangan | kemerdekaan | cerita | penuh | warna. | Bahwa | diperjuangkan | warga | kiri | maupun | kanan, | moderat | sampai | radikal, | Kristen, | ateis | agamis.PFLP yang | didirikan | 1967 | menjadi | kelompok | terbesar | bergabung | Palestine | Organization | (PLO). | Pada | 1969, | FPLP | mendeklarasikan | diri | Marxis-Leninis | sembari | tetap | Arabisme. | PFLP | memandang | bagian | terpisahkan | usaha | membebaskan | dunia | Arab | imperialisme | Barat.Habash | sering | antitesis | Yasser | Arafat, | pemimpin | Fatah | sekaligus | PLO. | Jika | Arafat | terlalu | moderat, | kebalikannya: | sudi | berkompromi.Pada | 1993, | menyusul | disepakatinya | Persetujuan | Oslo, |  Habash | memutuskan | meninggalkan | Arafat. | Mereka | menganggap | banyak | memberi | konsesi | kepada | Israel. | kemudian | berkongsi dengan | non-PLO, | seperti | Hamas | Palestinian | Jihad.Habash | bukan | hanya | berkata-kata. | Kelompoknya | memperlihatkan | komitmen | kuat | betul | memperjuangkan | Palestina. | Tindakan-tindakan | bersenjata | lakukan. | September | 1970, | membajak | empat | pesawat. | Tiga | pesawat | mendarat | darurat | landasan | dekat | Zarka, | Yordania, | bekas | pangkalan | Angkatan | Udara | Kerajaan | Inggris, | dideklarasikan | Bandara | Revolusi.Sejarah | komunisme | tanah | bahkan | sudah | jauh | lebih | itu. | Partai | (PKP) | berdiri | 1919 | diakui | Cominter | 1924. | Awalnya | Comintern | enggan | karena | tidak | yakin | dapat | pengaruh | zionisme. | Namun | akhirnya | bersedia | tersebut | zionisme | borjuasi | Yahudi | bersekutu | dengan | kekuatan | Barat.Partai | sempat | kedengaran | namanya | bertahun-tahun | menyebar | faksi. | Salah | organ | komunis, | persisnya | Habash.Pada | Februari | 1982, | bertemu | sebuah | konferensi. | Dari | sanalah | sepakat | mendirikan | kembali | (PKP). | baru | menjalin | hubungan | PLO, | 1987. | Anggota | termasuk | Komite | Eksekutif | bulan | April | tahun | juga.PKP | merupakan | komponen | utama | Intifada | pertama. | memainkan | peran | memobilisasi | dukungan | akar | rumput | bangkit | Israel.Setelah | Sovyet | bubar, | menghadapi | dilema | teoritis | mudah. | bawah | kepemimpinan | Bashir | Barghouti, | merumuskan | ulang | identitasnya. | mengubah | (PRP). | meniadakan | “komunis” | nama | partai.Mereka | beralasan | bahwa | kelas | harus | ditunda | situasi | khas | rakyat | masih | melancarkan | nasional | mana | unsur-unsur | bersatu. | Kendati | demikian, | Marxisme | ideologi | partai.Adapun | mulai | ikut | pemilihan | legislatif | 2006 | silam. | partai | berhasil | menang | duduk | parlemen | satunya | Ahmad | Sa’adat, | ketiga | setelah | Mustafa, | mati | diledakan | misil | kantornya.Kini, | pimpinan | tampang | garang | belum | lekang. | Gerakan | jadi | agenda. | Serangan | terhadap | target | mereka. | Sa’adat | sendiri | kini | ditahan | pemerintah | tuduhan | teroris.Di | sana, | tentu | satu-satunya | pergerakan | demi | Tercatat, | lainnya | tumbuh | sana. | Selain | PFLP dan | PKP, | rupanya | lagi | antara | partai-partai | itu yaitu | Barisan | Demokratis | Democratic | (DFLP), | pecahan | PFLP. DFLP sempat | pamor | kepemimpinannya | bertempat | Damaskkus. | Persetujuan Oslo juga | berdampak | serius | DFLP. | Kapasitas | militer | DFLP merosot | drastis | gencatan | senjata | PLO dan | buah | Oslo | .Namun | berperan | terutama | sejak | dimulainya | kedua | 2000. DFLP melakukan | serangan | Agustus | 2001, | melakukan | Gaza.(tirto.id | aad/zen) |

Senin, 05 Desember 2016

Lihat Tanda-tanda di Indonesia, Ulama Palestina: “Semoga Kalian yang Dimaksud Rasulullah”

Eramuslim.com â€" Rasulullah pernah mensabdakan bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur. Setelah melihat tanda-tanda yang terjadi di Indonesia, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah itu adalah umat Islam Indonesia.

Sebab bangsa-bangsa lain sudah pernah dipilih Allah untuk menjayakan agama Islam. Arab sudah, Persia sudah, Kurdi sudah, Mamluk sudah, Turki juga sudah.

Berikut ini harapan Syaikh Abu Bakr seperti dikisahkan Ustadz Salim A Fillah di situs pribadinya salimafillah.com pada 13 Juli 2015. Mungkin setelah melihat Aksi 212, tanda-tanda yang dilihat Syaikh Abu Bakr semakin jelas.

ulama-palestina

***

Suatu saat kami sedang duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya“, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama dan Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.” (yk/tarbawia)

"

| Lihat | Tanda-tanda | Indonesia, | Ulama | Palestina: | “Semoga | Kalian | yang | Dimaksud | Rasulullah” | Home< | span> | Berita< | Berita | Nasional< | Tanda | tanda | Indonesia | Rasulullah”< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Rasulullah | pernah | mensabd | bahwa | pembawa | kejayaan | akhir | zaman | datang | arah | Timur | Setelah | melihat | terjadi | Wakil | Ketua | Rabithah | ‘Ulama | Palestina | Syaikh | Bakr | ‘Awawidah | menyampaikan | harapannya | semoga | dimaksud | adalah | umat | Islam | p> Sebab | bangsa | lain | dipilih | Allah | untuk | menjay | agama | Arab | Persia | Kurdi | Mamluk | Turki | juga | p> Berikut | harapan | seperti | dikisahkan | Ustadz | Salim | Fillah | situs | pribadinya | salimafillah | pada | Juli | 2015 | Mungkin | setelah | Aksi | dilihat | semakin | jelas | p> < | p> ***< | p> Suatu | saat | kami | duduk | Masjid | Jogokariyan | hadirat | Kami | beliau | “Ya | berbagai | telaah | menyat | persoalan | takkan | selesai | sampai | ‘Arab | bersatu | Bagaimana | pendapat | Anda | ”< | p> Beliau | tersenyum | “Tidak | begitu | Ukhayya“ | ujarnya | lembut | “Sesungguhnya | memilih | agamanya | sesiapa | dipilihNya | antara | hambaNya; | genapkan | syarat | syaratnya | muli | dengan | p> “Pada | kurun | awal” | lanjut | “Allah | Bangsa | Dipimpin | Khulafaur | Rasyidin | beberapa | penguasa | Daulah | ‘Umawiyah | jaya | Lalu | ketika | para | beserta | punggawanya | menyimpang | Allahpun | mencabut | amanah | penjayaan | p> “Di | masa | berikutnya | Dari | Khurasan | menyokong | ‘Abbasiyah | Maka | penyangga | utama | Perdana | Menterinya | keluarga | Baramikah | panglima | bahkan | banyak | Cendikiawannya | bangkitkan | kalangan | orang | p> “Lalu | berpaling | cabut | berikan | Kurdi; | puncaknya | Shalahuddin | Ayyubi | anak | anaknya | p> “Ketika | alihkan | bekas | budak | Asia | Tengah | disultankan | Mesir; | Quthuz | Baybars | Qalawun | antaranya | Mereka | Mamalik | pula | memindahkan | Turki; | ‘Utsman | Orthughrul | turunnya | serta | khususnya | Muhammad | Fatih | ‘Aliyah | ‘Utsmaniyah | rasa | rasanya | hari | menunjuk | lagi | memimpin | menghela | nafas | panjang | kemudian | Dengan | matanya | buta | oleh | siksaan | penjara | Israel | arahkan | wajahnya | berkata | “Sungguh | besar | menerima | kalianlah; | agak | pendek | berkulit | kecoklatan | berhidung | pesek” | katanya | sedikit | tertawa | “Yang | ditunjuk | penzhahiran | p> “Dan | bukankah | bersabda | bendera | hitam | Dulu | mengiranya | menggun | pemaknaan | dalam | kampanye | menggulingkan | Tapi | kini | tahu; | dunia | membentang | Maghrib; | Maroko | Merauke” | ujar | terkekeh | p> “Maka | sungguh | berharap | kalian | wahai | Muslim | Nusantara | Hari | tugas | menggenapi | agar | layak | peradaban | p> “Ah | tandanya | barangkali | pejuang | masih | harus | bersabar | sejenak | berjuang | garis | depan | Bersabar | menanti | bersama | shalat | Masjidil | Aqsha | merdeka | insyaallah | tarbawia)< | div> |

Lihat Tanda-tanda di Indonesia, Ulama Palestina: “Semoga Kalian yang Dimaksud Rasulullah”

Eramuslim.com â€" Rasulullah pernah mensabdakan bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur. Setelah melihat tanda-tanda yang terjadi di Indonesia, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah itu adalah umat Islam Indonesia.

Sebab bangsa-bangsa lain sudah pernah dipilih Allah untuk menjayakan agama Islam. Arab sudah, Persia sudah, Kurdi sudah, Mamluk sudah, Turki juga sudah.

Berikut ini harapan Syaikh Abu Bakr seperti dikisahkan Ustadz Salim A Fillah di situs pribadinya salimafillah.com pada 13 Juli 2015. Mungkin setelah melihat Aksi 212, tanda-tanda yang dilihat Syaikh Abu Bakr semakin jelas.

ulama-palestina

***

Suatu saat kami sedang duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya“, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama dan Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.” (yk/tarbawia)

"

| Lihat | Tanda-tanda | Indonesia, | Ulama | Palestina: | “Semoga | Kalian | yang | Dimaksud | Rasulullah” | Home< | span> | Berita< | Berita | Nasional< | Tanda | tanda | Indonesia | Rasulullah”< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Rasulullah | pernah | mensabd | bahwa | pembawa | kejayaan | akhir | zaman | datang | arah | Timur | Setelah | melihat | terjadi | Wakil | Ketua | Rabithah | ‘Ulama | Palestina | Syaikh | Bakr | ‘Awawidah | menyampaikan | harapannya | semoga | dimaksud | adalah | umat | Islam | p> Sebab | bangsa | lain | dipilih | Allah | untuk | menjay | agama | Arab | Persia | Kurdi | Mamluk | Turki | juga | p> Berikut | harapan | seperti | dikisahkan | Ustadz | Salim | Fillah | situs | pribadinya | salimafillah | pada | Juli | 2015 | Mungkin | setelah | Aksi | dilihat | semakin | jelas | p> < | p> ***< | p> Suatu | saat | kami | duduk | Masjid | Jogokariyan | hadirat | Kami | beliau | “Ya | berbagai | telaah | menyat | persoalan | takkan | selesai | sampai | ‘Arab | bersatu | Bagaimana | pendapat | Anda | ”< | p> Beliau | tersenyum | “Tidak | begitu | Ukhayya“ | ujarnya | lembut | “Sesungguhnya | memilih | agamanya | sesiapa | dipilihNya | antara | hambaNya; | genapkan | syarat | syaratnya | muli | dengan | p> “Pada | kurun | awal” | lanjut | “Allah | Bangsa | Dipimpin | Khulafaur | Rasyidin | beberapa | penguasa | Daulah | ‘Umawiyah | jaya | Lalu | ketika | para | beserta | punggawanya | menyimpang | Allahpun | mencabut | amanah | penjayaan | p> “Di | masa | berikutnya | Dari | Khurasan | menyokong | ‘Abbasiyah | Maka | penyangga | utama | Perdana | Menterinya | keluarga | Baramikah | panglima | bahkan | banyak | Cendikiawannya | bangkitkan | kalangan | orang | p> “Lalu | berpaling | cabut | berikan | Kurdi; | puncaknya | Shalahuddin | Ayyubi | anak | anaknya | p> “Ketika | alihkan | bekas | budak | Asia | Tengah | disultankan | Mesir; | Quthuz | Baybars | Qalawun | antaranya | Mereka | Mamalik | pula | memindahkan | Turki; | ‘Utsman | Orthughrul | turunnya | serta | khususnya | Muhammad | Fatih | ‘Aliyah | ‘Utsmaniyah | rasa | rasanya | hari | menunjuk | lagi | memimpin | menghela | nafas | panjang | kemudian | Dengan | matanya | buta | oleh | siksaan | penjara | Israel | arahkan | wajahnya | berkata | “Sungguh | besar | menerima | kalianlah; | agak | pendek | berkulit | kecoklatan | berhidung | pesek” | katanya | sedikit | tertawa | “Yang | ditunjuk | penzhahiran | p> “Dan | bukankah | bersabda | bendera | hitam | Dulu | mengiranya | menggun | pemaknaan | dalam | kampanye | menggulingkan | Tapi | kini | tahu; | dunia | membentang | Maghrib; | Maroko | Merauke” | ujar | terkekeh | p> “Maka | sungguh | berharap | kalian | wahai | Muslim | Nusantara | Hari | tugas | menggenapi | agar | layak | peradaban | p> “Ah | tandanya | barangkali | pejuang | masih | harus | bersabar | sejenak | berjuang | garis | depan | Bersabar | menanti | bersama | shalat | Masjidil | Aqsha | merdeka | insyaallah | tarbawia)< | div> |

Senin, 28 November 2016

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Palestina. Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | pendudukan, | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang. | Menurut | itu, | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen-produsen | Palestina. Sementara | Jalur | Gaza, | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | mereka. | Ditambah | lagi, | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967. Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur-sumur | air, | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995, | sehingga | merampas | tanah | Palestina. | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | 1967, | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | ekonomi, | alam | mereka. Laporan | juga | menyoroti | dampak | berulang-ulangnya | operasi | militer | Gaza. | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | Israel, | antara | 2008 | 2014, | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | ini. | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis, | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah-langkah | diambil | pendudukan. |

Sejarah Hari Ini: Pemungutan Suara PBB Soal Pembagian Tanah Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Meski ditentang oleh Arab, pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara soal pembagian tanah Palestina, termasuk pembentukan negara Yahudi.

Konflik antara Yahudi dan Arab Palestina kembali memanas setelah 1910-an. Kedua pihak mengklaim wilayah yang dikendalikan Inggris tersebut.

Yahudi adalah zionis yang merupakan emigran dari Eropa dan Rusia. Mereka tiba di Palestina yang mereka sebut tanah kelahiran Yahudi.

Mereka ingin membangun sebuah negara Yahudi. Penduduk pribumi Palestina mencoba untuk menahan gelombang imigrasi tersebut.

Palestina juga ingin membangun negara berdaulat. Awal 1929, Arab dan Yahudi secara terbuka berperang di Palestina. Sementara Inggris ingin membatasi imigrasi Yahudi.

Saat Holocaust di Eropa, banyak Yahudi secara ilegal masuk Palestina pada Perang Dunia II. Kelompok radikal Yahudi mempekerjakan terorisme melawan pasukan Inggris di Palestina.

Pada akhir PD II 1945, Inggris tidak bisa mencari solusi praktik sehingga menyerahkannya pada PBB. Hingga pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara untuk membagi wilayah Arab dan Yahudi di tanah Palestina.

Saat itu Yahudi mengokupasi lebih dari setengah wilayah Palestina meski populasi mereka lebih sedikit. Pada 14 Mei 1948, Inggris mundur dari Palestina dan Israel memproklamirkan diri.

Sehari kemudian, pasukan Mesir, Transjordan, Suriah, Lebanon dan Irak menginvasi. Hasilnya Israel tetap mengamankan wilayah penting, seperti Galilee, pantai Palestina dan wilayah penghubung pantai dengan Jerusalem.

Selama perang, ratusan ribu warga Palestina mengungsi dari Israel. Sehingga jumlah mereka berkurang banyak. Yahudi akhirnya menjadi mayoritas.

Selanjutnya: Perpecahan Semenanjung Korea pada 1950

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Pemungutan | Suara | Soal | Pembagian | Tanah | Palestina | REPUBLIKA | Meski | ditentang | oleh | Arab | pada | hari | tahun | 1947 | melakukan | pemungutan | suara | soal | pembagian | tanah | termasuk | pembentukan | negara | Yahudi | p>Konflik | antara | kembali | memanas | setelah | 1910 | Kedua | pihak | mengklaim | wilayah | yang | dikendalikan | Inggris | tersebut | p>Yahudi | adalah | zionis | merupakan | emigran | dari | Eropa | Rusia | Mereka | tiba | mereka | sebut | kelahiran | p>Mereka | ingin | membangun | sebuah | Penduduk | pribumi | mencoba | untuk | menahan | gelombang | imigrasi | p>Palestina | juga | berdaulat | Awal | 1929 | secara | terbuka | berperang | Sementara | membatasi | p>Saat | Holocaust | banyak | ilegal | masuk | Perang | Dunia | Kelompok | radikal | mempekerjakan | terorisme | melawan | pasukan | p>Pada | akhir | 1945 | tidak | bisa | mencari | solusi | praktik | sehingga | menyerahkannya | Hingga | membagi | mengokupasi | lebih | setengah | meski | populasi | sedikit | Pada | 1948 | mundur | Israel | memproklamirkan | diri | p>Sehari | kemudian | Mesir | Transjordan | Suriah | Lebanon | Irak | menginvasi | Hasilnya | tetap | mengamankan | penting | seperti | Galilee | pantai | penghubung | dengan | Jerusalem | p>Selama | perang | ratusan | ribu | warga | mengungsi | Sehingga | jumlah | berkurang | akhirnya | menjadi | mayoritas | p> Selanjutnya: | Perpecahan | Semenanjung | Korea | 1950< | strong>< | p> |

Selasa, 29 November 2016

Sejarah Hari Ini: Pemungutan Suara PBB Soal Pembagian Tanah Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Meski ditentang oleh Arab, pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara soal pembagian tanah Palestina, termasuk pembentukan negara Yahudi.

Konflik antara Yahudi dan Arab Palestina kembali memanas setelah 1910-an. Kedua pihak mengklaim wilayah yang dikendalikan Inggris tersebut.

Yahudi adalah zionis yang merupakan emigran dari Eropa dan Rusia. Mereka tiba di Palestina yang mereka sebut tanah kelahiran Yahudi.

Mereka ingin membangun sebuah negara Yahudi. Penduduk pribumi Palestina mencoba untuk menahan gelombang imigrasi tersebut.

Palestina juga ingin membangun negara berdaulat. Awal 1929, Arab dan Yahudi secara terbuka berperang di Palestina. Sementara Inggris ingin membatasi imigrasi Yahudi.

Saat Holocaust di Eropa, banyak Yahudi secara ilegal masuk Palestina pada Perang Dunia II. Kelompok radikal Yahudi mempekerjakan terorisme melawan pasukan Inggris di Palestina.

Pada akhir PD II 1945, Inggris tidak bisa mencari solusi praktik sehingga menyerahkannya pada PBB. Hingga pada hari ini tahun 1947, PBB melakukan pemungutan suara untuk membagi wilayah Arab dan Yahudi di tanah Palestina.

Saat itu Yahudi mengokupasi lebih dari setengah wilayah Palestina meski populasi mereka lebih sedikit. Pada 14 Mei 1948, Inggris mundur dari Palestina dan Israel memproklamirkan diri.

Sehari kemudian, pasukan Mesir, Transjordan, Suriah, Lebanon dan Irak menginvasi. Hasilnya Israel tetap mengamankan wilayah penting, seperti Galilee, pantai Palestina dan wilayah penghubung pantai dengan Jerusalem.

Selama perang, ratusan ribu warga Palestina mengungsi dari Israel. Sehingga jumlah mereka berkurang banyak. Yahudi akhirnya menjadi mayoritas.

Selanjutnya: Perpecahan Semenanjung Korea pada 1950

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Pemungutan | Suara | Soal | Pembagian | Tanah | Palestina | REPUBLIKA | Meski | ditentang | oleh | Arab | pada | hari | tahun | 1947 | melakukan | pemungutan | suara | soal | pembagian | tanah | termasuk | pembentukan | negara | Yahudi | p>Konflik | antara | kembali | memanas | setelah | 1910 | Kedua | pihak | mengklaim | wilayah | yang | dikendalikan | Inggris | tersebut | p>Yahudi | adalah | zionis | merupakan | emigran | dari | Eropa | Rusia | Mereka | tiba | mereka | sebut | kelahiran | p>Mereka | ingin | membangun | sebuah | Penduduk | pribumi | mencoba | untuk | menahan | gelombang | imigrasi | p>Palestina | juga | berdaulat | Awal | 1929 | secara | terbuka | berperang | Sementara | membatasi | p>Saat | Holocaust | banyak | ilegal | masuk | Perang | Dunia | Kelompok | radikal | mempekerjakan | terorisme | melawan | pasukan | p>Pada | akhir | 1945 | tidak | bisa | mencari | solusi | praktik | sehingga | menyerahkannya | Hingga | membagi | mengokupasi | lebih | setengah | meski | populasi | sedikit | Pada | 1948 | mundur | Israel | memproklamirkan | diri | p>Sehari | kemudian | Mesir | Transjordan | Suriah | Lebanon | Irak | menginvasi | Hasilnya | tetap | mengamankan | penting | seperti | Galilee | pantai | penghubung | dengan | Jerusalem | p>Selama | perang | ratusan | ribu | warga | mengungsi | Sehingga | jumlah | berkurang | akhirnya | menjadi | mayoritas | p> Selanjutnya: | Perpecahan | Semenanjung | Korea | 1950< | strong>< | p> |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada 11-15 Desember 2016.

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12) dan Rabu di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia. Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Dr. Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia. Menurutnya, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, walikota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen. Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen. Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal di Indonesia | JAKARTA | â€" < | span>Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Natal | Jakarta | Bali | pada | Desember | 2016 | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Minggu | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Indonesia | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Penampilan | depan | misa | (VOA | Fathiyah | Wardah)< | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | Menurutnya | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | walikota | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | p> | player< | span>< | button>< | div> Dalam | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |