Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kuba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kuba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |

Ini Bukti Fidel Castro Pro-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Dukungan mantan presiden Kuba, Fidel Castro, untuk Organisasi Pembebasan Palestina telah tumbuh sejak 1980-an. Seperti diilansir The New Arab, dukungan yang diberikan Castro salah satunya yaitu memberikan pelatihan kepada gerilyawan Palestina selama pemberontakan Intifada pada 1987.

Tak hanya itu, dua tahun lalu Castro juga turut mengutuk serangan Israel di Gaza. Castro menggambarkan serangan tersebut sebagai bentuk baru fasisme yang ‘menjijikkan’. Sebelumnya, hubungan antara Kuba dengan Israel diketahui berjalan dingin selama bertahun-tahun.

“Mengapa pemerintah (Israel) berpikir bahwa dunia akan tahan terhadap genosida mengerikan ini yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina?” tulisnya dalam sebuah surat kabar lokal.

Pada tahun yang sama, Castro turut menandatangai manifesto pro-Palestina internasional yang menuntut agar Israel menghormati resolusi PBB termasuk mendesak penarikan semua pasukan dan pemukiman Israel dari sejumlah wilayah di Palestina yaitu Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Baca juga, Pemimpin Legendaris Kuba, Fidel Castro Meninggal Dunia.

Sementara, Israel Terus memihak Washington melakukan embargo terhadap perekonomian Kuba. Setelah Presiden AS Barrack Obama menghidupkan kembali AS dengan Havana, kuba, spekulasi muncul bahwa Israel dapat memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba.

Namun, Fidel Castro dan adiknya Raul Catsro tidak tertarik memperbaiki hubungannya dengan Israle karena Kuba bersetia kepada dunia Arab dan Palestina, hubungan yang dibangun olehnya selama bertahun-tahun.

"

| Bukti | Fidel | Castro | Pro-Palestina | REPUBLIKA.CO.ID, | HAVANA | Dukungan | mantan | presiden | Kuba, | Castro, | untuk | Organisasi | Pembebasan | Palestina | telah | tumbuh | sejak | 1980-an. | Seperti | diilansir | Arab, | dukungan | yang | diberikan | salah | satunya | yaitu | memberikan | pelatihan | kepada | gerilyawan | selama | pemberontakan | Intifada | pada | 1987.Tak | hanya | itu, | tahun | lalu | juga | turut | mengutuk | serangan | Israel | Gaza. | menggambarkan | tersebut | sebagai | bentuk | baru | fasisme | ‘menjijikkan’. | Sebelumnya, | hubungan | antara | Kuba | dengan | diketahui | berjalan | dingin | bertahun-tahun.“Mengapa | pemerintah | (Israel) | berpikir | bahwa | dunia | akan | tahan | terhadap | genosida | mengerikan | sedang | dilakukan | rakyat | Palestina?” | tulisnya | dalam | sebuah | surat | kabar | lokal.Pada | sama, | menandatangai | manifesto | pro-Palestina | internasional | menuntut | agar | menghormati | resolusi | termasuk | mendesak | penarikan | semua | pasukan | pemukiman | dari | sejumlah | wilayah | Gaza, | Tepi | Barat | Yerusalem | Timur. Baca | juga, | Pemimpin | Legendaris | Meninggal | Dunia. Sementara, | Terus | memihak | Washington | melakukan | embargo | perekonomian | Kuba. | Setelah | Presiden | Barrack | Obama | menghidupkan | kembali | Havana, | kuba, | spekulasi | muncul | dapat | memulihkan | diplomatik | Kuba.Namun, | adiknya | Raul | Catsro | tidak | tertarik | memperbaiki | hubungannya | Israle | karena | bersetia | Arab | Palestina, | dibangun | olehnya | bertahun-tahun. |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Selasa, 29 November 2016

Korea Utara Berkabung 3 Hari untuk 'Kamerad Agung' Castro

Korea Utara melangsungkan masa berkabung tiga hari untuk Fidel Castro, yang dianggap sebagai sahabat erat melawan musuh bersama, Amerika Serikat.

Bendera-bendera di luar gedung-gedung pemerintah dipasang setengah tiang untuk menghormati Castro, yang meninggal dunia Jumat lalu (25/11) pada usia 90 tahun.

Laporan-laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Kedutaan Besar Kuba untuk memberikan penghormatan. Delegasi pejabat senior Korea Utara telah berangkat ke Havana untuk menghadiri acara memorial untuk Castro.

"Kami merasakan duka kehilangan kamerad agung, kamerad agung dalam perang bersama," tulis Kim dalam buku tamu di Kedutaan Kuba, seperti yang dilaporkan kantor berita resmi KCNA, Selasa (29/11).

Menurut sebuah lembaga Jepang yang memantau media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang mendapat kehormatan semacam itu sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal tahun 2004.

Masa berkabung akan berakhir Rabu.

Kematian Fidel Castro kemungkinan merupakan akhir dari era hubungan Korea Utara-Kuba.

Karena rasa permusuhan yang sama terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang mirip, Kuba dan Korea Utara memiliki hubungan diplomatik yang erat selama bertahun-tahun. Kedua negara itu membentuk hubungan tahun 1960 dan Castro berkunjung ke Korea Utara tahun 1986 untuk bertemu Kim Il-sung, pendiri negara itu dan kakek Kim Jong-un.

Namun hubungan itu sepertinya memudar di Pyongyang akibat normalisasi hubungan antara Kuba dan AS pada 2014. [hd]

"

| Korea | Utara | Berkabung | Hari | untuk | Kamerad | Agung | Castro | TOKYO | â€" < | span>Korea | melangsungkan | masa | berkabung | tiga | hari | Fidel | yang | dianggap | sebagai | sahabat | erat | melawan | musuh | bersama | Amerika | Serikat | p> Bendera | bendera | luar | gedung | pemerintah | dipasang | setengah | tiang | menghormati | meninggal | dunia | Jumat | lalu | pada | usia | tahun | p> Laporan | laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | pemimpin | Jong | mengunjungi | Kedutaan | Besar | Kuba | memberikan | penghormatan | Delegasi | pejabat | senior | telah | berangkat | Havana | menghadiri | acara | memorial | p> Kami | merasakan | duka | kehilangan | kamerad | agung | dalam | perang | tulis | buku | tamu | seperti | dilaporkan | kantor | berita | resmi | KCNA | Selasa | p> Menurut | sebuah | lembaga | Jepang | memantau | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | mendapat | kehormatan | semacam | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p> Masa | akan | berakhir | Rabu | p> Kematian | kemungkinan | merupakan | akhir | hubungan | p> Karena | rasa | permusuhan | sama | terhadap | struktur | kekuasaan | otoriter | mirip | memiliki | diplomatik | selama | bertahun | Kedua | negara | membentuk | 1960 | berkunjung | 1986 | bertemu | sung | pendiri | kakek | p> Namun | sepertinya | memudar | akibat | normalisasi | antara | 2014 | [hd]< | em>< | p> |

Minggu, 27 November 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan presiden Kuba yang baru meninggal dunia, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan, Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan, kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin, | November | 2016 | 05:19 | WIB Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana, | Kuba, | Februari | 1959. | AP TEMPO.CO, | Jakarta | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | presiden | yang | baru | meninggal | dunia, | Castro. | Menurut | Abbas, | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | Palestina.Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya, | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri, | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya. | Selain | itu, | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia,” | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post, | 2016.Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan, | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional. | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kuat, | kata | enggan | namanya | Post. | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah, | mirip | Nelson | Mandela.Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar. | dia, | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka. | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | Palestina,” | ujarnya.Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974. | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | negara. | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Non-Blok.AHMAD | FAIZ | JPOST |