Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri meninggalkan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri meninggalkan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2016

Mesir Buka Perbatasan Rafah, Ratusan Warga Palestina Tinggalkan...

Pintu penyeberangan Rafah. FOTO/The News

GAZA CITY - Ratusan warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza dan melakukan perjalanan ke Mesir. Hal ini terjadi setelah pemerintah Mesir membuka pintu perbatasan Rafah sejak Sabtu (10/12) pagi waktu setempat.

Mengutip Ma’an News, Minggu (11/12), Mesir akan membuka penyeberangan ini selama tiga hari. “Pada hari Sabtu, ada 669 warga Palestina yang meninggalkan Gaza menuju Mesir. Pintu penyeberangan ini akan kembali dibuka pada Minggu pagi,” jelas pernyataan Komisi Perbatasan dan Penyeberangan Gaza.

Menurut komisi itu, prioritas telah diberikan untuk "kasus kemanusiaan", termasuk pasien medis, mahasiswa yang belajar di luar Gaza, dan ekspatriat, selain pemegang paspor Mesir. Sejak tersingkirnya Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir pada 2013 silam, Mesir memang tak lagi memperbolehkan warga Gaza menyeberang setiap saat.

Padahal, pintu penyeberangan Rafah adalah satu-satunya jalan keluar-masuk ke Jalur Gaza, sejak Israel menerapkan blokade penuh atas Gaza pada 2007. Jadilah Gaza benar-benar terisolir dari dunia luar. Bahkan pada 2015, penyeberangan Rafah ditutup untuk 344 hari dan baru dibuka kembali secara lebih teratur sejak awal 2016.

Untuk menyiasati sulitnya melintas perbatasan Mesir secara resmi, sejumlah warga Gaza menggali terowongan untuk bisa masuk ke wilayah Mesir. Aparat Mesir pun secara berkala menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup itu. Tak jarang, otoritas Mesir membanjiri terowongan dengan air, yang berimbas pada tewasnya sejumlah warga Palestina.

(esn)
dibaca 2.333x

"

| Mesir | Buka | Perbatasan | Rafah, | Ratusan | Warga | Palestina | Tinggalkan... | Pintu | penyeberangan | Rafah | FOTO | News < | p>GAZA | CITY< | strong> | warga | meninggalkan | Jalur | Gaza | melakukan | perjalanan | terjadi | setelah | pemerintah | membuka | pintu | perbatasan | sejak | Sabtu | pagi | waktu | setempat | Mengutip | Ma’an | News | Minggu | selama | tiga | hari | “Pada | yang | menuju | kembali | dibuka | pada | jelas | pernyataan | Komisi | Penyeberangan | p>Menurut | komisi | prioritas | telah | diberikan | untuk | kasus | kemanusiaan | termasuk | pasien | medis | mahasiswa | belajar | luar | ekspatriat | selain | pemegang | paspor | Sejak | tersingkirnya | Mohamed | Morsi | kursi | Presiden | 2013 | silam | memang | lagi | memperbolehkan | menyeberang | setiap | saat | p>Padahal | adalah | satu | satunya | jalan | keluar | masuk | Israel | menerapkan | blokade | penuh | atas | 2007 | Jadilah | benar | terisolir | dunia | Bahkan | 2015 | ditutup | baru | secara | lebih | teratur | awal | 2016 | p>Untuk | menyiasati | sulitnya | melintas | resmi | sejumlah | menggali | terowongan | wilayah | Aparat | berkala | menghancurkan | penyelundup | jarang | otoritas | membanjiri | dengan | berimbas | tewasnya | p>(esn< | span>)dibaca | 333x< | span>< | div> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Senin, 05 Desember 2016

Sepanjang Bulan November, Penjajah Zionis Israel Tangkap 163 Warga Palestina Di Kota Al Quds

anak2 PalestinaEramuslim â€" Komite Keluarga Tahanan Palestina Al Quds melaporkan sebanyak 163 warga Palestina di kota Al Quds ditangkap sepanjang bulan November kemarin, dalam laporan yang diterbitkan organisasi pada hari Sabtu (3/12).

Komite Keluarga Tahanan Palestina Al Quds menjelaskan bahwa dari 163 mereka yang ditangkap 6 orang diantaranya adalah perempuan dan seorang wanita berumur, 7 anak-anak berusia dibawah 12 tahun, 67 anak-anak berusia antara 12 hingga 18 tahun, 2 orang tua, dan 81 pemuda Palestina berusia di atas 18 tahun.

Sebanyak 94 warga Al Quds diciduk paksa penjajah Zionis Israel dari tempat tinggal mereka, sedangkan sisanya 69 orang ditangkap dari jalan-jalan ataupun saat meninggalkan Masjid Al Aqsha.

Dalam konteks terkait, Organisasi Tahanan Palestina dalam laporan di bulan November menyatakan sebanyak 8 ribu warga Palestina kini masih mendekam di dalam penjara-penjara Zionis Israel, termasuk diantaranya  700 lebih tahanan administratif, 350 tahanan anak-anak, 63 tahanan wanita, dan 6 pejabat ataupun anggota Dewan Palestina. (Dostor/Ram)

"

| Sepanjang | Bulan | November, | Penjajah | Zionis | Israel | Tangkap | Warga | Palestina | Kota | Quds | Home< | span> | Berita< | Berita | Palestina< | November | Quds< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Komite | Keluarga | Tahanan | melaporkan | sebanyak | warga | kota | ditangkap | sepanjang | bulan | kemarin | dalam | laporan | yang | diterbitkan | organisasi | pada | hari | Sabtu | p> Komite | menjelaskan | bahwa | orang | diantaranya | adalah | perempuan | seorang | wanita | berumur | anak | berusia | dibawah | tahun | antara | pemuda | atas | p> Sebanyak | diciduk | paksa | penjajah | tempat | tinggal | sisanya | jalan | ataupun | saat | meninggalkan | Masjid | Aqsha | p> Dalam | konteks | terkait | Organisasi | menyat | ribu | kini | masih | mendekam | penjara | termasuk | diantaranya  | lebih | tahanan | administratif | pejabat | anggota | Dewan | (Dostor | Ram)< | div> |

Israel Akui dapat Banyak Bantuan dari Palestina

IMG-4093

Kebakaran di Israel (kininews/ist)

HAIFA, kini.co.id â€" 28 kilometer hutan di Israel terbakar akibat kebakaran selama kurang dari dua minggu. 60.000 warga dievakuasi dan kerusakan hutan pun tak terhindarkan.

Tapi pemerintah Israel mengakui banyak mendapatkan bantuan dari Palestina. Seperti memberikan tumpangan ketika warga mengungsi.

Diinformasikan, Senin (5/12) penghuni hutan, rusa dan burung kabur meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka. Sehingga nyaris hancur ekosistem yang selama ini para binatang tempati.

Api yang muncul (22/11) kemarin dari Haifa dan pegunungan Yerussalem. Sedikitnya 500 rumah hancur dan puluhan ribu wargga terpaksa mengungsi ke puncak serangan.

Pemadam kebakaran dari seluruh dunia turut membantu pemadaman api yang terus membesar. Warga Arab pun menyediakan lokasi sebagai tempat penampungan para pengungsi.

Api juga membakar, 28 kilometer hutan di Haifa dan bukit di Yerusalem. Kini tak ada pilihan selain menanam kembali hutan yang telah gundul karena terbakar api. Pemerintah Israel pun membuat sumbangan satu pohon yang diwajibkan kepada setiap warganya.

"

| Israel | Akui | dapat | Banyak | Bantuan | Palestina | Kebakaran | (kininews | ist)< | p> < | div> HAIFA< | strong> | kini | kilometer | hutan | terbakar | kebakaran | selama | kurang | minggu | warga | dievakuasi | kerus | terhindarkan | p> Tapi | pemerintah | mengakui | banyak | mendapatkan | bantuan | Seperti | memberikan | tumpangan | ketika | mengungsi | p> Diinformasikan | Senin | penghuni | rusa | burung | kabur | meninggalkan | lokasi | tempat | tinggal | nyaris | hancur | ekosistem | yang | para | binatang | tempati | p> Api | muncul | kemarin | Haifa | pegunungan | Yerussalem | Sedikitnya | rumah | puluhan | ribu | wargga | terpaksa | puncak | serangan | p> Pemadam | seluruh | dunia | turut | membantu | pemadaman | terus | membesar | Warga | Arab | menyedi | sebagai | penampungan | pengungsi | juga | membakar | bukit | Yerusalem | Kini | pilihan | selain | menanam | kembali | telah | gundul | karena | Pemerintah | membuat | sumbangan | satu | pohon | diwajibkan | kepada | setiap | warganya | div> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Senin, 05 Desember 2016

Israel Akui dapat Banyak Bantuan dari Palestina

IMG-4093

Kebakaran di Israel (kininews/ist)

HAIFA, kini.co.id â€" 28 kilometer hutan di Israel terbakar akibat kebakaran selama kurang dari dua minggu. 60.000 warga dievakuasi dan kerusakan hutan pun tak terhindarkan.

Tapi pemerintah Israel mengakui banyak mendapatkan bantuan dari Palestina. Seperti memberikan tumpangan ketika warga mengungsi.

Diinformasikan, Senin (5/12) penghuni hutan, rusa dan burung kabur meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka. Sehingga nyaris hancur ekosistem yang selama ini para binatang tempati.

Api yang muncul (22/11) kemarin dari Haifa dan pegunungan Yerussalem. Sedikitnya 500 rumah hancur dan puluhan ribu wargga terpaksa mengungsi ke puncak serangan.

Pemadam kebakaran dari seluruh dunia turut membantu pemadaman api yang terus membesar. Warga Arab pun menyediakan lokasi sebagai tempat penampungan para pengungsi.

Api juga membakar, 28 kilometer hutan di Haifa dan bukit di Yerusalem. Kini tak ada pilihan selain menanam kembali hutan yang telah gundul karena terbakar api. Pemerintah Israel pun membuat sumbangan satu pohon yang diwajibkan kepada setiap warganya.

"

| Israel | Akui | dapat | Banyak | Bantuan | Palestina | Kebakaran | (kininews | ist)< | p> < | div> HAIFA< | strong> | kini | kilometer | hutan | terbakar | kebakaran | selama | kurang | minggu | warga | dievakuasi | kerus | terhindarkan | p> Tapi | pemerintah | mengakui | banyak | mendapatkan | bantuan | Seperti | memberikan | tumpangan | ketika | mengungsi | p> Diinformasikan | Senin | penghuni | rusa | burung | kabur | meninggalkan | lokasi | tempat | tinggal | nyaris | hancur | ekosistem | yang | para | binatang | tempati | p> Api | muncul | kemarin | Haifa | pegunungan | Yerussalem | Sedikitnya | rumah | puluhan | ribu | wargga | terpaksa | puncak | serangan | p> Pemadam | seluruh | dunia | turut | membantu | pemadaman | terus | membesar | Warga | Arab | menyedi | sebagai | penampungan | pengungsi | juga | membakar | bukit | Yerusalem | Kini | pilihan | selain | menanam | kembali | telah | gundul | karena | Pemerintah | membuat | sumbangan | satu | pohon | diwajibkan | kepada | setiap | warganya | div> |

Selasa, 06 Desember 2016

Israel Akui dapat Banyak Bantuan dari Palestina

IMG-4093

Kebakaran di Israel (kininews/ist)

HAIFA, kini.co.id â€" 28 kilometer hutan di Israel terbakar akibat kebakaran selama kurang dari dua minggu. 60.000 warga dievakuasi dan kerusakan hutan pun tak terhindarkan.

Tapi pemerintah Israel mengakui banyak mendapatkan bantuan dari Palestina. Seperti memberikan tumpangan ketika warga mengungsi.

Diinformasikan, Senin (5/12) penghuni hutan, rusa dan burung kabur meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka. Sehingga nyaris hancur ekosistem yang selama ini para binatang tempati.

Api yang muncul (22/11) kemarin dari Haifa dan pegunungan Yerussalem. Sedikitnya 500 rumah hancur dan puluhan ribu wargga terpaksa mengungsi ke puncak serangan.

Pemadam kebakaran dari seluruh dunia turut membantu pemadaman api yang terus membesar. Warga Arab pun menyediakan lokasi sebagai tempat penampungan para pengungsi.

Api juga membakar, 28 kilometer hutan di Haifa dan bukit di Yerusalem. Kini tak ada pilihan selain menanam kembali hutan yang telah gundul karena terbakar api. Pemerintah Israel pun membuat sumbangan satu pohon yang diwajibkan kepada setiap warganya.

"

| Israel | Akui | dapat | Banyak | Bantuan | Palestina | Kebakaran | (kininews | ist)< | p> < | div> HAIFA< | strong> | kini | kilometer | hutan | terbakar | kebakaran | selama | kurang | minggu | warga | dievakuasi | kerus | terhindarkan | p> Tapi | pemerintah | mengakui | banyak | mendapatkan | bantuan | Seperti | memberikan | tumpangan | ketika | mengungsi | p> Diinformasikan | Senin | penghuni | rusa | burung | kabur | meninggalkan | lokasi | tempat | tinggal | nyaris | hancur | ekosistem | yang | para | binatang | tempati | p> Api | muncul | kemarin | Haifa | pegunungan | Yerussalem | Sedikitnya | rumah | puluhan | ribu | wargga | terpaksa | puncak | serangan | p> Pemadam | seluruh | dunia | turut | membantu | pemadaman | terus | membesar | Warga | Arab | menyedi | sebagai | penampungan | pengungsi | juga | membakar | bukit | Yerusalem | Kini | pilihan | selain | menanam | kembali | telah | gundul | karena | Pemerintah | membuat | sumbangan | satu | pohon | diwajibkan | kepada | setiap | warganya | div> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

Jimmy Carter Minta Obama Akui Palestina Sebelum Lengser

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Presiden AS Jimmy Carter meminta Barack Obama mengakui Palestina sebelum Obama meninggalkan Gedung Putih.

Carter memang dikenal terbuka memperjuangkan Palestina dan mendorong perdamaian Palestina-Israel. Ia juga meminta Palestina harus mendapat keanggotaan penuh di PBB.

Dalam artikel yang diterbitkan The New York Times, Carter sempat meyakinkan AS bisa tetap membantu menyelesaikan konflik Palestina-Israel sebelum pergantian presiden meski waktu yang ada sangat singkat. "Langkah sederhana namun penting harus diambil AS sebelum 20 Januari, dengan mengakui Palestina sebagai negara, ujar Carter seperti dikutip The Independent, Ahad (4/12).

Carter juga menyatakan, Dewan Keamanan PBB harus membuat resolusi yang menekankan parameter penyelesaian konflik. Resolusi itu harus mereafirmasi ilegalitas permukiman Israel sebelum 1967 dengan perhitungan kembali area, termasuk area demiliterisasi dan pengiriman misi perdamaian oleh PBB.

Ia mengkritisi bangunan Israel di tanah Palestina dan menggusur warga Palestina. "Lebih dari 4,5 juta warga Palestina tinggal di tanah yang diklaim milik Israel. Kebanyakan mereka juga hidup di bawah aturan militer Israel, namun tak memiliki hak sebagai warga," kata Carter.

Presiden AS terpilih Donald Trump sendiri mengaku akan meneruskan kebijakan Pemerintah AS sebelumnya atas konflik Palestina-Israel. Menteri Pemerintah AS keturunan Israel mengatakan kemenangan Trump menandakan berakhirnya era negara Palestina.

Dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York pada September lalu, Trump sempat mengakatakan ia akan mengambil langkah tak biasa dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pernyataan itu memicu kemarahan warga Palestina yang juga berkepentingan atas Yerusalem.

"

| Jimmy | Carter | Minta | Obama | Akui | Palestina | Lengser | REPUBLIKA | WASHINGTON | Mantan | Presiden | meminta | Barack | mengakui | meninggalkan | Gedung | Putih | p>Carter | memang | dikenal | terbuka | memperjuangkan | mendorong | perdamaian | Israel | juga | harus | mendapat | keanggotaan | penuh | p>Dalam | artikel | yang | diterbitkan | York | Times< | sempat | meyakinkan | tetap | membantu | menyelesaikan | konflik | pergantian | presiden | meski | waktu | sangat | singkat | Langkah | sederhana | penting | diambil | Januari | dengan | sebagai | negara | ujar | seperti | dikutip | Independent< | Ahad | menyat | Dewan | Keamanan | membuat | resolusi | menekankan | parameter | penyelesaian | Resolusi | mereafirmasi | ilegalitas | permukiman | 1967 | perhitungan | kembali | area | termasuk | demiliterisasi | pengiriman | misi | oleh | p>Ia | mengkritisi | bangunan | tanah | menggusur | warga | Lebih | juta | tinggal | diklaim | milik | Kebany | hidup | bawah | aturan | militer | memiliki | kata | p>Presiden | terpilih | Donald | Trump | sendiri | mengaku | meneruskan | kebij | Pemerintah | senya | atas | Menteri | keturunan | mengat | kemenangan | menand | berakhirnya | sebuah | pertemuan | Perdana | Benjamin | Netanyahu | pada | September | mengakat | mengambil | langkah | biasa | Yerusalem | Kota | Pernyataan | memicu | kemarahan | berkepentingan | p> |