Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Umum). Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Umum). Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Rabu, 30 November 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solidaritas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengatakan | tahun | belakangan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | dari | jangkauan | tersebut | moon | akan | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | tidak | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggarakan | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

PBB: 10 Tahun Terakhir, 'Dasawarsa yang Hilang Bagi Palestina-Israel'

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina di markasnya di New York pada Selasa (29/11), dan seorang pejabat seniornya mengatakan 10 tahun belakangan adalah satu dasawarsa yang hilang.

Ia merujuk hilang kepada upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson, yang berbicara dalam satu pertemuan khusus Komite PBB mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapat Dicabut Rakyat Palestina mengatakan menyedihkan, dalam banyak jalur 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai satu dasawarsa yang hilang dalam upaya mewujudkan perdamaian Israel-Palestina.

Jika kebuntuan berlanjut atau makin dalam, ia memperingatkan, penyelesaian dua-negara mungkin jauh dari jangkauan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melepaskan jabatan pada akhir tahun ini dengan kesedihan yang besar. Sebabnya ialah ia tidak menyaksikan akhir konflik Israel-Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB telah mengunjungi wilayah tersebut 11 kali, termasuk selama masa perang, untuk melihat situasi secara langsung, membantu merundingkan gencatan senjata dan mendorong proses perdamaian. Ban Ki-moon akan memasukkan masalah itu dan upaya terus-menerusnya dalam mewujudkan perdamaian di dalam laporan khusus ke Dewan Keamanan pada akhir Desember.

Pada Selasa malam, komite tersebut dan Misi Pengamat Tetap Negara Palestina akan menyelenggarakan pembukaan pameran tahun ini, "Palestinian Embroidery Threads of Continuity, Identity and Empowerment", di Lobi Pengunjung Sidang Majelis Umum PBB. Pameran itu akan terbuka buat umum sampai 28 Desember.

Setiap tahun sejak 1977, PBB telah memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina pada 29 November.
Pada 2016, sekali lagi di bawah pengawasan Komite mengenai Pelaksanaan Hak yang tak Dapati Dicabut Rakyat Palestina, PBB memperingati hari penting itu dengan serangkaian pertemuan resmi dan acara budaya.

Pada 2012, Sidang Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara untuk memberi status Negara Pengamat Palestina non-anggota di PBB dengan 138 suara mendukung, sembilan menentang dan 41 abstein oleh Sidang 193-negara tersebut.

"

| PBB: | Tahun | Terakhir, | Dasawarsa | yang | Hilang | Bagi | Palestina-Israel | REPUBLIKA | YORK | memperingati | Hari | Solitas | Internasional | buat | Rakyat | Palestina | markasnya | York | pada | Selasa | seorang | pejabat | seniornya | mengat | tahun | belgan | adalah | satu | dasawarsa | hilang | p> Ia | merujuk | kepada | upaya | untuk | mewujudkan | perdamaian | antara | Israel | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Eliasson | berbicara | dalam | pertemuan | khusus | Komite | mengenai | Pelaksanaan | Dapat | Dicabut | menyedihkan | banyak | jalur | terakhir | dapat | digambarkan | sebagai | p> Jika | kebuntuan | berlanjut | atau | makin | memperingatkan | penyelesaian | negara | mungkin | jauh | jangkauan | tersebut | moon | melepaskan | jabatan | akhir | dengan | kesedihan | besar | Sebabnya | ialah | menyaksikan | konflik | p> Sekretaris | telah | mengunjungi | wilayah | kali | termasuk | selama | masa | perang | melihat | situasi | secara | langsung | membantu | merundingkan | gencatan | senjata | mendorong | proses | memasukkan | masalah | terus | menerusnya | laporan | Dewan | Keamanan | Desember | p> Pada | malam | komite | Misi | Pengamat | Tetap | Negara | menyelenggar | pembukaan | pameran | Palestinian | Embroidery | Threads | Continuity | Identity | Empowerment | Lobi | Pengunjung | Sidang | Majelis | Umum | Pameran | terbuka | umum | sampai | p> Setiap | sejak | 1977 | November | Pada | 2016 | sekali | lagi | bawah | pengawasan | Dapati | hari | penting | serangkaian | resmi | acara | budaya | 2012 | melakukan | pemungutan | suara | memberi | status | anggota | mendukung | sembilan | menentang | abstein | oleh | p> |

Senin, 28 November 2016

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Palestina. Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | pendudukan, | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang. | Menurut | itu, | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen-produsen | Palestina. Sementara | Jalur | Gaza, | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | mereka. | Ditambah | lagi, | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967. Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur-sumur | air, | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995, | sehingga | merampas | tanah | Palestina. | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | 1967, | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | ekonomi, | alam | mereka. Laporan | juga | menyoroti | dampak | berulang-ulangnya | operasi | militer | Gaza. | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | Israel, | antara | 2008 | 2014, | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | ini. | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis, | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah-langkah | diambil | pendudukan. |

PBB: Ekonomi Palestina Bisa Naik 2 Kali Lipat tanpa Pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA -- Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (21/11) oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) meningkatkan keprihatinan atas kerugian ekonomi dari pendudukan Israel terhadap Palestina.

Laporan UNCTAD mengatakan bahwa tanpa pendudukan, perekonomian wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan mudah bisa menghasilkan dua kali produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan sekarang. Menurut laporan itu, lebih dari 61 persen lahan di Tepi Barat berada di bawah kendali Israel dan tidak dapat diakses untuk produsen-produsen Palestina.

Sementara itu, di Jalur Gaza, warga Palestina tidak diberi akses terhadap setengah dari daerah yang bisa mereka tanami dan 85 persen dari sumber daya perikanan mereka. Ditambah lagi, lebih dari 2,5 juta pohon produktif telah tumbang sejak 1967.

Pemerintah dan petani Palestina dilarang memelihara atau membangun sumur-sumur air, sedangkan penguasa pendudukan telah mengeluarkan air di atas tingkat yang ditentukan oleh pasal 40 Lampiran I dari Kesepakatan Oslo II yang ditandatangani pada 28 September 1995, sehingga merampas air tanah warga Palestina. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal pendudukan pada 1967, rakyat Palestina tidak pernah menikmati kontrol berdaulat atas ekonomi, sumber daya alam atau wilayah mereka.

Laporan ini juga menyoroti dampak dari berulang-ulangnya operasi militer Israel di Gaza. Kerusakan langsung yang ditimbulkan oleh tiga operasi militer Israel, antara 2008 dan 2014, diperkirakan setidaknya tiga kali ukuran produksi tahunan ekonomi lokal Gaza. Laporan itu akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada minggu terakhir bulan ini. Mereka merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk membentuk suatu kerangka kerja yang sistematis, komprehensif dan berkelanjutan untuk menilai kerugian ekonomi dan konsekuensi dari terus berkembangnya langkah-langkah yang diambil oleh penguasa pendudukan.

"

| PBB: | Ekonomi | Palestina | Bisa | Naik | Kali | Lipat | tanpa | Pendudukan | Israel | REPUBLIKA | JENEWA | Sebuah | laporan | yang | dirilis | pada | Senin | (21/11) | oleh | Konferensi | mengenai | Perdagangan | Pembangunan | (UNCTAD) | meningkatkan | keprihatinan | atas | kerugian | ekonomi | dari | pendudukan | terhadap | Laporan | UNCTAD | mengatakan | bahwa | perekonomian | wilayah | diduduki | dengan | mudah | bisa | menghasilkan | kali | produk | domestik | bruto | (PDB) | dihasilkan | sekarang | Menurut | lebih | persen | lahan | Tepi | Barat | berada | bawah | kendali | tidak | dapat | diakses | untuk | produsen | Sementara | Jalur | Gaza | warga | diberi | akses | setengah | daerah | mereka | tanami | sumber | daya | perikanan | Ditambah | lagi | juta | pohon | produktif | telah | tumbang | sejak | 1967 | Pemerintah | petani | dilarang | memelihara | atau | membangun | sumur | sedangkan | penguasa | mengeluarkan | tingkat | ditentukan | pasal | Lampiran | Kesepakatan | Oslo | ditandatangani | September | 1995 | sehingga | merampas | tanah | Laporan | tersebut | menunjukkan | awal | rakyat | pernah | menikmati | kontrol | berdaulat | alam | juga | menyoroti | dampak | berulang | ulangnya | operasi | militer | Kerusakan | langsung | ditimbulkan | tiga | antara | 2008 | 2014 | diperkirakan | setidaknya | ukuran | produksi | tahunan | lokal | akan | disampaikan | kepada | Majelis | Umum | minggu | terakhir | bulan | Mereka | merekomendasikan | membentuk | suatu | kerangka | kerja | sistematis | komprehensif | berkelanjutan | menilai | konsekuensi | terus | berkembangnya | langkah | diambil |

Jumat, 02 Desember 2016

Israel: Terimakasih Palestina | Dream.co.id

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com

Dream - Melalui sambungan telepon, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Otoritas Palestina, Muhammad Abbas, atas bantuannya mengatasi kebakaran yang meluas di Haifa dan Sha’ar Hagai di luar Yerusalem. Ucapan terima kasih itu disampaikan melalui sambungan telepon.

Beberapa kota di Israel dilanda kebakaran hebat selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa pekan kemarin. Bencana kebakaran tersebut menghancurkan rumah dan fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga Yahudi dan Arab di Israel mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam perbincangan melalui telepon, Netanyahu mengapresiasi kiriman delapan truk dan sekitar 40 petugas pemadam kebakaran dari Otoritas Palestina. Bantuan juga datang dari beberapa negara lainnya, seperti Siprus, Kroasia, Rusia, Turki, Italia, Bulgaria, dan Amerika Serikat yang mengirimkan sebuah supertanker, pesawat Damkar terbesar di dunia.

Kepala Damkar Otoritas Palestina, Yousef Nasser, berada di Israel pada Sabtu kemarin. Selama di sana, Nasser berkunjung ke beberapa Pusat Damkar Israel di Neve Ilan, dekat Yerusalem dan Rishon Lezion.

Selain tur ke kedua Pusat Damkar Israel itu, Nasser juga meninjau langsung anak buahnya yang berjuang bahu membahu dengan petugas Damkar Israel.

Selanjutnya :

imageimage>
Mulai Dari :

Bangun Perdamaian

Sisi Religi Marshanda - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Heboh Isu Kemarau Panjang 2019-2022, Ini Kata BMKG

  • imageimage>

    Benda Mencurigakan di Jalan Thamrin, Ternyata Berisi Pakaian

  • imageimage>

    Tim Gegana Amankan Benda Mencurigakan di Jalan Thamrin

"

| Israel: | Terimakasih | Palestina | Dream.co.id | Diskon | Beli | tiket | pesawat | Pergi | com< | span> | Dream | strong> | sambungan | telepon | Perdana | Menteri | Israel | Benyamin | Netanyahu | menyampaikan | terima | kasih | kepada | pemimpin | Otoritas | Palestina< | Muhammad< | Abbas | atas | bantuannya | mengatasi< | kebakaran | yang | meluas | Haifa | Sha’ar | Hagai | luar | Yerusalem | Ucapan | disampaikan | p> Beberapa | kota | dilanda | hebat | selama | tiga | hari | berturut | turut | sejak | Selasa | pekan | kemarin | Bencana | tersebut | menghancurkan | rumah | fasilitas | umum | serta | memaksa | ribuan | warga | Yahudi | Arab | mengungsi | tempat | lebih | aman | p> Dalam | perbincangan | mengapresiasi | kiriman | delapan | truk | petugas | pemadam | Bantuan | juga | datang | beberapa | negara | lainnya | seperti | Siprus | Kroasia | Rusia | Turki | Italia | Bulgaria | Amerika | Serikat | mengirimkan | sebuah | supertanker | Damkar | terbesar | dunia | p> Kepala | Yousef | Nasser | berada | pada | Sabtu | Selama | sana | berkunjung | Pusat | Neve | Ilan | dekat | Rishon | Lezion | p> Selain | kedua | meninjau | langsung | anak | buahnya | berjuang | bahu | membahu | dengan | p> < | p>Selanjutnya | h2> < | a> Mulai | Dari | span> Bangun | Perdamaian< | p> < | div> < | div> < | div> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | p>Sisi | Religi | Marshanda | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Heboh | Kemarau | Panjang | 2019 | 2022 | Kata | BMKG< | li> < | a> Benda | Mencurig | Jalan | Thamrin | Ternyata | Berisi | Pakaian< | a> Tim | Gegana | Amankan | Benda | Thamrin< | ul>< | div> |

Minggu, 04 Desember 2016

Israel: Terimakasih Palestina | Dream.co.id

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com

Dream - Melalui sambungan telepon, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Otoritas Palestina, Muhammad Abbas, atas bantuannya mengatasi kebakaran yang meluas di Haifa dan Sha’ar Hagai di luar Yerusalem. Ucapan terima kasih itu disampaikan melalui sambungan telepon.

Beberapa kota di Israel dilanda kebakaran hebat selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa pekan kemarin. Bencana kebakaran tersebut menghancurkan rumah dan fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga Yahudi dan Arab di Israel mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam perbincangan melalui telepon, Netanyahu mengapresiasi kiriman delapan truk dan sekitar 40 petugas pemadam kebakaran dari Otoritas Palestina. Bantuan juga datang dari beberapa negara lainnya, seperti Siprus, Kroasia, Rusia, Turki, Italia, Bulgaria, dan Amerika Serikat yang mengirimkan sebuah supertanker, pesawat Damkar terbesar di dunia.

Kepala Damkar Otoritas Palestina, Yousef Nasser, berada di Israel pada Sabtu kemarin. Selama di sana, Nasser berkunjung ke beberapa Pusat Damkar Israel di Neve Ilan, dekat Yerusalem dan Rishon Lezion.

Selain tur ke kedua Pusat Damkar Israel itu, Nasser juga meninjau langsung anak buahnya yang berjuang bahu membahu dengan petugas Damkar Israel.

Selanjutnya :

imageimage>
Mulai Dari :

Bangun Perdamaian

Sisi Religi Marshanda - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Penjelasan Polri Soal Penangkapan Ahmad Dhani

  • imageimage>

    Yusril Siap Bela 8 Tokoh yang Dituduh Makar

  • imageimage>

    Dugaan Makar, Polisi Tangkap Beberapa Tokoh

"

| Israel: | Terimakasih | Palestina | Dream.co.id | Diskon | Beli | tiket | pesawat | Pergi | com< | span> | Dream | strong> | sambungan | telepon | Perdana | Menteri | Israel | Benyamin | Netanyahu | menyampaikan | terima | kasih | kepada | pemimpin | Otoritas | Palestina< | Muhammad< | Abbas | atas | bantuannya | mengatasi< | kebakaran | yang | meluas | Haifa | Sha’ar | Hagai | luar | Yerusalem | Ucapan | disampaikan | p> Beberapa | kota | dilanda | hebat | selama | tiga | hari | berturut | turut | sejak | Selasa | pekan | kemarin | Bencana | tersebut | menghancurkan | rumah | fasilitas | umum | serta | memaksa | ribuan | warga | Yahudi | Arab | mengungsi | tempat | lebih | aman | p> Dalam | perbincangan | mengapresiasi | kiriman | delapan | truk | petugas | pemadam | Bantuan | juga | datang | beberapa | negara | lainnya | seperti | Siprus | Kroasia | Rusia | Turki | Italia | Bulgaria | Amerika | Serikat | mengirimkan | sebuah | supertanker | Damkar | terbesar | dunia | p> Kepala | Yousef | Nasser | berada | pada | Sabtu | Selama | sana | berkunjung | Pusat | Neve | Ilan | dekat | Rishon | Lezion | p> Selain | kedua | meninjau | langsung | anak | buahnya | berjuang | bahu | membahu | dengan | p> < | p>Selanjutnya | h2> < | a> Mulai | Dari | span> Bangun | Perdamaian< | p> < | div> < | div> < | div> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | p>Sisi | Religi | Marshanda | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Penjelasan | Polri | Soal | Penangkapan | Ahmad | Dhani< | li> < | a> Yusril | Siap | Bela | Tokoh | Dituduh | Makar< | a> Dugaan | Makar | Polisi | Tangkap | Beberapa | Tokoh< | ul>< | div> |

Minggu, 11 Desember 2016

Menlu Palestina: Tak Ada Agama yang Lebih Baik dari yang Lain | Nasional

Denpasar - Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menegaskan bahwa tidak ada ras yang lebih baik dari yang lain. Demikian juga tidak ada agama yang lebih baik di dunia ini.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama," kata Riad Malki dalam sambutannya pada General Debate (Debat Umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi pada Bali Democracy Forum IX, di Denpasar, Bali, 8 Des. 2016.

Terkait demokrasi, Riad menyatakan, rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, di manapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Palestina menurut sejarah dan geografinya adalah berada di persimpangan peradaban manusia, berada di tanah keragaman. Oleh karenanya keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara.

Demokrasi bukan hanya tentang penyelenggaraan pemilu yang teratur dan transparan, meskipun ini merupakan persyaratan utama. Demokrasi berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, tapi kekuatan ini harus dipisahkan sehingga untuk memastikan checks and balances.

Demokrasi berarti ada satu batas yang tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX “Agama, Demokrasi dan Pluralisme” adalah sangat pas dengan kondisi dunia saat ini. Identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak yang menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya.

Pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamofobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan," ujarnya. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata "Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi".

Dubes Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo yang juga merangkap untuk Negara Palestina menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di Forum Demokrasi yang menjadi ruang diskusi ini adalah sangat penting, karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif.

Investor DailyInvestor Daily>

Hari Gunarto/HA

Investor Daily

"

| Menlu | Palestina: | Agama | yang | Lebih | Baik | Lain | Nasional | Denpasar | strong> | Menteri | Luar | Negeri | Palestina | Riad | Malki | menegaskan | bahwa | lebih | baik | lain | Demikian | juga | agama | dunia | p> Saudara | saudara | semua | tahu | pada | Setiap | benua | setiap | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | dalam | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | kata | sambutannya | General | Debate | (Debat | Umum) | dipimpin | oleh | Retno | Marsudi | Bali | Democracy | Forum | 2016 | p> Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | manapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | menurut | sejarah | geografinya | adalah | persimpangan | peradaban | tanah | Oleh | karenanya | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | p> Demokrasi | bukan | hanya | tentang | penyelenggaraan | pemilu | teratur | transparan | meskipun | merup | persyaratan | utama | Demokrasi | berarti | sumber | kekuatan | harus | dipisahkan | memastikan | checks | balances | satu | batas | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | p> Riad | tema | “Agama | Pluralisme” | sangat | kondisi | saat | Identitas | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p> Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | p> Pemerintah | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p> Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | ujarnya | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | p> Dubes | Indonesia | Yordania | Teguh | Wardoyo | merangkap | Negara | kehadiran | menjadi | ruang | diskusi | penting | forum | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | berharap | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | p> < | p> Hari | Gunarto | p> Investor | Daily< | p> |