Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri rekaman. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri rekaman. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Polisi Israel Tembak Mati Seorang Pemuda Palestina di Nablus

Polisi Perbatasan Israel berjaga di persimpangan Zaatara. FOTO/Ma'an News

BETLEHEM - Seorang pemuda Palestina ditembak mati oleh pasukan Polisi Perbatasan Israel, Kamis (8/12) pagi waktu setempat. Pemuda Palestina yang diidentifikasi sebagai Hussein Harb (19) asal Qalqiliya itu ditembak di persimpangan Zaatara, sebelah selatan kota Nablus, Tepi Barat.

Seperti dikutip dari Ma’an News, aparat Israel menuding Harb akan melakukan serangan dengan menggunakan pisau pada personel Polisi Perbatasan Israel yang berjaga di wilayah tersebut. Karena curiga Harb akan menusuk salah satu personel, Polisi Perbatasan Israel langsung melepaskan tembakan yang menewaskan Harb.

"Petugas berada di situasi yang mengancam jiwa, ketika mereka menanggapi serangan pisau oleh teroris Palestina," jelas Micky Rosenfeld, juru bicara Kepolisian Israel via akun Twitter.

Namun, rekaman yang diambil dari sebuah mobil yang tengah melintas di wilayah itu menunjukkan saat-saat sebelum Harb ditembak. Harb terlihat berdiri tak bergerak beberapa meter dari polisi yang menodongkan senjata padanya. Rekaman itu sendiri telah beredar di media sosial.

Rekaman ini jelas bertentangan dengan klaim Kepolisian Israel soal ancaman serangan yang diduga akan dilakukan Harb. Setelah insiden penembakan ini, Kepolisian Israel langsung menutup persimpangan Zaatara.

Menurut dokumentasi Ma'an, Harb adalah salah satu dari 242 warga Palestina yang tewas oleh pasukan Israel sejak awal gelombang kerusuhan di wilayah Palestina yang diduduki pecah pada bulan Oktober 2015. Lima di antaranya tewas di pos pemeriksaan Zaatara.

(esn)
dibaca 884x

"

| Polisi | Israel | Tembak | Mati | Seorang | Pemuda | Palestina | Nablus | Perbatasan | berjaga | persimpangan | Zaatara | FOTO | Maan | News < | p>BETLEHEM< | strong> | pemuda | ditembak | mati | oleh | pasukan | Kamis | pagi | waktu | setempat | yang | diidentifikasi | sebagai | Hussein | Harb | (19) | asal | Qalqiliya | sebelah | selatan | kota | Tepi | Barat | Seperti | dikutip | Ma’an | News | aparat | menuding | melakukan | serangan | dengan | menggun | pisau | pada | personel | wilayah | tersebut | Karena | curiga | menusuk | salah | satu | langsung | melepaskan | temb | menewaskan | p>Petugas | berada | situasi | mengancam | jiwa | ketika | menanggapi | teroris | jelas | Micky | Rosenfeld | juru | bicara | Kepolisian | akun | Twitter | p>Namun | rekaman | diambil | sebuah | mobil | tengah | melintas | menunjukkan | saat | terlihat | berdiri | bergerak | beberapa | meter | polisi | menodongkan | senjata | padanya | Rekaman | sendiri | telah | beredar | media | sosial | p>Rekaman | bertentangan | klaim | soal | ancaman | diduga | dilakukan | Setelah | insiden | penemb | menutup | p>Menurut | dokumentasi | adalah | warga | tewas | sejak | awal | gelombang | kerusuhan | diduduki | pecah | bulan | Oktober | 2015 | Lima | antaranya | pemeriksaan | p>(esn< | span>)dibaca | 884x< | span>< | div> |

Jumat, 02 Desember 2016

Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!

ACEHTERKINI.COM | SELURUH  gereja Palestina yang berada di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan adzan. Sikap dewan gereja Palestina ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap hubungan harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina. Demikian dikutip dari Ahram Online.
Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!>
Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan [ Disediakan oleh Islampos.com ]

Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan bersama warga Muslim.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan adzan oleh Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa kumandang adzan yang terlalu keras menimbulkan suara bising yang mengganggu.

Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama Kristen, Islam dan Yahudi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan ‘menara mesjid tidak akan pernah dibungkam’ seraya menyerukan lantunan adzan bersama-sama.

Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas, menyebut seruan adzan adalah panggilan umat Muslim untuk beribadah yang merupakan salah satu ritual keagamaan yang dijamin dalam seluruh agama. “Aturan itu tak akan membungkam suara adzan di Palestina,” serunya.

Sedangkan Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa’ada, mengutuk keras upaya Israel melarang seruan adzan. Menurutnya, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik.

“Pengikut Palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel,” tegas Yousef.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Israel memang menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi volume suara adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di Palestina. RUU tersebut telah lolos dari pengujian Komite Kementerian dan akan diserahkan kepada parlemen. Namun, sementara ini RUU masih mandek karena Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dengan tegas menolak dan meminta pembahasan lain sebelum RUU itu sampai ke badan legislatif.  [ islampos.com ]

"

| Gereja-gereja | Palestina | Ramai-ramai | Kumandangkan | Adzan! | ins>< | div> ACEHTERKINI | COM< | SELURUH |  gereja | yang | berada | Kota | Nazareth | menunjukkan | solitasnya | dengan | turut | mengumandangkan | adzan | Sikap | dewan | gereja | merup | bentuk | dukungan | penuh | terhadap | hubungan | harmonis | antara | warga | Muslim | Kristen | Demikian | dikutip | Ahram | Online | td> < | tr>Bukan | hanya | Yerusalem | naik | atap | rumah | bersama | sama | Disedi | oleh | Islampos | tr>< | tbody>< | table>Bukan | Dalam | sebuah | rekaman | video | beredar | media | sosial | para | penduduk | terdengar | melafalkan | sebagai | protes | atas | rencana | pelarangan | Israel | p>Perdana | Menteri | (PM) | Benyamin | Netanyahu | mengat | bahwa | kumandang | keras | menimbulkan | suara | bising | mengganggu | p>Massa | terdiri | organisasi | perwakilan | umat | tiga | agama | Islam | Yahudi | menggelar | aksi | menyerukan | slogan | ‘menara | mesjid | pernah | dibungkam’ | seraya | lantunan | p>Mufti | Sheikh | Ahmed | Shobas | menyebut | seruan | adalah | panggilan | untuk | beribadah | salah | satu | ritual | keagamaan | dijamin | dalam | seluruh | “Aturan | membungkam | serunya | p>Sedangkan | Uskup | Gereja | Katolik | Nablus | Yousef | Sa’ada | mengutuk | upaya | melarang | Menurutnya | menand | pendudukan | mengalami | kejatuhan | etika | moral | politik | p>“Pengikut | semua | bersatu | menolak | digagas | bukti | keruntuhan | dialami | tegas | p>Dalam | beberapa | pekan | terakhir | Pemerintah | memang | menggodok | rancangan | undang | (RUU) | bertujuan | membatasi | volume | dikumandangkan | masjid | tersebut | telah | lolos | pengujian | Komite | Kementerian | diserahkan | kepada | parlemen | Namun | sementara | masih | mandek | karena | Kesehatan | Yaakov | Litzman | meminta | pembahasan | lain | sampai | badan | legislatif | islampos |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada 11-15 Desember 2016.

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12) dan Rabu di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia. Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Dr. Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia. Menurutnya, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, walikota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen. Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen. Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal di Indonesia | JAKARTA | â€" < | span>Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Natal | Jakarta | Bali | pada | Desember | 2016 | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Minggu | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Indonesia | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Penampilan | depan | misa | (VOA | Fathiyah | Wardah)< | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | Menurutnya | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | walikota | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | p> | player< | span>< | button>< | div> Dalam | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |

Jumat, 02 Desember 2016

Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!

ACEHTERKINI.COM | SELURUH  gereja Palestina yang berada di Kota Nazareth menunjukkan solidaritasnya dengan turut mengumandangkan adzan. Sikap dewan gereja Palestina ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap hubungan harmonis antara warga Muslim dan Kristen di Palestina. Demikian dikutip dari Ahram Online.
Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!Gereja-gereja di Palestina Ramai-ramai Kumandangkan Adzan!>
Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan [ Disediakan oleh Islampos.com ]

Bukan hanya itu, warga Kristen di Yerusalem Palestina pun naik atap rumah dan bersama-sama mengumandangkan adzan bersama warga Muslim.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, para penduduk terdengar melafalkan adzan sebagai bentuk protes atas rencana pelarangan adzan oleh Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa kumandang adzan yang terlalu keras menimbulkan suara bising yang mengganggu.

Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama Kristen, Islam dan Yahudi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan ‘menara mesjid tidak akan pernah dibungkam’ seraya menyerukan lantunan adzan bersama-sama.

Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas, menyebut seruan adzan adalah panggilan umat Muslim untuk beribadah yang merupakan salah satu ritual keagamaan yang dijamin dalam seluruh agama. “Aturan itu tak akan membungkam suara adzan di Palestina,” serunya.

Sedangkan Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa’ada, mengutuk keras upaya Israel melarang seruan adzan. Menurutnya, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik.

“Pengikut Palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel,” tegas Yousef.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Israel memang menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan membatasi volume suara adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di Palestina. RUU tersebut telah lolos dari pengujian Komite Kementerian dan akan diserahkan kepada parlemen. Namun, sementara ini RUU masih mandek karena Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dengan tegas menolak dan meminta pembahasan lain sebelum RUU itu sampai ke badan legislatif.  [ islampos.com ]

"

| Gereja-gereja | Palestina | Ramai-ramai | Kumandangkan | Adzan! | ins>< | div> ACEHTERKINI | COM< | SELURUH |  gereja | yang | berada | Kota | Nazareth | menunjukkan | solitasnya | dengan | turut | mengumandangkan | adzan | Sikap | dewan | gereja | merup | bentuk | dukungan | penuh | terhadap | hubungan | harmonis | antara | warga | Muslim | Kristen | Demikian | dikutip | Ahram | Online | td> < | tr>Bukan | hanya | Yerusalem | naik | atap | rumah | bersama | sama | Disedi | oleh | Islampos | tr>< | tbody>< | table>Bukan | Dalam | sebuah | rekaman | video | beredar | media | sosial | para | penduduk | terdengar | melafalkan | sebagai | protes | atas | rencana | pelarangan | Israel | p>Perdana | Menteri | (PM) | Benyamin | Netanyahu | mengat | bahwa | kumandang | keras | menimbulkan | suara | bising | mengganggu | p>Massa | terdiri | organisasi | perwakilan | umat | tiga | agama | Islam | Yahudi | menggelar | aksi | menyerukan | slogan | ‘menara | mesjid | pernah | dibungkam’ | seraya | lantunan | p>Mufti | Sheikh | Ahmed | Shobas | menyebut | seruan | adalah | panggilan | untuk | beribadah | salah | satu | ritual | keagamaan | dijamin | dalam | seluruh | “Aturan | membungkam | serunya | p>Sedangkan | Uskup | Gereja | Katolik | Nablus | Yousef | Sa’ada | mengutuk | upaya | melarang | Menurutnya | menand | pendudukan | mengalami | kejatuhan | etika | moral | politik | p>“Pengikut | semua | bersatu | menolak | digagas | bukti | keruntuhan | dialami | tegas | p>Dalam | beberapa | pekan | terakhir | Pemerintah | memang | menggodok | rancangan | undang | (RUU) | bertujuan | membatasi | volume | dikumandangkan | masjid | tersebut | telah | lolos | pengujian | Komite | Kementerian | diserahkan | kepada | parlemen | Namun | sementara | masih | mandek | karena | Kesehatan | Yaakov | Litzman | meminta | pembahasan | lain | sampai | badan | legislatif | islampos |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com â€"  Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada Minggu-Kamis (11-15/12/2016).

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12/2016) dan Rabu (14/12/2016) di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia.

Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Dr Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia.

Menurut Awad, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, wali kota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen,” kata Awad.

“Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen.

Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal | Indonesia | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | â€"  | Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Jakarta | Bali | pada | Minggu | Kamis | 2016) | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | p> Pendeta | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | p> Menurut | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | wali | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | kata | p> “Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | p> Dia | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | misa | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |