Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri merdeka. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri merdeka. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Peringati PSD 2016, Adara Gelar 4 Kegiatan ‘Palestina Merdeka’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --   JAKARTA -- Menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina atau di Indonesia dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa (29/11), Adara Relief International (Adara) menggelar 4 kegiatan 'Palestina Merdeka'.

Ketua Adara Nurjanah Hulwani menyebutkan, pada Nopember 2016, kegiatan diawali dengan Lomba Menulis Esai untuk jurnalis, yang mengambil tema ‘Palestina; Karena Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa’ dengan total hadiah sekitar Rp 10 juta. Kemudian dilanjutkan dengan Lomba Melukis dengan tema ‘Palestina Merdeka’ yang berlangsung di Pasar Seni Ancol, pada Ahad 20 Nopember 2016 lalu yang diikuti 20 pelukis yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol.
 
“Diharapkan dalam lomba menulis, semakin banyak yang membaca, kemudian tersentuh untuk menunjukkan solidaritasnya untuk Palestina. Begitu juga dengan lomba melukis, harapannya agar lebih banyak lagi seniman yang terlibat dalam mengkampanyekan kemanusiaan Palestina diatas kanvasnya, dan semakin banyak orang yang tersentuh dengan lukisan-lukisan kemanusiaannya,” urai perempuan yang sudah dua kali ke Jalur Gaza ini dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, hari ini.
 
Selain itu, masih menurut Nurjanah, dalam menyambut hari solidaritas ini, Adara juga mengadakan Seminar Kecantikan Muslimah, pada 21 Nopember 2016 di Kantor Adara. Dalam kesempatan tersebut Adara menghadirkan pakar kecantikan Muslimah dr Dewi Inong Irana SpKK. Kemudian, dengan segala kreativitasnya, Adara juga mengumpulkan 30 kutipan tokoh lokal dan nasional tentang Palestina Merdeka.
 
“Uniknya, dalam menghimpun kutipan-kutipan tokoh tentang Palestina, terasa sekali ruh dalam kutipan tersebut. Saya pun terhanyut, sampai tidak bosan-bosannya membaca kutipan-kutipan yang menyentuh hati tersebut,” tutur Nurjanah.
 
Dari beberapa kegiatan ini, Adara sebagai lembaga sosial yang peduli pada anak dan perempuan Palestina bertekad terus menjalin silaturahim dengan semua yang terlibat dalam acara Hari Internasional bersama rakyat Palestina ini. “Selain pesan tentang kemanusiaan Palestina, Adara berharap semakin banyak lagi dari bangsa Indonesia yang terus memberikan dukungan do’a dan donasi terbaiknya untuk bangsa Palestina,” ujarnya.

"

| Peringati | 2016, | Adara | Gelar | Kegiatan | ‘Palestina | Merdeka’ | REPUBLIKA.CO.ID, | JAKARTA | --   | Menyambut | International | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | bersama | rakyat | Palestina | Indonesia | dikenal | dengan | Palestine | (PSD), | yang | jatuh | pada | Selasa | (29/11), | Relief | (Adara) | menggelar | kegiatan | Merdeka.Ketua | Nurjanah | Hulwani | menyebutkan, | Nopember | diawali | Lomba | Menulis | Esai | untuk | jurnalis, | mengambil | tema | ‘Palestina; | Karena | Kemerdekaan | adalah | Segala | Bangsa’ | total | hadiah | sekitar | juta. | Kemudian | dilanjutkan | Melukis | berlangsung | Pasar | Seni | Ancol, | Ahad | 2016 | lalu | diikuti | pelukis | tergabung | dalam | Forum | Seniman | Ancol. “Diharapkan | lomba | menulis, | semakin | banyak | membaca, | kemudian | tersentuh | menunjukkan | solidaritasnya | Palestina. | Begitu | juga | melukis, | harapannya | agar | lebih | lagi | seniman | terlibat | mengkampanyekan | kemanusiaan | diatas | kanvasnya, | orang | lukisan-lukisan | kemanusiaannya,” | urai | perempuan | sudah | kali | Jalur | Gaza | keterangannya | diterima | Republika.co.id, | hari | ini. Selain | itu, | masih | menurut | Nurjanah, | menyambut | solidaritas | ini, | mengadakan | Seminar | Kecantikan | Muslimah, | Kantor | Adara. | Dalam | kesempatan | tersebut | menghadirkan | pakar | kecantikan | Muslimah | Dewi | Inong | Irana | SpKK. | Kemudian, | segala | kreativitasnya, | mengumpulkan | kutipan | tokoh | lokal | nasional | tentang | Merdeka. “Uniknya, | menghimpun | kutipan-kutipan | Palestina, | terasa | sekali | tersebut. | Saya | terhanyut, | sampai | tidak | bosan-bosannya | membaca | menyentuh | hati | tersebut,” | tutur | Nurjanah. Dari | beberapa | sebagai | lembaga | sosial | peduli | anak | bertekad | terus | menjalin | silaturahim | semua | acara | ini. | “Selain | pesan | berharap | dari | bangsa | memberikan | dukungan | do’a | donasi | terbaiknya | Palestina,” | ujarnya. |

Senin, 28 November 2016

Napas Panjang Palestina Merdeka di Kanvas Pelukis Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah terik matahari yang menyengat udara di utara Jakarta, tepatnya di Pasar Seni Ancol, seolah menjadi saksi bersama goresan tinta di atas kanvas para seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol, dalam satu asa Kemerdekaan Palestina.
 
Lomba lukis yang digelar Adara Relief International (Adara) ini, dalam rangka menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina. "di Indonesia, dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa, 29 Nopember," kata Ketua Adara Nurjanah Hulwani, di Kantor Adara, Mampang, Jakarta Selatan, akhir pekan.
 
Para seniman lukis ini, sudah mengawalinya pada awal Nopember 2016 berupa sketsa. Kemudian pada Ahad (20/11) lalu adalah puncaknya para seniman lukis ini menyelesaikan lukisannya.
 
“Ini adalah bentuk ungkapan cinta, waktu yang panjang dalam proses melukisnya, seolah menandakan perlunya napas panjang dalam membantu kemerdekaan Palestina,” tutur perempuan aktivis kemanusiaan Indonesia ini seperti disampaikan kepada Republika.co.id, hari ini.
 
Lebih jauh, Nurjanah menyampaikan, lomba lukis yang dihadiri 20 orang seniman lukis ini berlangsung dengan penuh suasana keakraban dan persaudaraan. Adara pun menghadirkan dua orang juri, yaitu para dosen Institut Kesenian Jakarta, Bapak Aru dan Bapak Aji.
 
Salah seorang seniman lukis yang mengikuti lomba ini sempat berkaca-kaca, di acara puncak lomba lukis dalam menyambut PSD 2016 ini. Seniman tersebut mengungkapkan, rasa haru dapat berbuat untuk Palestina walaupun baru sebatas melukis. “Perasaan haru para seniman lukis ini juga adalah bentuk ungkapan cinta,” imbuh Nurjanah.
 
Dalam lomba lukis ini, juara Pertama diberikan kepada Deni Bojong dengan mengambil tema 'Hiduplah dengan Merdeka, Palestina'. Kemudian, juara Kedua disematkan kepada Nasimin dengan tema 'Do'a Untuk Bangsa dan Agamaku'. Terakhir, juara Ketiga, dinobatkan kepada Nazili yang mengambil tema 'Kemerdekaan Yang Terbelenggu'.
 
Panas terik, kanvas, tinta dan liukan jemari tangan, adalah bukti cinta, untuk merdekanya Palestina, meskipun panjang, ianya akan datang segera, dengan izin Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

"

| Napas | Panjang | Palestina | Merdeka | Kanvas | Pelukis | Indonesia | REPUBLIKA | JAKARTA | tengah | terik | matahari | yang | menyengat | udara | utara | Jakarta | tepatnya | Pasar | Seni | Ancol | seolah | menjadi | saksi | bersama | goresan | tinta | atas | kanvas | para | seniman | tergabung | dalam | Forum | Seniman | satu | Kemerdekaan |  Lomba | lukis | digelar | Adara | Relief | International | (Adara) | rangka | menyambut | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | rakyat | dikenal | dengan | Palestine | (PSD) | jatuh | pada | Selasa | Nopember | kata | Ketua | Nurjanah | Hulwani | Kantor | Mampang | Selatan | akhir | pekan |  Para | sudah | mengawalinya | awal | 2016 | berupa | sketsa | Kemudian | Ahad | lalu | adalah | puncaknya | menyelesaikan | lukisannya |  “Ini | bentuk | ungkapan | cinta | waktu | panjang | proses | melukisnya | menandakan | perlunya | napas | membantu | kemerdekaan | tutur | perempuan | aktivis | kemanusiaan | seperti | disampaikan | kepada | Republika | hari |  Lebih | jauh | menyampaikan | lomba | dihadiri | orang | berlangsung | penuh | suasana | keakraban | persaudaraan | menghadirkan | juri | yaitu | dosen | Institut | Kesenian | Bapak |  Salah | seorang | mengikuti | sempat | berkaca | kaca | acara | puncak | tersebut | mengungkapkan | rasa | haru | dapat | berbuat | untuk | walaupun | baru | sebatas | melukis | “Perasaan | juga | imbuh |  Dalam | juara | Pertama | diberikan | Deni | Bojong | mengambil | tema | Hiduplah | Kedua | disematkan | Nasimin | Untuk | Bangsa | Agamaku | Terakhir | Ketiga | dinobatkan | Nazili | Yang | Terbelenggu |  Panas | liukan | jemari | tangan | bukti | merdekanya | meskipun | ianya | akan | datang | segera | izin | Maha | Kuasa | Allah | Subhanahu | Ta’ala | p> |

Sabtu, 03 Desember 2016

Kemenlu Mesir: Kami Dukung Palestina Merdeka 2017

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Juru bicara resmi Kementrian Luar Negeri Mesir, Ahmad Abu Zayd, menyatakan, bahwa pihaknya akan terus mendukung perjuangan Palestina. Hal ini diwujudkan dengan kerja sama bilateral antara Mesir-Palestina yang masih berlanjut. Presiden Mesir Abdul Fatah As Sisi dan Presiden Palestina Mahmud Abbas masih menjalin hubungan yang baik di antara keduanya.

Sampai saat ini, Mesir berusaha untuk memberikan dukungan untuk Palestina dalam mewujudkan kemerdekaannya di tahun 2017 dan mempersatukan rakyat Palestina. Mesir saat ini masih menjadi anggota di Dewan Keamanan PBB, dimana Mesir juga bertanggung jawab atas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Presiden Mesir menyatakan, bahwa  kedua belah pihak (Israel-Palestina) harus menjalin kepercayaan dan perjanjian perdamaian untuk kepentingan yang lebih luas. "Apabila hal ini berjalan dengan baik, maka secara otomatis hubungan antara Mesir-Palestina dan Israel akan berjalan dengan baik," katanya seperti dilansir laman: suarapalestina.id, hari ini.

Dan terkait dengan permasalahan di perlintasan Rafah, Mesir memiliki kepentingan untuk mendukung segala bentuk bantuan kemanusiaan yang melintas di perbatasan Rafah.

"

| Kemenlu | Mesir: | Kami | Dukung | Palestina | Merdeka | 2017 | REPUBLIKA | KAIRO | Juru | bicara | resmi | Kementrian | Luar | Negeri | Mesir | Ahmad | Zayd | menyat | bahwa | pihaknya | terus | mendukung | perjuangan | diwujudkan | dengan | kerja | sama | bilateral | antara | yang | masih | berlanjut | Presiden | Abdul | Fatah | Sisi | Mahmud | Abbas | menjalin | hubungan | baik | keduanya | p>Sampai | saat | berusaha | untuk | memberikan | dukungan | dalam | mewujudkan | kemerdekaannya | tahun | mempersatukan | rakyat | menjadi | anggota | Dewan | Keamanan | dimana | juga | bertanggung | jawab | atas | keamanan | kawasan | Timur | Tengah | p>Presiden | bahwa  | kedua | belah | pihak | (Israel | Palestina) | harus | kepercayaan | perjanjian | perdamaian | kepentingan | lebih | luas | Apabila | berjalan | maka | secara | otomatis | Israel | katanya | seperti | dilansir | laman: | suarapalestina | hari | p>Dan | terkait | permasalahan | perlintasan | Rafah | memiliki | segala | bentuk | bantuan | kemanusiaan | melintas | perbatasan | p> |

Minggu, 04 Desember 2016

Palestina Masih Membutuhkan Bantuan Pembangunan Kapasitas

Delegasi Palestina membahas bantuan kapasitas dengan Pemerintah Indonesia (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Amman: Pembangunan kapasitas untuk Palestina sangat penting guna mempersiapkan pemerintahan, di saat Palestina merdeka. Indonesia pun masih terus memberikan bantuan serupa.

Pertukaran pemikiran dan diskusi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina pun berlangsung di KBRI Amman, Yordania. Kegiatan ini membahas mengenai "Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan Bantuan Kerja Sama Teknik untuk Palestina". 

Melibatkan alumni peserta pelatihan peningkatan kapasitas Palestina yang telah dilatih di Indonesia, pembahasan mengkaji dukungan dan rekomendasi untuk memberikan progam terbaik bagi Palestina ke depannya. 

"Dialog ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia dalam memajukan Kerja Sama Selatan-Selatan," pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam situs resmi Kemlu.go.id, yang disitat Metrotvnews.com, Sabtu (3/12/2016). 

"Pertemuan membahas rencana program Kerja sama Teknis (KST) tahun 2017 yang dibutuhkan dan diperlukan oleh Palestina serta mendapatkan masukan kendala dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi hasil dari pelatihan," lanjutnya.

Wakil dari Pemerintah Palestina menyampaikan bahwa Palestina masih sangat membutuhkan dukungan, salah satunya dari Indonesia.

Berdasarkan catatan Direktorat KST, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kepada Palestina di bidang pertanian, pariwisata, tata pemerintahan, demokratisasi, kearsipan, dan kepolisian yang diikuti oleh 1.774 orang Palestina.

(FJR)

"

| Palestina | Masih | Membutuhkan | Bantuan | Pembangunan | Kapasitas | Delegasi | membahas | bantuan | kapasitas | dengan | Pemerintah | Indonesia | (Foto: | Kemenlu | p> Metrotvnews | Amman< | strong>: | untuk | sangat | penting | guna | mempersiapkan | pemerintahan | saat | merdeka | masih | terus | memberikan | serupa | p> Pertukaran | pemikiran | diskusi | antara | berlangsung | KBRI | Amman | Yordania | Kegiatan | mengenai | Monitoring | Evaluasi | (Monev) | kegiatan | Kerja | Sama | Teknik | p> Melibatkan | alumni | peserta | pelatihan | peningkatan | yang | telah | dilatih | pembahasan | mengkaji | dukungan | rekomendasi | progam | terbaik | bagi | depannya | p> Dialog | adalah | bagian | peran | aktif | dalam | memajukan | Selatan | pernyataan | Kementerian | Luar | Negeri | situs | resmi | Kemlu | disitat | Metrotvnews | Sabtu | 2016) | p> Pertemuan | rencana | program | sama | Teknis | (KST) | tahun | 2017 | dibutuhkan | diperlukan | oleh | serta | mendapatkan | masukan | kendala | hambatan | dihadapi | implementasi | hasil | lanjutnya | p> Wakil | menyampaikan | bahwa | membutuhkan | salah | satunya | p> Berdasarkan | catatan | Direktorat | melaksan | kepada | bidang | pertanian | pariwisata | tata | demokratisasi | kearsipan | kepolisian | diikuti | orang | p> (FJR)< | div> < | div> |

Kemenlu Mesir: Kami Dukung Palestina Merdeka 2017

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Juru bicara resmi Kementrian Luar Negeri Mesir, Ahmad Abu Zayd, menyatakan, bahwa pihaknya akan terus mendukung perjuangan Palestina. Hal ini diwujudkan dengan kerja sama bilateral antara Mesir-Palestina yang masih berlanjut. Presiden Mesir Abdul Fatah As Sisi dan Presiden Palestina Mahmud Abbas masih menjalin hubungan yang baik di antara keduanya.

Sampai saat ini, Mesir berusaha untuk memberikan dukungan untuk Palestina dalam mewujudkan kemerdekaannya di tahun 2017 dan mempersatukan rakyat Palestina. Mesir saat ini masih menjadi anggota di Dewan Keamanan PBB, dimana Mesir juga bertanggung jawab atas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Presiden Mesir menyatakan, bahwa  kedua belah pihak (Israel-Palestina) harus menjalin kepercayaan dan perjanjian perdamaian untuk kepentingan yang lebih luas. "Apabila hal ini berjalan dengan baik, maka secara otomatis hubungan antara Mesir-Palestina dan Israel akan berjalan dengan baik," katanya seperti dilansir laman: suarapalestina.id, hari ini.

Dan terkait dengan permasalahan di perlintasan Rafah, Mesir memiliki kepentingan untuk mendukung segala bentuk bantuan kemanusiaan yang melintas di perbatasan Rafah.

"

| Kemenlu | Mesir: | Kami | Dukung | Palestina | Merdeka | 2017 | REPUBLIKA | KAIRO | Juru | bicara | resmi | Kementrian | Luar | Negeri | Mesir | Ahmad | Zayd | menyat | bahwa | pihaknya | terus | mendukung | perjuangan | diwujudkan | dengan | kerja | sama | bilateral | antara | yang | masih | berlanjut | Presiden | Abdul | Fatah | Sisi | Mahmud | Abbas | menjalin | hubungan | baik | keduanya | p>Sampai | saat | berusaha | untuk | memberikan | dukungan | dalam | mewujudkan | kemerdekaannya | tahun | mempersatukan | rakyat | menjadi | anggota | Dewan | Keamanan | dimana | juga | bertanggung | jawab | atas | keamanan | kawasan | Timur | Tengah | p>Presiden | bahwa  | kedua | belah | pihak | (Israel | Palestina) | harus | kepercayaan | perjanjian | perdamaian | kepentingan | lebih | luas | Apabila | berjalan | maka | secara | otomatis | Israel | katanya | seperti | dilansir | laman: | suarapalestina | hari | p>Dan | terkait | permasalahan | perlintasan | Rafah | memiliki | segala | bentuk | bantuan | kemanusiaan | melintas | perbatasan | p> |

Kemenlu Mesir: Kami Dukung Palestina Merdeka 2017

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Juru bicara resmi Kementrian Luar Negeri Mesir, Ahmad Abu Zayd, menyatakan, bahwa pihaknya akan terus mendukung perjuangan Palestina. Hal ini diwujudkan dengan kerja sama bilateral antara Mesir-Palestina yang masih berlanjut. Presiden Mesir Abdul Fatah As Sisi dan Presiden Palestina Mahmud Abbas masih menjalin hubungan yang baik di antara keduanya.

Sampai saat ini, Mesir berusaha untuk memberikan dukungan untuk Palestina dalam mewujudkan kemerdekaannya di tahun 2017 dan mempersatukan rakyat Palestina. Mesir saat ini masih menjadi anggota di Dewan Keamanan PBB, dimana Mesir juga bertanggung jawab atas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Presiden Mesir menyatakan, bahwa  kedua belah pihak (Israel-Palestina) harus menjalin kepercayaan dan perjanjian perdamaian untuk kepentingan yang lebih luas. "Apabila hal ini berjalan dengan baik, maka secara otomatis hubungan antara Mesir-Palestina dan Israel akan berjalan dengan baik," katanya seperti dilansir laman: suarapalestina.id, hari ini.

Dan terkait dengan permasalahan di perlintasan Rafah, Mesir memiliki kepentingan untuk mendukung segala bentuk bantuan kemanusiaan yang melintas di perbatasan Rafah.

"

| Kemenlu | Mesir: | Kami | Dukung | Palestina | Merdeka | 2017 | REPUBLIKA | KAIRO | Juru | bicara | resmi | Kementrian | Luar | Negeri | Mesir | Ahmad | Zayd | menyat | bahwa | pihaknya | terus | mendukung | perjuangan | diwujudkan | dengan | kerja | sama | bilateral | antara | yang | masih | berlanjut | Presiden | Abdul | Fatah | Sisi | Mahmud | Abbas | menjalin | hubungan | baik | keduanya | p>Sampai | saat | berusaha | untuk | memberikan | dukungan | dalam | mewujudkan | kemerdekaannya | tahun | mempersatukan | rakyat | menjadi | anggota | Dewan | Keamanan | dimana | juga | bertanggung | jawab | atas | keamanan | kawasan | Timur | Tengah | p>Presiden | bahwa  | kedua | belah | pihak | (Israel | Palestina) | harus | kepercayaan | perjanjian | perdamaian | kepentingan | lebih | luas | Apabila | berjalan | maka | secara | otomatis | Israel | katanya | seperti | dilansir | laman: | suarapalestina | hari | p>Dan | terkait | permasalahan | perlintasan | Rafah | memiliki | segala | bentuk | bantuan | kemanusiaan | melintas | perbatasan | p> |

Kamis, 01 Desember 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang  

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan Presiden Kuba yang baru meninggal, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan, Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin | November | 2016 | 05:19 | WIB< | p> < | div> Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana | Februari | 1959 | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | yang | baru | meninggal | Menurut | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | p>Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya | Selain | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post< | p>Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kata | enggan | namanya | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah | mirip | Nelson | Mandela | p>Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | ujarnya | p>Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974 | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Blok | p>AHMAD | FAIZ | JPOST< | strong>< | p> |

Sabtu, 03 Desember 2016

Palestina Masih Membutuhkan Bantuan Pembangunan Kapasitas

Delegasi Palestina membahas bantuan kapasitas dengan Pemerintah Indonesia (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Amman: Pembangunan kapasitas untuk Palestina sangat penting guna mempersiapkan pemerintahan, di saat Palestina merdeka. Indonesia pun masih terus memberikan bantuan serupa.

Pertukaran pemikiran dan diskusi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina pun berlangsung di KBRI Amman, Yordania. Kegiatan ini membahas mengenai "Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan Bantuan Kerja Sama Teknik untuk Palestina". 

Melibatkan alumni peserta pelatihan peningkatan kapasitas Palestina yang telah dilatih di Indonesia, pembahasan mengkaji dukungan dan rekomendasi untuk memberikan progam terbaik bagi Palestina ke depannya. 

"Dialog ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia dalam memajukan Kerja Sama Selatan-Selatan," pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam situs resmi Kemlu.go.id, yang disitat Metrotvnews.com, Sabtu (3/12/2016). 

"Pertemuan membahas rencana program Kerja sama Teknis (KST) tahun 2017 yang dibutuhkan dan diperlukan oleh Palestina serta mendapatkan masukan kendala dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi hasil dari pelatihan," lanjutnya.

Wakil dari Pemerintah Palestina menyampaikan bahwa Palestina masih sangat membutuhkan dukungan, salah satunya dari Indonesia.

Berdasarkan catatan Direktorat KST, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kepada Palestina di bidang pertanian, pariwisata, tata pemerintahan, demokratisasi, kearsipan, dan kepolisian yang diikuti oleh 1.774 orang Palestina.

(FJR)

"

| Palestina | Masih | Membutuhkan | Bantuan | Pembangunan | Kapasitas | Delegasi | membahas | bantuan | kapasitas | dengan | Pemerintah | Indonesia | (Foto: | Kemenlu | p> Metrotvnews | Amman< | strong>: | untuk | sangat | penting | guna | mempersiapkan | pemerintahan | saat | merdeka | masih | terus | memberikan | serupa | p> Pertukaran | pemikiran | diskusi | antara | berlangsung | KBRI | Amman | Yordania | Kegiatan | mengenai | Monitoring | Evaluasi | (Monev) | kegiatan | Kerja | Sama | Teknik | p> Melibatkan | alumni | peserta | pelatihan | peningkatan | yang | telah | dilatih | pembahasan | mengkaji | dukungan | rekomendasi | progam | terbaik | bagi | depannya | p> Dialog | adalah | bagian | peran | aktif | dalam | memajukan | Selatan | pernyataan | Kementerian | Luar | Negeri | situs | resmi | Kemlu | disitat | Metrotvnews | Sabtu | 2016) | p> Pertemuan | rencana | program | sama | Teknis | (KST) | tahun | 2017 | dibutuhkan | diperlukan | oleh | serta | mendapatkan | masukan | kendala | hambatan | dihadapi | implementasi | hasil | lanjutnya | p> Wakil | menyampaikan | bahwa | membutuhkan | salah | satunya | p> Berdasarkan | catatan | Direktorat | melaksan | kepada | bidang | pertanian | pariwisata | tata | demokratisasi | kearsipan | kepolisian | diikuti | orang | p> (FJR)< | div> < | div> |

Senin, 05 Desember 2016

Palestina Masih Membutuhkan Bantuan Pembangunan Kapasitas

Delegasi Palestina membahas bantuan kapasitas dengan Pemerintah Indonesia (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Amman: Pembangunan kapasitas untuk Palestina sangat penting guna mempersiapkan pemerintahan, di saat Palestina merdeka. Indonesia pun masih terus memberikan bantuan serupa.

Pertukaran pemikiran dan diskusi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina pun berlangsung di KBRI Amman, Yordania. Kegiatan ini membahas mengenai "Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan Bantuan Kerja Sama Teknik untuk Palestina". 

Melibatkan alumni peserta pelatihan peningkatan kapasitas Palestina yang telah dilatih di Indonesia, pembahasan mengkaji dukungan dan rekomendasi untuk memberikan progam terbaik bagi Palestina ke depannya. 

"Dialog ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia dalam memajukan Kerja Sama Selatan-Selatan," pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam situs resmi Kemlu.go.id, yang disitat Metrotvnews.com, Sabtu (3/12/2016). 

"Pertemuan membahas rencana program Kerja sama Teknis (KST) tahun 2017 yang dibutuhkan dan diperlukan oleh Palestina serta mendapatkan masukan kendala dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi hasil dari pelatihan," lanjutnya.

Wakil dari Pemerintah Palestina menyampaikan bahwa Palestina masih sangat membutuhkan dukungan, salah satunya dari Indonesia.

Berdasarkan catatan Direktorat KST, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kepada Palestina di bidang pertanian, pariwisata, tata pemerintahan, demokratisasi, kearsipan, dan kepolisian yang diikuti oleh 1.774 orang Palestina.

(FJR)

"

| Palestina | Masih | Membutuhkan | Bantuan | Pembangunan | Kapasitas | Delegasi | membahas | bantuan | kapasitas | dengan | Pemerintah | Indonesia | (Foto: | Kemenlu | p> Metrotvnews | Amman< | strong>: | untuk | sangat | penting | guna | mempersiapkan | pemerintahan | saat | merdeka | masih | terus | memberikan | serupa | p> Pertukaran | pemikiran | diskusi | antara | berlangsung | KBRI | Amman | Yordania | Kegiatan | mengenai | Monitoring | Evaluasi | (Monev) | kegiatan | Kerja | Sama | Teknik | p> Melibatkan | alumni | peserta | pelatihan | peningkatan | yang | telah | dilatih | pembahasan | mengkaji | dukungan | rekomendasi | progam | terbaik | bagi | depannya | p> Dialog | adalah | bagian | peran | aktif | dalam | memajukan | Selatan | pernyataan | Kementerian | Luar | Negeri | situs | resmi | Kemlu | disitat | Metrotvnews | Sabtu | 2016) | p> Pertemuan | rencana | program | sama | Teknis | (KST) | tahun | 2017 | dibutuhkan | diperlukan | oleh | serta | mendapatkan | masukan | kendala | hambatan | dihadapi | implementasi | hasil | lanjutnya | p> Wakil | menyampaikan | bahwa | membutuhkan | salah | satunya | p> Berdasarkan | catatan | Direktorat | melaksan | kepada | bidang | pertanian | pariwisata | tata | demokratisasi | kearsipan | kepolisian | diikuti | orang | p> (FJR)< | div> < | div> |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com â€"  Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada Minggu-Kamis (11-15/12/2016).

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12/2016) dan Rabu (14/12/2016) di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia.

Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Dr Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia.

Menurut Awad, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, wali kota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen,” kata Awad.

“Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen.

Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal | Indonesia | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | â€"  | Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Jakarta | Bali | pada | Minggu | Kamis | 2016) | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | p> Pendeta | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | p> Menurut | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | wali | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | kata | p> “Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | p> Dia | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | misa | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |

Minggu, 27 November 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan presiden Kuba yang baru meninggal dunia, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan, Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan, kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin, | November | 2016 | 05:19 | WIB Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana, | Kuba, | Februari | 1959. | AP TEMPO.CO, | Jakarta | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | presiden | yang | baru | meninggal | dunia, | Castro. | Menurut | Abbas, | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | Palestina.Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya, | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri, | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya. | Selain | itu, | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia,” | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post, | 2016.Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan, | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional. | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kuat, | kata | enggan | namanya | Post. | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah, | mirip | Nelson | Mandela.Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar. | dia, | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka. | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | Palestina,” | ujarnya.Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974. | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | negara. | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Non-Blok.AHMAD | FAIZ | JPOST |