Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Berkuasa. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Berkuasa. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2016

Liga Arab: Jumlah Yahudi di Palestina Bertambah 2x Lipat Selama 7 Tahun Netanyahu Berkuasa

netanyahuEramuslim â€" Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk urusan Palestina dan Negara-Negara terjajah, Sa’id Abu Ali, menyatakan jumlah penduduk Yahudi di Zionis Israel meningkat hampir 2 kali lipat selama 7 tahun pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Laporan ini disampaikan Sa’id Abu Ali dalam Konferensi Pengawas Pengungsi Palestina ke 97 yang dipimpin anggota Komite Eksekutif Palestina Organisasi Pembebasan Ketua Departemen Urusan Pengungsi Zakaria al-Agha.

Sa’id Abu Ali melanjutkan, “Dalam 7 tahun masa pemerintahan Netanyahu terjadi penambahan penduduk sebanyak 55% atau sekitar 625 ribu warga Yahudi.”

Menurutnya apa yang dilakukan penjajah Zionis Israel adalah untuk menyahudisasi kota Al Quds dengan merubah karakter demografi serta nama-nama lingkungan dan jalan-jalan agar dapat menghilangkan karakter Arab dan Islam.

Data resmi yang di dapat Organisasi Liga Arab menyatakan bahwa hingga awal Desember kemarin sebanyak 7 ribu lebih warga Palestina masih mendekam di dalam penjara-penjara Zionis Israel, termasuk diantaranya 350 anak-anak dan 63 orang wanita. (Almasryalyoum/Ram)

"

| Liga | Arab: | Jumlah | Yahudi | Palestina | Bertambah | Lipat | Selama | Tahun | Netanyahu | Berkuasa | Home< | span> | Berita< | Berita | Palestina< | Berkuasa< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Asisten | Sekretaris | Jenderal | Arab | untuk | urusan | Negara | terjajah | Sa’id | menyat | jumlah | penduduk | Zionis | Israel | meningkat | hampir | kali | lipat | selama | tahun | pemerintahan | Perdana | Menteri | Benjamin | p> Laporan | disampaikan | dalam | Konferensi | Pengawas | Pengungsi | yang | dipimpin | anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | Ketua | Departemen | Urusan | Zakaria | Agha | p> Sa’id | melanjutkan | “Dalam | masa | terjadi | penambahan | sebanyak | atau | ribu | warga | ”< | p> Menurutnya | dilakukan | penjajah | adalah | menyahudisasi | kota | Quds | dengan | merubah | karakter | demografi | serta | nama | lingkungan | jalan | agar | dapat | menghilangkan | Islam | p> Data | resmi | bahwa | awal | Desember | kemarin | lebih | masih | mendekam | penjara | termasuk | diantaranya | anak | orang | wanita | (Almasryalyoum | Ram)< | div> |

Liga Arab: Jumlah Yahudi di Palestina Bertambah 2x Lipat Selama 7 Tahun Netanyahu Berkuasa

netanyahuEramuslim â€" Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab untuk urusan Palestina dan Negara-Negara terjajah, Sa’id Abu Ali, menyatakan jumlah penduduk Yahudi di Zionis Israel meningkat hampir 2 kali lipat selama 7 tahun pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Laporan ini disampaikan Sa’id Abu Ali dalam Konferensi Pengawas Pengungsi Palestina ke 97 yang dipimpin anggota Komite Eksekutif Palestina Organisasi Pembebasan Ketua Departemen Urusan Pengungsi Zakaria al-Agha.

Sa’id Abu Ali melanjutkan, “Dalam 7 tahun masa pemerintahan Netanyahu terjadi penambahan penduduk sebanyak 55% atau sekitar 625 ribu warga Yahudi.”

Menurutnya apa yang dilakukan penjajah Zionis Israel adalah untuk menyahudisasi kota Al Quds dengan merubah karakter demografi serta nama-nama lingkungan dan jalan-jalan agar dapat menghilangkan karakter Arab dan Islam.

Data resmi yang di dapat Organisasi Liga Arab menyatakan bahwa hingga awal Desember kemarin sebanyak 7 ribu lebih warga Palestina masih mendekam di dalam penjara-penjara Zionis Israel, termasuk diantaranya 350 anak-anak dan 63 orang wanita. (Almasryalyoum/Ram)

"

| Liga | Arab: | Jumlah | Yahudi | Palestina | Bertambah | Lipat | Selama | Tahun | Netanyahu | Berkuasa | Home< | span> | Berita< | Berita | Palestina< | Berkuasa< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Asisten | Sekretaris | Jenderal | Arab | untuk | urusan | Negara | terjajah | Sa’id | menyat | jumlah | penduduk | Zionis | Israel | meningkat | hampir | kali | lipat | selama | tahun | pemerintahan | Perdana | Menteri | Benjamin | p> Laporan | disampaikan | dalam | Konferensi | Pengawas | Pengungsi | yang | dipimpin | anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | Ketua | Departemen | Urusan | Zakaria | Agha | p> Sa’id | melanjutkan | “Dalam | masa | terjadi | penambahan | sebanyak | atau | ribu | warga | ”< | p> Menurutnya | dilakukan | penjajah | adalah | menyahudisasi | kota | Quds | dengan | merubah | karakter | demografi | serta | nama | lingkungan | jalan | agar | dapat | menghilangkan | Islam | p> Data | resmi | bahwa | awal | Desember | kemarin | lebih | masih | mendekam | penjara | termasuk | diantaranya | anak | orang | wanita | (Almasryalyoum | Ram)< | div> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Sabtu, 10 Desember 2016

Menhan Israel: tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya.

Kerry memperingatkan, bahwa perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

 

 

"

| Menhan | Israel: | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | span>EL | AVIV< | span> | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan< | bahwa | span>depan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | span>< | p> Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | span>“Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | Liberman< | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin< | p> Sedangkan< | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | Suriah< | span>”< | ucap< | p> Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh< | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | span>yap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | em>< | p> Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | span>a< | namanya | Sayap | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | p> Kerry | memperingatkan< | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p>  < | p> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Menhan Israel: Tidak Ada Kata Damai untuk Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, menegaskan, bahwa kedepan tidak ada lagi kata damai untuk Palestina. Alasannya, Mahmud Abbas telah mendukung kelompok garis keras Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Liberman di hadapan Duta Besar negara-negara Eropa untuk Israel dalam pembahasan hubungan kerjasama Israel - Eropa.“Hampir setiap hari 500 orang tewas di negara-negara Arab, Sudan Selatan dan Iraq. Namun kita tidak pernah mendengar di media Eropa warga Yahudi yang tewas di permukiman akibat perlawanan Palestina,” ungkap Liberman seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Sedangkan terkait perang di Suriah, Israel menegaskan, tidak pernah ikut campur dalam perang melawan Hizbullah. “Kami tidak pernah intervensi dalam perang saudara di Suriah,” ucap Liberman.

Di tempat terpisah, Menlu AS John Kerry menuduh, kelompok sayap kanan pemerintahan Benyamin Netanyahu tidak menghormati perdamaian dengan rakyat Palestina. Sayap kanan Israel mendukung permukiman Yahudi di tanah Palestina dimana hal ini dapat merusak langkah damai antara dua negara, seperti yang disampikan situs wattan.com.

''Lebih setengah dari jumlah menteri di pemerintah yang berkuasa menyatakan tidak ada namanya negara Palestina. Sayap kanan Israel masih percaya mimpi '’Negara Israel Raya'’. Mereka ingin mengambil alih permukiman di Tepi Barat lalu merusak perdamaian,” sebutnya. Kerry memperingatkan perdamaian di Timur Tengah hanya bisa diwujudkan dengan tercapainya perdamaian antara Palestina dan Israel

"

| Menhan | Israel: | Tidak | Kata | Damai | untuk | Palestina | REPUBLIKA | AVIV | Menteri | Pertahanan | Israel | Avigdor | Liberman | menegaskan | bahwa | kedepan | lagi | kata | damai | Alasannya | Mahmud | Abbas | telah | mendukung | kelompok | garis | keras | p>Pernyataan | disampaikan | hadapan | Duta | Besar | negara | Eropa | dalam | pembahasan | hubungan | kerjasama | “Hampir | setiap | hari | orang | tewas | Arab | Sudan | Selatan | Iraq | Namun | pernah | mendengar | media | warga | Yahudi | yang | permukiman | perlawanan | ungkap | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | p>Sedangkan | terkait | perang | Suriah | ikut | campur | melawan | Hizbullah | “Kami | intervensi | saudara | ucap | p>Di | tempat | terpisah | Menlu | John | Kerry | menuduh | sayap | kanan | pemerintahan | Benyamin | Netanyahu | menghormati | perdamaian | dengan | rakyat | Sayap | tanah | dimana | dapat | merusak | langkah | antara | disampikan | situs | wattan | com< | p>Lebih | setengah | jumlah | menteri | pemerintah | berkuasa | menyat | namanya | masih | percaya | mimpi | ’Negara | Raya’ | Mereka | ingin | mengambil | alih | Tepi | Barat | sebutnya | memperingatkan | Timur | Tengah | hanya | diwujudkan | tercapainya | Israel< | p> |

Senin, 28 November 2016

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Senin, 28 November 2016 | 22:00 WIB

Kenang Meninggalnya Castro, Korea Utara Berkabung 3 Hari

Pahlawan revolusioner Kuba, Ernesto "Che" Guevara (tengah), pemimpin Kuba Fidel Castro (kiri), dan Presiden Kuba Osvaldo Dorticos menghadiri resepsi di lokasi yang tidak diketahui di Kuba, pada 1960. Prensa Latina/AP

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemerintah Korea Utara mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk mengenang kematian mantan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Gedung-gedung pemerintahan di Korea Utara telah diperintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang guna menghormati Castro yang meninggal pada Jumat, 25 November 2016, di usia 90 tahun.

Laporan dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengirimkan karangan bunga ke kedutaan Kuba dan delegasi pejabat senior Korea Utara telah meninggalkan Havana untuk menghadiri upacara peringatan kematian Castro.

Menurut agen Jepang yang memonitor media Korea Utara, Castro adalah tokoh politik asing pertama yang dihormati sedemikian rupa sejak pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal pada 2004.

Tak lama setelah menerima berita kematian Castro, Kim Yong-nam, kepala parlemen Korea Utara, mengirimkan pesan belasungkawa kepada saudara Castro, Raul, yang berkuasa setelah Fidel turun pada 2008.

Di dalamnya, Kim Yong-nam mengatakan, meskipun Fidel Castro telah meninggal, "Prestasi yang ia lakukan untuk revolusi Kuba dan hubungan persaudaraan persahabatan antara kedua negara akan tetap bertahan selamanya."

Karena permusuhan mereka terhadap Amerika Serikat dan struktur kekuasaan otoriter yang sama, Kuba dan Korea Utara telah mempertahankan hubungan diplomatik yang sangat dekat selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua negara mulai menjalin hubungan pada 1960. Castro mengunjungi Korea Utara pada 1986 untuk bertemu dengan Kim Il-sung, pendiri negara sekaligus kakek Kim Jong-un.

USA TODAY | ASIA CORRESPONDENT | YON DEMA

"

| Kenang | Meninggalnya | Castro, | Korea | Utara | Berkabung | Hari | Senin | November | 2016 | 22:00 | WIB< | p> < | div> Pahlawan | revolusioner | Kuba | Ernesto | Guevara | (tengah) | pemimpin | Fidel | Castro | (kiri) | Presiden | Osvaldo | Dorticos | menghadiri | resepsi | lokasi | yang | tidak | diketahui | pada | 1960 | Prensa | Latina | p> < | div> TEMPO | Pyongyang< | strong> | Pemerintah | mengumumkan | tiga | hari | masa | berkabung | untuk | mengenang | kematian | mantan | revolusi | Gedung | gedung | pemerintahan | telah | diperintahkan | menaikkan | bendera | setengah | tiang | guna | menghormati | meninggal | Jumat | usia | tahun | p>Laporan | dari | Pyongyang | mengatakan | Jong | mengirimkan | karangan | bunga | kedutaan | delegasi | pejabat | senior | meninggalkan | Havana | upacara | peringatan | p>Menurut | agen | Jepang | memonitor | media | adalah | tokoh | politik | asing | pertama | dihormati | sedemikian | rupa | sejak | Palestina | Yasser | Arafat | 2004 | p>Tak | lama | setelah | menerima | berita | Yong | kepala | parlemen | pesan | belasungkawa | kepada | saudara | Raul | berkuasa | turun | 2008 | p>Di | dalamnya | meskipun | Prestasi | lakukan | hubungan | persaudaraan | persahabatan | antara | kedua | negara | akan | tetap | bertahan | selamanya | p>Karena | permusuhan | mereka | terhadap | Amerika | Serikat | struktur | kekuasaan | otoriter | sama | mempertahankan | diplomatik | sangat | dekat | selama | bertahun | lamanya | p>Kedua | mulai | menjalin | mengunjungi | 1986 | bertemu | dengan | sung | pendiri | sekaligus | kakek | strong>< | p>USA | TODAY | ASIA | CORRESPONDENT | DEMA< | p> |

Senin, 05 Desember 2016

Mesir Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut, Empat Warga Palestina Tewas | Berita Online Lampung

image

Terowongan yang berada di Gaza (Foto: AFP).

Gaza -- Rezim militer di Mesir saat ini membantu blokade Israel atas Gaza selama bertahun-tahun. Mereka menjaga perbatasan tetap tertutup dan menghancurkan ribuan terowongan.

Setidaknya empat orang Palestina tewas ketika sebuah terowongan di bawah perbatasan dengan Mesir dan Jalur Gaza runtuh.

"Pihak berwenang Mesir sengaja membanjiri terowongan dengan air laut untuk menghancurkannya," klaim pertahanan sipil lokal Palestina, Minggu 4 Desember, setelah menemukan jasad korban.

"Mayat-mayat itu ditemukan Sabtu 3 Desember malam dan Minggu pagi," menurut kantor berita lokal Palestina, Ma'an, Senin (5/12/2016).

Pihak Pertahanan sipil Palestina di Gaza mengatakan, pihak berwenang Mesir sengaja membanjiri terowongan.

Terowongan bawah tanah berfungsi penting bagi warga Palestina untuk menyelundupkan pasokan bahan-bahan kebutuhan sejak 2007, ketika Israel memberlakukan blokade militer dan ekonomi yang melumpuhkan di Gaza. Blokade itu dipertahankan dengan bantuan pemerintahan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak ketika dia terus menutup perbatasan dengan Gaza.

Tapi Mubarak tidak bertindak keras dan menutup mata terhadap keberadaan terowongan, yang menjadi jalur penting bagi kehidupan warga Gaza. Penggantinya, Mohammed Morsi, presiden terpilih secara demokratis pertama di Mesir, membuka perbatasan dengan Gaza selama masa kepresidenannya yang singkat antara 2012-2013.

Namun, rezim junta kini, Abdel Fattah el-Sisi, yang berkuasa setelah menyingkirkan Morsi, sejak Juli 2013, menutup kembali perbatasan dengan Gaza. Selanjutnya mulailah penumpasan besar-besaran di terowongan sebagai bagian dari hubungan dekat Mesir dengan Israel.

Sebuah pernyataan dari pertahanan sipil Palestina mengidentifikasi para korban. Seorang laki-laki sebagai Ali Badawi, 43 tahun. Muhammad Badawi, 21. Imad Badawi, 24, dan Sami al-Tawil, 30. Semuanya warga Jalur Gaza. Agensi Ma'an menambahkan bahwa puluhan orang telah tewas dalam terowongan sejak awal tahun ini.

Sisi menuduh Hamas, yang telah berada di Jalur Gaza sejak 2006, mendukung pemberontak melawan pemerintahannya di wilayah Sinai yang berbatasan Gaza dan Israel. Tuduhan itu dengan tegas dibantah Hamas.

Al Jazeera menyebutkam, sebelum tindakan keras itu, diperkirakan ada 1.800 terowongan antara Mesir dan Gaza.

Pada Februari 2016, hanya beberapa terowongan yang tetap beroperasi antara Mesir dan Jalur Gaza, menurut PBB. Kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengkritik kampanye penghancuran terowongan.

"

| Mesir | Banjiri | Terowongan | Gaza | dengan | Laut, | Empat | Warga | Palestina | Tewas | Berita | Online | Lampung | yang | berada | (Foto: | AFP) | p> < | div>Gaza | Rezim | militer | saat | membantu | blokade | Israel | atas | selama | bertahun | tahun | Mereka | menjaga | perbatasan | tetap | tertutup | menghancurkan | ribuan | terowongan | Senya | empat | orang | tewas | ketika | sebuah | bawah | Jalur | runtuh | p>Pihak | berwenang | sengaja | membanjiri | laut | untuk | menghancurkannya | klaim | pertahanan | sipil | lokal | Minggu | Desember | setelah | menemukan | jasad | korban | p>Mayat | mayat | ditemukan | Sabtu | malam | pagi | menurut | kantor | berita | Maan | Senin | 2016) | Pertahanan | mengat | pihak | p>Terowongan | tanah | berfungsi | penting | bagi | warga | menyelundupkan | pasokan | bahan | kebutuhan | sejak | 2007 | memberlakukan | ekonomi | melumpuhkan | Blokade | dipertahankan | bantuan | pemerintahan | mantan | Presiden | Hosni | Mubarak | terus | menutup | p>Tapi | bertindak | keras | mata | terhadap | keberadaan | menjadi | jalur | kehidupan | Penggantinya | Mohammed | Morsi | presiden | terpilih | secara | demokratis | pertama | membuka | masa | kepresidenannya | singkat | antara | 2012 | 2013 | p>Namun | rezim | junta | kini | Abdel | Fattah | Sisi | berkuasa | menyingkirkan | Juli | kembali | Selanjutnya | mulailah | penumpasan | besar | besaran | sebagai | bagian | hubungan | dekat | p>Sebuah | pernyataan | mengidentifikasi | para | Seorang | laki | Badawi | Muhammad | Imad | Sami | Tawil | Semuanya | Agensi | menambahkan | bahwa | puluhan | telah | dalam | awal | p>Sisi | menuduh | Hamas | 2006 | mendukung | pemberontak | melawan | pemerintahannya | wilayah | Sinai | berbatasan | Tuduhan | tegas | dibantah | p>Al | Jazeera | menyebutkam | tind | diperkir | p>Pada | Februari | 2016 | hanya | beberapa | beroperasi | Kelompok | asasi | manusia | berulang | kali | mengkritik | kampanye | penghancuran | p> Penulis< | td> :< | td> MTVN< | td> < | tr>Editor< | td> Winarko< | tr>dibaca< | td> 20604 | Kali< | tr>< | table>< | div> < | div> |