Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Menuju. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Menuju. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Raja Maroko: Kita akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, MAROKO -- Raja Maroko Mohammad VI mengatakan, bahwa krisis yang terus mendera Palestina dan instabilitas di kawasan bisa diatasi dengan cara mendirikan negara Palestina di atas tanah rakyat Palestina.

Sehubungan dengan peringatan hari solidaritas untuk Palesitina, Raja Maroko kembali menegaskan, bahwa sikap negaranya tidak akan berubah dari dulu sampai kapan pun. Maroko akan selalu mendukung pendirian negara Palestina dengan batas wilayah berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967, yang menyebutkan Al-Quds bagi Timur (Jerusalem) adalah ibu kota resmi Palestina.

Ia pun dengan tegas menolak segala bentuk kesewanang-wenangan Israel. Mulai dari kebijakan politis Israel yang ingin melancarkan program “Yahudisasi” kota Al-Quds, perluasan permukiman ilegal hingga penindasan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Raja Maroko menilai, bahwa Israel memiliki standar ganda dalam upaya menuju perdamaian. Sikap Israel yang jauh dari asas keadilan itu justru akan menumbuhkembangkan apatisme dan semakin memperkeruh suasana di kawasan. Akibatnya, fenomena kekerasan, radikalisme dan terorisme terus akan tumbuh dan sulit untuk dikendalikan.

"Maroko terus menyeru agar hak-hak konstitusional kota Al-Quds yang sudah diakui dunia terus dijaga. Rakyat Palestina adalah pemilih sah tanah suci tersebut," tegas Mohammad VI seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Maroko bertekad untuk terus membantu pembangunan sendi-sendi sosial-ekonomi rakyat Palestina, disamping upaya berkesinambungan untuk menjaga historikal Al-Quds (Jerusalem) yang merupakan warisan peradaban manusia yang menjadi simbol toleransi ragam budaya, dan kehidupan bersama antar umat beragama.

"

| Raja | Maroko: | Kita | Terus | Mendukung | Perjuangan | Palestina | REPUBLIKA | MAROKO | Maroko | Mohammad | mengat | bahwa | krisis | yang | terus | mendera | instabilitas | kawasan | diatasi | dengan | cara | mendirikan | negara | atas | tanah | rakyat | p>Sehubungan | peringatan | hari | solitas | untuk | Palesitina | kembali | menegaskan | sikap | negaranya | berubah | dulu | sampai | kapan | mendukung | pendirian | batas | wilayah | berdasarkan | perjanjian | Juni | 1967 | menyebutkan | Quds | bagi | Timur | (Jerusalem) | adalah | kota | resmi | p>Ia | tegas | menolak | segala | bentuk | kesewanang | wenangan | Israel | Mulai | kebij | politis | ingin | melancarkan | program | “Yahudisasi” | perluasan | permukiman | ilegal | penindasan | terhadap | Jalur | Gaza | p>Raja | menilai | memiliki | standar | ganda | dalam | upaya | menuju | perdamaian | Sikap | jauh | asas | keadilan | justru | menumbuhkembangkan | apatisme | semakin | memperkeruh | suasana | Akibatnya | fenomena | kekerasan | radikalisme | terorisme | tumbuh | sulit | dikendalikan | p>Maroko | menyeru | agar | konstitusional | diakui | dunia | dijaga | Rakyat | pemilih | suci | tersebut | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | bertekad | membantu | pembangunan | sendi | sosial | ekonomi | disamping | berkesinambungan | menjaga | historikal | merup | warisan | peradaban | manusia | menjadi | simbol | toleransi | ragam | budaya | kehidupan | bersama | antar | umat | beragama | p> |

Kamis, 01 Desember 2016

Bendera Palestina Berukuran Besar Dibentangkan Menuju Thamrin

Jakarta - Peserta aksi Bela Islam III membawa berbagai macam bendera, salah satunya bendera Palestina. Bendera itu dibentangkan peserta aksi sambil berjalan.

Pantauan detikcom, Jumat (2/12/2016), ada delapan orang yang membentangkan bendera Palestina dari Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka berjalan hingga melintas di depan Hotel Grand Hyatt.

Bendera terus mereka bentangkan seraya berjalan ke arah Thamrin. Para peserta aksi itu berjalan sambil meneriakkan takbir.

Peserta aksi Bela Islam III kini juga membentang sajadah di depan Kemenko Kemaritiman, Thamrin. Jalan hingga Bundaran Patung Kuda sudah dipenuhi peserta aksi.

Sementara itu, aksi di Monas sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga sempat naik panggung.

(imk/fjp)

"

| Bendera | Palestina | Berukuran | Besar | Dibentangkan | Menuju | Thamrin | Jakarta< | strong> | Peserta | aksi | Bela | Islam | membawa | berbagai | macam | bendera | salah | satunya | dibentangkan | peserta | sambil | berjalan | Pantauan | detikcom< | Jumat | 2016) | delapan | orang | yang | membentangkan | Bundaran | Hotel | Indonesia | Jakarta | Pusat | Mereka | melintas | depan | Grand | Hyatt | p>Bendera | terus | bentangkan | seraya | arah | Para | meneriakkan | takbir | p>Peserta | kini | juga | membentang | Kemenko | Kemaritiman | Jalan | Patung | Kuda | dipenuhi | p>Sementara | Monas | dimulai | sejak | pukul | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | sempat | naik | panggung | p>(imk | fjp)< |

Jumat, 09 Desember 2016

Raja Maroko: Kita akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, MAROKO -- Raja Maroko Mohammad VI mengatakan, bahwa krisis yang terus mendera Palestina dan instabilitas di kawasan bisa diatasi dengan cara mendirikan negara Palestina di atas tanah rakyat Palestina.

Sehubungan dengan peringatan hari solidaritas untuk Palesitina, Raja Maroko kembali menegaskan, bahwa sikap negaranya tidak akan berubah dari dulu sampai kapan pun. Maroko akan selalu mendukung pendirian negara Palestina dengan batas wilayah berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967, yang menyebutkan Al-Quds bagi Timur (Jerusalem) adalah ibu kota resmi Palestina.

Ia pun dengan tegas menolak segala bentuk kesewanang-wenangan Israel. Mulai dari kebijakan politis Israel yang ingin melancarkan program “Yahudisasi” kota Al-Quds, perluasan permukiman ilegal hingga penindasan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Raja Maroko menilai, bahwa Israel memiliki standar ganda dalam upaya menuju perdamaian. Sikap Israel yang jauh dari asas keadilan itu justru akan menumbuhkembangkan apatisme dan semakin memperkeruh suasana di kawasan. Akibatnya, fenomena kekerasan, radikalisme dan terorisme terus akan tumbuh dan sulit untuk dikendalikan.

"Maroko terus menyeru agar hak-hak konstitusional kota Al-Quds yang sudah diakui dunia terus dijaga. Rakyat Palestina adalah pemilih sah tanah suci tersebut," tegas Mohammad VI seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Maroko bertekad untuk terus membantu pembangunan sendi-sendi sosial-ekonomi rakyat Palestina, disamping upaya berkesinambungan untuk menjaga historikal Al-Quds (Jerusalem) yang merupakan warisan peradaban manusia yang menjadi simbol toleransi ragam budaya, dan kehidupan bersama antar umat beragama.

"

| Raja | Maroko: | Kita | Terus | Mendukung | Perjuangan | Palestina | REPUBLIKA | MAROKO | Maroko | Mohammad | mengat | bahwa | krisis | yang | terus | mendera | instabilitas | kawasan | diatasi | dengan | cara | mendirikan | negara | atas | tanah | rakyat | p>Sehubungan | peringatan | hari | solitas | untuk | Palesitina | kembali | menegaskan | sikap | negaranya | berubah | dulu | sampai | kapan | mendukung | pendirian | batas | wilayah | berdasarkan | perjanjian | Juni | 1967 | menyebutkan | Quds | bagi | Timur | (Jerusalem) | adalah | kota | resmi | p>Ia | tegas | menolak | segala | bentuk | kesewanang | wenangan | Israel | Mulai | kebij | politis | ingin | melancarkan | program | “Yahudisasi” | perluasan | permukiman | ilegal | penindasan | terhadap | Jalur | Gaza | p>Raja | menilai | memiliki | standar | ganda | dalam | upaya | menuju | perdamaian | Sikap | jauh | asas | keadilan | justru | menumbuhkembangkan | apatisme | semakin | memperkeruh | suasana | Akibatnya | fenomena | kekerasan | radikalisme | terorisme | tumbuh | sulit | dikendalikan | p>Maroko | menyeru | agar | konstitusional | diakui | dunia | dijaga | Rakyat | pemilih | suci | tersebut | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | bertekad | membantu | pembangunan | sendi | sosial | ekonomi | disamping | berkesinambungan | menjaga | historikal | merup | warisan | peradaban | manusia | menjadi | simbol | toleransi | ragam | budaya | kehidupan | bersama | antar | umat | beragama | p> |

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Kamis, 01 Desember 2016

Bendera Palestina Berukuran Besar Dibentangkan Menuju Thamrin

Jakarta - Peserta aksi Bela Islam III membawa berbagai macam bendera, salah satunya bendera Palestina. Bendera itu dibentangkan peserta aksi sambil berjalan.

Pantauan detikcom, Jumat (2/12/2016), ada delapan orang yang membentangkan bendera Palestina dari Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka berjalan hingga melintas di depan Hotel Grand Hyatt.

Bendera terus mereka bentangkan seraya berjalan ke arah Thamrin. Para peserta aksi itu berjalan sambil meneriakkan takbir.

Peserta aksi Bela Islam III kini juga membentang sajadah di depan Kemenko Kemaritiman, Thamrin. Jalan hingga Bundaran Patung Kuda sudah dipenuhi peserta aksi.

Sementara itu, aksi di Monas sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga sempat naik panggung.

(imk/fjp)

"

| Bendera | Palestina | Berukuran | Besar | Dibentangkan | Menuju | Thamrin | Jakarta< | strong> | Peserta | aksi | Bela | Islam | membawa | berbagai | macam | bendera | salah | satunya | dibentangkan | peserta | sambil | berjalan | Pantauan | detikcom< | Jumat | 2016) | delapan | orang | yang | membentangkan | Bundaran | Hotel | Indonesia | Jakarta | Pusat | Mereka | melintas | depan | Grand | Hyatt | p>Bendera | terus | bentangkan | seraya | arah | Para | meneriakkan | takbir | p>Peserta | kini | juga | membentang | Kemenko | Kemaritiman | Jalan | Patung | Kuda | dipenuhi | p>Sementara | Monas | dimulai | sejak | pukul | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | sempat | naik | panggung | p>(imk | fjp)< |

Jumat, 09 Desember 2016

Raja Maroko: Kita akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, MAROKO -- Raja Maroko Mohammad VI mengatakan, bahwa krisis yang terus mendera Palestina dan instabilitas di kawasan bisa diatasi dengan cara mendirikan negara Palestina di atas tanah rakyat Palestina.

Sehubungan dengan peringatan hari solidaritas untuk Palesitina, Raja Maroko kembali menegaskan, bahwa sikap negaranya tidak akan berubah dari dulu sampai kapan pun. Maroko akan selalu mendukung pendirian negara Palestina dengan batas wilayah berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967, yang menyebutkan Al-Quds bagi Timur (Jerusalem) adalah ibu kota resmi Palestina.

Ia pun dengan tegas menolak segala bentuk kesewanang-wenangan Israel. Mulai dari kebijakan politis Israel yang ingin melancarkan program “Yahudisasi” kota Al-Quds, perluasan permukiman ilegal hingga penindasan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Raja Maroko menilai, bahwa Israel memiliki standar ganda dalam upaya menuju perdamaian. Sikap Israel yang jauh dari asas keadilan itu justru akan menumbuhkembangkan apatisme dan semakin memperkeruh suasana di kawasan. Akibatnya, fenomena kekerasan, radikalisme dan terorisme terus akan tumbuh dan sulit untuk dikendalikan.

"Maroko terus menyeru agar hak-hak konstitusional kota Al-Quds yang sudah diakui dunia terus dijaga. Rakyat Palestina adalah pemilih sah tanah suci tersebut," tegas Mohammad VI seperti dilansir suarapalestina.id, kemarin.

Maroko bertekad untuk terus membantu pembangunan sendi-sendi sosial-ekonomi rakyat Palestina, disamping upaya berkesinambungan untuk menjaga historikal Al-Quds (Jerusalem) yang merupakan warisan peradaban manusia yang menjadi simbol toleransi ragam budaya, dan kehidupan bersama antar umat beragama.

"

| Raja | Maroko: | Kita | Terus | Mendukung | Perjuangan | Palestina | REPUBLIKA | MAROKO | Maroko | Mohammad | mengat | bahwa | krisis | yang | terus | mendera | instabilitas | kawasan | diatasi | dengan | cara | mendirikan | negara | atas | tanah | rakyat | p>Sehubungan | peringatan | hari | solitas | untuk | Palesitina | kembali | menegaskan | sikap | negaranya | berubah | dulu | sampai | kapan | mendukung | pendirian | batas | wilayah | berdasarkan | perjanjian | Juni | 1967 | menyebutkan | Quds | bagi | Timur | (Jerusalem) | adalah | kota | resmi | p>Ia | tegas | menolak | segala | bentuk | kesewanang | wenangan | Israel | Mulai | kebij | politis | ingin | melancarkan | program | “Yahudisasi” | perluasan | permukiman | ilegal | penindasan | terhadap | Jalur | Gaza | p>Raja | menilai | memiliki | standar | ganda | dalam | upaya | menuju | perdamaian | Sikap | jauh | asas | keadilan | justru | menumbuhkembangkan | apatisme | semakin | memperkeruh | suasana | Akibatnya | fenomena | kekerasan | radikalisme | terorisme | tumbuh | sulit | dikendalikan | p>Maroko | menyeru | agar | konstitusional | diakui | dunia | dijaga | Rakyat | pemilih | suci | tersebut | seperti | dilansir | suarapalestina | kemarin | bertekad | membantu | pembangunan | sendi | sosial | ekonomi | disamping | berkesinambungan | menjaga | historikal | merup | warisan | peradaban | manusia | menjadi | simbol | toleransi | ragam | budaya | kehidupan | bersama | antar | umat | beragama | p> |

Minggu, 11 Desember 2016

Mesir Buka Perbatasan Rafah, Ratusan Warga Palestina Tinggalkan...

Pintu penyeberangan Rafah. FOTO/The News

GAZA CITY - Ratusan warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza dan melakukan perjalanan ke Mesir. Hal ini terjadi setelah pemerintah Mesir membuka pintu perbatasan Rafah sejak Sabtu (10/12) pagi waktu setempat.

Mengutip Ma’an News, Minggu (11/12), Mesir akan membuka penyeberangan ini selama tiga hari. “Pada hari Sabtu, ada 669 warga Palestina yang meninggalkan Gaza menuju Mesir. Pintu penyeberangan ini akan kembali dibuka pada Minggu pagi,” jelas pernyataan Komisi Perbatasan dan Penyeberangan Gaza.

Menurut komisi itu, prioritas telah diberikan untuk "kasus kemanusiaan", termasuk pasien medis, mahasiswa yang belajar di luar Gaza, dan ekspatriat, selain pemegang paspor Mesir. Sejak tersingkirnya Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir pada 2013 silam, Mesir memang tak lagi memperbolehkan warga Gaza menyeberang setiap saat.

Padahal, pintu penyeberangan Rafah adalah satu-satunya jalan keluar-masuk ke Jalur Gaza, sejak Israel menerapkan blokade penuh atas Gaza pada 2007. Jadilah Gaza benar-benar terisolir dari dunia luar. Bahkan pada 2015, penyeberangan Rafah ditutup untuk 344 hari dan baru dibuka kembali secara lebih teratur sejak awal 2016.

Untuk menyiasati sulitnya melintas perbatasan Mesir secara resmi, sejumlah warga Gaza menggali terowongan untuk bisa masuk ke wilayah Mesir. Aparat Mesir pun secara berkala menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup itu. Tak jarang, otoritas Mesir membanjiri terowongan dengan air, yang berimbas pada tewasnya sejumlah warga Palestina.

(esn)
dibaca 2.333x

"

| Mesir | Buka | Perbatasan | Rafah, | Ratusan | Warga | Palestina | Tinggalkan... | Pintu | penyeberangan | Rafah | FOTO | News < | p>GAZA | CITY< | strong> | warga | meninggalkan | Jalur | Gaza | melakukan | perjalanan | terjadi | setelah | pemerintah | membuka | pintu | perbatasan | sejak | Sabtu | pagi | waktu | setempat | Mengutip | Ma’an | News | Minggu | selama | tiga | hari | “Pada | yang | menuju | kembali | dibuka | pada | jelas | pernyataan | Komisi | Penyeberangan | p>Menurut | komisi | prioritas | telah | diberikan | untuk | kasus | kemanusiaan | termasuk | pasien | medis | mahasiswa | belajar | luar | ekspatriat | selain | pemegang | paspor | Sejak | tersingkirnya | Mohamed | Morsi | kursi | Presiden | 2013 | silam | memang | lagi | memperbolehkan | menyeberang | setiap | saat | p>Padahal | adalah | satu | satunya | jalan | keluar | masuk | Israel | menerapkan | blokade | penuh | atas | 2007 | Jadilah | benar | terisolir | dunia | Bahkan | 2015 | ditutup | baru | secara | lebih | teratur | awal | 2016 | p>Untuk | menyiasati | sulitnya | melintas | resmi | sejumlah | menggali | terowongan | wilayah | Aparat | berkala | menghancurkan | penyelundup | jarang | otoritas | membanjiri | dengan | berimbas | tewasnya | p>(esn< | span>)dibaca | 333x< | span>< | div> |

Kamis, 08 Desember 2016

Berlari Sambil Membawa Pisau, Remaja Palestina Tewas Ditembak di Tepi Barat

Tepi Barat, - Seorang warga Palestina tewas ditembak polisi Israel di wilayah Tepi Barat hari ini. Remaja Palestina tersebut ditembak saat berlari mendekati polisi sembari membawa sebilah pisau.

Juru bicara kepolisian Israel Luba Samri mengatakan, remaja putra berumur 18 tahun itu turun dari sebuah bus di persimpangan utama Tepi Barat dan tampak mencurigakan bagi para polisi perbatasan yang ditempatkan di sana.

"Tersangka tidak mengindahkan seruang mereka untuk berhenti, malah terus bergerak ke arah mereka dan pada suatu titik dia mengeluarkan pisau dan mulai berlari menuju mereka. Pasukan melepas tembakan ke teroris itu," ujar Samri seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (8/12/2016).

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi warga Palestina itu tewas dalam insiden tersebut. Namun tidak dijelaskan lebih rinci mengenai identitas remaja yang berasal dari kota Qalqilya, Tepi Barat itu.

Gelombang aksi penikaman dan serangan lainnya marak sejak Oktober 2015, namun kekerasan tersebut telah banyak berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Oktober 2015, menurut penghitungan media AFP, sebanyak 242 warga Palestina, 36 warga Israel, dua warga Amerika Serikat, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan seorang warga Sudan telah tewas dalam kekerasan tersebut. Menurut otoritas Israel, kebanyakan warga Palestina yang tewas tersebut membawa pisau. Sebagian lainnya tewas dalam bentrokan yang terjadi saat aksi-aksi demo.
(ita/ita)

"

| Berlari | Sambil | Membawa | Pisau, | Remaja | Palestina | Tewas | Ditembak | Tepi | Barat | strong> | Seorang | warga | tewas | ditembak | polisi | Israel | wilayah | hari | tersebut | saat | berlari | mendekati | sembari | membawa | sebilah | pisau | Juru | bicara | kepolisian | Luba | Samri | mengat | remaja | putra | berumur | tahun | turun | sebuah | persimpangan | utama | tampak | mencurig | bagi | para | perbatasan | yang | ditempatkan | sana | p>Tersangka | mengindahkan | seruang | untuk | berhenti | malah | terus | bergerak | arah | pada | suatu | titik | mengeluarkan | mulai | menuju | Pasukan | melepas | temb | teroris | ujar | seperti | dilansir | kantor | berita | Reuters | Kamis | 2016) | p>Kementerian | Kesehatan | mengkonfirmasi | dalam | insiden | Namun | dijelaskan | lebih | rinci | mengenai | identitas | berasal | kota | Qalqilya | p>Gelombang | aksi | penikaman | serangan | lainnya | marak | sejak | Oktober | 2015 | kekerasan | telah | banyak | berkurang | beberapa | bulan | terakhir | p>Sejak | menurut | penghitungan | media | sebanyak | Amerika | Serikat | seorang | Yordania | Eritrea | Sudan | Menurut | otoritas | kebany | Sebagian | bentrokan | terjadi | demo | (ita | ita)< |