Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri besarnya. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri besarnya. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Fidel Castro Teken Manifesto 'Mendukung Palestina'

TRIBUNJAMBI.COM, HAVANA - Fidel Castro, mantan presiden Kuba, menanda-tangani manifesto internasional 'mendukung Palestina', dan meminta Israel menghormati semua resolusi PBB untuk menarik diri dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.

Castro, yang akan berusia 88 tahun pekan depan, membubuhkan tanda tangan bersama sejumlah intelektual dan politisi di atas dokumen 'Demi Membela Palestina'.

Surat kabar Granma melaporkan orang-orang beken yang ikut menanda-tangani adalah Presiden Bolivia Evo Morales, pemenang Nobel Perdamaian asal Argentina Adolfo Perez Esquivel, penari Kuba Alicia Alonso, dan penulis Amerika Alice Walker.

Manifesto ini dipromosikan Jaringan Pembela Kemanusiaan, yang mencakup beberapa kelompok di Amerika Latin.

Castro, dan semua penanda-tangan manifesto, menuntut pemerintah di seluruh dunia menekan Israel agar menghormati Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB. Resolusi ini dikeluarkan setelah Perang Enam Hari tahun 1967.

Resolusi menuntut Israel menarik diri dari semua wilayah yang diduduku selama konflik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Latin berada di garis depan dalam pengecaman terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza. Hampir seluruh negara Amerika Latin menawarkan dukungan kepada Palestina.

Castro sebelumnya menuduh Israel terlibat dalam bentuk baru fasisme, dengan tidak memperlakukan Palestina sebagai manusia, dan melakukan pembunuhan besar-besaran.

Kecaman keras juga disampaikan Presiden Brasil Dilma Rouseff dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tidak hanya mengecam, keduanya -- bersama Cile, Ekuador, Peru, dan El Salvador -- menarik duta besarnya dari Israel.

Di Bolivia, ribuan orang memprotes dan mengecam Israel, tapi pemerintahnya masih mempertahankan hubungan dengan negara Yahudi itu.

"

| Fidel | Castro | Teken | Manifesto | Mendukung | Palestina | TRIBUNJAMBI.COM, | HAVANA | Castro, | mantan | presiden | Kuba, | menanda-tangani | manifesto | internasional | mendukung | Palestina, | meminta | Israel | menghormati | semua | resolusi | untuk | menarik | diri | dari | Jalur | Gaza, | Tepi | Barat, | Jerusalem | Timur. Castro, | yang | akan | berusia | tahun | pekan | depan, | membubuhkan | tanda | tangan | bersama | sejumlah | intelektual | politisi | atas | dokumen | Demi | Membela | Palestina. Surat | kabar | Granma | melaporkan | orang-orang | beken | ikut | adalah | Presiden | Bolivia | Morales, | pemenang | Nobel | Perdamaian | asal | Argentina | Adolfo | Perez | Esquivel, | penari | Kuba | Alicia | Alonso, | penulis | Amerika | Alice | Walker. Manifesto | dipromosikan | Jaringan | Pembela | Kemanusiaan, | mencakup | beberapa | kelompok | Latin. Castro, | penanda-tangan | manifesto, | menuntut | pemerintah | seluruh | dunia | menekan | agar | Resolusi | Dewan | Keamanan | PBB. | dikeluarkan | setelah | Perang | Enam | Hari | 1967. Resolusi | wilayah | diduduku | selama | konflik. Dalam | terakhir, | Latin | berada | garis | depan | dalam | pengecaman | terhadap | serangan | Gaza. | Hampir | negara | menawarkan | dukungan | kepada | Palestina. Castro | sebelumnya | menuduh | terlibat | bentuk | baru | fasisme, | dengan | tidak | memperlakukan | sebagai | manusia, | melakukan | pembunuhan | besar-besaran. Kecaman | keras | juga | disampaikan | Brasil | Dilma | Rouseff | Venezuela | Nicolas | Maduro. | Tidak | hanya | mengecam, | keduanya | Cile, | Ekuador, | Peru, | Salvador | duta | besarnya | Israel. Di | Bolivia, | ribuan | orang | memprotes | mengecam | Israel, | tapi | pemerintahnya | masih | mempertahankan | hubungan | Yahudi | itu. |

Rabu, 07 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |

Senin, 05 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |

Minggu, 04 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |