Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Demi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Demi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Fidel Castro Teken Manifesto 'Mendukung Palestina'

TRIBUNJAMBI.COM, HAVANA - Fidel Castro, mantan presiden Kuba, menanda-tangani manifesto internasional 'mendukung Palestina', dan meminta Israel menghormati semua resolusi PBB untuk menarik diri dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.

Castro, yang akan berusia 88 tahun pekan depan, membubuhkan tanda tangan bersama sejumlah intelektual dan politisi di atas dokumen 'Demi Membela Palestina'.

Surat kabar Granma melaporkan orang-orang beken yang ikut menanda-tangani adalah Presiden Bolivia Evo Morales, pemenang Nobel Perdamaian asal Argentina Adolfo Perez Esquivel, penari Kuba Alicia Alonso, dan penulis Amerika Alice Walker.

Manifesto ini dipromosikan Jaringan Pembela Kemanusiaan, yang mencakup beberapa kelompok di Amerika Latin.

Castro, dan semua penanda-tangan manifesto, menuntut pemerintah di seluruh dunia menekan Israel agar menghormati Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB. Resolusi ini dikeluarkan setelah Perang Enam Hari tahun 1967.

Resolusi menuntut Israel menarik diri dari semua wilayah yang diduduku selama konflik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Latin berada di garis depan dalam pengecaman terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza. Hampir seluruh negara Amerika Latin menawarkan dukungan kepada Palestina.

Castro sebelumnya menuduh Israel terlibat dalam bentuk baru fasisme, dengan tidak memperlakukan Palestina sebagai manusia, dan melakukan pembunuhan besar-besaran.

Kecaman keras juga disampaikan Presiden Brasil Dilma Rouseff dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tidak hanya mengecam, keduanya -- bersama Cile, Ekuador, Peru, dan El Salvador -- menarik duta besarnya dari Israel.

Di Bolivia, ribuan orang memprotes dan mengecam Israel, tapi pemerintahnya masih mempertahankan hubungan dengan negara Yahudi itu.

"

| Fidel | Castro | Teken | Manifesto | Mendukung | Palestina | TRIBUNJAMBI.COM, | HAVANA | Castro, | mantan | presiden | Kuba, | menanda-tangani | manifesto | internasional | mendukung | Palestina, | meminta | Israel | menghormati | semua | resolusi | untuk | menarik | diri | dari | Jalur | Gaza, | Tepi | Barat, | Jerusalem | Timur. Castro, | yang | akan | berusia | tahun | pekan | depan, | membubuhkan | tanda | tangan | bersama | sejumlah | intelektual | politisi | atas | dokumen | Demi | Membela | Palestina. Surat | kabar | Granma | melaporkan | orang-orang | beken | ikut | adalah | Presiden | Bolivia | Morales, | pemenang | Nobel | Perdamaian | asal | Argentina | Adolfo | Perez | Esquivel, | penari | Kuba | Alicia | Alonso, | penulis | Amerika | Alice | Walker. Manifesto | dipromosikan | Jaringan | Pembela | Kemanusiaan, | mencakup | beberapa | kelompok | Latin. Castro, | penanda-tangan | manifesto, | menuntut | pemerintah | seluruh | dunia | menekan | agar | Resolusi | Dewan | Keamanan | PBB. | dikeluarkan | setelah | Perang | Enam | Hari | 1967. Resolusi | wilayah | diduduku | selama | konflik. Dalam | terakhir, | Latin | berada | garis | depan | dalam | pengecaman | terhadap | serangan | Gaza. | Hampir | negara | menawarkan | dukungan | kepada | Palestina. Castro | sebelumnya | menuduh | terlibat | bentuk | baru | fasisme, | dengan | tidak | memperlakukan | sebagai | manusia, | melakukan | pembunuhan | besar-besaran. Kecaman | keras | juga | disampaikan | Brasil | Dilma | Rouseff | Venezuela | Nicolas | Maduro. | Tidak | hanya | mengecam, | keduanya | Cile, | Ekuador, | Peru, | Salvador | duta | besarnya | Israel. Di | Bolivia, | ribuan | orang | memprotes | mengecam | Israel, | tapi | pemerintahnya | masih | mempertahankan | hubungan | Yahudi | itu. |

Kamis, 01 Desember 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang  

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan Presiden Kuba yang baru meninggal, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan, Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin | November | 2016 | 05:19 | WIB< | p> < | div> Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana | Februari | 1959 | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | yang | baru | meninggal | Menurut | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | p>Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya | Selain | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post< | p>Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kata | enggan | namanya | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah | mirip | Nelson | Mandela | p>Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | ujarnya | p>Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974 | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Blok | p>AHMAD | FAIZ | JPOST< | strong>< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Israel Larang Warga Palestina Dikubur di Pemakaman Bersejarah

Rezim Israel ingin menguasai komplek pemakaman Muslim bersejarah di Yerusalem, Bab Al Rahma.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000

Dream - Pasukan pendudukan Israel melarang warga Palestina di Yerusalem memakamkan saudara mereka yang meninggal di sisi utara komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma. Situs pemakaman bersejarah itu telah disita oleh Otoritas Situs Antik Israel.

Warga lingkungan Silwan, kota tetangga Yerusalem, kerap memakamkan saudara mereka di situs bersejarah tersebut. Ini lantaran letak pemakaman lain yang sangat jauh.

Sebelumnya, rezim Israel telah melarang warga Palestina dimakamkan di sisi selatan komplek Bab Al Rahma. Larangan tersebut diberlakukan pada awal tahun ini.

Israel kini mengelola 6.000 meter perseegi dari 20.000 meter persegi luas komplek pemakaman itu. Situs pemakaman suci tersebut terletak di komplek Masjid Al Aqsa yang masuk wilayah pendidikan Yerusalem Timur.

Otoritas Situs Antik Israel tertarik mengelola komplek pemakaman Muslim itu. Beberapa pejabat dikawal polisi pernah berusaha menghancurkan sejumlah makam hingga menggali jenazah di dalamnya.

" Israel menganggap sisi selatan pemakaman itu sebagai bagian dari Kuil Pertama (Kuil Solomon), dan menginginkan sisi utara juga dikelola menjadi taman nasional Yahudi," ujar aktivis politik dan Kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, Jawad Siyam.

" Mereka selangkah demi selangkah mengambil alih seluruh pemakaman. Dengan mengkavling-kavling makam itu, mereka perlahan-lahan akan menguasai pemakaman," kata Siyam.

Pada Selasa, tentara pendudukan Israel melarang warga Palestina memakamkan jenazah Khadeeja Abu Al Dulah, 70 tahun.

Cucu Al Dulah, yang menggali makam ditangkap dan dihalangi agar tidak memakamkan neneknya di Bab Al Rahma.

Lebih parahnya, rezim Israel memaksa warga Palestina menggali kembali makam para saudaranya dan memindahkan jenazah mereka ke pemakaman lain.

Komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma telah dikelola oleh Komite Pelestarian Pemakaman dan Wakaf Islam Yerusalem. Pengelolaan ini telah berjalan selama 1.400 tahun.

Komplek tersebut menjadi peristirahatan terakhir beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Obada Bin Al Samet dan Shaddad Bin Aws Al Taei, martir Islam yang meninggal di masa Salahuddin Al Ayyubi memimpin perang pembebasan Yerusalem dari Pasukan Salib pada 1187 juga dimakamkan di komplek tersebut.

" Bahkan orang yang sudah mati tak luput dari penindasan Israel," kata Siyam.

(Sah/Sumber: gulfnews.com)

Sisi Religi Laudya Cynthia Bella - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Parlemen Israel Tunda Voting RUU Larangan Azan

  • imageimage>

    Presiden Israel Kutuk Larangan Azan di Masjid

  • imageimage>

    Israel: Terimakasih Palestina

"

| Israel | Larang | Warga | Palestina | Dikubur | Pemakaman | Bersejarah | Rezim | ingin | menguasai | komplek | pemakaman | Muslim | bersejarah | Yerusalem | Rahma | h5> | Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span> | p> Dream< | strong> | Pasukan | pendudukan | melarang | warga | Palestina< | memakamkan | saudara | yang | meninggal | sisi | utara | Muslim< | Situs | telah | disita | oleh | Otoritas | Antik | p> Warga | lingkungan | Silwan | kota | tetangga | kerap | situs | tersebut | lantaran | letak | lain | sangat | jauh | p> Senya | rezim | dimakamkan | selatan | Larangan | diberlakukan | pada | awal | tahun | p> Israel | kini | mengelola | meter | perseegi | persegi | luas | suci | terletak | Masjid< | Aqsa | masuk | wilayah | pendidikan< | Timur | p> Otoritas | tertarik | Beberapa | pejabat | dikawal | polisi | pernah | berusaha | menghancurkan | sejumlah | makam | menggali | jenazah | dalamnya | menganggap | sebagai | bagian | Kuil | Pertama | (Kuil | Solomon) | menginginkan | juga | dikelola | menjadi | taman | nasional | Yahudi | ujar | aktivis | politik | Kepala< | Pusat | Informasi | Wadi | Hilweh | Jawad | Siyam | Mereka | selangkah | demi | mengambil | alih | seluruh | Dengan | mengkavling | kavling | perlahan | lahan | kata | p> Pada | Selasa | tentara | Khadeeja | Dulah | p> Cucu | ditangkap | dihalangi | agar | neneknya | p> Lebih | parahnya | memaksa | kembali | para | saudaranya | memindahkan | p> Komplek | Komite | Pelestarian | Wakaf< | Islam< | Pengelolaan | berjalan | selama | peristirahatan | terakhir | beberapa | sahabat | Nabi | Muhammad | SAW< | Selain | Obada | Samet | Shaddad | Taei | martir | Islam | masa | Salahuddin | Ayyubi | memimpin | perang | pembebasan | Salib | 1187 | Bahkan | orang | mati | luput | penindasan | p> (Sah | Sumber: | gulfnews | com< | em>)< | p> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | div> < | p>Sisi | Religi | Laudya | Cynthia | Bella | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Parlemen | Tunda | Voting | Azan< | p> < | li> < | a> Presiden | Kutuk | Azan | a> Israel: | Terimakasih | ul>< | div> |

Israel Larang Warga Palestina Dikubur di Pemakaman Bersejarah

Rezim Israel ingin menguasai komplek pemakaman Muslim bersejarah di Yerusalem, Bab Al Rahma.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000

Dream - Pasukan pendudukan Israel melarang warga Palestina di Yerusalem memakamkan saudara mereka yang meninggal di sisi utara komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma. Situs pemakaman bersejarah itu telah disita oleh Otoritas Situs Antik Israel.

Warga lingkungan Silwan, kota tetangga Yerusalem, kerap memakamkan saudara mereka di situs bersejarah tersebut. Ini lantaran letak pemakaman lain yang sangat jauh.

Sebelumnya, rezim Israel telah melarang warga Palestina dimakamkan di sisi selatan komplek Bab Al Rahma. Larangan tersebut diberlakukan pada awal tahun ini.

Israel kini mengelola 6.000 meter perseegi dari 20.000 meter persegi luas komplek pemakaman itu. Situs pemakaman suci tersebut terletak di komplek Masjid Al Aqsa yang masuk wilayah pendidikan Yerusalem Timur.

Otoritas Situs Antik Israel tertarik mengelola komplek pemakaman Muslim itu. Beberapa pejabat dikawal polisi pernah berusaha menghancurkan sejumlah makam hingga menggali jenazah di dalamnya.

" Israel menganggap sisi selatan pemakaman itu sebagai bagian dari Kuil Pertama (Kuil Solomon), dan menginginkan sisi utara juga dikelola menjadi taman nasional Yahudi," ujar aktivis politik dan Kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, Jawad Siyam.

" Mereka selangkah demi selangkah mengambil alih seluruh pemakaman. Dengan mengkavling-kavling makam itu, mereka perlahan-lahan akan menguasai pemakaman," kata Siyam.

Pada Selasa, tentara pendudukan Israel melarang warga Palestina memakamkan jenazah Khadeeja Abu Al Dulah, 70 tahun.

Cucu Al Dulah, yang menggali makam ditangkap dan dihalangi agar tidak memakamkan neneknya di Bab Al Rahma.

Lebih parahnya, rezim Israel memaksa warga Palestina menggali kembali makam para saudaranya dan memindahkan jenazah mereka ke pemakaman lain.

Komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma telah dikelola oleh Komite Pelestarian Pemakaman dan Wakaf Islam Yerusalem. Pengelolaan ini telah berjalan selama 1.400 tahun.

Komplek tersebut menjadi peristirahatan terakhir beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Obada Bin Al Samet dan Shaddad Bin Aws Al Taei, martir Islam yang meninggal di masa Salahuddin Al Ayyubi memimpin perang pembebasan Yerusalem dari Pasukan Salib pada 1187 juga dimakamkan di komplek tersebut.

" Bahkan orang yang sudah mati tak luput dari penindasan Israel," kata Siyam.

(Sah/Sumber: gulfnews.com)

Sisi Religi Laudya Cynthia Bella - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Parlemen Israel Tunda Voting RUU Larangan Azan

  • imageimage>

    Presiden Israel Kutuk Larangan Azan di Masjid

  • imageimage>

    Israel: Terimakasih Palestina

"

| Israel | Larang | Warga | Palestina | Dikubur | Pemakaman | Bersejarah | Rezim | ingin | menguasai | komplek | pemakaman | Muslim | bersejarah | Yerusalem | Rahma | h5> | Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span> | p> Dream< | strong> | Pasukan | pendudukan | melarang | warga | Palestina< | memakamkan | saudara | yang | meninggal | sisi | utara | Muslim< | Situs | telah | disita | oleh | Otoritas | Antik | p> Warga | lingkungan | Silwan | kota | tetangga | kerap | situs | tersebut | lantaran | letak | lain | sangat | jauh | p> Senya | rezim | dimakamkan | selatan | Larangan | diberlakukan | pada | awal | tahun | p> Israel | kini | mengelola | meter | perseegi | persegi | luas | suci | terletak | Masjid< | Aqsa | masuk | wilayah | pendidikan< | Timur | p> Otoritas | tertarik | Beberapa | pejabat | dikawal | polisi | pernah | berusaha | menghancurkan | sejumlah | makam | menggali | jenazah | dalamnya | menganggap | sebagai | bagian | Kuil | Pertama | (Kuil | Solomon) | menginginkan | juga | dikelola | menjadi | taman | nasional | Yahudi | ujar | aktivis | politik | Kepala< | Pusat | Informasi | Wadi | Hilweh | Jawad | Siyam | Mereka | selangkah | demi | mengambil | alih | seluruh | Dengan | mengkavling | kavling | perlahan | lahan | kata | p> Pada | Selasa | tentara | Khadeeja | Dulah | p> Cucu | ditangkap | dihalangi | agar | neneknya | p> Lebih | parahnya | memaksa | kembali | para | saudaranya | memindahkan | p> Komplek | Komite | Pelestarian | Wakaf< | Islam< | Pengelolaan | berjalan | selama | peristirahatan | terakhir | beberapa | sahabat | Nabi | Muhammad | SAW< | Selain | Obada | Samet | Shaddad | Taei | martir | Islam | masa | Salahuddin | Ayyubi | memimpin | perang | pembebasan | Salib | 1187 | Bahkan | orang | mati | luput | penindasan | p> (Sah | Sumber: | gulfnews | com< | em>)< | p> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | div> < | p>Sisi | Religi | Laudya | Cynthia | Bella | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Parlemen | Tunda | Voting | Azan< | p> < | li> < | a> Presiden | Kutuk | Azan | a> Israel: | Terimakasih | ul>< | div> |

Minggu, 27 November 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan presiden Kuba yang baru meninggal dunia, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan, Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan, kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin, | November | 2016 | 05:19 | WIB Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana, | Kuba, | Februari | 1959. | AP TEMPO.CO, | Jakarta | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | presiden | yang | baru | meninggal | dunia, | Castro. | Menurut | Abbas, | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | Palestina.Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya, | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri, | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya. | Selain | itu, | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia,” | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post, | 2016.Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan, | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional. | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kuat, | kata | enggan | namanya | Post. | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah, | mirip | Nelson | Mandela.Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar. | dia, | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka. | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | Palestina,” | ujarnya.Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974. | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | negara. | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Non-Blok.AHMAD | FAIZ | JPOST |

Kisah Partai-Partai Komunis Palestina Melawan Israel

tirto.id - Ketika George Habash, pendiri Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang berhaluan Marxis-Leninis, wafat pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina pun berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang berasal dari Hamas menyampaikan duka cita yang mendalam. “Sekarang sekali lagi,” kata Haniyeh, “kita kehilangan orang yang mendermakan seluruh hidupnya untuk pembebasan Palestina.”

Palestinian Islamic Jihad, organisasi perlawanan berbasis Islam Sunni di Palestina, juga mengakui kehilangan Habash. “Kami memuji amal George Habash yang seluruh hidupnya terus berjuang dan melawan pendudukan Israel,” kata mereka dalam rilis resminya.

Pemakaman Habash dihadiri oleh hampir semua tokoh-tokoh penting Palestina dari berbagai faksi dan golongan. Mahmoud Abash, Presiden Palestina saat itu, mengumumkan perkabungan resmi di seluruh wilayah Palestina selama tiga hari.

Habash, seorang yang dilahirkan dari keluarga beragama Kristen Ortodoks, adalah salah satu bukti nyata betapa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah cerita perlawanan yang penuh warna. Bahwa kemerdekaan Palestina diperjuangkan oleh seluruh warga Palestina, dari yang kiri maupun kanan, dari yang moderat sampai radikal, dari yang Islam sampai Kristen, dari yang ateis sampai agamis.

PFLP yang didirikan Habash pada 1967 menjadi salah satu kelompok terbesar yang bergabung dalam Palestine Liberation Organization (PLO). Pada 1969, FPLP mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang berhaluan Marxis-Leninis sembari tetap mengakui Pan Arabisme. PFLP memandang perjuangan kemerdekaan Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari usaha membebaskan dunia Arab dari imperialisme Barat.

Habash sering dianggap sebagai antitesis Yasser Arafat, pemimpin Fatah sekaligus pemimpin PLO. Jika Arafat sering dianggap terlalu moderat, Habash adalah kebalikannya: radikal, tak sudi berkompromi.

Pada 1993, menyusul disepakatinya Persetujuan Oslo,  Habash dan PFLP memutuskan meninggalkan PLO dan Arafat. Mereka menganggap Arafat dan PLO terlalu banyak memberi konsesi kepada Israel. Habash dan PLO kemudian berkongsi dengan kelompok perlawanan non-PLO, seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.

Habash bukan hanya berkata-kata. Kelompoknya memperlihatkan komitmen yang kuat betul untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tindakan-tindakan perlawanan bersenjata mereka lakukan. Pada September 1970, mereka membajak empat pesawat. Tiga pesawat mendarat darurat di landasan dekat Zarka, Yordania, bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang oleh PFLP dideklarasikan sebagai "Bandara Revolusi".

Sejarah komunisme di tanah Palestina bahkan sudah jauh lebih tua dari itu. Partai Komunis Palestina (PKP) sudah berdiri pada 1919 dan diakui oleh Cominter pada 1924. Awalnya Comintern enggan mengakui karena tidak yakin PKP dapat membebaskan diri dari pengaruh zionisme. Namun Comintern akhirnya bersedia mengakui PKP karena organisasi tersebut mendeklarasikan zionisme sebagai borjuasi Yahudi yang bersekutu dengan kekuatan imperialisme Barat.

Partai Komunis Palestina sempat tidak kedengaran namanya karena bertahun-tahun menyebar dalam berbagai faksi. Salah satu organ perjuangan berhaluan komunis, persisnya Marxis-Leninis, ya PFLP yang didirikan Habash.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP). Partai baru menjalin hubungan dengan PLO, dan bergabung dengan PLO pada 1987. Anggota PKP termasuk dalam Komite Eksekutif PLO pada bulan April tahun itu juga.

PKP merupakan salah satu dari empat komponen utama Intifada pertama. Mereka memainkan memainkan peran penting dalam memobilisasi dukungan akar rumput untuk bangkit melawan pendudukan Israel.

Infografik Partai Komunis Palestina

Setelah Uni Sovyet bubar, PKP menghadapi dilema teoritis yang tidak mudah. Di bawah kepemimpinan Bashir Barghouti, PKP kemudian merumuskan ulang identitasnya. Dari sanalah mereka mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina (PRP). Mereka meniadakan “komunis” sebagai nama partai.

Mereka beralasan bahwa perjuangan kelas di Palestina harus ditunda karena situasi yang khas Palestina. rakyat Palestina masih melancarkan perjuangan pembebasan nasional di mana unsur-unsur dari semua kelas harus bersatu. Kendati demikian, Marxisme masih diakui sebagai ideologi partai.

Adapun PFLP akhirnya mulai ikut pemilihan legislatif Palestina pada 2006 silam. Tiga orang dari partai ini berhasil menang dan duduk di parlemen Palestina. Salah satunya adalah Ahmad Sa’adat, pemimpin ketiga PFLP setelah Habash, dan Abu Ali Mustafa, yang mati diledakan misil di kantornya.

Kini, di bawah pimpinan Ahmad Sa’adat, tampang garang PFLP belum lekang. Gerakan bersenjata mereka masih sering jadi agenda. Serangan terhadap Israel jadi target utama mereka. Sa’adat sendiri kini masih ditahan oleh pemerintah Israel karena tuduhan sebagai teroris.

Di sana, PFLP tentu bukan satu-satunya partai yang sekaligus kelompok pergerakan yang terus berjuang demi Palestina. Tercatat, ada 16 partai lainnya yang masih tumbuh di sana. Selain PFLP dan PKP, rupanya ada dua lagi partai berbasis ideologi kiri di antara partai-partai itu yaitu Barisan Demokratis Pembebasan Palestina atau Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP), yang merupakan pecahan PFLP. 

DFLP sempat kehilangan pamor karena kepemimpinannya yang bertempat di Damaskkus. Persetujuan Oslo juga berdampak serius pada kekuatan DFLP. Kapasitas militer DFLP merosot drastis karena gencatan senjata antara PLO dan Israel sebagai buah Persetujuan Oslo .

Namun mereka berperan kembali terutama sejak dimulainya Intifada kedua pada 2000. DFLP melakukan banyak sekali serangan bersenjata terhadap militer Israel. Pada 25 Agustus 2001, mereka melakukan serangan serius terhadap pangkalan militer Israel di Gaza.

(tirto.id : aad/zen)

"

| Kisah | Partai-Partai | Komunis | Palestina | Melawan | Israel | tirto.id | Ketika | George | Habash, | pendiri | Front | Rakyat | untuk | Pembebasan | atau | Popular | Liberation | Palestine (PFLP) | yang | berhaluan | Marxis-Leninis, | wafat | pada | 2008, | seluruh | faksi | politik | berkabung. | Kematian | sang | komunis | konsisten, | dianggap | sebagai | duka | bagi | anak | bangsa | Palestina.Perdana | Menteri | Ismail | Haniyeh | berasal | dari | Hamas menyampaikan | cita | mendalam. | “Sekarang | sekali | lagi,” | kata | Haniyeh, | “kita | kehilangan | orang | mendermakan | hidupnya | pembebasan | Palestina.”Palestinian | Islamic | Jihad, | organisasi | perlawanan | berbasis | Islam | Sunni | Palestina, | juga | mengakui | Habash. | “Kami | memuji | amal | Habash | terus | berjuang | melawan | pendudukan | Israel,” | mereka | dalam | rilis | resminya.Pemakaman | dihadiri | oleh | hampir | semua | tokoh-tokoh | penting | berbagai | golongan. | Mahmoud | Abash, | Presiden | saat | itu, | mengumumkan | perkabungan | resmi | wilayah | selama | tiga | hari.Habash, | seorang | dilahirkan | keluarga | beragama | Kristen | Ortodoks, | adalah | salah | satu | bukti | nyata | betapa | perjuangan | kemerdekaan | cerita | penuh | warna. | Bahwa | diperjuangkan | warga | kiri | maupun | kanan, | moderat | sampai | radikal, | Kristen, | ateis | agamis.PFLP yang | didirikan | 1967 | menjadi | kelompok | terbesar | bergabung | Palestine | Organization | (PLO). | Pada | 1969, | FPLP | mendeklarasikan | diri | Marxis-Leninis | sembari | tetap | Arabisme. | PFLP | memandang | bagian | terpisahkan | usaha | membebaskan | dunia | Arab | imperialisme | Barat.Habash | sering | antitesis | Yasser | Arafat, | pemimpin | Fatah | sekaligus | PLO. | Jika | Arafat | terlalu | moderat, | kebalikannya: | sudi | berkompromi.Pada | 1993, | menyusul | disepakatinya | Persetujuan | Oslo, |  Habash | memutuskan | meninggalkan | Arafat. | Mereka | menganggap | banyak | memberi | konsesi | kepada | Israel. | kemudian | berkongsi dengan | non-PLO, | seperti | Hamas | Palestinian | Jihad.Habash | bukan | hanya | berkata-kata. | Kelompoknya | memperlihatkan | komitmen | kuat | betul | memperjuangkan | Palestina. | Tindakan-tindakan | bersenjata | lakukan. | September | 1970, | membajak | empat | pesawat. | Tiga | pesawat | mendarat | darurat | landasan | dekat | Zarka, | Yordania, | bekas | pangkalan | Angkatan | Udara | Kerajaan | Inggris, | dideklarasikan | Bandara | Revolusi.Sejarah | komunisme | tanah | bahkan | sudah | jauh | lebih | itu. | Partai | (PKP) | berdiri | 1919 | diakui | Cominter | 1924. | Awalnya | Comintern | enggan | karena | tidak | yakin | dapat | pengaruh | zionisme. | Namun | akhirnya | bersedia | tersebut | zionisme | borjuasi | Yahudi | bersekutu | dengan | kekuatan | Barat.Partai | sempat | kedengaran | namanya | bertahun-tahun | menyebar | faksi. | Salah | organ | komunis, | persisnya | Habash.Pada | Februari | 1982, | bertemu | sebuah | konferensi. | Dari | sanalah | sepakat | mendirikan | kembali | (PKP). | baru | menjalin | hubungan | PLO, | 1987. | Anggota | termasuk | Komite | Eksekutif | bulan | April | tahun | juga.PKP | merupakan | komponen | utama | Intifada | pertama. | memainkan | peran | memobilisasi | dukungan | akar | rumput | bangkit | Israel.Setelah | Sovyet | bubar, | menghadapi | dilema | teoritis | mudah. | bawah | kepemimpinan | Bashir | Barghouti, | merumuskan | ulang | identitasnya. | mengubah | (PRP). | meniadakan | “komunis” | nama | partai.Mereka | beralasan | bahwa | kelas | harus | ditunda | situasi | khas | rakyat | masih | melancarkan | nasional | mana | unsur-unsur | bersatu. | Kendati | demikian, | Marxisme | ideologi | partai.Adapun | mulai | ikut | pemilihan | legislatif | 2006 | silam. | partai | berhasil | menang | duduk | parlemen | satunya | Ahmad | Sa’adat, | ketiga | setelah | Mustafa, | mati | diledakan | misil | kantornya.Kini, | pimpinan | tampang | garang | belum | lekang. | Gerakan | jadi | agenda. | Serangan | terhadap | target | mereka. | Sa’adat | sendiri | kini | ditahan | pemerintah | tuduhan | teroris.Di | sana, | tentu | satu-satunya | pergerakan | demi | Tercatat, | lainnya | tumbuh | sana. | Selain | PFLP dan | PKP, | rupanya | lagi | antara | partai-partai | itu yaitu | Barisan | Demokratis | Democratic | (DFLP), | pecahan | PFLP. DFLP sempat | pamor | kepemimpinannya | bertempat | Damaskkus. | Persetujuan Oslo juga | berdampak | serius | DFLP. | Kapasitas | militer | DFLP merosot | drastis | gencatan | senjata | PLO dan | buah | Oslo | .Namun | berperan | terutama | sejak | dimulainya | kedua | 2000. DFLP melakukan | serangan | Agustus | 2001, | melakukan | Gaza.(tirto.id | aad/zen) |