Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Membela. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Membela. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Fidel Castro Teken Manifesto 'Mendukung Palestina'

TRIBUNJAMBI.COM, HAVANA - Fidel Castro, mantan presiden Kuba, menanda-tangani manifesto internasional 'mendukung Palestina', dan meminta Israel menghormati semua resolusi PBB untuk menarik diri dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.

Castro, yang akan berusia 88 tahun pekan depan, membubuhkan tanda tangan bersama sejumlah intelektual dan politisi di atas dokumen 'Demi Membela Palestina'.

Surat kabar Granma melaporkan orang-orang beken yang ikut menanda-tangani adalah Presiden Bolivia Evo Morales, pemenang Nobel Perdamaian asal Argentina Adolfo Perez Esquivel, penari Kuba Alicia Alonso, dan penulis Amerika Alice Walker.

Manifesto ini dipromosikan Jaringan Pembela Kemanusiaan, yang mencakup beberapa kelompok di Amerika Latin.

Castro, dan semua penanda-tangan manifesto, menuntut pemerintah di seluruh dunia menekan Israel agar menghormati Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB. Resolusi ini dikeluarkan setelah Perang Enam Hari tahun 1967.

Resolusi menuntut Israel menarik diri dari semua wilayah yang diduduku selama konflik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Latin berada di garis depan dalam pengecaman terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza. Hampir seluruh negara Amerika Latin menawarkan dukungan kepada Palestina.

Castro sebelumnya menuduh Israel terlibat dalam bentuk baru fasisme, dengan tidak memperlakukan Palestina sebagai manusia, dan melakukan pembunuhan besar-besaran.

Kecaman keras juga disampaikan Presiden Brasil Dilma Rouseff dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tidak hanya mengecam, keduanya -- bersama Cile, Ekuador, Peru, dan El Salvador -- menarik duta besarnya dari Israel.

Di Bolivia, ribuan orang memprotes dan mengecam Israel, tapi pemerintahnya masih mempertahankan hubungan dengan negara Yahudi itu.

"

| Fidel | Castro | Teken | Manifesto | Mendukung | Palestina | TRIBUNJAMBI.COM, | HAVANA | Castro, | mantan | presiden | Kuba, | menanda-tangani | manifesto | internasional | mendukung | Palestina, | meminta | Israel | menghormati | semua | resolusi | untuk | menarik | diri | dari | Jalur | Gaza, | Tepi | Barat, | Jerusalem | Timur. Castro, | yang | akan | berusia | tahun | pekan | depan, | membubuhkan | tanda | tangan | bersama | sejumlah | intelektual | politisi | atas | dokumen | Demi | Membela | Palestina. Surat | kabar | Granma | melaporkan | orang-orang | beken | ikut | adalah | Presiden | Bolivia | Morales, | pemenang | Nobel | Perdamaian | asal | Argentina | Adolfo | Perez | Esquivel, | penari | Kuba | Alicia | Alonso, | penulis | Amerika | Alice | Walker. Manifesto | dipromosikan | Jaringan | Pembela | Kemanusiaan, | mencakup | beberapa | kelompok | Latin. Castro, | penanda-tangan | manifesto, | menuntut | pemerintah | seluruh | dunia | menekan | agar | Resolusi | Dewan | Keamanan | PBB. | dikeluarkan | setelah | Perang | Enam | Hari | 1967. Resolusi | wilayah | diduduku | selama | konflik. Dalam | terakhir, | Latin | berada | garis | depan | dalam | pengecaman | terhadap | serangan | Gaza. | Hampir | negara | menawarkan | dukungan | kepada | Palestina. Castro | sebelumnya | menuduh | terlibat | bentuk | baru | fasisme, | dengan | tidak | memperlakukan | sebagai | manusia, | melakukan | pembunuhan | besar-besaran. Kecaman | keras | juga | disampaikan | Brasil | Dilma | Rouseff | Venezuela | Nicolas | Maduro. | Tidak | hanya | mengecam, | keduanya | Cile, | Ekuador, | Peru, | Salvador | duta | besarnya | Israel. Di | Bolivia, | ribuan | orang | memprotes | mengecam | Israel, | tapi | pemerintahnya | masih | mempertahankan | hubungan | Yahudi | itu. |

Kamis, 01 Desember 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang  

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan Presiden Kuba yang baru meninggal, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan, Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin | November | 2016 | 05:19 | WIB< | p> < | div> Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana | Februari | 1959 | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | yang | baru | meninggal | Menurut | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | p>Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya | Selain | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post< | p>Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kata | enggan | namanya | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah | mirip | Nelson | Mandela | p>Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | ujarnya | p>Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974 | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Blok | p>AHMAD | FAIZ | JPOST< | strong>< | p> |

Minggu, 27 November 2016

Mengapa Rumah Ekstremis Palestina Diratakan, Ekstremis...

Rumah tersangka penyerang asal Palestina dihancurkan aparat Israel. Foto / Haaretz / AP

TEL AVIV - Hakim Mahkamah Agung Israel mempertanyakan kebijakan negara dalam pencegahan terorisme dengan meratakan rumah ekstremis Palestina. Tapi, kebijakan itu tak berlaku bagi rumah ekstremis Yahudi Israel.

Sikap hakim Mahkamah Agung Israel itu muncul setelah kebijakan diskriminasi itu diajukan oleh Suha dan Hussein Abu Khdeir, orang tua dari remaja 16 tahun asal Palestina; Mohammed Abu Khdeir, yang dibunuh pada 2014 dalam serangan balas dendam atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel.

Pemerintah Israel berdalih perobohan rumah-rumah pelaku serangan asal Palestina sebagai pencegahan tindakan terorisme. Tapi keluarga Khdeir mempertanyakan mengapa hal yang sama tidak berlaku untuk orang-orang Yahudi Israel yang telah membunuh orang-orang Arab.

”Saya pikir jika mereka (Israel) tidak menghancurkan rumah-rumah mereka (ektremis), ini bukan negara demokratis,” kata Hussein Abu Khdeir kepada DW pada bulan Juli lalu. ”Ini adalah negara apartheid, negara rasis, Anda tidak bisa hidup di (sini).”

Kini, hakim dari Mahkamah Agung Israel setuju dengan argumen keluarga Khdeir. ”Apa bedanya dengan saya jika itu adalah seorang Arab atau Yahudi?,” tanya Hakim Mahkamah Agung Israel, Neal Hendel, seperti dikutip dari Ynetnews, Jumat (25/11/2016).

”Jika kita berkata bahwa kita siap untuk mempekerjakan kebijakan ini terhadap sekelompok orang tertentu dan tidak terhadap yang lain, ini menimbulkan masalah-masalah tertentu,” ujarnya.

”Dikatakan bahwa dalam masyarakat Arab ada lebih banyak pendukung (kebijakan) dan pencegahan akan jauh lebih kuat,” kata Elyakim Rubinstein, Wakil Ketua Mahkamah Agung Israel. ”Tapi tetap, karena ada ekstremis dalam masyarakat Yahudi yang telah melakukan hal-hal yang mengerikan, bahkan jika pencegahan dilakukan pada asumsi bahwa itu akan mempengaruhi sejumlah kecil orang, masih akan menyelamatkan nyawa,” imbuh dia, yang terkesan membela kebijakan pemerintah Israel.

Argumen yang sama disajikan di persidangan pada hari Senin. Namun, hal itu ditolak oleh hakim ketua, yang menyatakan bahwa pelestarian kehidupan manusia adalah prioritas pengadilan.

”Jika itu mungkin untuk mencegah satu pembunuhan melalui aksi pencegahan, mereka akan melakukannya setelah 20 serangan mematikan yang dilakukan?" tanya Hakim Zvi Zilbertal. ”Ketika kita berbicara tentang kehidupan manusia, itu bukan kuantitas yang penting.”

”Kalau bisa mencegah lima pembunuhan, maka dibenarkan,” imbuh hakim Hendel yang setuju dengan argumen Zilbertal. ”Ini akan dibenarkan jika dicegah bahkan satu insiden.”

dibaca 26.172x

"

| Mengapa | Rumah | Ekstremis | Palestina | Diratakan, | Ekstremis... | tersangka | penyerang | asal | dihancurkan | aparat | Israel. | Foto | Haaretz | AP TEL | AVIV | Hakim | Mahkamah | Agung | Israel | mempertanyakan | kebijakan | negara | dalam | pencegahan | terorisme | dengan | meratakan | rumah | ekstremis | Palestina. | Tapi, | berlaku | bagi | Yahudi | Israel.Sikap | hakim | muncul | setelah | diskriminasi | diajukan | oleh | Suha | Hussein | Khdeir, | orang | dari | remaja | tahun | Palestina; | Mohammed | yang | dibunuh | pada | 2014 | serangan | balas | dendam | atas | penculikan | pembunuhan | tiga | Israel.Pemerintah | berdalih | perobohan | rumah-rumah | pelaku | sebagai | tindakan | terorisme. | Tapi | keluarga | Khdeir | mengapa | sama | tidak | untuk | orang-orang | telah | membunuh | Arab.”Saya | pikir | jika | mereka | (Israel) | menghancurkan | (ektremis), | bukan | demokratis,” | kata | kepada | bulan | Juli | lalu. | ”Ini | adalah | apartheid, | rasis, | Anda | bisa | hidup | (sini).”Kini, | setuju | argumen | Khdeir. | ”Apa | bedanya | saya | seorang | Arab | atau | Yahudi?,” | tanya | Israel, | Neal | Hendel, | seperti | dikutip | Ynetnews, | Jumat | (25/11/2016).”Jika | kita | berkata | bahwa | siap | mempekerjakan | terhadap | sekelompok | tertentu | lain, | menimbulkan | masalah-masalah | tertentu,” | ujarnya.”Dikatakan | masyarakat | lebih | banyak | pendukung | (kebijakan) | akan | jauh | kuat,” | Elyakim | Rubinstein, | Wakil | Ketua | ”Tapi | tetap, | karena | melakukan | hal-hal | mengerikan, | bahkan | dilakukan | asumsi | mempengaruhi | sejumlah | kecil | orang, | masih | menyelamatkan | nyawa,” | imbuh | dia, | terkesan | membela | pemerintah | Israel.Argumen | disajikan | persidangan | hari | Senin. | Namun, | ditolak | ketua, | menyatakan | pelestarian | kehidupan | manusia | prioritas | pengadilan.”Jika | mungkin | mencegah | satu | melalui | aksi | pencegahan, | melakukannya | mematikan | dilakukan? | Zilbertal. | ”Ketika | berbicara | tentang | manusia, | kuantitas | penting.””Kalau | lima | pembunuhan, | maka | dibenarkan,” | Hendel | dibenarkan | dicegah | insiden.”dibaca | 26.172x |

Rabu, 30 November 2016

Tugas Semua Umat Islam Merangkul Palestina

IMG-4046

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kininews/ist)

ISTANBUL, kini.co.id â€" Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap semua umat muslim di dunia bisa bersatu untuk melindungi Yerusalem. Erdogan meminta umat Islam tak lelah membela Palestina dari penguasaan Israel.

“Ini adalah tugas semua umat Islam untuk merangkul Palestina dan melindungi Yerusalem,” ujar Erdogan.

Bahkan Presiden Turki tak ingin penjagaan Masjid Al-Aqsa oleh para anak dengan senjata batu. Dia juga menyindir Israel yang hendak mengurangi volume masjid saat terdengar panggilan azan.

Erdogan menyampaikan hal ini di simposium parlemen Yerusalem di Istanbul Turki, Selasa (29/11) kemarin. Dia sengaja menyatakan itu sebelum Israel dan Turki mempersiapkan pertukaran duta besar sebagai bagian dari kesepakatan rekonsiliasi.

"

| Tugas | Semua | Umat | Islam | Merangkul | Palestina | Presiden | Turki | Recep | Tayyip | Erdogan | (kininews | ist)< | p> < | div> ISTANBUL< | strong> | kini | berharap | semua | umat | muslim | dunia | bisa | bersatu | untuk | melindungi | Yerusalem | meminta | lelah | membela | dari | penguasaan | Israel | p> “Ini | adalah | tugas | merangkul | ujar | p> Bahkan | ingin | penjagaan | Masjid | Aqsa | oleh | para | anak | dengan | senjata | batu | juga | menyindir | yang | hendak | mengurangi | volume | masjid | saat | terdengar | panggilan | azan | p> Erdogan | menyampaikan | simposium | parlemen | Istanbul | Selasa | kemarin | sengaja | menyatakan | sebelum | mempersiapkan | pertukaran | duta | besar | sebagai | bagian | kesepakatan | rekonsiliasi | div> |

Minggu, 27 November 2016

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Senin, 28 November 2016 | 05:19 WIB

Hormati Castro, Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Pemimpin Kuba Fidel Castro berbicara kepada orang banyak selama pawai kemenangan setelah jatuhnya rezim Batista di Havana, Kuba, 6 Februari 1959. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan agar bendera Palestina dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mantan presiden Kuba yang baru meninggal dunia, Fidel Castro. Menurut Abbas, Fidel adalah pendukung kuat perjuangan kemerdekaan Palestina.

Abbas juga menyampaikan pujian untuk Fidel dalam sebuah surat kepada adik dan penggantinya, Raul Castro. “Atas nama rakyat Palestina dan saya sendiri, kami berbelasungkawa atas meninggalnya Fidel Castro. Seorang pria yang menghabiskan hidup demi membela negara dan perjuangan rakyatnya. Selain itu, memperjuangkan keadilan di seluruh dunia,” tulis Abbas dikutip dari The Jerusalem Post, Senin, 28 November 2016.

Seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan, Palestina memiliki kenangan indah dengan Castro. "Dia adalah simbol perjuangan nasional. Hubungannya dengan Palestina dan Yasser Arafat sangat kuat," kata pemimpin Hamas yang enggan dikutip namanya itu kepada The Jerusalem Post. Ia menambahkan Fidel adalah saudara dalam perlawanan menghadapi penjajah, mirip dengan Nelson Mandela.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Yousif mengatakan, kematian Castro adalah kerugian besar. Menurut dia, Castro selalu mendukung PLO dan rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka. “Kami berterima kasih kepadanya untuk segala sesuatu yang dia lakukan dalam hal dukungan politik dan moral bagi Palestina,” ujarnya.

Salah satu hubungan kuat Castro dengan Palestina terlihat saat ia menyambut Arafat di Kuba pada 1974. Saat itu, Arafat yang masih berstatus sebagai pemimpin PLO diperlakukan seperti seorang kepala negara. Castro juga mendukung kepemimpinan Palestina di sejumlah forum internasional termasuk PBB dan Gerakan Non-Blok.

AHMAD FAIZ | JPOST

"

| Hormati | Castro, | Palestina | Kibarkan | Bendera | Setengah | Tiang | Senin, | November | 2016 | 05:19 | WIB Pemimpin | Kuba | Fidel | Castro | berbicara | kepada | orang | banyak | selama | pawai | kemenangan | setelah | jatuhnya | rezim | Batista | Havana, | Kuba, | Februari | 1959. | AP TEMPO.CO, | Jakarta | Presiden | Mahmoud | Abbas | memerintahkan | agar | bendera | dikibarkan | setengah | tiang | untuk | menghormati | mantan | presiden | yang | baru | meninggal | dunia, | Castro. | Menurut | Abbas, | adalah | pendukung | kuat | perjuangan | kemerdekaan | Palestina.Abbas | juga | menyampaikan | pujian | dalam | sebuah | surat | adik | penggantinya, | Raul | “Atas | nama | rakyat | saya | sendiri, | kami | berbelasungkawa | atas | meninggalnya | Seorang | pria | menghabiskan | hidup | demi | membela | negara | rakyatnya. | Selain | itu, | memperjuangkan | keadilan | seluruh | dunia,” | tulis | dikutip | dari | Jerusalem | Post, | 2016.Seorang | pemimpin | Hamas | Jalur | Gaza | mengatakan, | memiliki | kenangan | indah | dengan | simbol | nasional. | Hubungannya | Yasser | Arafat | sangat | kuat, | kata | enggan | namanya | Post. | menambahkan | saudara | perlawanan | menghadapi | penjajah, | mirip | Nelson | Mandela.Anggota | Komite | Eksekutif | Organisasi | Pembebasan | (PLO) | Wasel | Yousif | kematian | kerugian | besar. | dia, | selalu | mendukung | mendirikan | merdeka. | “Kami | berterima | kasih | kepadanya | segala | sesuatu | lakukan | dukungan | politik | moral | bagi | Palestina,” | ujarnya.Salah | satu | hubungan | terlihat | saat | menyambut | pada | 1974. | Saat | masih | berstatus | sebagai | diperlakukan | seperti | seorang | kepala | negara. | kepemimpinan | sejumlah | forum | internasional | termasuk | Gerakan | Non-Blok.AHMAD | FAIZ | JPOST |