Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Israel. Di. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Israel. Di. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Sejarah Hari Ini: Gerakan Intifadah Pecah, Palestina Tuntut Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID,   Intifada atau gerakan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel pecah di Jalur Gaza untuk pertama kali pada 9 Desember 1987.. Di bagian wilayah yang diduduki Israel, warga Palestina menuntut kemerdekaan atas penjajahan dan penindasan yang terjadi.

Gerakan Intifada ini berawal dari truk Israel yang menabrak pekerja Palestina. Sebanyak 10 orang tewas dan warga Palestina menilai hal itu terjadi dengan sengaja dan berlatar belakang kebencian etnis Yahudi.

Sejumlah protes dilakukan oleh warga Palestina di Jalur Gaza.  Banyak yang turun ke jalan dan menyerang polisi serta pasukan militer Israel yang bersiap menghentikan gerakakan mereka.

Bentrokan ini juga berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel. Hingga berbulan-bulan lamanya, kekerasan terjadi di wilayah-wilayah itu.

Intifada pada 1987 juga menjadi luapan kemarahan warga Palestina atas penindasan Israel yang menduduki wilayah Yerusalem Timur. Selama 20 tahu, Israel merebut tanah Palestina dan terus memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan tersebut.

Pada 1992, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin mengatakan akan bergerak cepat menuju proses perdamaian dengan Palestina. Ia membekukan permukiman baru Israel di wilayah yang diduduki dan intifada berakhir setelah lima tahun berlangsung.
 
Hingga pada 1993, negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina dilakukan di Oslo, Norwegia. Dalam kesepakatan itu diputuskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan Jericho di Tepi Barat. Pembentukan pemerintahan Palestina juga secara sah diakui di beberapa wilayah Tepi Barat.

Meski demikian, pada 1995 Rabin tewas dibunuh dan diduga dilakukan oleh ektremis Yahudi di Ibu Kota Tel Aviv. Proses perdamaian Israel dan Palestina berakhir di era penerusnya, mulai dari Shimon Peres, Ariel Sharon, Ehud Barak, hingga Benjamin Netanyahu.

Musim Dingin Terburuk di Iran

Sedikitnya 40 orang meninggal di Iran akibat cuaca dingin yang ekstrim pada 9 Desember 2003. Suhu yang disebut mencapai titik terendah di negara itu membuat banyak orang membeku dan mengalami hipotermia.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotermia akan megalami rasa panas dan merasa sangat gerah. Mereka yang diduga telah mendekati kematian bahkan merasa ingin menanggalkan pakaian karena panas tersebut.

Secara umum, kematian akibat hipotermia saat suhu tubuh mencapai di bawah 77 derajat Fahrenheit. Namun, ada beberapa kasus yang menyebutkan manusia dapat bertahan dengan memiliki suhu tubuh 57 derajat, seperti seorang anak di Kanada pada 1994.

Di Iran, musim dingin yang kering biasanya tidak pernah membuat banyak orang mengalami hipotermia. Namun, di waktu itu, cuaca dilaporkan benar-benar membeku dan membuat banyak orang dalam satu malam meninggal.

Pasukan Marinir AS Tiba di Somalia

Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Somalia pada 9 Desember 1992. Kedatangan mereka merupakan bagian dari operasi kemanusiaan untuk menolong ribuan warga sipil yang kelaparan saat konflik terjadi di negara itu.

AS sekaligus memimpin operasi multi nasional untuk memastikan makanan dapat didistribusikan ke seluruh warga di berbagai wilayah negara itu. Bersama dengan 350 ribu tentara dari negara lainnya, mereka berupaya mencegah adanya penjarahan dan pemerasan yang selama ini mengakibatkan penduduk kelaparan.

Misi utama AS adalah mengamankan Ibu Kota Mogadishu yang dikepung oleh kelompok bersenjata Somalia. Banyak yang memblokir jalan-jalan dekat bandara dan pelabuhan untuk merampok segala macam bantuan kemanusiaan yang datang dari dunia internasioal.

Sekitar 35 negara dikatakan tleah menawarkan diri untuk membantu operasi AS di Somalia. Diantaranya tidak hanya dengan berkontribusi mengirim pasukan militerm namun juga menyalurkan dana.

Puti Almas

"

| Sejarah | Hari | Ini: | Intifadah | Pecah, | Palestina | Tuntut | Kemerdekaan | REPUBLIKA |    | Intifada | atau | perlawanan | rakyat | terhadap | penjajah | Israel | pecah | Jalur | Gaza | untuk | pertama | kali | pada | Desember | 1987 | bagian | wilayah | yang | diduduki | warga | menuntut | kemerdekaan | atas | penjajahan | penindasan | terjadi | p>Ger | berawal | truk | menabrak | pekerja | Sebanyak | orang | tewas | menilai | dengan | sengaja | berlatar | belg | kebencian | etnis | Yahudi | p>Sejumlah | protes | dilakukan | oleh | Banyak | turun | jalan | menyerang | polisi | serta | pasukan | militer | bersiap | menghentikan | gerak | p>Bentrokan | juga | berlanjut | Tepi | Barat | dikuasai | Hingga | berbulan | bulan | lamanya | kekerasan | p>Intifada | menjadi | luapan | kemarahan | menduduki | Yerusalem | Timur | Selama | tahu | merebut | tanah | terus | memperluas | permukiman | disengket | tersebut | p>Pada | 1992 | Perdana | Menteri | Yitzhak | Rabin | mengat | bergerak | cepat | menuju | proses | perdamaian | membekukan | baru | intifada | berakhir | setelah | lima | tahun | berlangsung |  Hingga | 1993 | negosiasi | antara | Oslo | Norwegia | Dalam | kesepakatan | diputuskan | penarikan | Jericho | Pembentukan | pemerintahan | secara | diakui | beberapa | p>Meski | demikian | 1995 | dibunuh | diduga | ektremis | Kota | Aviv | Proses | penerusnya | mulai | Shimon | Peres | Ariel | Sharon | Ehud | Barak | Benjamin | Netanyahu | p>Musim | Dingin | Terburuk | Iran< | p>Sedikitnya | meninggal | Iran | cuaca | dingin | ekstrim | 2003 | Suhu | disebut | mencapai | titik | terendah | negara | membuat | banyak | membeku | mengalami | hipotermia | p>Dalam | kasus | megalami | rasa | panas | merasa | sangat | gerah | Mereka | telah | mendekati | kematian | bahkan | ingin | menanggalkan | pakaian | karena | p>Secara | umum | saat | suhu | tubuh | bawah | derajat | Fahrenheit | Namun | menyebutkan | manusia | dapat | bertahan | memiliki | seperti | seorang | anak | Kanada | 1994 | p>Di | musim | kering | biasanya | pernah | waktu | dilaporkan | benar | dalam | satu | malam | p>Pasukan | Marinir | Tiba | Somalia< | Amerika | Serikat | (AS) | mendarat | Somalia | Kedatangan | merup | operasi | kemanusiaan | menolong | ribuan | sipil | kelaparan | konflik | p>AS | sekaligus | memimpin | multi | nasional | memastikan | didistribusikan | seluruh | berbagai | Bersama | ribu | tentara | lainnya | berupaya | mencegah | adanya | penjarahan | pemerasan | selama | mengkan | penduduk | p>Misi | utama | adalah | mengamankan | Mogadishu | dikepung | kelompok | bersenjata | memblokir | dekat | bandara | pelabuhan | merampok | segala | macam | bantuan | datang | dunia | internasioal | p>Ser | dikat | tleah | menawarkan | diri | membantu | Diantaranya | hanya | berkontribusi | mengirim | militerm | menyalurkan | dana | p>Puti | Almas< | p> |

Israel Larang Warga Palestina Dikubur di Pemakaman Bersejarah

Rezim Israel ingin menguasai komplek pemakaman Muslim bersejarah di Yerusalem, Bab Al Rahma.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000

Dream - Pasukan pendudukan Israel melarang warga Palestina di Yerusalem memakamkan saudara mereka yang meninggal di sisi utara komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma. Situs pemakaman bersejarah itu telah disita oleh Otoritas Situs Antik Israel.

Warga lingkungan Silwan, kota tetangga Yerusalem, kerap memakamkan saudara mereka di situs bersejarah tersebut. Ini lantaran letak pemakaman lain yang sangat jauh.

Sebelumnya, rezim Israel telah melarang warga Palestina dimakamkan di sisi selatan komplek Bab Al Rahma. Larangan tersebut diberlakukan pada awal tahun ini.

Israel kini mengelola 6.000 meter perseegi dari 20.000 meter persegi luas komplek pemakaman itu. Situs pemakaman suci tersebut terletak di komplek Masjid Al Aqsa yang masuk wilayah pendidikan Yerusalem Timur.

Otoritas Situs Antik Israel tertarik mengelola komplek pemakaman Muslim itu. Beberapa pejabat dikawal polisi pernah berusaha menghancurkan sejumlah makam hingga menggali jenazah di dalamnya.

" Israel menganggap sisi selatan pemakaman itu sebagai bagian dari Kuil Pertama (Kuil Solomon), dan menginginkan sisi utara juga dikelola menjadi taman nasional Yahudi," ujar aktivis politik dan Kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, Jawad Siyam.

" Mereka selangkah demi selangkah mengambil alih seluruh pemakaman. Dengan mengkavling-kavling makam itu, mereka perlahan-lahan akan menguasai pemakaman," kata Siyam.

Pada Selasa, tentara pendudukan Israel melarang warga Palestina memakamkan jenazah Khadeeja Abu Al Dulah, 70 tahun.

Cucu Al Dulah, yang menggali makam ditangkap dan dihalangi agar tidak memakamkan neneknya di Bab Al Rahma.

Lebih parahnya, rezim Israel memaksa warga Palestina menggali kembali makam para saudaranya dan memindahkan jenazah mereka ke pemakaman lain.

Komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma telah dikelola oleh Komite Pelestarian Pemakaman dan Wakaf Islam Yerusalem. Pengelolaan ini telah berjalan selama 1.400 tahun.

Komplek tersebut menjadi peristirahatan terakhir beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Obada Bin Al Samet dan Shaddad Bin Aws Al Taei, martir Islam yang meninggal di masa Salahuddin Al Ayyubi memimpin perang pembebasan Yerusalem dari Pasukan Salib pada 1187 juga dimakamkan di komplek tersebut.

" Bahkan orang yang sudah mati tak luput dari penindasan Israel," kata Siyam.

(Sah/Sumber: gulfnews.com)

Sisi Religi Laudya Cynthia Bella - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Parlemen Israel Tunda Voting RUU Larangan Azan

  • imageimage>

    Presiden Israel Kutuk Larangan Azan di Masjid

  • imageimage>

    Israel: Terimakasih Palestina

"

| Israel | Larang | Warga | Palestina | Dikubur | Pemakaman | Bersejarah | Rezim | ingin | menguasai | komplek | pemakaman | Muslim | bersejarah | Yerusalem | Rahma | h5> | Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span> | p> Dream< | strong> | Pasukan | pendudukan | melarang | warga | Palestina< | memakamkan | saudara | yang | meninggal | sisi | utara | Muslim< | Situs | telah | disita | oleh | Otoritas | Antik | p> Warga | lingkungan | Silwan | kota | tetangga | kerap | situs | tersebut | lantaran | letak | lain | sangat | jauh | p> Senya | rezim | dimakamkan | selatan | Larangan | diberlakukan | pada | awal | tahun | p> Israel | kini | mengelola | meter | perseegi | persegi | luas | suci | terletak | Masjid< | Aqsa | masuk | wilayah | pendidikan< | Timur | p> Otoritas | tertarik | Beberapa | pejabat | dikawal | polisi | pernah | berusaha | menghancurkan | sejumlah | makam | menggali | jenazah | dalamnya | menganggap | sebagai | bagian | Kuil | Pertama | (Kuil | Solomon) | menginginkan | juga | dikelola | menjadi | taman | nasional | Yahudi | ujar | aktivis | politik | Kepala< | Pusat | Informasi | Wadi | Hilweh | Jawad | Siyam | Mereka | selangkah | demi | mengambil | alih | seluruh | Dengan | mengkavling | kavling | perlahan | lahan | kata | p> Pada | Selasa | tentara | Khadeeja | Dulah | p> Cucu | ditangkap | dihalangi | agar | neneknya | p> Lebih | parahnya | memaksa | kembali | para | saudaranya | memindahkan | p> Komplek | Komite | Pelestarian | Wakaf< | Islam< | Pengelolaan | berjalan | selama | peristirahatan | terakhir | beberapa | sahabat | Nabi | Muhammad | SAW< | Selain | Obada | Samet | Shaddad | Taei | martir | Islam | masa | Salahuddin | Ayyubi | memimpin | perang | pembebasan | Salib | 1187 | Bahkan | orang | mati | luput | penindasan | p> (Sah | Sumber: | gulfnews | com< | em>)< | p> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | div> < | p>Sisi | Religi | Laudya | Cynthia | Bella | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Parlemen | Tunda | Voting | Azan< | p> < | li> < | a> Presiden | Kutuk | Azan | a> Israel: | Terimakasih | ul>< | div> |

Israel Larang Warga Palestina Dikubur di Pemakaman Bersejarah

Rezim Israel ingin menguasai komplek pemakaman Muslim bersejarah di Yerusalem, Bab Al Rahma.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000

Dream - Pasukan pendudukan Israel melarang warga Palestina di Yerusalem memakamkan saudara mereka yang meninggal di sisi utara komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma. Situs pemakaman bersejarah itu telah disita oleh Otoritas Situs Antik Israel.

Warga lingkungan Silwan, kota tetangga Yerusalem, kerap memakamkan saudara mereka di situs bersejarah tersebut. Ini lantaran letak pemakaman lain yang sangat jauh.

Sebelumnya, rezim Israel telah melarang warga Palestina dimakamkan di sisi selatan komplek Bab Al Rahma. Larangan tersebut diberlakukan pada awal tahun ini.

Israel kini mengelola 6.000 meter perseegi dari 20.000 meter persegi luas komplek pemakaman itu. Situs pemakaman suci tersebut terletak di komplek Masjid Al Aqsa yang masuk wilayah pendidikan Yerusalem Timur.

Otoritas Situs Antik Israel tertarik mengelola komplek pemakaman Muslim itu. Beberapa pejabat dikawal polisi pernah berusaha menghancurkan sejumlah makam hingga menggali jenazah di dalamnya.

" Israel menganggap sisi selatan pemakaman itu sebagai bagian dari Kuil Pertama (Kuil Solomon), dan menginginkan sisi utara juga dikelola menjadi taman nasional Yahudi," ujar aktivis politik dan Kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, Jawad Siyam.

" Mereka selangkah demi selangkah mengambil alih seluruh pemakaman. Dengan mengkavling-kavling makam itu, mereka perlahan-lahan akan menguasai pemakaman," kata Siyam.

Pada Selasa, tentara pendudukan Israel melarang warga Palestina memakamkan jenazah Khadeeja Abu Al Dulah, 70 tahun.

Cucu Al Dulah, yang menggali makam ditangkap dan dihalangi agar tidak memakamkan neneknya di Bab Al Rahma.

Lebih parahnya, rezim Israel memaksa warga Palestina menggali kembali makam para saudaranya dan memindahkan jenazah mereka ke pemakaman lain.

Komplek pemakaman Muslim Bab Al Rahma telah dikelola oleh Komite Pelestarian Pemakaman dan Wakaf Islam Yerusalem. Pengelolaan ini telah berjalan selama 1.400 tahun.

Komplek tersebut menjadi peristirahatan terakhir beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Obada Bin Al Samet dan Shaddad Bin Aws Al Taei, martir Islam yang meninggal di masa Salahuddin Al Ayyubi memimpin perang pembebasan Yerusalem dari Pasukan Salib pada 1187 juga dimakamkan di komplek tersebut.

" Bahkan orang yang sudah mati tak luput dari penindasan Israel," kata Siyam.

(Sah/Sumber: gulfnews.com)

Sisi Religi Laudya Cynthia Bella - Skrin.ID

Rekomendasi Pilihan

RELATED NEWS

  • imageimage>

    Parlemen Israel Tunda Voting RUU Larangan Azan

  • imageimage>

    Presiden Israel Kutuk Larangan Azan di Masjid

  • imageimage>

    Israel: Terimakasih Palestina

"

| Israel | Larang | Warga | Palestina | Dikubur | Pemakaman | Bersejarah | Rezim | ingin | menguasai | komplek | pemakaman | Muslim | bersejarah | Yerusalem | Rahma | h5> | Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span> | p> Dream< | strong> | Pasukan | pendudukan | melarang | warga | Palestina< | memakamkan | saudara | yang | meninggal | sisi | utara | Muslim< | Situs | telah | disita | oleh | Otoritas | Antik | p> Warga | lingkungan | Silwan | kota | tetangga | kerap | situs | tersebut | lantaran | letak | lain | sangat | jauh | p> Senya | rezim | dimakamkan | selatan | Larangan | diberlakukan | pada | awal | tahun | p> Israel | kini | mengelola | meter | perseegi | persegi | luas | suci | terletak | Masjid< | Aqsa | masuk | wilayah | pendidikan< | Timur | p> Otoritas | tertarik | Beberapa | pejabat | dikawal | polisi | pernah | berusaha | menghancurkan | sejumlah | makam | menggali | jenazah | dalamnya | menganggap | sebagai | bagian | Kuil | Pertama | (Kuil | Solomon) | menginginkan | juga | dikelola | menjadi | taman | nasional | Yahudi | ujar | aktivis | politik | Kepala< | Pusat | Informasi | Wadi | Hilweh | Jawad | Siyam | Mereka | selangkah | demi | mengambil | alih | seluruh | Dengan | mengkavling | kavling | perlahan | lahan | kata | p> Pada | Selasa | tentara | Khadeeja | Dulah | p> Cucu | ditangkap | dihalangi | agar | neneknya | p> Lebih | parahnya | memaksa | kembali | para | saudaranya | memindahkan | p> Komplek | Komite | Pelestarian | Wakaf< | Islam< | Pengelolaan | berjalan | selama | peristirahatan | terakhir | beberapa | sahabat | Nabi | Muhammad | SAW< | Selain | Obada | Samet | Shaddad | Taei | martir | Islam | masa | Salahuddin | Ayyubi | memimpin | perang | pembebasan | Salib | 1187 | Bahkan | orang | mati | luput | penindasan | p> (Sah | Sumber: | gulfnews | com< | em>)< | p> Berikan | Reaksimu | Tentang | Artikel | Atas< | p> 0% Alhamdulillah < | td> 0% Masya | Allah < | td> 0% Wallahu | alam < | td> 0% Subhanallah < | td> 0% Astaghfirullah < | td> 0% Naudzubillah < | td> < | tr>< | table>< | div> < | p>Sisi | Religi | Laudya | Cynthia | Bella | Skrin | h6> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> Daftarkan | email | anda | untuk | berlangganan | berita | terbaru | kami< | h6> < | div> < | p>RELATED | NEWS< | h2> < | a> Parlemen | Tunda | Voting | Azan< | p> < | li> < | a> Presiden | Kutuk | Azan | a> Israel: | Terimakasih | ul>< | div> |

PBB Kecam Legalisasi Pemukiman Israel di Lahan Palestina

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Kepala Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam undang-undang yang dikeluarkan di Israel, mengenai pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Undang-undang buatan Israel itu melegalkan sekitar 4.000 rumah pemukim yang dibangun di wilayah lahan pribadi pihak Palestina. 

"Kami mendesak para anggota pemangku kebijakan untuk mempertimbangkan dukungan atas undang-undang ini. Jika diterapkan, aturan tersebut akan menimbulkan konsekuensi meluas serta membuat reputasi Israel di seluruh dunia tambah rusak," ujar Komisioner HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat (9/12/2016).

Zeid menambahkan, mengubah penggunaan lahan yang dimiliki secara pribadi oleh warga Palestina untuk dibangun pemukiman Israel, dianggap melanggar hukum internasional. Terlebih, pembangunan itu dilakukan tanpa ada izin pemilik lahan.

"Israel sebagai pihak yang memiliki kekuasaan untuk menduduki lahan, harus menghormati properti pribadi dari warga Palestina. Tidak peduli apakah ada kompensasi yang disediakan," lanjut Zeid, dalam pernyataannya.

Sekitar 400 ribu pemukim Israel saat ini hidup di Tepi Barat, termasuk di wilayah Yerusalem Timur yang dicaplok. Mereka hidup bersama 2,6 juta warga Palestina.

Amerika Serikat, PBB dan Uni Eropa memperingatkan Israel atas pembangunan pemukiman itu. Mereka menilai pembangunan ini bisa merusak jalan pembentukan dua negara yang bisa mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Sementara, seluruh pemukiman Israel dianggap sebagai ilegal dalam hukum internasional. Israel sendiri mengklaim sendiri wilayah pemukiman yang terotorisasi atau belum.

"Seluruh pemukiman Israel, baik yang berada di lingkar luar dan dibangun tanpa izin resmi, jelas tidak ilegal di bahwa hukum internasional dan memblokir jalan damai," tegas Zeid.

"Pemumkiman ini juga menjadi penyebab dasar dari pelanggaran HAM di dalam wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur," pungkasnya.

57 anggota Parlemen Israel atau biasa disebut Knesset, pada Rabu 7 Desember meloloskan rangcangan undang-undang mengenai pembangunan pemukiman ini. Sementara 51 lainnya menentang undang-undang itu.

(FJR)

"

| Kecam | Legalisasi | Pemukiman | Israel | Lahan | Palestina | Metrotvnews | Aviv< | strong>: | Kepala | Dewan | Perserikatan | Bangsa | (PBB) | mengecam | undang | yang | dikeluarkan | mengenai | pemukiman | ilegal | Tepi | Barat | p> Undang | buatan | melegalkan | rumah | pemukim | dibangun | wilayah | lahan | pribadi | pihak | p> Kami | mendesak | para | anggota | pemangku | kebij | untuk | mempertimbangkan | dukungan | atas | Jika | diterapkan | aturan | tersebut | menimbulkan | konsekuensi | meluas | serta | membuat | reputasi | seluruh | dunia | tambah | rusak | ujar | Komisioner | Zeid | Raad | Hussein | seperti | dikutip | Middle | East | Monitor< | Jumat | 2016) | p> Zeid | menambahkan | mengubah | penggunaan | dimiliki | secara | oleh | warga | dianggap | melanggar | hukum | internasional | Terlebih | pembangunan | dilakukan | tanpa | izin | pemilik | p> Israel | sebagai | memiliki | kekuasaan | menduduki | harus | menghormati | properti | Tidak | peduli | apakah | kompensasi | disedi | lanjut | dalam | pernyataannya | p> Ser | ribu | saat | hidup | termasuk | Yerusalem | Timur | dicaplok | Mereka | bersama | juta | p> Amerika | Serikat | Eropa | memperingatkan | menilai | merusak | jalan | pembentukan | negara | mengakhiri | konflik | berkepanjangan | Tengah | p> Sementara | sendiri | mengklaim | terotorisasi | atau | p> Seluruh | baik | berada | lingkar | luar | resmi | jelas | bahwa | memblokir | damai | tegas | p> Pemumkiman | juga | menjadi | penyebab | dasar | pelanggaran | timur | pungkasnya | p> 57 | Parlemen | biasa | disebut | Knesset | pada | Rabu | Desember | meloloskan | rangcangan | Sementara | lainnya | menentang | p> (FJR)< |

Minggu, 27 November 2016

Pembatasan volume azan Israel ditentang pemimpin Palestina

JerusalemImage copyright EPA Image caption Orang-orang Palestina membaca Quran di kompleks Masjid Al Aqsa, Jerusalem, Israel.

Sejumlah pemimpin Palestina mengecam rancangan undang-undang pembatasan volume adzan dari masjid-masjid di Israel.

Seorang juru bicara untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pembatasan tersebut akan mengarah ke bencana.

Adapun menteri urusan agama Palestina mengatakan rancangan undang-undang itu dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam perang agama.

Palestina sudah menyatakan akan meminta bantuan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah RUU ini disahkan menjadi undang-undang.

RUU ini disetujui oleh komite kementerian pada Minggu (13/11) untuk selanjutnya dibahas di parlemen melalui tiga tahapan sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Image copyright EPA Image caption Benjamin Netanyahu mendukung pembatasan volume suara azan dari masjid-masjid di Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga telah menyuarakan dukungan terhadap RUU ini dengan mengatakan terdapat banyak keluhan masyarakat dari berbagai agama tentang suara azan yang dikumandangkan dengan pengeras suara.

"Sudah sering sekali warga datang kepada saya, mereka berasal dari berbagai kalangan, dari berbagai agama, yang keberatan dengan kerasnya suara yang disiarkan dari rumah-rumah ibadah," kata PM Netanyahu.

Penentangan dari dalam negeri

Meskipun pembatasan volume ini sebenarnya ditujukan kepada semua agama, langkah tersebut dipandang berdampak paling besar bagi Muslim dengan kewajiban salat lima waktu dalam sehari.

Rencana pembatasan volume azan juga mendapat penentangan di dalam Israel sendiri, terutama disuarakan oleh Institut Demokrasi Israel, sebuah lembaga pemikir nonpartisan.

Menurut salah seorang pejabatnya, Nasreen Hadad Haj-Yahya, para politikus sayap kanan Israel menggunakan isu ini untuk kepentingan politik dengan mengatasnamakan peningkatan kualitas hidup.

Dalam tulisannya, ia berpendapat bahwa, "Tujuan utama tidak untuk mencegah bunyi tetapi untuk menimbulkan bunyi yang akan melukai seluruh masyarakat dan seluruh usaha untuk menciptakan kenyataan waras antara orang Yahudi dan orang Arab".

Sekitar 17,5% penduduk yang tinggal di Israel berlatar belakang etnik Arab dan sebagian besar di antara mereka Muslim.

"

| Pembatasan | volume | azan | Israel | ditentang | pemimpin | Palestina | Image | copyright | EPA | caption | Orang-orang | membaca | Quran | kompleks | Masjid | Aqsa, | Jerusalem, | Israel. | Sejumlah | mengecam | rancangan | undang-undang | pembatasan | adzan | dari | masjid-masjid | Israel.Seorang | juru | bicara | untuk | Presiden | Mahmoud | Abbas | mengatakan | tersebut | akan | mengarah | bencana.Adapun | menteri | urusan | agama | dapat | menyeret | kawasan | Timur | Tengah | dalam | perang | agama.PM | ingin | suara | masjid | dibatasiLembaga | Israel: | Pendudukan | harus | diakhiriPalestina | sudah | menyatakan | meminta | bantuan | Dewan | Keamanan | mencegah | disahkan | menjadi | undang-undang.RUU | disetujui | oleh | komite | kementerian | pada | Minggu | (13/11) | selanjutnya | dibahas | parlemen | melalui | tiga | tahapan | sebelum | undang-undang. | Benjamin | Netanyahu | mendukung | Perdana | Menteri | Israel, | Netanyahu, | juga | telah | menyuarakan | dukungan | terhadap | dengan | terdapat | banyak | keluhan | masyarakat | berbagai | tentang | yang | dikumandangkan | pengeras | suara.Sudah | sering | sekali | warga | datang | kepada | saya, | mereka | berasal | kalangan, | agama, | keberatan | kerasnya | disiarkan | rumah-rumah | ibadah, | kata | Netanyahu.Penentangan | negeriMeskipun | sebenarnya | ditujukan | semua | langkah | dipandang | berdampak | paling | besar | bagi | Muslim | kewajiban | salat | lima | waktu | sehari.Rencana | mendapat | penentangan | sendiri, | terutama | disuarakan | Institut | Demokrasi | sebuah | lembaga | pemikir | nonpartisan.Menurut | salah | seorang | pejabatnya, | Nasreen | Hadad | Haj-Yahya, | para | politikus | sayap | kanan | menggunakan | kepentingan | politik | mengatasnamakan | peningkatan | kualitas | hidup.Dalam | tulisannya, | berpendapat | bahwa, | Tujuan | utama | tidak | bunyi | tetapi | menimbulkan | melukai | seluruh | usaha | menciptakan | kenyataan | waras | antara | orang | Yahudi | Arab.Sekitar | 17,5% | penduduk | tinggal | berlatar | belakang | etnik | Arab | sebagian | Muslim. |

Selasa, 06 Desember 2016

Kebakaran di Israel berhasil diatasi, Palestina membantu padamkan api

Image copyright AFP Image caption Pemadam kebakaran Palestina membantu memadamkan kebakaran di Haifa, Israel pada 25 November 2016.

Kebakaran yang melanda Israel selama lima hari dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi berhasil diatasi dengan bantuan sejumlah pihak internasional termasuk Palestina.

Tidak ada laporan korban jiwa namun lebih dari 100 orang dirawat, sebagian besar akibat hirupan asap kebakaran.

Palestina mengerahkan sebanyak 41 petugas pemadam kebakaran Palestina dan delapan truk dikerahkan dari Tepi Barat akhir pekan lalu dalam membantu memadamkan kebakaran di Haifa dan kawasan Jerusalem. Mereka kembali ke Tepi Barat pada Sabtu (26/11) malam.

Menurut petugas pemadam kebakaran Israel, Yoram Levy terdapat sekitar 2000 titik api di Israel dan Tepi Barat, 20 di antaranya besar.

"Tidak ada lagi titik api yang menyala. Cukup tenang sejak Sabtu," kata Levy kepada kantor berita AFP.

Pihak Pertahanan Militer yang berbasis di Ramallah, Palestina, mengatakan mereka telah menangani 143 titik api yang telah membakar tanaman pertanian dan pepohonan, tapi tak ada korban cedera.

Ketua tim tersebut, Abdulatif Abu Amshah, mengatakan, "Tujuan para pemadam kebakaran adalah untuk memadamkan api. Tidak perlu memandang agama atau hal-hal lain."

Image copyright EPA Image caption Pesawat Amerika Serikat "Global Supertanker" yang membawa air dan perlengkapan pemadam kebakaran tiba di Israel pada 26 November.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menelepon Presiden Palestina, Mahmud Abbas, pada hari Sabtu (27/11) untuk mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang dikerahkan.

Beberapa negara lainnya yang terdiri dari Amerika Serikat, Siprus, Rusia, Italia, Kroasia, dan Yunani juga mengirimkan bantuan dan perlengkapan guna membantu menangani kebakaran.

Image copyright EPA Image caption Seorang pemadam kebakaran Israel memadamkan api yang terjadi di Haifa, Israel utara.

Pihak berwenang Israel mencurigai beberapa titik api disulut dengan sengaja dan terkait dengan konflik Israel-Palestina.

Sejumlah 24 terduga pelaku pembakaran masih diamankan, 18 orang di antaranya adalah orang Israel-Arab di mana dua orang telah mengakui perbuatan menyulut api.

Kebakaran tersebut adalah yang paling buruk terjadi sejak tahun 2010, ketika 44 orang tewas dalam kebakaran di Pegunungan Carmel, sebelah selatan Haifa.

Image copyright EPA Image caption Pesawat Amerika Serikat "Global Supertanker" yang membawa air dan perlengkapan pemadam kebakaran tiba di Israel pada 26 November. "

| Kebakaran | Israel | berhasil | diatasi, | Palestina | membantu | padamkan | Image | copyright< | span> | AFP< | caption< | Pemadam | kebakaran | memadamkan | Haifa | pada | November | 2016 | yang | melanda | selama | lima | hari | menyebabkan | puluhan | ribu | orang | mengungsi | diatasi | dengan | bantuan | sejumlah | pihak | internasional | termasuk | strong>< | p>Tidak | laporan | korban | jiwa | lebih | dirawat | sebagian | besar | hirupan | asap | p>Palestina | mengerahkan | sebanyak | petugas | pemadam | delapan | truk | dikerahkan | Tepi | Barat | akhir | pekan | dalam | kawasan | Jerusalem | Mereka | kembali | Sabtu | malam | p>Menurut | Yoram | Levy | terdapat | 2000 | titik | antaranya | lagi | menyala | Cukup | tenang | sejak | kata | kepada | kantor | berita | p>Pihak | Pertahanan | Militer | berbasis | Ramallah | mengat | telah | menangani | membakar | tanaman | pertanian | pepohonan | cedera | p>Ketua | tersebut | Abdulatif | Amshah | Tujuan | para | adalah | untuk | Tidak | perlu | memandang | agama | atau | lain | EPA< | Pesawat | Amerika | Serikat | Global | Supertanker | membawa | perlengkapan | tiba | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | menelepon | Presiden | Mahmud | Abbas | mengucapkan | rasa | terima | kasih | atas | p>Beberapa | negara | lainnya | terdiri | Siprus | Rusia | Italia | Kroasia | Yunani | juga | mengirimkan | guna | Seorang | terjadi | utara | Pihak | berwenang | mencurigai | beberapa | disulut | sengaja | terkait | konflik | p>Sejumlah | terduga | pelaku | pembakaran | masih | diamankan | Arab | mana | mengakui | perbuatan | menyulut | p>Kebakaran | paling | buruk | tahun | 2010 | ketika | tewas | Pegunungan | Carmel | sebelah | selatan |