Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Israel.Setelah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Israel.Setelah. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Mengapa Rumah Ekstremis Palestina Diratakan, Ekstremis...

Rumah tersangka penyerang asal Palestina dihancurkan aparat Israel. Foto / Haaretz / AP

TEL AVIV - Hakim Mahkamah Agung Israel mempertanyakan kebijakan negara dalam pencegahan terorisme dengan meratakan rumah ekstremis Palestina. Tapi, kebijakan itu tak berlaku bagi rumah ekstremis Yahudi Israel.

Sikap hakim Mahkamah Agung Israel itu muncul setelah kebijakan diskriminasi itu diajukan oleh Suha dan Hussein Abu Khdeir, orang tua dari remaja 16 tahun asal Palestina; Mohammed Abu Khdeir, yang dibunuh pada 2014 dalam serangan balas dendam atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel.

Pemerintah Israel berdalih perobohan rumah-rumah pelaku serangan asal Palestina sebagai pencegahan tindakan terorisme. Tapi keluarga Khdeir mempertanyakan mengapa hal yang sama tidak berlaku untuk orang-orang Yahudi Israel yang telah membunuh orang-orang Arab.

”Saya pikir jika mereka (Israel) tidak menghancurkan rumah-rumah mereka (ektremis), ini bukan negara demokratis,” kata Hussein Abu Khdeir kepada DW pada bulan Juli lalu. ”Ini adalah negara apartheid, negara rasis, Anda tidak bisa hidup di (sini).”

Kini, hakim dari Mahkamah Agung Israel setuju dengan argumen keluarga Khdeir. ”Apa bedanya dengan saya jika itu adalah seorang Arab atau Yahudi?,” tanya Hakim Mahkamah Agung Israel, Neal Hendel, seperti dikutip dari Ynetnews, Jumat (25/11/2016).

”Jika kita berkata bahwa kita siap untuk mempekerjakan kebijakan ini terhadap sekelompok orang tertentu dan tidak terhadap yang lain, ini menimbulkan masalah-masalah tertentu,” ujarnya.

”Dikatakan bahwa dalam masyarakat Arab ada lebih banyak pendukung (kebijakan) dan pencegahan akan jauh lebih kuat,” kata Elyakim Rubinstein, Wakil Ketua Mahkamah Agung Israel. ”Tapi tetap, karena ada ekstremis dalam masyarakat Yahudi yang telah melakukan hal-hal yang mengerikan, bahkan jika pencegahan dilakukan pada asumsi bahwa itu akan mempengaruhi sejumlah kecil orang, masih akan menyelamatkan nyawa,” imbuh dia, yang terkesan membela kebijakan pemerintah Israel.

Argumen yang sama disajikan di persidangan pada hari Senin. Namun, hal itu ditolak oleh hakim ketua, yang menyatakan bahwa pelestarian kehidupan manusia adalah prioritas pengadilan.

”Jika itu mungkin untuk mencegah satu pembunuhan melalui aksi pencegahan, mereka akan melakukannya setelah 20 serangan mematikan yang dilakukan?" tanya Hakim Zvi Zilbertal. ”Ketika kita berbicara tentang kehidupan manusia, itu bukan kuantitas yang penting.”

”Kalau bisa mencegah lima pembunuhan, maka dibenarkan,” imbuh hakim Hendel yang setuju dengan argumen Zilbertal. ”Ini akan dibenarkan jika dicegah bahkan satu insiden.”

dibaca 26.172x

"

| Mengapa | Rumah | Ekstremis | Palestina | Diratakan, | Ekstremis... | tersangka | penyerang | asal | dihancurkan | aparat | Israel. | Foto | Haaretz | AP TEL | AVIV | Hakim | Mahkamah | Agung | Israel | mempertanyakan | kebijakan | negara | dalam | pencegahan | terorisme | dengan | meratakan | rumah | ekstremis | Palestina. | Tapi, | berlaku | bagi | Yahudi | Israel.Sikap | hakim | muncul | setelah | diskriminasi | diajukan | oleh | Suha | Hussein | Khdeir, | orang | dari | remaja | tahun | Palestina; | Mohammed | yang | dibunuh | pada | 2014 | serangan | balas | dendam | atas | penculikan | pembunuhan | tiga | Israel.Pemerintah | berdalih | perobohan | rumah-rumah | pelaku | sebagai | tindakan | terorisme. | Tapi | keluarga | Khdeir | mengapa | sama | tidak | untuk | orang-orang | telah | membunuh | Arab.”Saya | pikir | jika | mereka | (Israel) | menghancurkan | (ektremis), | bukan | demokratis,” | kata | kepada | bulan | Juli | lalu. | ”Ini | adalah | apartheid, | rasis, | Anda | bisa | hidup | (sini).”Kini, | setuju | argumen | Khdeir. | ”Apa | bedanya | saya | seorang | Arab | atau | Yahudi?,” | tanya | Israel, | Neal | Hendel, | seperti | dikutip | Ynetnews, | Jumat | (25/11/2016).”Jika | kita | berkata | bahwa | siap | mempekerjakan | terhadap | sekelompok | tertentu | lain, | menimbulkan | masalah-masalah | tertentu,” | ujarnya.”Dikatakan | masyarakat | lebih | banyak | pendukung | (kebijakan) | akan | jauh | kuat,” | Elyakim | Rubinstein, | Wakil | Ketua | ”Tapi | tetap, | karena | melakukan | hal-hal | mengerikan, | bahkan | dilakukan | asumsi | mempengaruhi | sejumlah | kecil | orang, | masih | menyelamatkan | nyawa,” | imbuh | dia, | terkesan | membela | pemerintah | Israel.Argumen | disajikan | persidangan | hari | Senin. | Namun, | ditolak | ketua, | menyatakan | pelestarian | kehidupan | manusia | prioritas | pengadilan.”Jika | mungkin | mencegah | satu | melalui | aksi | pencegahan, | melakukannya | mematikan | dilakukan? | Zilbertal. | ”Ketika | berbicara | tentang | manusia, | kuantitas | penting.””Kalau | lima | pembunuhan, | maka | dibenarkan,” | Hendel | dibenarkan | dicegah | insiden.”dibaca | 26.172x |

Rabu, 07 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |

Senin, 05 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |

Minggu, 04 Desember 2016

Sempat Jadi Ikon Palestina, Bioskop Jenin Akhirnya Ditutup

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina.

Hidayatullah.comâ€"Salah satu bioskop terkenal di wilayah Palestina dinyatakan ditutup, karena kehabisan uang, enam tahun setelah perayaan pembukaan kembali bioskop itu mendapat dukungan selebriti dunia dan menyedot perhatian internasional.

Bioskop Jenin dinyatakan ditutup hari Rabu pekan lalu (30/11/2016) setelah gagal menarik penonton beberapa tahun ini. Pekerjaan untuk merobohkan bangunannya sudah dimulai, lapor AFP Ahad (4/12/2016).

Dibuka kembali tahun 2010, dengan dukungan musisi dunia Roger Waters dan pesohor pegiat HAM Bianca Jagger, bioskop itu merupakan yang terakhir ada di Jenin, sebelah utara wilayah Tepi Barat Palestina.

Setelah pembukaannya kembali, yang mendapat perhatian besar dari media internasional, bioskop tersebut menjadi pusat kegiatan budaya dan teater. Namun, sekarang diperkirakan dibongkar untuk dijadikan pusat perbelanjaan (mall).

“Ini momen yang sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Marcus Vetter, sutradara asal Jerman yang ikut menyokong upaya pembukaan kembali Bioskop Jenin, kepada AFP.

Menurut Vetter, ahli waris pemilik asli gedung bioskop itu menjualnya dengan harga 1,7 juta euro (24,3 miliar rupiah).

Dibangun tahun 1957, Bioskop Jenin dianggap salah satu bioskop terbesar dan paling mengagumkan di Palestina. Bisokop itu tutup menyusul Intifadah I, perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel yang dimulai tahun 1987.

Pembukaannya kembali pada tahun 2010 merupakan ide Vetter dan Ismael Khatib, pria Palestina yang mendonasikan organ putranya yang meninggal di usia 11 tahun untuk menyelamatkan anak-anak Israel, setelah bocah itu tewas ditembak tentara Israel pada 2005.

Khatib mengambil tindakan itu dalam rangka mempromosikan upaya perdamaian Palestina-Israel, tetapi dipandang kontroversial oleh sebagian pihak.

Kala itu, bioskop berkapasitas 335 kursi tersebut mendapat sokongan selebriti dunia. Sistem tata suaranya yang bernilai 100.000 euro disumbang oleh Waters, yang sejak lama menjadi aktivis pro-Palestina.

Bianca Jagger â€"bekas artis dan wanita pertama yang pernah dinikahi musisi rock Mick Jagger yang kemudian menjadi aktivis kemanusiaan dan goodwill ambassador Eropaâ€" menghadiri perayaan pembukaan kembali Bisokop Jenin, yang dielu-elukan sebagai peristiwa budaya besar di wilayah Palestina.

Jenin, sebuah kota Muslim Palestina, adalah salah satu kota di mana perlawan-perlawan paling sengit rakyat Palestina menentang Israel terjadi selama dua kali Intifadah dan setelahnya.

Ditanya mengapa bioskop itu gagal menarik pengunjung, Vetter mengatakan hal itu disebabkan sikap konservatif warga kota serta ketakutan akan tudingan bahwa mengunjungi bioskop itu berarti menerima penjajahan Israel atas Tepi Barat selama 50 tahun ini.

“Orang-orang tidak benar-benar siap untuk pergi ke sana. Mereka mungkin juga agak takut dipersepsikan miring jika pergi ke sana,” kata Vetter.

Juliano Mer-Khamis, seorang aktor ternama keturunan Yahudi-Arab Israel yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali bioskop Jenin, ditembak mati di kota Jenin pada 2011 oleh orang bersenjata tak dikenal.

Pada tahun 2012, koran sayap kiri Israel, Haaretz, pernah melaporkan rumor yang katanya “kekurangsopanan” penginapan dekat bioskop tempat para aktivis dan sukarelawan menginap, juga ikut mencoreng reputasi Biskop Jenin.

Dina Aseer, seorang toko di pusat kesenian setempat, mengatakan mereka biasa menggunakan gedung bioskop itu tempat latihan anak-anak muda menari Dabke, tarian nasional Palestina.

“Kami punya band beranggotakan 25 orang dan sebuah sekolah Dabke dengan 150 murid dan tidak punya tempat,” kata wanita itu kepada AFP. “Bioskop Jenin adalah rumah kami.”

Meskipun bioskop itu akhirnya sekarang ditutup, Vetter mengaku tidak menyesal dengan proyek Cinema Jenin tersebut.

“Anda tidak bisa bayangkan betapa besarnya upaya yang dilakukan untuk membawa semua peralatan ke sana, mencari pendanaan, berjuang untuknya,” kata Vetter.

“(Jerih payah) itu adalah kisah dari sebuah mimpi. Dan paling tidak akhirnya mimpi itu pernah terwujud, ada ceritanya,” imbuh Vetter, yang bersama aktivis lain membuat beragam kegiatan untuk anak-anak Palestina yang dapat dilihat di situsnya cinemajenin.org.*

"

| Sempat | Jadi | Ikon | Palestina, | Bioskop | Jenin | Akhirnya | Ditutup | Dibangun | tahun | 1957 | dianggap | salah | satu | bioskop | terbesar | paling | mengagumkan | Palestina | p> < | div> Hidayatullah | com< | strong>â€"Salah | terkenal | wilayah | dinyat | ditutup | karena | kehan | uang | enam | setelah | perayaan | pembukaan | kembali | mendapat | dukungan | selebriti | dunia | menyedot | perhatian | internasional | p> Bioskop | hari | Rabu | pekan | 2016) | gagal | menarik | penonton | beberapa | Pekerjaan | untuk | merobohkan | bangunannya | dimulai | lapor | AFP< | Ahad | p> Dibuka | 2010 | dengan | musisi | Roger | Waters | pesohor | pegiat | Bianca | Jagger | merup | yang | terakhir | sebelah | utara | Tepi | Barat | p> Setelah | pembukaannya | besar | media | tersebut | menjadi | pusat | kegiatan | budaya | teater | Namun | sekarang | diperkir | dibongkar | dijadikan | perbelanjaan | (mall) | p> “Ini | momen | sangat | mengecew | menyedihkan | kata | Marcus | Vetter | sutradara | asal | Jerman | ikut | menyokong | upaya | kepada | p> Menurut | ahli | waris | pemilik | asli | gedung | menjualnya | harga | juta | euro | miliar | rupiah) | p> Dibangun | Bisokop | tutup | menyusul | Intifadah | perlawanan | rakyat | terhadap | Israel | 1987 | p> Pembukaannya | pada | Ismael | Khatib | pria | mendonasikan | organ | putranya | meninggal | usia | menyelamatkan | anak | bocah | tewas | ditembak | tentara | 2005 | p> Khatib | mengambil | tind | dalam | rangka | mempromosikan | perdamaian | dipandang | kontroversial | oleh | sebagian | pihak | p> Kala | berkapasitas | kursi | sokongan | Sistem | tata | suaranya | bernilai | disumbang | sejak | lama | aktivis | p> Bianca | â€"bekas | artis | wanita | pertama | pernah | dinikahi | rock | Mick | kemudian | kemanusiaan | goodwill | ambassador< | Eropaâ€" | menghadiri | dielu | elukan | sebagai | peristiwa | p> Jenin | sebuah | kota | Muslim | adalah | mana | perlawan | sengit | menentang | terjadi | selama | kali | setelahnya | p> Ditanya | mengapa | pengunjung | mengat | dikan | sikap | konservatif | warga | serta | ketakutan | tudingan | bahwa | mengunjungi | berarti | menerima | penjajahan | atas | p> “Orang | orang | benar | siap | pergi | sana | Mereka | mungkin | juga | agak | takut | dipersepsikan | miring | jika | p> Juliano | Khamis | seorang | aktor | ternama | keturunan | Yahudi | Arab | terlibat | menghidupkan | mati | 2011 | bersenjata | dikenal | p> Pada | 2012 | koran | sayap | kiri | Haaretz< | melaporkan | rumor | katanya | “kekurangsopanan” | penginapan | dekat | tempat | para | sukarelawan | menginap | mencoreng | reputasi | Biskop | p> Dina | Aseer | toko | kesenian | setempat | biasa | menggun | latihan | muda | menari | Dabke | tarian | nasional | p> “Kami | punya | band | beranggot | sekolah | murid | “Bioskop | rumah | kami | ”< | p> Meskipun | akhirnya | mengaku | menyesal | proyek | Cinema | p> “Anda | bayangkan | betapa | besarnya | dilakukan | membawa | semua | peralatan | mencari | pendanaan | berjuang | untuknya | p> “(Jerih | payah) | kisah | mimpi | terwujud | ceritanya | imbuh | bersama | lain | membuat | beragam | dapat | dilihat | situsnya | cinemajenin | div> |

Minggu, 27 November 2016

Kisah Partai-Partai Komunis Palestina Melawan Israel

tirto.id - Ketika George Habash, pendiri Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang berhaluan Marxis-Leninis, wafat pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina pun berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh yang berasal dari Hamas menyampaikan duka cita yang mendalam. “Sekarang sekali lagi,” kata Haniyeh, “kita kehilangan orang yang mendermakan seluruh hidupnya untuk pembebasan Palestina.”

Palestinian Islamic Jihad, organisasi perlawanan berbasis Islam Sunni di Palestina, juga mengakui kehilangan Habash. “Kami memuji amal George Habash yang seluruh hidupnya terus berjuang dan melawan pendudukan Israel,” kata mereka dalam rilis resminya.

Pemakaman Habash dihadiri oleh hampir semua tokoh-tokoh penting Palestina dari berbagai faksi dan golongan. Mahmoud Abash, Presiden Palestina saat itu, mengumumkan perkabungan resmi di seluruh wilayah Palestina selama tiga hari.

Habash, seorang yang dilahirkan dari keluarga beragama Kristen Ortodoks, adalah salah satu bukti nyata betapa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah cerita perlawanan yang penuh warna. Bahwa kemerdekaan Palestina diperjuangkan oleh seluruh warga Palestina, dari yang kiri maupun kanan, dari yang moderat sampai radikal, dari yang Islam sampai Kristen, dari yang ateis sampai agamis.

PFLP yang didirikan Habash pada 1967 menjadi salah satu kelompok terbesar yang bergabung dalam Palestine Liberation Organization (PLO). Pada 1969, FPLP mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang berhaluan Marxis-Leninis sembari tetap mengakui Pan Arabisme. PFLP memandang perjuangan kemerdekaan Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari usaha membebaskan dunia Arab dari imperialisme Barat.

Habash sering dianggap sebagai antitesis Yasser Arafat, pemimpin Fatah sekaligus pemimpin PLO. Jika Arafat sering dianggap terlalu moderat, Habash adalah kebalikannya: radikal, tak sudi berkompromi.

Pada 1993, menyusul disepakatinya Persetujuan Oslo,  Habash dan PFLP memutuskan meninggalkan PLO dan Arafat. Mereka menganggap Arafat dan PLO terlalu banyak memberi konsesi kepada Israel. Habash dan PLO kemudian berkongsi dengan kelompok perlawanan non-PLO, seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.

Habash bukan hanya berkata-kata. Kelompoknya memperlihatkan komitmen yang kuat betul untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tindakan-tindakan perlawanan bersenjata mereka lakukan. Pada September 1970, mereka membajak empat pesawat. Tiga pesawat mendarat darurat di landasan dekat Zarka, Yordania, bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang oleh PFLP dideklarasikan sebagai "Bandara Revolusi".

Sejarah komunisme di tanah Palestina bahkan sudah jauh lebih tua dari itu. Partai Komunis Palestina (PKP) sudah berdiri pada 1919 dan diakui oleh Cominter pada 1924. Awalnya Comintern enggan mengakui karena tidak yakin PKP dapat membebaskan diri dari pengaruh zionisme. Namun Comintern akhirnya bersedia mengakui PKP karena organisasi tersebut mendeklarasikan zionisme sebagai borjuasi Yahudi yang bersekutu dengan kekuatan imperialisme Barat.

Partai Komunis Palestina sempat tidak kedengaran namanya karena bertahun-tahun menyebar dalam berbagai faksi. Salah satu organ perjuangan berhaluan komunis, persisnya Marxis-Leninis, ya PFLP yang didirikan Habash.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP). Partai baru menjalin hubungan dengan PLO, dan bergabung dengan PLO pada 1987. Anggota PKP termasuk dalam Komite Eksekutif PLO pada bulan April tahun itu juga.

PKP merupakan salah satu dari empat komponen utama Intifada pertama. Mereka memainkan memainkan peran penting dalam memobilisasi dukungan akar rumput untuk bangkit melawan pendudukan Israel.

Infografik Partai Komunis Palestina

Setelah Uni Sovyet bubar, PKP menghadapi dilema teoritis yang tidak mudah. Di bawah kepemimpinan Bashir Barghouti, PKP kemudian merumuskan ulang identitasnya. Dari sanalah mereka mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina (PRP). Mereka meniadakan “komunis” sebagai nama partai.

Mereka beralasan bahwa perjuangan kelas di Palestina harus ditunda karena situasi yang khas Palestina. rakyat Palestina masih melancarkan perjuangan pembebasan nasional di mana unsur-unsur dari semua kelas harus bersatu. Kendati demikian, Marxisme masih diakui sebagai ideologi partai.

Adapun PFLP akhirnya mulai ikut pemilihan legislatif Palestina pada 2006 silam. Tiga orang dari partai ini berhasil menang dan duduk di parlemen Palestina. Salah satunya adalah Ahmad Sa’adat, pemimpin ketiga PFLP setelah Habash, dan Abu Ali Mustafa, yang mati diledakan misil di kantornya.

Kini, di bawah pimpinan Ahmad Sa’adat, tampang garang PFLP belum lekang. Gerakan bersenjata mereka masih sering jadi agenda. Serangan terhadap Israel jadi target utama mereka. Sa’adat sendiri kini masih ditahan oleh pemerintah Israel karena tuduhan sebagai teroris.

Di sana, PFLP tentu bukan satu-satunya partai yang sekaligus kelompok pergerakan yang terus berjuang demi Palestina. Tercatat, ada 16 partai lainnya yang masih tumbuh di sana. Selain PFLP dan PKP, rupanya ada dua lagi partai berbasis ideologi kiri di antara partai-partai itu yaitu Barisan Demokratis Pembebasan Palestina atau Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP), yang merupakan pecahan PFLP. 

DFLP sempat kehilangan pamor karena kepemimpinannya yang bertempat di Damaskkus. Persetujuan Oslo juga berdampak serius pada kekuatan DFLP. Kapasitas militer DFLP merosot drastis karena gencatan senjata antara PLO dan Israel sebagai buah Persetujuan Oslo .

Namun mereka berperan kembali terutama sejak dimulainya Intifada kedua pada 2000. DFLP melakukan banyak sekali serangan bersenjata terhadap militer Israel. Pada 25 Agustus 2001, mereka melakukan serangan serius terhadap pangkalan militer Israel di Gaza.

(tirto.id : aad/zen)

"

| Kisah | Partai-Partai | Komunis | Palestina | Melawan | Israel | tirto.id | Ketika | George | Habash, | pendiri | Front | Rakyat | untuk | Pembebasan | atau | Popular | Liberation | Palestine (PFLP) | yang | berhaluan | Marxis-Leninis, | wafat | pada | 2008, | seluruh | faksi | politik | berkabung. | Kematian | sang | komunis | konsisten, | dianggap | sebagai | duka | bagi | anak | bangsa | Palestina.Perdana | Menteri | Ismail | Haniyeh | berasal | dari | Hamas menyampaikan | cita | mendalam. | “Sekarang | sekali | lagi,” | kata | Haniyeh, | “kita | kehilangan | orang | mendermakan | hidupnya | pembebasan | Palestina.”Palestinian | Islamic | Jihad, | organisasi | perlawanan | berbasis | Islam | Sunni | Palestina, | juga | mengakui | Habash. | “Kami | memuji | amal | Habash | terus | berjuang | melawan | pendudukan | Israel,” | mereka | dalam | rilis | resminya.Pemakaman | dihadiri | oleh | hampir | semua | tokoh-tokoh | penting | berbagai | golongan. | Mahmoud | Abash, | Presiden | saat | itu, | mengumumkan | perkabungan | resmi | wilayah | selama | tiga | hari.Habash, | seorang | dilahirkan | keluarga | beragama | Kristen | Ortodoks, | adalah | salah | satu | bukti | nyata | betapa | perjuangan | kemerdekaan | cerita | penuh | warna. | Bahwa | diperjuangkan | warga | kiri | maupun | kanan, | moderat | sampai | radikal, | Kristen, | ateis | agamis.PFLP yang | didirikan | 1967 | menjadi | kelompok | terbesar | bergabung | Palestine | Organization | (PLO). | Pada | 1969, | FPLP | mendeklarasikan | diri | Marxis-Leninis | sembari | tetap | Arabisme. | PFLP | memandang | bagian | terpisahkan | usaha | membebaskan | dunia | Arab | imperialisme | Barat.Habash | sering | antitesis | Yasser | Arafat, | pemimpin | Fatah | sekaligus | PLO. | Jika | Arafat | terlalu | moderat, | kebalikannya: | sudi | berkompromi.Pada | 1993, | menyusul | disepakatinya | Persetujuan | Oslo, |  Habash | memutuskan | meninggalkan | Arafat. | Mereka | menganggap | banyak | memberi | konsesi | kepada | Israel. | kemudian | berkongsi dengan | non-PLO, | seperti | Hamas | Palestinian | Jihad.Habash | bukan | hanya | berkata-kata. | Kelompoknya | memperlihatkan | komitmen | kuat | betul | memperjuangkan | Palestina. | Tindakan-tindakan | bersenjata | lakukan. | September | 1970, | membajak | empat | pesawat. | Tiga | pesawat | mendarat | darurat | landasan | dekat | Zarka, | Yordania, | bekas | pangkalan | Angkatan | Udara | Kerajaan | Inggris, | dideklarasikan | Bandara | Revolusi.Sejarah | komunisme | tanah | bahkan | sudah | jauh | lebih | itu. | Partai | (PKP) | berdiri | 1919 | diakui | Cominter | 1924. | Awalnya | Comintern | enggan | karena | tidak | yakin | dapat | pengaruh | zionisme. | Namun | akhirnya | bersedia | tersebut | zionisme | borjuasi | Yahudi | bersekutu | dengan | kekuatan | Barat.Partai | sempat | kedengaran | namanya | bertahun-tahun | menyebar | faksi. | Salah | organ | komunis, | persisnya | Habash.Pada | Februari | 1982, | bertemu | sebuah | konferensi. | Dari | sanalah | sepakat | mendirikan | kembali | (PKP). | baru | menjalin | hubungan | PLO, | 1987. | Anggota | termasuk | Komite | Eksekutif | bulan | April | tahun | juga.PKP | merupakan | komponen | utama | Intifada | pertama. | memainkan | peran | memobilisasi | dukungan | akar | rumput | bangkit | Israel.Setelah | Sovyet | bubar, | menghadapi | dilema | teoritis | mudah. | bawah | kepemimpinan | Bashir | Barghouti, | merumuskan | ulang | identitasnya. | mengubah | (PRP). | meniadakan | “komunis” | nama | partai.Mereka | beralasan | bahwa | kelas | harus | ditunda | situasi | khas | rakyat | masih | melancarkan | nasional | mana | unsur-unsur | bersatu. | Kendati | demikian, | Marxisme | ideologi | partai.Adapun | mulai | ikut | pemilihan | legislatif | 2006 | silam. | partai | berhasil | menang | duduk | parlemen | satunya | Ahmad | Sa’adat, | ketiga | setelah | Mustafa, | mati | diledakan | misil | kantornya.Kini, | pimpinan | tampang | garang | belum | lekang. | Gerakan | jadi | agenda. | Serangan | terhadap | target | mereka. | Sa’adat | sendiri | kini | ditahan | pemerintah | tuduhan | teroris.Di | sana, | tentu | satu-satunya | pergerakan | demi | Tercatat, | lainnya | tumbuh | sana. | Selain | PFLP dan | PKP, | rupanya | lagi | antara | partai-partai | itu yaitu | Barisan | Demokratis | Democratic | (DFLP), | pecahan | PFLP. DFLP sempat | pamor | kepemimpinannya | bertempat | Damaskkus. | Persetujuan Oslo juga | berdampak | serius | DFLP. | Kapasitas | militer | DFLP merosot | drastis | gencatan | senjata | PLO dan | buah | Oslo | .Namun | berperan | terutama | sejak | dimulainya | kedua | 2000. DFLP melakukan | serangan | Agustus | 2001, | melakukan | Gaza.(tirto.id | aad/zen) |