Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Merdeka.Ketua. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Merdeka.Ketua. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

Peringati PSD 2016, Adara Gelar 4 Kegiatan ‘Palestina Merdeka’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --   JAKARTA -- Menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina atau di Indonesia dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa (29/11), Adara Relief International (Adara) menggelar 4 kegiatan 'Palestina Merdeka'.

Ketua Adara Nurjanah Hulwani menyebutkan, pada Nopember 2016, kegiatan diawali dengan Lomba Menulis Esai untuk jurnalis, yang mengambil tema ‘Palestina; Karena Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa’ dengan total hadiah sekitar Rp 10 juta. Kemudian dilanjutkan dengan Lomba Melukis dengan tema ‘Palestina Merdeka’ yang berlangsung di Pasar Seni Ancol, pada Ahad 20 Nopember 2016 lalu yang diikuti 20 pelukis yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol.
 
“Diharapkan dalam lomba menulis, semakin banyak yang membaca, kemudian tersentuh untuk menunjukkan solidaritasnya untuk Palestina. Begitu juga dengan lomba melukis, harapannya agar lebih banyak lagi seniman yang terlibat dalam mengkampanyekan kemanusiaan Palestina diatas kanvasnya, dan semakin banyak orang yang tersentuh dengan lukisan-lukisan kemanusiaannya,” urai perempuan yang sudah dua kali ke Jalur Gaza ini dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, hari ini.
 
Selain itu, masih menurut Nurjanah, dalam menyambut hari solidaritas ini, Adara juga mengadakan Seminar Kecantikan Muslimah, pada 21 Nopember 2016 di Kantor Adara. Dalam kesempatan tersebut Adara menghadirkan pakar kecantikan Muslimah dr Dewi Inong Irana SpKK. Kemudian, dengan segala kreativitasnya, Adara juga mengumpulkan 30 kutipan tokoh lokal dan nasional tentang Palestina Merdeka.
 
“Uniknya, dalam menghimpun kutipan-kutipan tokoh tentang Palestina, terasa sekali ruh dalam kutipan tersebut. Saya pun terhanyut, sampai tidak bosan-bosannya membaca kutipan-kutipan yang menyentuh hati tersebut,” tutur Nurjanah.
 
Dari beberapa kegiatan ini, Adara sebagai lembaga sosial yang peduli pada anak dan perempuan Palestina bertekad terus menjalin silaturahim dengan semua yang terlibat dalam acara Hari Internasional bersama rakyat Palestina ini. “Selain pesan tentang kemanusiaan Palestina, Adara berharap semakin banyak lagi dari bangsa Indonesia yang terus memberikan dukungan do’a dan donasi terbaiknya untuk bangsa Palestina,” ujarnya.

"

| Peringati | 2016, | Adara | Gelar | Kegiatan | ‘Palestina | Merdeka’ | REPUBLIKA.CO.ID, | JAKARTA | --   | Menyambut | International | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | bersama | rakyat | Palestina | Indonesia | dikenal | dengan | Palestine | (PSD), | yang | jatuh | pada | Selasa | (29/11), | Relief | (Adara) | menggelar | kegiatan | Merdeka.Ketua | Nurjanah | Hulwani | menyebutkan, | Nopember | diawali | Lomba | Menulis | Esai | untuk | jurnalis, | mengambil | tema | ‘Palestina; | Karena | Kemerdekaan | adalah | Segala | Bangsa’ | total | hadiah | sekitar | juta. | Kemudian | dilanjutkan | Melukis | berlangsung | Pasar | Seni | Ancol, | Ahad | 2016 | lalu | diikuti | pelukis | tergabung | dalam | Forum | Seniman | Ancol. “Diharapkan | lomba | menulis, | semakin | banyak | membaca, | kemudian | tersentuh | menunjukkan | solidaritasnya | Palestina. | Begitu | juga | melukis, | harapannya | agar | lebih | lagi | seniman | terlibat | mengkampanyekan | kemanusiaan | diatas | kanvasnya, | orang | lukisan-lukisan | kemanusiaannya,” | urai | perempuan | sudah | kali | Jalur | Gaza | keterangannya | diterima | Republika.co.id, | hari | ini. Selain | itu, | masih | menurut | Nurjanah, | menyambut | solidaritas | ini, | mengadakan | Seminar | Kecantikan | Muslimah, | Kantor | Adara. | Dalam | kesempatan | tersebut | menghadirkan | pakar | kecantikan | Muslimah | Dewi | Inong | Irana | SpKK. | Kemudian, | segala | kreativitasnya, | mengumpulkan | kutipan | tokoh | lokal | nasional | tentang | Merdeka. “Uniknya, | menghimpun | kutipan-kutipan | Palestina, | terasa | sekali | tersebut. | Saya | terhanyut, | sampai | tidak | bosan-bosannya | membaca | menyentuh | hati | tersebut,” | tutur | Nurjanah. Dari | beberapa | sebagai | lembaga | sosial | peduli | anak | bertekad | terus | menjalin | silaturahim | semua | acara | ini. | “Selain | pesan | berharap | dari | bangsa | memberikan | dukungan | do’a | donasi | terbaiknya | Palestina,” | ujarnya. |

Senin, 28 November 2016

Napas Panjang Palestina Merdeka di Kanvas Pelukis Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah terik matahari yang menyengat udara di utara Jakarta, tepatnya di Pasar Seni Ancol, seolah menjadi saksi bersama goresan tinta di atas kanvas para seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Pasar Seni Ancol, dalam satu asa Kemerdekaan Palestina.
 
Lomba lukis yang digelar Adara Relief International (Adara) ini, dalam rangka menyambut International Day of Solidarity with the Palestinian People atau Hari Solidaritas Internasional bersama rakyat Palestina. "di Indonesia, dikenal dengan Palestine Solidarity Day (PSD), yang jatuh pada Selasa, 29 Nopember," kata Ketua Adara Nurjanah Hulwani, di Kantor Adara, Mampang, Jakarta Selatan, akhir pekan.
 
Para seniman lukis ini, sudah mengawalinya pada awal Nopember 2016 berupa sketsa. Kemudian pada Ahad (20/11) lalu adalah puncaknya para seniman lukis ini menyelesaikan lukisannya.
 
“Ini adalah bentuk ungkapan cinta, waktu yang panjang dalam proses melukisnya, seolah menandakan perlunya napas panjang dalam membantu kemerdekaan Palestina,” tutur perempuan aktivis kemanusiaan Indonesia ini seperti disampaikan kepada Republika.co.id, hari ini.
 
Lebih jauh, Nurjanah menyampaikan, lomba lukis yang dihadiri 20 orang seniman lukis ini berlangsung dengan penuh suasana keakraban dan persaudaraan. Adara pun menghadirkan dua orang juri, yaitu para dosen Institut Kesenian Jakarta, Bapak Aru dan Bapak Aji.
 
Salah seorang seniman lukis yang mengikuti lomba ini sempat berkaca-kaca, di acara puncak lomba lukis dalam menyambut PSD 2016 ini. Seniman tersebut mengungkapkan, rasa haru dapat berbuat untuk Palestina walaupun baru sebatas melukis. “Perasaan haru para seniman lukis ini juga adalah bentuk ungkapan cinta,” imbuh Nurjanah.
 
Dalam lomba lukis ini, juara Pertama diberikan kepada Deni Bojong dengan mengambil tema 'Hiduplah dengan Merdeka, Palestina'. Kemudian, juara Kedua disematkan kepada Nasimin dengan tema 'Do'a Untuk Bangsa dan Agamaku'. Terakhir, juara Ketiga, dinobatkan kepada Nazili yang mengambil tema 'Kemerdekaan Yang Terbelenggu'.
 
Panas terik, kanvas, tinta dan liukan jemari tangan, adalah bukti cinta, untuk merdekanya Palestina, meskipun panjang, ianya akan datang segera, dengan izin Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

"

| Napas | Panjang | Palestina | Merdeka | Kanvas | Pelukis | Indonesia | REPUBLIKA | JAKARTA | tengah | terik | matahari | yang | menyengat | udara | utara | Jakarta | tepatnya | Pasar | Seni | Ancol | seolah | menjadi | saksi | bersama | goresan | tinta | atas | kanvas | para | seniman | tergabung | dalam | Forum | Seniman | satu | Kemerdekaan |  Lomba | lukis | digelar | Adara | Relief | International | (Adara) | rangka | menyambut | Solidarity | with | Palestinian | People | atau | Hari | Solidaritas | Internasional | rakyat | dikenal | dengan | Palestine | (PSD) | jatuh | pada | Selasa | Nopember | kata | Ketua | Nurjanah | Hulwani | Kantor | Mampang | Selatan | akhir | pekan |  Para | sudah | mengawalinya | awal | 2016 | berupa | sketsa | Kemudian | Ahad | lalu | adalah | puncaknya | menyelesaikan | lukisannya |  “Ini | bentuk | ungkapan | cinta | waktu | panjang | proses | melukisnya | menandakan | perlunya | napas | membantu | kemerdekaan | tutur | perempuan | aktivis | kemanusiaan | seperti | disampaikan | kepada | Republika | hari |  Lebih | jauh | menyampaikan | lomba | dihadiri | orang | berlangsung | penuh | suasana | keakraban | persaudaraan | menghadirkan | juri | yaitu | dosen | Institut | Kesenian | Bapak |  Salah | seorang | mengikuti | sempat | berkaca | kaca | acara | puncak | tersebut | mengungkapkan | rasa | haru | dapat | berbuat | untuk | walaupun | baru | sebatas | melukis | “Perasaan | juga | imbuh |  Dalam | juara | Pertama | diberikan | Deni | Bojong | mengambil | tema | Hiduplah | Kedua | disematkan | Nasimin | Untuk | Bangsa | Agamaku | Terakhir | Ketiga | dinobatkan | Nazili | Yang | Terbelenggu |  Panas | liukan | jemari | tangan | bukti | merdekanya | meskipun | ianya | akan | datang | segera | izin | Maha | Kuasa | Allah | Subhanahu | Ta’ala | p> |

Senin, 05 Desember 2016

Lihat Tanda-tanda di Indonesia, Ulama Palestina: “Semoga Kalian yang Dimaksud Rasulullah”

Eramuslim.com â€" Rasulullah pernah mensabdakan bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur. Setelah melihat tanda-tanda yang terjadi di Indonesia, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah itu adalah umat Islam Indonesia.

Sebab bangsa-bangsa lain sudah pernah dipilih Allah untuk menjayakan agama Islam. Arab sudah, Persia sudah, Kurdi sudah, Mamluk sudah, Turki juga sudah.

Berikut ini harapan Syaikh Abu Bakr seperti dikisahkan Ustadz Salim A Fillah di situs pribadinya salimafillah.com pada 13 Juli 2015. Mungkin setelah melihat Aksi 212, tanda-tanda yang dilihat Syaikh Abu Bakr semakin jelas.

ulama-palestina

***

Suatu saat kami sedang duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya“, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama dan Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.” (yk/tarbawia)

"

| Lihat | Tanda-tanda | Indonesia, | Ulama | Palestina: | “Semoga | Kalian | yang | Dimaksud | Rasulullah” | Home< | span> | Berita< | Berita | Nasional< | Tanda | tanda | Indonesia | Rasulullah”< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Rasulullah | pernah | mensabd | bahwa | pembawa | kejayaan | akhir | zaman | datang | arah | Timur | Setelah | melihat | terjadi | Wakil | Ketua | Rabithah | ‘Ulama | Palestina | Syaikh | Bakr | ‘Awawidah | menyampaikan | harapannya | semoga | dimaksud | adalah | umat | Islam | p> Sebab | bangsa | lain | dipilih | Allah | untuk | menjay | agama | Arab | Persia | Kurdi | Mamluk | Turki | juga | p> Berikut | harapan | seperti | dikisahkan | Ustadz | Salim | Fillah | situs | pribadinya | salimafillah | pada | Juli | 2015 | Mungkin | setelah | Aksi | dilihat | semakin | jelas | p> < | p> ***< | p> Suatu | saat | kami | duduk | Masjid | Jogokariyan | hadirat | Kami | beliau | “Ya | berbagai | telaah | menyat | persoalan | takkan | selesai | sampai | ‘Arab | bersatu | Bagaimana | pendapat | Anda | ”< | p> Beliau | tersenyum | “Tidak | begitu | Ukhayya“ | ujarnya | lembut | “Sesungguhnya | memilih | agamanya | sesiapa | dipilihNya | antara | hambaNya; | genapkan | syarat | syaratnya | muli | dengan | p> “Pada | kurun | awal” | lanjut | “Allah | Bangsa | Dipimpin | Khulafaur | Rasyidin | beberapa | penguasa | Daulah | ‘Umawiyah | jaya | Lalu | ketika | para | beserta | punggawanya | menyimpang | Allahpun | mencabut | amanah | penjayaan | p> “Di | masa | berikutnya | Dari | Khurasan | menyokong | ‘Abbasiyah | Maka | penyangga | utama | Perdana | Menterinya | keluarga | Baramikah | panglima | bahkan | banyak | Cendikiawannya | bangkitkan | kalangan | orang | p> “Lalu | berpaling | cabut | berikan | Kurdi; | puncaknya | Shalahuddin | Ayyubi | anak | anaknya | p> “Ketika | alihkan | bekas | budak | Asia | Tengah | disultankan | Mesir; | Quthuz | Baybars | Qalawun | antaranya | Mereka | Mamalik | pula | memindahkan | Turki; | ‘Utsman | Orthughrul | turunnya | serta | khususnya | Muhammad | Fatih | ‘Aliyah | ‘Utsmaniyah | rasa | rasanya | hari | menunjuk | lagi | memimpin | menghela | nafas | panjang | kemudian | Dengan | matanya | buta | oleh | siksaan | penjara | Israel | arahkan | wajahnya | berkata | “Sungguh | besar | menerima | kalianlah; | agak | pendek | berkulit | kecoklatan | berhidung | pesek” | katanya | sedikit | tertawa | “Yang | ditunjuk | penzhahiran | p> “Dan | bukankah | bersabda | bendera | hitam | Dulu | mengiranya | menggun | pemaknaan | dalam | kampanye | menggulingkan | Tapi | kini | tahu; | dunia | membentang | Maghrib; | Maroko | Merauke” | ujar | terkekeh | p> “Maka | sungguh | berharap | kalian | wahai | Muslim | Nusantara | Hari | tugas | menggenapi | agar | layak | peradaban | p> “Ah | tandanya | barangkali | pejuang | masih | harus | bersabar | sejenak | berjuang | garis | depan | Bersabar | menanti | bersama | shalat | Masjidil | Aqsha | merdeka | insyaallah | tarbawia)< | div> |

Lihat Tanda-tanda di Indonesia, Ulama Palestina: “Semoga Kalian yang Dimaksud Rasulullah”

Eramuslim.com â€" Rasulullah pernah mensabdakan bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur. Setelah melihat tanda-tanda yang terjadi di Indonesia, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah itu adalah umat Islam Indonesia.

Sebab bangsa-bangsa lain sudah pernah dipilih Allah untuk menjayakan agama Islam. Arab sudah, Persia sudah, Kurdi sudah, Mamluk sudah, Turki juga sudah.

Berikut ini harapan Syaikh Abu Bakr seperti dikisahkan Ustadz Salim A Fillah di situs pribadinya salimafillah.com pada 13 Juli 2015. Mungkin setelah melihat Aksi 212, tanda-tanda yang dilihat Syaikh Abu Bakr semakin jelas.

ulama-palestina

***

Suatu saat kami sedang duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya“, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama dan Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.” (yk/tarbawia)

"

| Lihat | Tanda-tanda | Indonesia, | Ulama | Palestina: | “Semoga | Kalian | yang | Dimaksud | Rasulullah” | Home< | span> | Berita< | Berita | Nasional< | Tanda | tanda | Indonesia | Rasulullah”< | strong>< | span>< | p> | Eramuslim | Rasulullah | pernah | mensabd | bahwa | pembawa | kejayaan | akhir | zaman | datang | arah | Timur | Setelah | melihat | terjadi | Wakil | Ketua | Rabithah | ‘Ulama | Palestina | Syaikh | Bakr | ‘Awawidah | menyampaikan | harapannya | semoga | dimaksud | adalah | umat | Islam | p> Sebab | bangsa | lain | dipilih | Allah | untuk | menjay | agama | Arab | Persia | Kurdi | Mamluk | Turki | juga | p> Berikut | harapan | seperti | dikisahkan | Ustadz | Salim | Fillah | situs | pribadinya | salimafillah | pada | Juli | 2015 | Mungkin | setelah | Aksi | dilihat | semakin | jelas | p> < | p> ***< | p> Suatu | saat | kami | duduk | Masjid | Jogokariyan | hadirat | Kami | beliau | “Ya | berbagai | telaah | menyat | persoalan | takkan | selesai | sampai | ‘Arab | bersatu | Bagaimana | pendapat | Anda | ”< | p> Beliau | tersenyum | “Tidak | begitu | Ukhayya“ | ujarnya | lembut | “Sesungguhnya | memilih | agamanya | sesiapa | dipilihNya | antara | hambaNya; | genapkan | syarat | syaratnya | muli | dengan | p> “Pada | kurun | awal” | lanjut | “Allah | Bangsa | Dipimpin | Khulafaur | Rasyidin | beberapa | penguasa | Daulah | ‘Umawiyah | jaya | Lalu | ketika | para | beserta | punggawanya | menyimpang | Allahpun | mencabut | amanah | penjayaan | p> “Di | masa | berikutnya | Dari | Khurasan | menyokong | ‘Abbasiyah | Maka | penyangga | utama | Perdana | Menterinya | keluarga | Baramikah | panglima | bahkan | banyak | Cendikiawannya | bangkitkan | kalangan | orang | p> “Lalu | berpaling | cabut | berikan | Kurdi; | puncaknya | Shalahuddin | Ayyubi | anak | anaknya | p> “Ketika | alihkan | bekas | budak | Asia | Tengah | disultankan | Mesir; | Quthuz | Baybars | Qalawun | antaranya | Mereka | Mamalik | pula | memindahkan | Turki; | ‘Utsman | Orthughrul | turunnya | serta | khususnya | Muhammad | Fatih | ‘Aliyah | ‘Utsmaniyah | rasa | rasanya | hari | menunjuk | lagi | memimpin | menghela | nafas | panjang | kemudian | Dengan | matanya | buta | oleh | siksaan | penjara | Israel | arahkan | wajahnya | berkata | “Sungguh | besar | menerima | kalianlah; | agak | pendek | berkulit | kecoklatan | berhidung | pesek” | katanya | sedikit | tertawa | “Yang | ditunjuk | penzhahiran | p> “Dan | bukankah | bersabda | bendera | hitam | Dulu | mengiranya | menggun | pemaknaan | dalam | kampanye | menggulingkan | Tapi | kini | tahu; | dunia | membentang | Maghrib; | Maroko | Merauke” | ujar | terkekeh | p> “Maka | sungguh | berharap | kalian | wahai | Muslim | Nusantara | Hari | tugas | menggenapi | agar | layak | peradaban | p> “Ah | tandanya | barangkali | pejuang | masih | harus | bersabar | sejenak | berjuang | garis | depan | Bersabar | menanti | bersama | shalat | Masjidil | Aqsha | merdeka | insyaallah | tarbawia)< | div> |