Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Hadir. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Hadir. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2016

Hadir di Bali Democracy Forum, Palestina Dukung Pluralisme dan Sikap Toleran

Bali - Bali Democracy Forum (BDF) resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Dua, Bali. Palestina turut hadir dalam forum yang mengangkat tema, yakni 'Agama, Demokrasi dan Toleransi' itu.

Dalam sambutannya pada General Debate (debat umum) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki menyampaikan bahwa setiap element akan sangat berperan dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama.

"Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa tidak ada ras yang lebih baik daripada yang lain, tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Setiap benua dan setiap ras sebagian besar telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan umat manusia, jadi mari kita sebagai aktor negara, media dan masyarakat sipil memainkan peran yang berbeda dan kuat dalam mempromosikan demokrasi, pluralisme dan toleransi beragama." ungkap Riad Malki dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (9/12/2016).

Terkait hal demokrasi, Riad menyatakan bahwa rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara di mata dunia.

"Rakyat Palestina selama ini telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara, dimanapun mereka berada selalu mencerminkan identitas dan keragaman. Menurut sejarah dan geografinya Palestina berada di persimpangan peradaban manusia. Karena berada ditengah keragaman itulah yang merekatkan perjuangan nasional bangsa Palestina dalam menghadapi ideologi yang berkembang pada eksklusivitas, pengucilan, diskriminasi dan penyangkalan sebagai sebuah negara," jelasnya.

Hadir di Bali Democracy Forum, Palestina Dukung Pluralisme dan Sikap ToleranFoto: Dok. Istimewa

Menurutnya, demokrasi juga berarti bahwa rakyat adalah sumber dari semua kekuatan, namun demokrasi juga berarti ada satu batas dimana tidak ada mayoritas, dan itu adalah kebebasan dan martabat bagi masing-masing umat manusia. "Demokrasi berarti untuk memastikan aturan hukum dan kebebasan berjalan secara bersamaan, dan bukan mengamankan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lain," tambahnya.

Riad Malki menyatakan bahwa tema BDF IX tentang "Agama, Demokrasi dan Pluralisme" sangatlah pas dengan kondisi dunia saat ini. Dirinya mencontohkan identitas agama yang meningkat di setiap sudut dunia, bukan karena kesadaran spiritual melainkan ditimbulkan dari rasa takut yang lain.

"Di Eropa misalnya, Islamofobia terus meningkat dan banyak orang yang mengungkapkan keberatan mereka untuk menerima pengungsi dengan cara yang negatif. Banyak menggunakan "isu penyusupan ISIS" sebagai argumen untuk kebencian mereka terhadap pengungsi yang tidak berdaya," lanjutnya.

Dirinya berharap, pemerintah negara-negara di dunia harus bekerja lebih keras untuk membuka saluran dialog antara satu sama lain. Penegakan aturan hukum akan sangat memberikan kontribusi untuk mengurangi Islamophobia di Eropa dan Ekstremisme di Timur Tengah dan dengan demikian akan menimbulkan keamanan global dan kerukunan beragama.

"Inilah sebabnya mengapa mengembangkan pemahaman antara semua orang di dunia menuntut kita untuk bekerja lebih dan lebih pada pendidikan. Sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang penulis dan juga dosen Amerika Helen Keller yang berkata 'Capaian tertinggi dari pendidikan adalah toleransi'," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Amman dan merangkap Negara Palestina, Teguh Wardoyo menyatakan bahwa kehadiran Menlu Palestina, Riad Malki di dalam ruang diskusi Forum Demokrasi ini sangatlah penting.

"Karena melalui forum ini Palestina bisa berbagi cerita dan best practices mengenai pengejawantahanan demokrasi di bumi Palestina, serta berharap dapat berbagi permasalahan bersama yang dihadapi dan mencari solusi kreatif," sambung Teguh.

Lebih lanjut Teguh mejelaskan kedatangan Menlu Palestina yang baru pertama kali hadir dalam forum BDF ini menyatakan sangat terhormat menjelaskan kepada utusan dari 95 negara lain di dunia mengenai pluralisme yang telah berjalan sejak lama di bumi Palestina.

"Hal ini Karena pluralisme telah menjadi teladan bagi bangsa Palestina. Toleransi dalam masyarakat telah menjadi pemersatu warga Palestina dari semua latar belakang agama dan etnis mereka. Di Palestina, tidak mempermasalahkan apakah dia seorang Muslim Palestina, Kristen atau Atheis, juga tidak peduli apakah dia berasal dari bangsa Arab, latar belakang Armenia atau Sirkasia, mereka semua adalah pejuang Palestina yang akan membebaskan bangsanya dari penjajahan," ungkap Teguh.

(adf/dnu)

"

| Hadir | Bali | Democracy | Forum, | Palestina | Dukung | Pluralisme | Sikap | Toleran | Bali< | strong> | Forum | (BDF) | resmi | dibuka | Presiden | Joko | Widodo | (Jokowi) | Nusa | turut | hadir | dalam | forum | yang | mengangkat | tema | yakni | Agama | Demokrasi | Toleransi | Dalam | sambutannya | pada | General | Debate | (debat | umum) | dipimpin | oleh | Menlu | Retno | Marsudi | Menteri | Luar | Negeri | Riad | Malki | menyampaikan | bahwa | setiap | element | sangat | berperan | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | toleransi | beragama | p>Saudara | saudara | semua | tahu | lebih | baik | lain | agama | Setiap | benua | sebagian | besar | telah | memberikan | kontribusi | terhadap | perkembangan | umat | manusia | jadi | mari | sebagai | aktor | negara | media | masyarakat | sipil | memainkan | peran | berbeda | kuat | ungkap | keterangan | pers | diterima | detikcom | Jumat | 2016) | p>Terkait | menyat | rakyat | selama | berjuang | untuk | mendapatkan | pengakuan | sebuah | mata | dunia | p>Rakyat | dimanapun | berada | mencerminkan | identitas | keragaman | Menurut | sejarah | geografinya | persimpangan | peradaban | Karena | ditengah | itulah | tkan | perjuangan | nasional | bangsa | menghadapi | ideologi | berkembang | eksklusivitas | pengucilan | diskriminasi | penyangkalan | jelasnya | p> Foto: | Istimewa< | div> < | td> < | tr>< | tbody>< | table>Menurutnya | juga | berarti | adalah | sumber | kekuatan | satu | batas | dimana | mayoritas | kebebasan | martabat | bagi | masing | memastikan | aturan | hukum | berjalan | secara | bersamaan | bukan | mengamankan | pihak | dengan | mengorbankan | tambahnya | p>Riad | tentang | sangatlah | kondisi | saat | Dirinya | mencontohkan | meningkat | sudut | karena | kesadaran | spiritual | melainkan | ditimbulkan | rasa | takut | p>Di | Eropa | misalnya | Islamofobia | terus | banyak | orang | mengungkapkan | keberatan | menerima | pengungsi | cara | negatif | Banyak | menggun | penyusupan | ISIS | argumen | kebencian | berdaya | lanjutnya | p>Dirinya | berharap | pemerintah | harus | bekerja | keras | membuka | saluran | dialog | antara | sama | Peneg | mengurangi | Islamophobia | Ekstremisme | Timur | Tengah | demikian | menimbulkan | keamanan | global | kerukunan | p>Inilah | mengapa | mengembangkan | pemahaman | menuntut | pendidikan | Sangat | sesuai | dikat | seorang | penulis | dosen | Amerika | Helen | Keller | berkata | Capaian | tertinggi | tuturnya | p>Pada | kesempatan | Dubes | Amman | merangkap | Negara | Teguh | Wardoyo | kehadiran | ruang | diskusi | penting | p>Karena | berbagi | cerita | best | practices | mengenai | pengejawantahanan | bumi | serta | dapat | permasalahan | bersama | dihadapi | mencari | solusi | kreatif | sambung | p>Lebih | lanjut | mejelaskan | kedatangan | baru | pertama | kali | terhormat | menjelaskan | kepada | utusan | sejak | lama | p>Hal | menjadi | teladan | pemersatu | warga | latar | belg | etnis | mempermasalahkan | apakah | Muslim | Kristen | atau | Atheis | peduli | berasal | Arab | Armenia | Sirkasia | pejuang | membebaskan | bangsanya | penjajahan | p>(adf | dnu)< |

Jumat, 09 Desember 2016

Palestina Apresiasi Indonesia | Republika Online

NUSA DUA - Palestina menghargai kesediaan Indonesia ikut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Paris, Prancis. Pertemuan di konferensi perdamaian itu rencananya berlangsung pada 21 Desember 2016 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riad al-Maliki mengatakan, Menlu Retno Marsudi akan hadir di Paris mewakili Pemerintah Indonesia. ''Kehadiran Indonesia mewakili proses perdamaian Palestina,'' kata dia di sela acara BDF, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Maliki, Indonesia menggaransi keadilan dan perdamaian Palestina. Bahkan, ia menyebut Indonesia mewakili keadilan dan perdamaian dunia. ''Indonesia dan Palestina mempunyai pandangan yang sama dalam mempertahankan perdamaian dunia,'' kata dia.

Indonesia merupakan negara dengan Masyarakat Islam terbesar di dunia, tetapi posisi Indonesia tidak berada dalam kawasan Timur Tengah. Karena itu, menurut Maliki, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Palestina-Israel.

Salah satu fokus yang kelak menjadi pembicaraan adalah solusi dua negara. Ini artinya, dunia internasional mendorong Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. Selain Indonesia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan hadir.

Mereka adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis. Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Polandia, Kanada, Arab Saudi, Maroko, dan Turki juga rencananya akan hadir. Organisasi internasional yang mengirimkan wakilnya adalah PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Presiden Prancis Francois Hollande mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Paris, dua pekan mendatang. Hal ini diungkapkan seorang pejabat senior Israel, seperti dilansir laman berita Haaretz, Rabu (7/12).

"Pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung setelah menteri luar negeri sejumlah negara berembuk soal konflik Palestina-Israel," demikian pernyataan pejabat itu. Rencananya, ada tiga kelompok kerja yang dibentuk dalam pertemuan di Paris.

Di antaranya insentif ekonomi untuk Israel dan Palestina saat mencapai kesepakatan damai, memperkuat institusi negara Palestina, dan meningkatkan partisipasi sipil dalam proses damai. Hollande hendak menyampaikan rekomendasi itu kepada Netanyahu ataupun Abbas.

Maliki menegaskan, Palestina adalah negara yang terus memperjuangkan kebebasan dan keadilan dalam kehidupan berdemokrasi. ''Namun, sangat disayangkan hari ini dunia masih membangun dinding pemisah yang memicu penolakan dan intoleransi.''

Riad mengatakan, intoleransi dan xenofobia hanya memperburuk situasi dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negara harus ekstra bekerja keras mengedukasi masyarakat lewat pendidikan sebab capaian tertinggi dari sebuah pendidikan adalah toleransi.

Media dan masyarakat sipil, menurut Riad memegang peranan penting untuk mempromosikan demokrasi, pluralisme, dan toleransi beragama. Inti dari perjuangan rakyat Palestina sendiri adalah kebebasan dan keadilan.      rep: Mutia Ramadhani/antara, ed: Ferry Kisihandi

"

| Palestina | Apresiasi | Indonesia | Republika | Online | NUSA | menghargai | kesediaan | ikut | dalam | pertemuan | para | menteri | luar | negeri | Paris | Prancis | Pertemuan | konferensi | perdamaian | rencananya | berlangsung | pada | Desember | 2016 | mendatang | p>Menteri | Luar | Negeri | (Menlu) | Riad | Maliki | mengat | Menlu | Retno | Marsudi | hadir | mewakili | Pemerintah | Kehadiran | proses | kata | sela | acara | Nusa | Bali | kemarin | p>Menurut | menggaransi | keadilan | Bahkan | menyebut | dunia | mempunyai | pandangan | yang | sama | mempertahankan | p>Indonesia | merup | negara | dengan | Masyarakat | Islam | terbesar | posisi | berada | kawasan | Timur | Tengah | Karena | menurut | diharapkan | mampu | memberikan | perspektif | baru | permasalahan | Israel | p>Salah | satu | fokus | kelak | menjadi | pembicaraan | adalah | solusi | artinya | internasional | mendorong | hidup | berdampingan | secara | damai | Selain | anggota | tetap | Dewan | Keamanan | p>Mereka | Amerika | Serikat | Cina | Rusia | Inggris | Belanda | Italia | Spanyol | Irlandia | Polandia | Kanada | Arab | Saudi | Maroko | Turki | juga | Organisasi | mengirimkan | wakilnya | Eropa | Liga | p>Presiden | Francois | Hollande | mengundang | Presiden | Mahmud | Abbas | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | pekan | diungkapkan | seorang | pejabat | senior | seperti | dilansir | laman | berita | Haaretz | Rabu | p>Pertemuan | kedua | pemimpin | setelah | sejumlah | berembuk | soal | konflik | demikian | pernyataan | Rencananya | tiga | kelompok | kerja | dibentuk | p>Di | antaranya | insentif | ekonomi | untuk | saat | mencapai | kesepakatan | memperkuat | institusi | meningkatkan | partisipasi | sipil | hendak | menyampaikan | rekomendasi | kepada | ataupun | p>Maliki | menegaskan | terus | memperjuangkan | kebebasan | kehidupan | berdemokrasi | Namun | sangat | disayangkan | hari | masih | membangun | dinding | pemisah | memicu | penol | intoleransi | p>Riad | xenofobia | hanya | memperburuk | situasi | Pemimpin | harus | ekstra | bekerja | keras | mengedukasi | masyarakat | lewat | pendidikan | capaian | tertinggi | sebuah | toleransi | p>Media | memegang | peranan | penting | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | beragama | Inti | perjuangan | rakyat | sendiri |  rep: | Mutia | Ramadhani | antara | ed:< | strong> | Ferry | Kisihandi< | p> |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada 11-15 Desember 2016.

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12) dan Rabu di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia. Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Penampilan paduan suara dari Bethlehem Bible College di kota Bethlehem, Palestina, di depan jemaat misa Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Center, Jakarta (11/12). (VOA/Fathiyah Wardah)

Dr. Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia. Menurutnya, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, walikota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen. Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen. Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal di Indonesia | JAKARTA | â€" < | span>Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Natal | Jakarta | Bali | pada | Desember | 2016 | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Minggu | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Indonesia | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Penampilan | depan | misa | (VOA | Fathiyah | Wardah)< | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | Menurutnya | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | walikota | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | p> | player< | span>< | button>< | div> Dalam | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |

Jumat, 09 Desember 2016

Palestina Apresiasi Indonesia | Republika Online

NUSA DUA - Palestina menghargai kesediaan Indonesia ikut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Paris, Prancis. Pertemuan di konferensi perdamaian itu rencananya berlangsung pada 21 Desember 2016 mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Riad al-Maliki mengatakan, Menlu Retno Marsudi akan hadir di Paris mewakili Pemerintah Indonesia. ''Kehadiran Indonesia mewakili proses perdamaian Palestina,'' kata dia di sela acara BDF, Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Maliki, Indonesia menggaransi keadilan dan perdamaian Palestina. Bahkan, ia menyebut Indonesia mewakili keadilan dan perdamaian dunia. ''Indonesia dan Palestina mempunyai pandangan yang sama dalam mempertahankan perdamaian dunia,'' kata dia.

Indonesia merupakan negara dengan Masyarakat Islam terbesar di dunia, tetapi posisi Indonesia tidak berada dalam kawasan Timur Tengah. Karena itu, menurut Maliki, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Palestina-Israel.

Salah satu fokus yang kelak menjadi pembicaraan adalah solusi dua negara. Ini artinya, dunia internasional mendorong Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. Selain Indonesia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan hadir.

Mereka adalah Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis. Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Polandia, Kanada, Arab Saudi, Maroko, dan Turki juga rencananya akan hadir. Organisasi internasional yang mengirimkan wakilnya adalah PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Presiden Prancis Francois Hollande mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Paris, dua pekan mendatang. Hal ini diungkapkan seorang pejabat senior Israel, seperti dilansir laman berita Haaretz, Rabu (7/12).

"Pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung setelah menteri luar negeri sejumlah negara berembuk soal konflik Palestina-Israel," demikian pernyataan pejabat itu. Rencananya, ada tiga kelompok kerja yang dibentuk dalam pertemuan di Paris.

Di antaranya insentif ekonomi untuk Israel dan Palestina saat mencapai kesepakatan damai, memperkuat institusi negara Palestina, dan meningkatkan partisipasi sipil dalam proses damai. Hollande hendak menyampaikan rekomendasi itu kepada Netanyahu ataupun Abbas.

Maliki menegaskan, Palestina adalah negara yang terus memperjuangkan kebebasan dan keadilan dalam kehidupan berdemokrasi. ''Namun, sangat disayangkan hari ini dunia masih membangun dinding pemisah yang memicu penolakan dan intoleransi.''

Riad mengatakan, intoleransi dan xenofobia hanya memperburuk situasi dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negara harus ekstra bekerja keras mengedukasi masyarakat lewat pendidikan sebab capaian tertinggi dari sebuah pendidikan adalah toleransi.

Media dan masyarakat sipil, menurut Riad memegang peranan penting untuk mempromosikan demokrasi, pluralisme, dan toleransi beragama. Inti dari perjuangan rakyat Palestina sendiri adalah kebebasan dan keadilan.      rep: Mutia Ramadhani/antara, ed: Ferry Kisihandi

"

| Palestina | Apresiasi | Indonesia | Republika | Online | NUSA | menghargai | kesediaan | ikut | dalam | pertemuan | para | menteri | luar | negeri | Paris | Prancis | Pertemuan | konferensi | perdamaian | rencananya | berlangsung | pada | Desember | 2016 | mendatang | p>Menteri | Luar | Negeri | (Menlu) | Riad | Maliki | mengat | Menlu | Retno | Marsudi | hadir | mewakili | Pemerintah | Kehadiran | proses | kata | sela | acara | Nusa | Bali | kemarin | p>Menurut | menggaransi | keadilan | Bahkan | menyebut | dunia | mempunyai | pandangan | yang | sama | mempertahankan | p>Indonesia | merup | negara | dengan | Masyarakat | Islam | terbesar | posisi | berada | kawasan | Timur | Tengah | Karena | menurut | diharapkan | mampu | memberikan | perspektif | baru | permasalahan | Israel | p>Salah | satu | fokus | kelak | menjadi | pembicaraan | adalah | solusi | artinya | internasional | mendorong | hidup | berdampingan | secara | damai | Selain | anggota | tetap | Dewan | Keamanan | p>Mereka | Amerika | Serikat | Cina | Rusia | Inggris | Belanda | Italia | Spanyol | Irlandia | Polandia | Kanada | Arab | Saudi | Maroko | Turki | juga | Organisasi | mengirimkan | wakilnya | Eropa | Liga | p>Presiden | Francois | Hollande | mengundang | Presiden | Mahmud | Abbas | Perdana | Menteri | Benjamin | Netanyahu | pekan | diungkapkan | seorang | pejabat | senior | seperti | dilansir | laman | berita | Haaretz | Rabu | p>Pertemuan | kedua | pemimpin | setelah | sejumlah | berembuk | soal | konflik | demikian | pernyataan | Rencananya | tiga | kelompok | kerja | dibentuk | p>Di | antaranya | insentif | ekonomi | untuk | saat | mencapai | kesepakatan | memperkuat | institusi | meningkatkan | partisipasi | sipil | hendak | menyampaikan | rekomendasi | kepada | ataupun | p>Maliki | menegaskan | terus | memperjuangkan | kebebasan | kehidupan | berdemokrasi | Namun | sangat | disayangkan | hari | masih | membangun | dinding | pemisah | memicu | penol | intoleransi | p>Riad | xenofobia | hanya | memperburuk | situasi | Pemimpin | harus | ekstra | bekerja | keras | mengedukasi | masyarakat | lewat | pendidikan | capaian | tertinggi | sebuah | toleransi | p>Media | memegang | peranan | penting | mempromosikan | demokrasi | pluralisme | beragama | Inti | perjuangan | rakyat | sendiri |  rep: | Mutia | Ramadhani | antara | ed:< | strong> | Ferry | Kisihandi< | p> |

Senin, 12 Desember 2016

Paduan Suara Palestina Tampil dalam Konser Natal di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com â€"  Kelompok paduan suara Bethlehem Bible College yang berasal dari kota Bethlehem, Palestina, tampil dalam konser Natal di Jakarta dan Bali pada Minggu-Kamis (11-15/12/2016).

Di Jakarta, kelompok ini tampil sepanjang hari Minggu (11/12/2016) dan Rabu (14/12/2016) di beberapa tempat, termasuk penampilan perdana di Gereja Bethel Indonesia Glow Fellowship Centre.

Dalam sambutan lewat rekaman video sebelum konser dimulai, pemimpin Gereja Bethel Glow Fellowship Center, Pendeta Gilbert Lumoindong, meminta maaf kepada sekitar 2.000 jemaat yang hadir karena ia masih berada di Australia.

Pendeta Gilbert menyeru seluruh jemaat agar bersyukur karena kesediaan kelompok paduan suara tersebut ke Indonesia.

"Sungguh kita percaya bahwa pelayanan mereka yang kita beri nama Palestinian Christmas Concert. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Arab. Saya percaya pasti jadi berkat," ujarnya.

Bethlehem Bible College didirikan sejak 1979 dan merupakan satu-satunya kampus Injil di Palestina. Acara ini tidak saja bertujuan menambah informasi tentang kehidupan warga Palestina yang sangat beragam, tetapi juga toleransi dan keharmonisan yang terjalin di antara mereka.

Dr Bishara Awad, pendiri Bethlehem Bible College, mengatakan sangat senang bisa mengunjungi Indonesia.

Menurut Awad, meskipun komunitas Kristen di Palestina sangat kecil, namun mereka memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan kaum Muslim.

"Di Bethlehem, kami mempunyai hubungan sangat baik antara komunitas Kristen dan Muslim. Ada harmoni sangat indah di antara kami," ujarnya.

"Saya berikan contoh, wali kota Bethlehem harus selalu dijabat orang Kristen meskipun dia tidak mendapat semua suara dukungan. Tapi sesuai aturan berlaku, dia harus orang Kristen,” kata Awad.

“Warga Bethlehem menerima itu dan tidak ada masalah antara komunitas Muslim dan Kristen. Meski kaum Kristiani sangat minoritas, kami memiliki hubungan sangat baik."

Jemaat yang hadir sangat antusias menikmati penampilan kelompok paduan suara Bethlehem Bible College dan banyak yang merekam konser istimewa itu.

Dalam sambutannya sebelum konser digelar, Awad menjelaskan banyak orang tidak paham bahwa ada juga warga Palestina yang beragama Kristen.

Dia mencontohkan bagaimana seorang pendeta asal Amerika Serikat yang baru mengetahui hal ini sepekan setelah berkunjung kePalestina.

Untuk itu, Awad mengajak sekitar dua ribu jemaat yang hadir dalam misa Minggu itu untuk berkunjung ke Bethlehem agar mengetahui lebih banyak hal istimewa di tanah suci bagi tiga agama tertua di dunia itu.

Awad mengatakan paduan suara dari kampusnya sudah berkeliling ke banyak negara, yakni Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, dan Afrika Selatan.

Saur Hasugian, Rektor Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Bethlehem Bible College selama lima tahun, khusus untuk pembelajaran Bahasa Arab. Kerjasama itu dalam bentuk pertukaran dosen.

"Budaya mereka juga kita akan pelajari, budaya kita juga akan mereka pelajari. Sehingga Indonesia yang mendukung Palestina merdeka, kita juga berharap umat Kristen ada di Indonesia bersama-sama untuk mendukung kehidupan bersama di Palestina, juga mendukung kehidupan bersama ada di Indonesia," ujarnya.

"

| Paduan | Suara | Palestina | Tampil | dalam | Konser | Natal | Indonesia | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | â€"  | Kelompok | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | yang | berasal | kota | tampil | konser | Jakarta | Bali | pada | Minggu | Kamis | 2016) | p> Di | kelompok | sepanjang | hari | Rabu | beberapa | tempat | termasuk | penampilan | perdana | Gereja | Bethel | Glow | Fellowship | Centre | p> Dalam | sambutan | lewat | rekaman | video | dimulai | pemimpin | Center | Pendeta | Gilbert | Lumoindong | meminta | maaf | kepada | jemaat | hadir | karena | masih | berada | Australia | p> Pendeta | menyeru | seluruh | agar | bersyukur | kesediaan | tersebut | p> Sungguh | percaya | bahwa | pelayanan | beri | nama | Palestinian | Christmas | Concert | Mereka | menyanyikan | lagu | bahasa | Arab | Saya | pasti | jadi | berkat | ujarnya | p> Bethlehem | didirikan | sejak | 1979 | merup | satu | satunya | kampus | Injil | Acara | bertujuan | menambah | informasi | tentang | kehidupan | warga | sangat | beragam | juga | toleransi | keharmonisan | terjalin | antara | p> Dr | Bishara | Awad | pendiri | mengat | senang | mengunjungi | p> Menurut | meskipun | komunitas | Kristen | kecil | memiliki | hubungan | harmonis | dengan | kaum | Muslim | kami | mempunyai | baik | harmoni | indah | p> Saya | berikan | contoh | wali | harus | dijabat | orang | mendapat | semua | dukungan | Tapi | sesuai | aturan | berlaku | kata | p> “Warga | menerima | masalah | Meski | Kristiani | minoritas | p> Jemaat | antusias | menikmati | banyak | istimewa | sambutannya | digelar | menjelaskan | paham | beragama | p> Dia | mencontohkan | bagaimana | seorang | pendeta | asal | Amerika | Serikat | baru | mengetahui | sepekan | setelah | berkunjung | kePalestina | p> Untuk | mengajak | ribu | misa | untuk | lebih | tanah | suci | bagi | tiga | agama | tertua | dunia | p> Awad | kampusnya | berkeliling | negara | yakni | Inggris | Jerman | Norwegia | Afrika | Selatan | p> Saur | Hasugian | Rektor | Sekolah | Tinggi | Teologi | Global | pihaknya | bekerjasama | selama | lima | tahun | khusus | pembelajaran | Bahasa | Kerjasama | bentuk | pertukaran | dosen | p> Budaya | pelajari | budaya | mendukung | merdeka | berharap | umat | bersama | sama | p> |

Selasa, 13 Desember 2016

Paduan Suara asal Palestina Ikut Sambut Natal di Manado

Selasa, 13 Desember 2016 | 19:59 WIB

Paduan Suara asal Palestina Ikut Sambut Natal di Manado

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Manado - Sejumlah warga Palestina yang tergabung dalam paduan suara Bethlehem Bible College memeriahkan perayaan menyambut Natal di Manado, Sulawesi Utara, Senin malam, 12 Desember 2016. 

Paduan suara dari negara  muslim yang tertindas ini membawakan lagu-lagu bernuansa Natal dalam sebuah konser di atrium Manado Town Swuare (Mantos).

Berjumlah 17 penyanyi dan pemain musik, paduan suara itu mampu memukau warga Manado yang hadir. Lima lagu mereka bawakan, di antaranya Gloria in Exelcis Deo dan Silent Nite (malam kudus). Lagu-lagu itu disadur ke Bahasa Arab yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari di Palestina.

Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Kaher Ibrahim yang hadir dalam konser tersebut langsung mengucapkan salam 'Assalamualaikum'. Menurut Kaher, salam itu bukan bahasa muslim, tapi bahasa Arab yang digunakan umat Islam dan Kristen di Palestina.  “Artinya damai sejahtera ada dalam hidupmua karena Nabi Isa lahir di Betlehem,” ujarnya.

Kaher menuturkan, lewat lantunan Bethlehem Bible College Choir dengan menggunakan bahasa Arab, dia ingin menyampaikan selamat merayakan Natal bagi umat Kristiani di Sulawesi Utara dan Indonesia. 

Kaher memuji pluralisme di Bumi Nyiur Melambai yang menurutnya walaupun banyak perbedaan agama dan budaya namun semua hidup rukun dan penuh toleransi. “Saya harap Indonesia dan Palestina bisa menjaga hubungan baiknya dan Tuhan memberkati hubungan yang harmonis ini,” sebut Kaher.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyebut kerukunan di daerahnya merupakan anugerah Tuhan. “Lagu-lagu yang ditampilkan menandakan keberagaman di semua tempat, termasuk di Palestina ada muslim ada juga Kristen,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

ISA ANSHAR JUSUF

"

| Paduan | Suara | asal | Palestina | Ikut | Sambut | Natal | Manado | Selasa | Desember | 2016 | 19:59 | WIB< | p> < | div> TEMPO | Wisnu | Agung | Prasetyo< | p> < | strong>< | span> | Manado< | strong> | Sejumlah | warga | yang | tergabung | dalam | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | memeriahkan | perayaan | menyambut | Sulawesi | Utara | Senin | malam | p>Paduan | negara |  muslim | tertindas | membaw | lagu | bernuansa | sebuah | konser | atrium | Town | Swuare | (Mantos) | p>Berjumlah | penyanyi | pemain | musik | mampu | memukau | hadir | Lima | antaranya | Gloria< | Exelcis< | Deo< | Silent< | Nite< | (malam | kudus) | Lagu | disadur | Bahasa | Arab | digun | sebagai | komunikasi | sehari | hari | p>Wakil | Duta | Besar | untuk | Indonesia | Kaher | Ibrahim | tersebut | langsung | mengucapkan | salam | Assalamualaikum | Menurut | bukan | bahasa | muslim | umat | Islam | Kristen |  “Artinya | damai | sejahtera | hidupmua | karena | Nabi | lahir | Betlehem | ujarnya | p>Kaher | menuturkan | lewat | lantunan | Choir | dengan | menggun | ingin | menyampaikan | selamat | meray | bagi | Kristiani | memuji | pluralisme | Bumi | Nyiur | Melambai | menurutnya | walaupun | banyak | perbedaan | agama | budaya | semua | hidup | rukun | penuh | toleransi | “Saya | harap | menjaga | hubungan | baiknya | Tuhan | memberkati | harmonis | sebut | p>Gubernur | Olly | Dondokambey | menyebut | kerukunan | daerahnya | merup | anugerah | “Lagu | ditampilkan | menand | keberagaman | tempat | termasuk | juga | kata | politikus | Perjuangan | p>ISA | ANSHAR | JUSUF< | p> |

Paduan Suara asal Palestina Ikut Sambut Natal di Manado

Selasa, 13 Desember 2016 | 19:59 WIB

Paduan Suara asal Palestina Ikut Sambut Natal di Manado

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Manado - Sejumlah warga Palestina yang tergabung dalam paduan suara Bethlehem Bible College memeriahkan perayaan menyambut Natal di Manado, Sulawesi Utara, Senin malam, 12 Desember 2016. 

Paduan suara dari negara  muslim yang tertindas ini membawakan lagu-lagu bernuansa Natal dalam sebuah konser di atrium Manado Town Swuare (Mantos).

Berjumlah 17 penyanyi dan pemain musik, paduan suara itu mampu memukau warga Manado yang hadir. Lima lagu mereka bawakan, di antaranya Gloria in Exelcis Deo dan Silent Nite (malam kudus). Lagu-lagu itu disadur ke Bahasa Arab yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari di Palestina.

Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Kaher Ibrahim yang hadir dalam konser tersebut langsung mengucapkan salam 'Assalamualaikum'. Menurut Kaher, salam itu bukan bahasa muslim, tapi bahasa Arab yang digunakan umat Islam dan Kristen di Palestina.  “Artinya damai sejahtera ada dalam hidupmua karena Nabi Isa lahir di Betlehem,” ujarnya.

Kaher menuturkan, lewat lantunan Bethlehem Bible College Choir dengan menggunakan bahasa Arab, dia ingin menyampaikan selamat merayakan Natal bagi umat Kristiani di Sulawesi Utara dan Indonesia. 

Kaher memuji pluralisme di Bumi Nyiur Melambai yang menurutnya walaupun banyak perbedaan agama dan budaya namun semua hidup rukun dan penuh toleransi. “Saya harap Indonesia dan Palestina bisa menjaga hubungan baiknya dan Tuhan memberkati hubungan yang harmonis ini,” sebut Kaher.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyebut kerukunan di daerahnya merupakan anugerah Tuhan. “Lagu-lagu yang ditampilkan menandakan keberagaman di semua tempat, termasuk di Palestina ada muslim ada juga Kristen,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

ISA ANSHAR JUSUF

"

| Paduan | Suara | asal | Palestina | Ikut | Sambut | Natal | Manado | Selasa | Desember | 2016 | 19:59 | WIB< | p> < | div> TEMPO | Wisnu | Agung | Prasetyo< | p> < | strong>< | span> | Manado< | strong> | Sejumlah | warga | yang | tergabung | dalam | paduan | suara | Bethlehem | Bible | College | memeriahkan | perayaan | menyambut | Sulawesi | Utara | Senin | malam | p>Paduan | negara |  muslim | tertindas | membaw | lagu | bernuansa | sebuah | konser | atrium | Town | Swuare | (Mantos) | p>Berjumlah | penyanyi | pemain | musik | mampu | memukau | hadir | Lima | antaranya | Gloria< | Exelcis< | Deo< | Silent< | Nite< | (malam | kudus) | Lagu | disadur | Bahasa | Arab | digun | sebagai | komunikasi | sehari | hari | p>Wakil | Duta | Besar | untuk | Indonesia | Kaher | Ibrahim | tersebut | langsung | mengucapkan | salam | Assalamualaikum | Menurut | bukan | bahasa | muslim | umat | Islam | Kristen |  “Artinya | damai | sejahtera | hidupmua | karena | Nabi | lahir | Betlehem | ujarnya | p>Kaher | menuturkan | lewat | lantunan | Choir | dengan | menggun | ingin | menyampaikan | selamat | meray | bagi | Kristiani | memuji | pluralisme | Bumi | Nyiur | Melambai | menurutnya | walaupun | banyak | perbedaan | agama | budaya | semua | hidup | rukun | penuh | toleransi | “Saya | harap | menjaga | hubungan | baiknya | Tuhan | memberkati | harmonis | sebut | p>Gubernur | Olly | Dondokambey | menyebut | kerukunan | daerahnya | merup | anugerah | “Lagu | ditampilkan | menand | keberagaman | tempat | termasuk | juga | kata | politikus | Perjuangan | p>ISA | ANSHAR | JUSUF< | p> |